Coba saja kalau berani minum

"Duduk di sini," Flynn menarik Hasha dan menyuruhnya duduk di kursi kosong sebelah Zayn. Lira hampir duduk di situ namun niatnya terhenti ketika Flynn membuat adiknya menempati kursi itu. Wanita itu merasa cukup kecewa sih karena tidak bisa duduk dekat laki-laki pujaannya, namun ia tetap pura-pura tersenyum.

"Kenapa si Flynn selalu bawa adiknya sih?" bisik Elis di telinga Lira. Ia sebenarnya tidak terlalu suka adiknya Flynn itu selalu mengikuti kakaknya kemana-mana, kayak tuh perempuan tidak ada teman lain saja.

"Kenapa dengannya? Wajahnya sudah seperti babi kecil saja." Zayn bertanya pada Flynn dengan dagu menunjuk ke Hasha. Bahkan sengaja meledek gadis itu. Ia ingin lihat reaksi kesalnya.

Flynn dan yang lain tertawa.

"Kamu dibilang babi kecil dedek, bhahaha." wajah Hasha memerah karena kesal. Enak saja dikatain babi. Wajahnya secantik ini juga.

Laki-laki sialan. Kalau saja dia tidak ingat laki-laki ini sangat berbahaya dan harus dijauhi, pasti Hasha sudah mencakar wajah tampannya. Dia bikin jelek biar perempuan- perempuan di luar sana nggak suka lagi sama pria itu.

"Mas bartender, kasih aku minuman yang itu!" Hasha berseru kuat pada laki-laki yang berdiri tak jauh di depan mereka sambil menunjuk botol Whisky yang berbaris rapi di tempatnya.

Wajah Flynn langsung berubah, terutama Zayn.

"Kamu abang ijinin ikut ke sini bukan buat minum-minum ya." ucap Flynn.

"Ih, abang kok suka ngatur-ngatur sih? Aku udah gede. Terserah dong mau minum apa nggak, lagian aku belum pernah minum alkohol. Apa salahnya di coba sesekali." celetuk Hasha.

"Nah bener tuh." Wonho yang duduk paling ujung angkat suara dan langsung mendapatkan tatapan mematikan dari Flynn.

"Becanda, heheh." kata pria itu lagi menyengir lebar.

"Jadi minumannya bagaimana?" si bartender bertanya.

"Kalian menjual minuman tak beralkohol juga? Adikku tidak bisa minum alkohol." tanya Flynn.

"Memangnya kau mau pesan apa?"  Douglas mewakili orang kerjanya bertanya.

"Jeruk hangat." seperti Douglas yang mewakili menjawab orang kerjanya, Zayn juga mewakili Flynn menjawab.

Douglas pun memberi isyarat ke si bartender dengan matanya.

Sedang Hasha tampak keberatan. Alkohol yang pengen dia minum malah diganti dengan air jeruk, sudah begitu air jeruknya hangat pula. Ya ampun, dia bisa darah tinggi kalau lama-lama berada di sini.

"Bang, aku nggak pengen minum air jeruk. Ijinin minum yang itu ya segelas aja."

"Tidak bisa Hasha, kamu dilarang minum minuman keras. " bukan Flynn yang bicara, tapi Zayn.

Nada bicaranya tegas dan tak bisa dibantah. Hasha langsung terdiam. Flynn di sebelah wanita itu menahan tawa. Wonho juga. Hanya Elis dan Lira yang keliatan kurang senang. Karena semua perhatian tertuju kepada Hasha.

"Tuh dengar, masa depan kamu sendiri yang ngelarang." tandasnya.

Hasha mendelik tajam pada sang kakak. Masa depan? Hihh, jangan sampai. Ia merinding kalau sampai Zayn yang jadi suaminya, walaupun keduanya sudah melakukan one night stand.

Di samping kiri Zayn, Douglas penasaran siapa sebenarnya sosok perempuan yang terus di lirik oleh Zayn itu. Saat awal muncul tadi, Zayn terus memperhatikannya. Cantik? Jangan ditanya lagi. Wajahnya sangat manis dan imut. Douglas bahkan mengira gadis itu masih anak SMA. Di dukung dengan larangan Zayn dan laki-laki yang gadis itu panggil abang.

Anak SMA?

Douglas baru menyadari kalau club-nya ini tidak untuk anak remaja yang belum cukup umur.

"Siapa namamu tadi?" Douglas menatap Flynn, ia belum tahu nama Flynn itu sebabnya ia bertanya.

"Flynn," sahut Flynn.

"Gadis itu adikmu?" tanya Douglas lagi. Pertanyaannya membuat Zayn ikut menoleh, penasaran kenapa laki-laki itu bertanya tentang Hasha.

"Ya, dia adik kandungku. Kenapa?"

"Kau tahu club-ku ini adalah sebuah club legal yang tidak memperbolehkan anak di bawah umur masuk bukan?"

Hening sebentar, lalu Flynn dan Wonho bertatapan dan tertawa. Zayn tersenyum Hasha. Douglas yang bertanya dibuat kebingungan. Memangnya apa yang lucu dari pertanyaannya?

"Tuan, memangnya anda buta? Apa aku terlihat seperti anak kecil di mata anda?" Hasha berkacak pinggang menatap Douglas. Douglas menganggukkan kepala.

"Dengar baik-baik ya, aku Hasha adalah wanita dewasa berumur 23 tahun!"

Douglas berkedip-kedip. Masih sulit percaya kalau gadis itu sudah dua puluh tiga tahun. Ia menatap Zayn,

"Benar katanya?"

"Ya ampun, apa aku perlu menunjukkan tanda pengenalku pada anda?"

Kali ini Douglas tertawa.

"Tidak usah, aku percaya sekarang." ucapnya kemudian.

Hasha menghembuskan nafasnya sebal. Pandangannya jatuh pada sloki kecil berisi alkohol yang ada di depan kakaknya. Mata Hasha berbinar seketika. Kakaknya sekarang sibuk berbincang-bincang dengan kak Wonho dan Zayn, ia pun mencari kesempatan saat mereka sedang sibuk ngobrol.

Tangannya bergerak perlahan untuk menggapai gelas sloki itu. Kakaknya belum sadar sama sekali bahkan pada saat ia berhasil meraih benda berisi minuman beralkohol tersebut. Lira sudah lihat sebenarnya tapi dia terlalu tidak peduli. Buat apa peduli sama perempuan manja itu? Bikin habis waktu saja.

Ketika Hasha berhasil dan hendak meminum alkohol itu, Zayn sudah merebutnya lebih dulu. Ternyata pria itu mengamatinya dari tadi. Keduanya saling menatap. Tatapan Zayn tajam dan sangat mengintimidasi hingga membangkitkan ketakutan Hasha. Wanita itu menelan saliva. Bahkan hanya dengan tatapan pria itu sanggup membuatnya tak berkutik.

"Coba saja kalau berani minum," bisik Zayn pelan di telinganya.

"Hasha, kamu itu bener-bener ya." Flynn menoyor kepala Hasha saking gemasnya. Hasha sendiri memeletkan lidahnya ke sang kakak.

"Hasha pengen pulang," ucapnya kemudian. Flynn memutar bola matanya malas.

"Hasha pengen pulang abaangg ..." kali ini ia merengek manja memeluk lengan Flynn.

Wanita itu manja sekali kalau sama semua anggota keluarganya. Makhlum, dia anak bungsu dan satu-satunya anak perempuan, makanya kalau sama keluarganya manjanya gak ketulungan.

"Iya-iya. Abang anterin kamu pulang sekarang." akhirnya Flynn gak tega juga.

"Kalian semua bersenang-senanglah, adik kecilku ini kalau sudah rewel bisa bikin pusing. Kami pulang dulu ya." kata Flynn pada teman-temannya.

"Dada bang Wonho," Hasha melambai ke Wonho, hanya ke pria itu hingga membangkitkan rasa cemburu Zayn.

"Pamitan ke babang Zayn kamu juga sana."

Raut wajah Hasha langsung berubah. Tapi tetap patuh.

"Bang Zayn Hasha pamit pulang," Hasha melambai takut-takut ke Zayn. Bibir pria itu melengkung.

"Sampai rumah langsung tidur, jangan main hape." kata pria itu dengan nada tegasnya. Lira tidak senang melihat Zayn yang tampak peduli pada adiknya Flynn itu.

"Tuh dengerin." ujar Flynn.

Hasha hanya mengerucutkan bibirnya.

Terpopuler

Comments

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

MAKIN MEMBAGONGKAN,DI AWAL BAB 21 TAHUN, SEKARANG 23 TAHUN..CERITANYA BAGUS, TAPI TOLONG YA THOR JANGAN BIKIN PARA RIDERS MINUM OBAT UNTUK PENYAKIT AMNESIA..🤣🤣

2025-03-13

0

Dian Rahmawati

Dian Rahmawati

hahahshhs...hasha nurut

2025-03-03

0

Alisha Chanel

Alisha Chanel

di awal cerita 21, seminggu kemudian jadi 23. beruntungnya nasibmu Thor karna karyamu tetap banyak peminat

2025-02-03

6

lihat semua
Episodes
1 PENOKOHAN
2 Kejadian di hotel
3 Satu Minggu kemudian
4 Ternyata temannya abang Flynn ...
5 Memberikan pelajaran
6 Club
7 Coba saja kalau berani minum
8 Niat jahat Sindy
9 Turunin Hasha, bang Zayn!
10 Rumah pribadi Zayn
11 Kau adalah milikku
12 Malu, marah tapi nikmat
13 Menikah?
14 Kami menerima lamaran ini
15 Hasha ngambek
16 Turun Hasha!
17 Bang Zayn gila!
18 Ep 17
19 Ep 18
20 Ep 19
21 Ep 20
22 Ep 21
23 Ep 22
24 Ep 23
25 Ep 24
26 Ep 25
27 Ep 26
28 Ep 27
29 Ep 28
30 Ep 29
31 Ep 30
32 Ep 31
33 Ep 32
34 Ep 33
35 Ep 34
36 Ep 35
37 Ep 36
38 Ep 37
39 Rp 38
40 Ep 39
41 Ep 40
42 Ep 41
43 Ep 42
44 Ep 43
45 Ep 44
46 Ep 45
47 Ep 46
48 Ep 47
49 Ep 48
50 Ep 49
51 Ep 50
52 Ep 51
53 Ep 52
54 Ep 53
55 Ep 54
56 Ep 55
57 Ep 56
58 Ep 57
59 Ep 58
60 Ep 59
61 Ep 60
62 Ep 61
63 Ep 62
64 Ep 63
65 Ep 64
66 Ep 65
67 Ep 66
68 Ep 67
69 Ep 68
70 Ep 69
71 Ep 70
72 Ep 71
73 Ep 72
74 Ep 73
75 Ep 74
76 Ep 75
77 Ep 76
78 Ep 77
79 Ep 78
80 Ep 79
81 Ep 80
82 Ep 81
83 Ep 82
84 Ep 83
85 Ep 84
86 Ep 85
87 Ep 86
88 Ep 87
89 Ep 88
90 Ep 89
91 Ep 90
92 Ep 91
93 Ep 92
94 Ep 93
95 Bab 94
96 Bab 95
97 bab 96
98 Bab 97
99 Bab 98
100 Bab 99
101 Bab 100
102 Bab 101
103 Bab 102
104 Bab 103
105 Bab 104
106 Bab 105
107 Bab 106
108 Bab 107
109 Bab 108
110 Bab 109
111 Bab 110
112 Bab 111
113 Bab 112
114 Bab 113
115 Bab 114
116 Bab 115
117 Bab 116
118 Bab 117
119 Bab 118
120 Bab 119
121 Bab 120
122 Bab 121
123 Bab 122
124 Bab 123
125 Bab 124
126 Bab 125
127 Bab 126
128 Bab 127
129 Bab 128
130 Bab 129
131 Bab 130
132 Bab 131
133 Bab 132
134 Bab 133
135 Bab 134
136 Bab 135
137 Bab 136
138 Bab 137
139 Bab 138
140 Bab 139
141 Bab 139
142 Bab 140
143 Bab 141
144 Bab 142
145 Bab 143
146 Bab 144
147 Bab 145
148 Bab 146
149 Bab 147
150 Bab 148
151 Bab 149
152 Bab 150
153 Bab 151
154 Bab 152
155 Bab 153
156 Bab 154
157 Bab 155
158 Bab 156
159 Bab 157
160 Bab 158
161 Bab 159
162 Bab 160
163 Bab 161
164 Bab 162
165 Bab 163
166 Bab 164
167 Bab 165
168 Bab 166
169 Bab 167
170 Bab 168
171 Bab 169
172 Bab 170
173 Bab 171
174 Bab 172
175 Bab 173
176 Bab 174
177 Bab 175
178 Bab 176
179 Bab 177
180 Bab 178
181 Bab 179
182 Bab 180
183 Bab 181
184 Bab 182
185 Bab 183
186 Bab 184
187 Bab 185
188 Bab 186
189 Bab 187
190 Bab 188
191 Bab 189
192 Bab 190
193 Bab 191
194 Bab 192
195 Bab 193
196 Bab 194
197 Bab 195
198 Bab 196
199 Bab 197
200 Bab 198
201 Bab 199
202 Bab 200
203 Bab 201
204 Bab 202
Episodes

Updated 204 Episodes

1
PENOKOHAN
2
Kejadian di hotel
3
Satu Minggu kemudian
4
Ternyata temannya abang Flynn ...
5
Memberikan pelajaran
6
Club
7
Coba saja kalau berani minum
8
Niat jahat Sindy
9
Turunin Hasha, bang Zayn!
10
Rumah pribadi Zayn
11
Kau adalah milikku
12
Malu, marah tapi nikmat
13
Menikah?
14
Kami menerima lamaran ini
15
Hasha ngambek
16
Turun Hasha!
17
Bang Zayn gila!
18
Ep 17
19
Ep 18
20
Ep 19
21
Ep 20
22
Ep 21
23
Ep 22
24
Ep 23
25
Ep 24
26
Ep 25
27
Ep 26
28
Ep 27
29
Ep 28
30
Ep 29
31
Ep 30
32
Ep 31
33
Ep 32
34
Ep 33
35
Ep 34
36
Ep 35
37
Ep 36
38
Ep 37
39
Rp 38
40
Ep 39
41
Ep 40
42
Ep 41
43
Ep 42
44
Ep 43
45
Ep 44
46
Ep 45
47
Ep 46
48
Ep 47
49
Ep 48
50
Ep 49
51
Ep 50
52
Ep 51
53
Ep 52
54
Ep 53
55
Ep 54
56
Ep 55
57
Ep 56
58
Ep 57
59
Ep 58
60
Ep 59
61
Ep 60
62
Ep 61
63
Ep 62
64
Ep 63
65
Ep 64
66
Ep 65
67
Ep 66
68
Ep 67
69
Ep 68
70
Ep 69
71
Ep 70
72
Ep 71
73
Ep 72
74
Ep 73
75
Ep 74
76
Ep 75
77
Ep 76
78
Ep 77
79
Ep 78
80
Ep 79
81
Ep 80
82
Ep 81
83
Ep 82
84
Ep 83
85
Ep 84
86
Ep 85
87
Ep 86
88
Ep 87
89
Ep 88
90
Ep 89
91
Ep 90
92
Ep 91
93
Ep 92
94
Ep 93
95
Bab 94
96
Bab 95
97
bab 96
98
Bab 97
99
Bab 98
100
Bab 99
101
Bab 100
102
Bab 101
103
Bab 102
104
Bab 103
105
Bab 104
106
Bab 105
107
Bab 106
108
Bab 107
109
Bab 108
110
Bab 109
111
Bab 110
112
Bab 111
113
Bab 112
114
Bab 113
115
Bab 114
116
Bab 115
117
Bab 116
118
Bab 117
119
Bab 118
120
Bab 119
121
Bab 120
122
Bab 121
123
Bab 122
124
Bab 123
125
Bab 124
126
Bab 125
127
Bab 126
128
Bab 127
129
Bab 128
130
Bab 129
131
Bab 130
132
Bab 131
133
Bab 132
134
Bab 133
135
Bab 134
136
Bab 135
137
Bab 136
138
Bab 137
139
Bab 138
140
Bab 139
141
Bab 139
142
Bab 140
143
Bab 141
144
Bab 142
145
Bab 143
146
Bab 144
147
Bab 145
148
Bab 146
149
Bab 147
150
Bab 148
151
Bab 149
152
Bab 150
153
Bab 151
154
Bab 152
155
Bab 153
156
Bab 154
157
Bab 155
158
Bab 156
159
Bab 157
160
Bab 158
161
Bab 159
162
Bab 160
163
Bab 161
164
Bab 162
165
Bab 163
166
Bab 164
167
Bab 165
168
Bab 166
169
Bab 167
170
Bab 168
171
Bab 169
172
Bab 170
173
Bab 171
174
Bab 172
175
Bab 173
176
Bab 174
177
Bab 175
178
Bab 176
179
Bab 177
180
Bab 178
181
Bab 179
182
Bab 180
183
Bab 181
184
Bab 182
185
Bab 183
186
Bab 184
187
Bab 185
188
Bab 186
189
Bab 187
190
Bab 188
191
Bab 189
192
Bab 190
193
Bab 191
194
Bab 192
195
Bab 193
196
Bab 194
197
Bab 195
198
Bab 196
199
Bab 197
200
Bab 198
201
Bab 199
202
Bab 200
203
Bab 201
204
Bab 202

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!