Bab 11

Marshall menggandeng tangan istrinya dan membawanya masuk ke kamar. Ia langsung mengunci kamarnya

Sulfi masuk ke kamar mandi dan lekas mengganti pakaiannya

Setelah keluar dari kamar mandi, ia melihat suaminya yang sedang duduk di atas tempat tidur tanpa bicara sepatah katapun

Sulfi langsung naik ke atas tempat tidur dan disaat akan mengambil selimut. Marshall langsung menarik pinggang istrinya

"Kamu sudah meremehkan aku dan saatnya aku menghukum mu" ucap Marshall sambil menatap wajah istrinya dari dekat

Sulfi mencoba melepaskan tangan suaminya yang dari tadi memeluknya dengan erat sekali

"Lepaskan tanganmu, Mas!" pinta Sulfi

"Aku tidak akan melepaskanmu dan kamu harus aku beri hukuman" Marshall melepas pakaiannya dan langsung mengikat tangan istrinya

Kemudian ia mendekatkan bibirnya ke bibir istrinya dan ia langsung mencium bibir istrinya dengan cara brutal

Sulfi merasakan debaran jantungnya berdetak kencang sekali saat suaminya mencium bibirnya secara brutal

Sudah dua kali ini Marshall mencium bibirnya dan sekarang ciumannya yang sangat brutal sampai membuat Sulfi tidak bisa bernafas

Melihat istrinya yang kewalahan menghadapi ciuman dari suaminya, Marshall langsung bangkit dari tempat tidurnya

"Jika kamu masih tidak patuh,aku akan melakukan hal yang lebih besar daripada ini. Mengerti kamu?!" Tanya Marshall sambil menatap wajah istrinya yang masih syok dengan apa yang dilakukan oleh suaminya tadi

"I-iya Mas, aku mengerti" jawab Sulfi dengan tubuh yang masih mematung

Mendengar jawaban dari istrinya, Marshall langsung keluar dari kamarnya dan ia menuju ke kamar bawah

Marshall langsung masuk ke kamar mandi dan ia mencoba meredam amarah dan hasratnya yang sudah tidak terkontrol lagi

"Sayang, kenapa kamu selalu tidak mau mendengarkan aku?" gumam Marshall sambil mengatur nafasnya

Marshall mengguyur tubuhnya di bawah guyuran shower yang mengalir

Sementara itu Sulfi masih tidak menyangka jika suaminya akan menciumnya secara brutal seperti itu

Ia pun langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya

Sulfi masuk ke dalam bathtub dan ia mencoba untuk mengatur nafasnya

Marshall yang sudah selesai mandi, kembali ke kamar atas dan ia tidak melihat keberadaan istrinya

"Sulfi, kalau sudah selesai mandi. Lekas tidur" ucap Marshall

 Marshall lekas memakai pakaiannya dan naik ke atas tempat tidur

"Kenapa tidak ada suara guyuran air?" Marshall langsung bangkit dari tempat tidur dan ia membuka pintu kamar mandi

Marshall membelalakkan matanya saat melihat istrinya yang ada di dalam bathtub

"Sulfi, kamu kenapa?" Tanya Marshall sambil menepuk-nepuk pipi istrinya

Sulfi yang sedang tertidur pulas tidak mendengar suara suaminya dan ia malah terlihat nyenyak sekali

Marshall langsung membopongnya tubuh istrinya dan meletakkannya di atas tempat tidur

"Kenapa kamu bisa tidur di dalam bathtub" Marshall tersenyum tipis melihat istrinya yang sedang tertidur

Marshall menelan salivanya saat melihat tubuh istrinya yang putih dan se**i sekali.

"Andaikan saja aku tidak berjanji untuk tidak menyentuhmu, pasti malam ini aku akan meminta hak ku" gumam Marshall sambil memakaikan pakaian kepada istrinya

Setelah selesai, Marshall kembali menunu ke kamar bawah karena saat ini si mungil sudah sangat tegang dan membuat jantungnya berdetak kencang sekali

Saat akan memejamkan matanya, Marshal merasakan perutnya yang keroncongan dan ia kembali bangkit dari tempat tidurnya

Ia mengambil ponselnya untuk menghubungi Alan agar membelikan dua makanan untuk dirinya dan Sulfi

Sambil menunggu Alan, Marshall keluar menuju ruang keluarga untuk menonton televisi

Beberapa menit kemudian, Alan datang dan memberikan bungkusan itu kepada Marshall

Marshall langsung membuka makanan itu dan menikmatinya sendirian. Setelah itu ia mengambil piring untuk menaruh makanan istrinya di atas meja makan

Kemudian Marshall memutuskan untuk masuk ke kamar untuk merebahkan tubuhnya di samping istrinya

"Kenapa aku malah nggak bisa tidur" ucap Marshall saat menatap wajah istrinya

Marshall diam-diam mengelus pipi istrinya yang sedang terlelap tidur

"Cantik sekali kamu sayang, apakah aku bisa menahan hasrat ini?" gumam Marshall

Dan beberapa menit kemudian, Marshall pun memejamkan matanya

Jam menunjukkan pukul dua pagi dimana Sulfi baru saja membuka matanya

Sulfi melihat suaminya yang sedang tertidur pulas disampingnya

"A-aku lapar..." Sulfi bangkit dari tempat tidurnya dan menuju ke lantai bawah

Ia berjalan menuju ke ruang makan dan melihat sebungkus nasi yang sudah ada diatas piring

Sulfi yang lapar langsung membuka dan menikmati nasi bungkus itu

"B-bukankah aku tadi ada di dalam kamar mandi...." Sulfi mengingat semuanya dan ia melihat pakaian yang dikenakannya

Sulfi sangat yakin kalau suaminya itu yang telah memakaikan pakaian

"Mas Marshall melihat semuanya...." Sulfi menggelengkan kepalanya dan ia tidak sengaja menyenggol piring sampai jatuh pecah dan makanannya berhamburan di lantai

Marshall langsung membuka matanya saat mendengar suara pecahan dari arah lantai bawah. Ia juga tidak menemukan keberadaan istrinya

"Kamu kenapa?" Tanya Marshall saat melihat Sulfi memungut pecahan piringnya

"T-tidak apa-apa, aku tidak sengaja menyenggol piring" jawab Sulfi.

Marshall meminta Sulfi untuk kembali duduk dan ia mengambil sapu untuk membersihkan pecahan piring itu

Sulfi tetap membersihkan pecahan piringnya sampai akhirnya pecahan itu mengenai tangan

"Ouch..." seketika darah segar mengalir dari tangan Sulfi

Marshall langsung membopong tubuh istrinya dan memintanya untuk duduk

Ia pun segera membersihkan pecahan piring itu dan setelah selesai, Marshall mengambil kotak P3K

Marshall lekas mengambil obat merah untuk mengobati tangan istrinya

"S-sakit..." Sulfi meremas tangan suaminya sampai membekas

"Tanganku juga sakit kalau kamu remas seperti ini" ucap Marshall

Sulfi melepaskan tangannya dan Marshall langsung menutup tangan Sulfi dengan plester

"Ayo kita tidur lagi" ajak Marshall

Sulfi menganggukkan kepalanya dan ia tidak berani menatap wajah suaminya yang hanya mengenakan celana kolor

"K-kenapa Mas tidak memakai pakaian?" Tanya Sulfi yang merasakan detak jantungnya berdetak kencang saat melihat tubuh atletis milik suaminya

Marshall mengatakan kalau tubuhnya gerah sehingga ia melepaskan pakaiannya

"Ayo kita masuk ke kamar" ajak Marshall sekali lagi

Melihat Sulfi yang hanya diam saja, akhirnya Marshall memutuskan untuk membopong tubuh istrinya itu

"Lepaskan aku, aku bisa jalan sendiri" Sulfi menutup matanya dan ia tidak berani melihat tubuh suaminya yang sedang membopongnya

Sesampainya di kamar, Marshall menurunkan tubuh istrinya dan mengajaknya untuk kembali tidur

"Besok kamu harus ke sekolah, ayo kita tidur" Marshall menarik tangan istrinya

Sulfi langsung mengambil selimut dan segera ia memejamkan matanya

Marshall meminta istrinya untuk menghadap ke dirinya

"Mau aku hukum lagi?" Ancam Marshall

Sulfi pun pelan-pelan membalikan tubuhnya dan melihat suaminya yang sedang tersenyum kepadanya

"Ayo kita tidur" Marshall dan Sulfi mencoba untuk memejamkan matanya dan tak lama kemudian mereka berdua tertidur pulas

Episodes
Episodes

Updated 106 Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!