Bab 13

Selama Putri Ana berada di kantor Dominict, Putri Ana membatu Dominict untuk mengobati lukanya. sesekali Putri Ana melihat Dominict meringis kesakitan.

" Apa... rasanya sakit? "

" Mm.. Sedikit. "

Dominict menjawab dengan anggukan pelan, masih tampak raut kesakitan di wajahnya.

" Ana? "

" ya. "

" aku ingin tanya sesuatu padamu. "

" Apa itu? Katakan saja. "

Sesaat Dominict terdiam, ia tampak memikirkan tentang bagaimana ia akan menyampaikan pertanyaannya pada pada Tuan Putri.

" Kenapa kau diam? " Tanya, Putri Ana lagi.

Perlahan Dominict menghela nafas panjang mencoba merangkai kalimat agar Putri Ana tak tersinggung dengan pertanyaannya nanti.

" Apa kau tidak akan marah jika aku mengatakannya? " Dominict mencoba meyakinkan.

" Eh?! Jangan bilang kalau ini tentang pernikahanmu! " Putri Ana mulai tampak kesal dengan sikap Dominict.

" Pernikahan?! Pernikahan apa? " Dominict balik bertanya tampak tak mengerti dengan yang di maksud oleh Putri Ana.

" Bukannya tempo hari kau memberikan surat undangan pernikahan resmi dari keluargamu? "

Putri Ana menegaskan surat yang ia terima dari Sebastian yang katanya surat itu dari Dominict.

" ffftt!! Jadi, kau tidak membacanya? " Dominict tertawa geli.

" Kenapa kau tertawa? "

Sesaat Dominict menghentikan tawanya.

" Kau ingat? Ayahku memiliki saudari perempuan dan telah menikah dengan seorang pejabat di kota, dia memiliki seorang putra dan putranya itu yang akan menikah. Jadi, selama ini kau mengira aku yang menikah? "

Jelas Dominict panjang lebar. Putri Ana yang mendengar jawaban Dominict tampak terkejut dan malu karena selama ini ia tak membuka sama sekali surat undangan pernikahan itu dan langsung berpikir bahwa Dominict lah yang akan menikah.

" Tapi... Gadis waktu itu siapa? " Tanya, Putri Ana lagi.

" maksudmu Isabella? "

" Iya, gadis yang kau temui di gerbang istana. "

" Dia adalah calon istri dari sepupuku yang akan menikah. Dia menemuiku karena dia ingin agar kau datang ke pesta pernikahan mereka. Karena Isabella mengagumimu jadi, dia ingin aku menyampaikan permintaannya padamu, agar kau hadir di pernikahannya. " Jelas, Dominict lagi.

" Lalu, gaun dan cincin pernikahannya? " Tanya, Putri Ana lagi.

" Oh.. Itu, Isabella memintaku membuat gaun pengantin yang mirip dengan gaunmu. Jadi, aku meminta penjahit istana untuk membuatkannya gaun agar mirip dengan yang kau pakai. "

Sesaat Dominict tampak berpikir.

" Oh.... Aku paham sekarang. Jadi ini alasanmu menghindariku dan sulit di temui. Kau cemburu, ya? Mengira aku yang akan menikah?" Kata, Dominict mulai menggoda dengan senyuman nakal.

Sontak Putri Ana terkejut dengan perkataan Dominict, yang bilang bahwa ia cemburu.

Dengan cepat dan keras Putri Ana mengayunkan tangannya dan mendaratkan sebuah pukulan telak di punggung Dominict yang terluka akibat hukumannya di hari itu.

Seketika Dominict tersentak dan berusaha menahan agar tak berteriak sambil menahan sakit di punggungnya sampai ia harus memegang sudut meja dengan kuat karena saking sakitnya.

" Apa yang kau lakukan?! Kau ingin membunuhku, HAH!! " Bentak, Dominict meringis kesakitan.

" Habisnya.. Aku pikir kau akan benar-benar akan menikah. "

" Aku tidak punya waktu untuk memikirkan wanita karena kau! Kau selalu membuat masalah jadi mana sempat aku memikirkan diriku. "

Meski terlihat kesal sejujurnya Putri Ana merasa sangat senang setelah mengetahui bukan Dominict yang menikah, ia tak bisa menyembunyikan senyuman bahagia di bibirnya.

Diam-diam Dominict memperhatikan pantulan bayangan Putri Ana di kaca jendela dan melihat senyuman tersamar di bibir Sang Putri.

" Sebaiknya cepat selesaikan sebelum ada yang datang kemari, dan melihat anda di sini, Yang Mulia. " Ucap, Dominict.

Sesaat Putri Ana berhenti membersihkan luka Dominict.

Dominict merasakan tangan Putri Ana berhenti menyentuh punggungnya dan membuatnya mulai bertanya-tanya dalam hati apa ia salah bicara atau mungkin ada yang lain.

" Ada apa? Yang Mulia? " Tanya Dominict.

" Tidak ada apa-apa. Dominict... aku... Maafkan aku... "

Dominict yang sedari tadi memperhatikan ekspresi Putri Ana dari pantulan bayangan Putri Ana di kaca jendela, terlihat jelas ia tampak sedih dan memperlihatkan raut penyesalan di wajahnya.

" Kenapa anda minta maaf, Yang Mulia? "

Dominict berusaha terlihat biasa saja dan tak begitu memperlihatkan ekspresinya.

" Gara-gara aku kau di hukum seperti ini... Aku benar-benar minta maaf. "

" Tidak perlu minta maaf. Itu juga salahku. " Jawab, Dominict.

" Sebaiknya cepat anda selesaikan, Yang Mulia. " Lanjut, Dominict meminta Putri Ana untuk cepat menyelesaikan pengobatannya.

Kemudian Putri Ana menuruti permintaan Dominict, ia mempercepat proses pengobatan luka di tubuh Dominict.

Setelah membalut luka di tubuh Dominict, Putri Ana keluar dari ruangan kantor Dominict dari jendela awalnya saat Putri Ana masuk kedalam kantor Dominict dan pergi dari biro militer dengan mengendap-endap.

           ~o0o~

Beberapa hari kemudian setelah terahir kali Putri Ana bertemu dengan Dominict. Setelah hari itu Putri Ana sudah tak pernah bertemu dengan Dominict lagi, bahkan Putri Ana hampir tak pernah melihat Dominict di istana.

Dan begitupun dengan Dominict, ia mulai menyibukkan diri dengan tugas-tugas kerajaan dan melatih pasukan kerajaan di luar istana.

Meskipun begitu terkadang diam-diam Dominict masih sering memperhatikan dan mengawasi Putri Ana dari kejauhan hanya untuk memastikan keadaanya, karena bagaimanapun itu masih menjadi tugasnya sebagai Jendral Istana.

Hingga di beberapa minggu sebelum pernikahan sepupunya, Dominict menerima tugas ke perbatasan kerajaan dan di tugaskan untuk sementara di sana bersama pasukan istana yang baru saja di lantik untuk melakukan tugas pertama mereka di perbatasan kerajaan.

" A.. Apa?! Dominict akan berangkat hari ini? "

Putri Ana yang di beri tahu oleh Sebastian tenang keberangkatan Dominict ke perbatasan tampak terkejut karena ia tak di beri tahu apapun sebelumnya.

" Iya, Yang Mulia. "

Sebastian yang melihat Putri ada tampak sedih karena tak bisa mengucapkan salam perpisahannya karena telah mendapatkan larangan untuk bertemu dengan Dominict karena kesalahannya sebelumnya Samapi Dominict harus menerima hukuman berat.

" Em.. Yang Mulia. jika anda mau anda masih bisa melihatnya dari balkon. " Kata, Sebastian lagi melihat tak tega pada Tuan Putri-nya yang tampak sedih.

Sesaat Putri Ana tampak mempertimbangkan hal itu, untuk melihat Dominict sebelum ia berangkat.

" Ta...tapi, Sebastian... "

" Toh, dari jauh, kan? Jadi tidak apa-apa. " Jawab, Sebastian sambil tersenyum hangat.

Sesaat Putri Ana mulai merasa bersemangat, kemudian bergegas menuju balkon utama istana yang langsung menghadap ke gerbang istana. Dari sana Putri Ana melihat Dominict dan pasukannya sedang bersiap sebelum mereka berangkat.

Sementara itu Dominict, diam-diam memperhatikan balkon utama tampak ia juga mengharapkan Putri Ana akan datang dan mengucapkan salam perpisahan padanya. Dan benar saja sesaat sebelum Dominict melangkahkan kudanya bersama dengan pasukan istana ia melihat Putri Ana sampai di balkon utama tampak ia sangat terburu-buru.

Dalam hati Dominict merasa senang ketika melihat Putri Ana akhirnya tiba di sana. Kemudian Dominict memberikan surat pada penjaga dan memintanya memberikan surat itu langsung pada Putri Ana.

dengan sigap penjaga istana pergi ke balkon utama tempat Putri Ana berdiri. Dari gerbang istana Dominict memberi isyarat kepada Putri Ana agar membaca suratnya lalu Dominict mempersiapkan pasukannya menuju perbatasan.

Kemudian Putri Ana yang menerima surat terakhir Dominict membaca surat itu dengan hati-hati.

" Yang Mulia, Pertemuan kita mungkin sesingkat asa, namun memiliki makna sedalam samudera... Di kehidupan selanjutnya aku akan menjadi bayangan mu, menjaga mu dari segala derita. Jaga dirimu, sampai jumpa di kesempatan lain yang Tuhan berikan untuk kita.

Jika aku masih bisa kembali pada mu, izinkan aku untuk melihat senyuman mu sekali lagi.

Dan aku harap kau mau memaafkan ku, jaga dirimu dengan baik selama aku pergi.

Dominict "

Putri Ana yang membaca isi surat Dominict tampak terharu dan memeluk surat itu di dada sambil melihat Dominict yang pergi keluar dari gerbang istana.

Meski hatinya berat melepas pergi pria yang selama ini ia cintai secara diam-diam. Dengan pelan Putri Ana melambai kecil pada Dominict yang masih menatapnya dari gerbang istana sebagai tanda perpisahan.

Dominict yang melihat lambaian tangan Putri Ana membalasnya dengan senyuman sebelum akhirnya ia melangkahkan kudanya ke luar gerbang istana bersama pasukannya.

Bersambung.......

Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 Bab 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 Bab 107
108 Bab 108
109 Bab 109
110 Bab 110
111 Bab 111
112 Bab 112
113 Bab 113
114 Bab 114
115 Bab 115
116 Bab 116
117 Bab 117
118 Bab 118
119 Bab 119
120 Bab 120
Episodes

Updated 120 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
Bab 103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
Bab 107
108
Bab 108
109
Bab 109
110
Bab 110
111
Bab 111
112
Bab 112
113
Bab 113
114
Bab 114
115
Bab 115
116
Bab 116
117
Bab 117
118
Bab 118
119
Bab 119
120
Bab 120

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!