Akhirnya Bara menguapi Ayla yang makan begitu lahap sampai amarah yang awalnya berkecamuk dalam diri Bara redam dengan sendirinya melihat Ayla makan.
" Minum " ucap Bara mengambilkan air putih dan membantu Ayla minum .
" Nambah nasi boleh kan By ?" tanya Ayla penuh harap menatap piring Bara yang sudah kosong sementara Ayla masih ingin makan .
" Nggak " ketus Bara lalu meminum air dari gelas yang sama dengan Ayla .
" Mmm, bagi lah sedikit lagi By kok jadi pelit " bujuk Ayla mengelus-elus lengan Bara .
" Makan sendiri " ucap Bara .
" Suapi lah By " manja Ayla terus menerus merayu Bara sampai pria itu tidak tahan dengan sentuhannya.
" Ayla kamu nakal ya " ucap Bara menarik nafas panjang saat tangan Ayla sudah masuk kedalam bajunya.
" Haaa makanya suapi " ucap Ayla dengan manja membuka mulutnya lagi .
" Kamu bisa nggak sehari aja jangan manja" ucap Bara walaupun mengomel tapi tetap mengisi lagi piring dengan nasi .
Bukan nya Bara tidak suka melihat Ayla manja tapi justru membuat dia semakin sayang dan tidak bisa marah padanya .
" Bisa tapi mati " jawab Ayla membenamkan wajahnya di dada Bara dengan senang menghirup aroma tubuh khas Bara yang sangat Ayla sukai .
" Kalau dibilangin itu dengerin bukan malah tertawa " omel Bara terus menyuapi Ayla makan .
" ini dengerin" ucap Ayla memeluk Bara sambil mengunyah makanan yang Bara suapi .
" Dengerin doang kamu pahami enggak " ucap Bara .
10 menit kemudian.
" Dari mana kamu tadi ?" tanya Bara mendudukkan Ayla di kursi sebelahnya setelah selesai makan .
" Dari ka,"
" Kamu pulang kampus jam 3 " tegas Bara yang harus marah pada istrinya itu sekarang karena jika dibiarkan dia akan kebiasaan kedepannya pergi tanpa izin .
" La, Lala main di Mall" jawab Ayla yang menunduk itu takut-takut.
" By nggak ngelarang kamu main ke Mall tapi setidaknya izin sama By , kabarin . " ucap Bara secara dewasa bukan Ayla pergi ke Mall yang membuat Bara marah tapi karena pergi tanpa berpamitan.
" Lala lupa By " ucap Ayla menggaruk tengkuknya.
" Lupa apa? Lupa kalau sudah punya suami " suara besar Bara yang membuat Ayla kaget .
" I, iya " jawab Ayla dengan polos , kalau bukan lupa sudah punya suami pasti Ayla akan mengabari Bara.
" Hummm, kamu benar-benar ya " ucap Bara berdiri dari duduk nya lalu berjalan menuju kamar .
" By dengerin Lala dulu" Ayla mengejar Bara yang berjalan dengan langkah lebar itu .
" By maafin Lala " ucap Ayla memegang tangan Bara yang sudah sampai di depan pintu kamar itu .
" Lala janji bakalan pamit kalau pergi " ucap Ayla bersungguh-sungguh yang malah membuat emosi Bara semakin naik .
Ayla tau dia salah , karena pergi tidak berpamitan di tambah tadi ponselnya mati pasti Bara cemas memikirkan nya .
" Janji pamit aja " ucap Bara berdiri di dekat pintu memangku tangannya menatap Ayla yang berdiri menghadap nya .
" Janji bakal ingat kalau sudah punya suami" sambung Ayla menatap Bara takut-takut.
" Bisa-bisa nya kamu lu ,, akkk" Bara yang sedang mengomel itu akan bersandar ke pintu tapi pintu itu malah terbuka untung Bara sigap sehingga tidak terjatuh .
Ayla yang takut dengan kemarahan Bara menggigit bibirnya agar tidak tertawa tapi karena tak kuat menahan akhirnya tawa itu lepas melihat Bara Bara yang sedang marah-marah hampir jatuh karena akan bersandar ke pintu yang belum di tutup rapat .
" Tertawa , nggak usah kamu ngomong lagi sama By " ucap Bara cepat masuk kedalam kamar saat rasa marah dan Malu berkecamuk dalam dirinya.
"Byh maafin Lala " ucap Ayla kembali mengejar Bara kedalam kamar yang langsung berbaring membelakangi Ayla.
" Enggak " ucap Bara menepis tangan Ayla yang mencoba menyentuhnya.
15 menit kemudian.
" By maafin lah Lala " ucap Ayla terus membujuk Bara sedari tadi dengan berbagai cara bahkan sekarang dia berada diatas tubuh Bara yang berbaring miring memejamkan mata itu .
" Masa By yang mau jatuh ngambeknya sama Lala " ucap Ayla terkekeh saat ingat lagi Bara kaget karena hampir jatuh .
" By " ucap Ayla membuka selimut yang menutupi wajah Bara lalu mengecupi pipi nya berkali-kali.
Ayla duduk diatas pinggang Bara lalu oleng seketika karena posisi Bara yang berbaring di tepi ranjang .
" Ayla " ucap Bara dengan reflek yang sangat cepat memegang pinggang Ayla agar tidak jatuh dari atas tubuh Bara sampai kebawah ranjang yang cukup tinggi.
" Haaa tuhkan belum tidur " ucap Ayla dengan begitu semangat memeluk leher Bara yang sudah berbaring telentang agar tidak berbaring miring lagi .
" Ayla lepaskan" ucap Bara yang serasa dicekik oleh Ayla yang memeluknya kuat sekali .
" janji dulu nggak bakal diami Lala lagi " bisik Ayla kedekat telinga Bara yang masih dipeluknya.
Bara meremas sprei saat merasakan nafas Ayla mengenai permukaan kulit nya .
" Lala " ucap Bara dengan suara berat berbaring miring agar Ayla tidak berada lagi diatas tubuhnya walaupun tangan Ayla masih melingkar di leher nya .
Muachh
" Maafin Lala " Ayla terus saja minta maaf sampai Bara merasa bosan mendengar nya dan akhirnya memaafkan.
" Iya , sekarang lepasin By " ucap Bara .
" Iya " ucap Ayla dengan senang akhirnya dia dapat maaf .
" Kamu benar-benar effort kalau minta maaf harus sampai dapat " ucap Bara yang tidak menyangka Ayla akan sampai segitunya.
" Iya , Lala kalau nggak dikasih maaf nggak bakal bisa tidur " ucap Ayla dengan jujurnya.
" Besok-besok jangan begitu lagi ya , mau kemanapun pergi izin dan kabari By karena bagaimana By bertanggung jawab penuh terhadap kamu dan satu lagi kita suami istri jadi harus saling terbuka dan tau akan kabar masing-masing dimanapun berada " jelas Bara menasehati Istri nya .
" Baik By, maafin Lala " ucap Ayla mengaku salah .
" sini By peluk " ucap Bara merentangkan kedua tangannya yang dengan cepat Ayla masuk .
" By kalau marah sama Lala marah aja nggak papa kok yang penting jangan diam , Lala nggak bisa kalau di diami " ucap Ayla memeluk Bara dengan erat .
" Pukul juga boleh asal jangan cuekin Lala" ucap Ayla dengan wajah sendu menatap Bara setelah melonggarkan pelukannya.
" Lebih baik By memukul diri By sendiri dari pada Kamu" ucap Bara yang tidak akan pernah sampai hati .
" Kenapa?" tanya Ayla .
" Karena By sayang sama Lala " pernyataan Bara mengecup kening Ayla dalam waktu cukup lama mencurahkan rasa cintanya pada Ayla yang berada dalam pelukan nya .
" By cium Lala " ucap Ayla mendongak sambil memajukan bibirnya dengan manja .
Cup
" Haaa cium " Pinta Ayla merengek saat Bara hanya mengecup .
" di gigit boleh ?" bisik Bara kedekat telinga Ayla .
" Boleh, tapi Lala gigit balik ," ucap Ayla yang mengundang senyum lebar di wajah Bara lalu mencium Ayla dengan lembut penuh cinta .
" Lala kau adalah milikku" pernyataan Bara
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 42 Episodes
Comments
awesome moment
mrk saling beruntung
2024-11-21
0
keeny setyo
mkin bucin aja by ama lala..kpan unboxsing kak jdi gregetan deh..ndak sbar nunggu
2024-10-28
0
Miss Typo
semoga selalu bahagia Vara dan Lala
2024-10-28
0