Bab 14

Putri Ana, terus menatap Dominict dan pasukannya yang perlahan menjauh.

Dominict, memacu kudanya menuju ke perbatasan kerajaan Savarant bersama beberapa ratus pasukan Istana yang baru di Lantik untuk melakukan tugas pertama mereka di perbatasan.

Sesampainya di perbatasan Dominict dan pasukannya di sambut oleh bawahannya Frederick Maximilian Sinclair dan putrinya Elara yang menjadi dokter sekaligus perawat di benteng pertahanan perbatasan kerajaan.

Lalu Dominict turun dari kudanya dan menyala mereka tampak terjadi percakapan ringan antra Dominict dan Frederick dan mereka tampak sangat akrab.

Namun berbeda dengan Elara ia selalu diam-diam curi-curi pandang pada Dominict.

Terlihat jelas Elara jatuh cinta pada pada panangan pertama pada Dominict. tapi sepertinya Dominict tak menyadarinya.

              ~o0o~

Tak terasa waktu berjalan begitu cepat, sudah hampir beberapa bulan Dominict menjalankan tugasnya di perbatasan bahkan ia tak bisa menghadiri pernikahan sepupunya.

Selama di perbatasan Dominict menjalankan tugasnya dengan baik dan tak melakukan kesalahan. Di sisi lain Elara selalu diam-diam memperhatikan Dominict di sela-sela tugasnya sebagai dokter di benteng pertahanan.

Seperti hari ini, Elara memperhatikan Dominict yang sedang melatih pasukan kerajaan.

"Apa yang kau lakukan di sana, Elara?" Kata, Dominict melihat ke arah Elara yang sedang bersembunyi.

 "?!"

Menyadari bahwa ia ketahuan Elara keluar dari tempat persembunyiannya.

"Maafkan saya, Jendral.... Saya hanya... saya harus pergi." tampak memasukan tersenyum.

Elara mencoba mengalihkan perhatian Dominict saat ia ketahuan diam-diam memperhatikannya, tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut Elara memilih untuk pergi meninggalkan Dominict.

"Elara, apa yang kau lakukan? Jendral Dominict sampai meliat mu." Gumam Elara dalam hati sambil menyentuh dadanya yang berdebar kencang karena gugup.

"Tapi... Dia memang tampan." Lanjut Elara lagi.

Sore harinya saat Dominict menyelesaikan tugasnya, Elara membawakan Dominict secangkir teh ke dalam ruangan kantornya.

Perlahan Elara mengetuk pintu dengan pelan.

Tok..tok..tok

"Masuk!"

Elara masuk kedalam ruangan kantor Dominict, tampak Dominict sedang sibuk dengan beberapa berkas laporan di tangannya yang akan di serahkan ke Kerajaan.

"Ada apa?" Tanya, Dominict saat ia meliat Elara masuk sambil membawa nampan berisi secangkir teh.

"J... Jendral, saya bawakan teh untuk anda." ucap Elara gugup.

"Letakan saja di meja!"

Dominict masih tak menatap Elara sedikit pun. perlahan Elara meletakan teh itu di meja sambil memperhatikan Dominict yang tampak sedang serius. Sesaat Elara terpaku meliat wajah Dominict yang terlihat serius begitu membuat hati Elara bergetar.

"kenapa kau menatap ku begitu?" Dominict tampaknya menyadari sedari tadi Elara memperhatikannya.

"Ti...tidak saya hanya...." Elara semakin gugup saat Dominict menatapnya langsung.

Dominict tampak tersenyum tipis melihat Elara yang gugup.

" Melihatmu seperti itu mengingatkanku pada seseorang. "

" Eh?! seseorang? "

" Ya... Kau sangat mirip dengannya. "

Sesaat Elara terdiam menyadari Dominict membicarakan seseorang yang mungkin ia sukai yang tak Elara ketahui.

Elara menyadari perubahan emosi Dominict. Terlihat jelas di matanya, Dominict merindukan seseorang.

"Apa anda merindukan seseorang?" Tanya, Elara.

"Tidak juga, entahlah... Aku juga tidak yakin. Kami memang sering bersama tapi... Aku rasa bukan perasaan yang seperti itu." Dominict berusaha menyembunyikan perasaanya di balik senyuman.

Sesaat Elara memperhatikan gelang yang selalu Dominict pakai. saat itu ia menyadari seseorang yang Dominict rindukan adalah seorang wanita.

"Dia sangat beruntung karena anda selalu merindukannya."

Dominict tersenyum kecil mendengar perkataan Elara.

"Aku juga tidak tahu dia merindukanku atau tidak."

"Eh?! Kenapa?" Elara tampak terkejut dengan perkataan Dominict.

"Dia hanya teman baikku. Tapi... Tidak perlu membahas itu." Dominict mencoba mengalihkan pembicaraan.

Namun Elara paham bahwa Dominict memiliki hubungan khusus dengan wanita yang ia anggap sebagai teman.

" Kalau begitu saya permisi, Jendral. "

Setelah pembicara itu Elara memilih pergi setelah ia tahu Dominict telah menyimpan rasa terhadap seorang gadis yang tak Elara ketahui.

Malam harinya seorang utusan dari kerjaan tiba di benteng perbatasan dengan menunggangi kuda kerajaan, secara kebetulan Elara melihat utusan itu dan menghampirinya.

"Maaf, Nona. Saya utusan dari kerajaan saya ingin memberikan surat penting untuk Jendral Dominict." Ucapnya, kemudian memberikan sebuah surat pada Elara.

Saat Elara melihat surat itu, iya langsung tahu bahwa ini adalah surat pribadi dan dari cap yang tertera di atasnya Elara tahu surat itu dari Putri Kerajaan di mana cap bergambar bunga mawar itu hanya di miliki sang Putri.

"Baiklah, aku akan sampaikan pada Jendral Dominict." jawab, Elara.

Setelah menyerahkan surat itu sang utusan pergi meninggalkan benteng.

Di sisi lain, Elara diam-diam membuka surat dari Putri Ana dan membaca isi surat itu. Saat itu Elara tahu bahwa Dominict memiliki hubungan khusus dengan Sang Putri.

Mengetahui hal itu, hati Elara di penuhi dengan rasa cemburu ia tak bisa menerima bahwa Putri Ana memiliki perasaan terhadap Dominict. Diam-diam Elara menyimpan surat itu dan tak memberi tahukan Dominict bahwa Putri Ana mengirim surat padanya.

Sepanjang malam Elara tak bisa tidur karena mengetahui bahwa Putri Ana memiliki perasaan khusus terhadap Dominict.

merasa resah dan hati yang tak menentu Elara memutuskan keluar dari kamarnya untuk menghirup udara segar.

Dan secara kebetulan Elara melihat Dominict sedang berdiri di koridor, pandangannya jauh ke depan di hamparan luasnya halaman benteng yang menghadap langsung ke padang rumput yang luas.

"Jendral?! kenapa Jendral belum beristirahat?"

Sesaat Dominict tersadar setelah mendengar suara Elara yang membuyarkan lamunannya

"Kau sendiri? Kenapa masih belum tidur?"

"S...saya tidak bisa tidur."

"Apa ada yang mengganggumu?"

"Em... Sebenarnya, iya..." Elara terdiam sejenak mencoba mencari kata-kata yang tepat.

"....Apa anda sedang memikirkan seseorang?" Tanya, Elara memperhatikan Dominict dengan malu-malu.

"Tidak juga." Jawab, Dominict singkat.

"Dia pasti wanita yang beruntung, karena anda begitu merindukannya."

Dominict tersenyum kecil.

"Bagaimana kau tahu kalau orang yang aku rindukan adalah seorang wanita?"

"Terlihat jelas di mata anda, Jendral."

Dominict terdiam mendengar perkataan Elara.

"Aku.... aku merasa aku tidak pantas untuk merindukannya." tampak raut kerinduan dan penyesalan di mata Dominict.

"Kenapa? Bukankah anda mencintainya?"

"Mungkin...." Dominict menatap jauh ke hamparan padang rumput yang luas.

"...Terlalu banyak perbedaan antara kami... Dan aku juga tidak yakin dengan apa yang aku rasakan."

Perlahan Elara mendekat dan menyentuh lembut tangan Dominict.

"Saya mengerti perasaan anda, Jendral. Jika Jendral mengizinkan saya bersedia menjadi orang yang akan mengisi kekosongan dalam hati anda, Jendral."

Sesaat Dominict terdiam dan menatap lekat wajah Elara, yang tampak malu-malu saat mengungkapkan perasaanya pada Dominict.

Saat ini juga Dominict merasakan ketulusan Elara saat mengutarakan perasaannya.

perlahan Elara mendekat dan memeluk tubuh tinggi Dominict.

"Sejujurnya Jendral.... Saya telah jatuh hati pada anda sejak pertama saya bertemu dengan Anda." mata Elara memancarkan ketulusan dalam kata-katanya.

Meski Dominict menyadari ketulusan Elara, Dominict tampak ragu dengan perasaannya saat ini. Dengan lembut Dominict menyentuh lengan Elara.

"Maafkan aku, Elara. Aku tak bisa menerima perasaan mu." Ungkap, Dominict lalu berusaha menarik diri dari pelukan Elara dan bergegas pergi.

Elara yang menyadari penolakan dari Dominict hanya bisa terdiam menatap Dominict pergi begitu saja tanpa mengatakan apapun lagi. Namun di hati Elara di penuhi dengan rasa kekecewaan karena Dominict menolaknya.

Akan tetapi itu tak membuat Elara nyerah, ia merasa semakin bertekad untuk mendapatkan hati Sang Jendral Istana.

"Sekarang, mungkin kau bisa menolakku, Jendral... Tapi aku yakin suatu saat nanti kau akan menjadi milikku. "

Elara semakin bertekad untuk memiliki Dominict.

Bersambung....

Terpopuler

Comments

Myra Myra

Myra Myra

mesti akan jadi slhphm surat x sampai

2024-11-01

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 Bab 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 Bab 107
108 Bab 108
109 Bab 109
110 Bab 110
111 Bab 111
112 Bab 112
113 Bab 113
114 Bab 114
115 Bab 115
116 Bab 116
117 Bab 117
118 Bab 118
119 Bab 119
120 Bab 120
Episodes

Updated 120 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
Bab 103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
Bab 107
108
Bab 108
109
Bab 109
110
Bab 110
111
Bab 111
112
Bab 112
113
Bab 113
114
Bab 114
115
Bab 115
116
Bab 116
117
Bab 117
118
Bab 118
119
Bab 119
120
Bab 120

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!