Bab 11

Dominict berjalan menyusuri koridor istana dengan percaya diri dan langkah tegap menuju aula istana.

Hari ini ia di perintahkan untuk menghadap Raja Auguste di aula istana.

Sesampainya di pintu menuju aula istana para penjaga membukakan pintuku untuk Dominict.

Di sana sudah ada Mentri dan Petinggi istana lainnya, tampak menatap Dominict dengan tatapan sinis, namun Dominict tak menghiraukan tatapan orang-orang di sana terhadap dirinya. Bahkan di sana juga ada Pangeran Benedict menatapnya tajam.

Sesampainya ia di hadapan Raja Auguste, Dominict memberi hormat dengan menunduk lalu berlutut memberi hormat pada Sang Raja.

Tiba-tiba.....

" PLAK!! "

Sebuah tamparan keras mendarat di wajah Dominict, yang di lakukan oleh Sang Raja, Dominict tampak terdiam dan tak melawan tindakan Sang Raja.

" Dominict! Semala ini kau menjadi orang kepercayaanku. Tapi... Apa? Kau berani menodai putriku yang seharusnya kau lindungi. "

Dominict terdiam mendengar penjelasan Sang Raja, yang menjadi alasan kenapa ia di panggil dengan begitu mendadak.

Tampak raut kemarahan di wajah Raja Auguste, ia tak percaya orang yang selama ini ia percaya mampu menodai Sang Putri Kerajaan.

" Yang Mulia, semua ini salah paham. Saya tak pernah melakukan hal seperti itu. " Dominict mencoba berkilah dan membela diri dari tuduhan Sang Raja.

" Kau masih berkilah tak melakukanya!! "

Kata Sang Raja meninggikan suara menunjukan kemarahan dan kekecewaan yang mendalam terhadap Dominict.

" Yang Mulia. Saya dan Putri Ana tak melakukan hal sehina itu, saya dan Putri Ana hanya.... "

" Cukup Dominict! Aku tidak ingin mendengar apapun lagi! "

Belum sempat Dominict menyelesaikan kalimat pembelaannya Sang Raja sudah memotong perkataannya.

" Sebagai bentuk tanggung jawabmu.... Kau harus menerima konsekuensi atas perbuatanmu, Dominict. "

Lanjut Sang Raja, menatap dingin Dominict.

" Hukum cambuk dia! Dan.... Mulai hari ini... aku melarangmu untuk bertemu dengan, Anastasya lagi. perintah ini mutlak jika sampai kau melanggar maka kau akan membayar dengan kepalamu. " Titah, Sang Raja, menatap Dominict dingin tanpa perasaan.

Dominict terkejut dengan perintah itu, namun sebaliknya dengan Pangeran Benedict tampak ia menyunggingkan senyum kemenangan di wajahnya.

Dominict yang melihat reaksi Pangeran Benedict langsung mengerti bahwa ini ada kaitannya dengan Sang Pangeran.

Tak lama beberapa penjaga istana menarik dan menyeret Dominict keluar dari aula istana dengan paksa untuk menjalani hukumannya.

sementara itu di koridor istana, Sebastian tampak sedang terburu-buru. Tampak nafasnya tersengal.

" Yang Mulia!! "

Teriak Sebastian memasuki ruangan tampak ia sangat panik. Putri Ana terkejut melihat Sebastian yang panik bertanya apa yang sedang terjadi hingga Sebastian menjadi begitu panik.

" Ada apa, Sebastian? "

" Gawat! Yang Mulia! Jendral Dominict akan di hukum! " kata, Sebastian panik Sabil berusaha menenangkan dirinya.

" A... Apa?! kenapa tiba-tiba... Dominict akan di hukum? "

Tampak Putri Ana terkejut dengan berita itu.

" itu karena... Yang Mulia.... Saya takut malam itu ada yang melihat Jendral keluar dari kamar Anda, Yang Mulia. dan melaporkan hal ini pada Yang Mulia Raja. " jelas Sebastian, cemas.

Setelah mendengar penjelasan dari Sebastian, Putri Ana bergegas menuju ke lapangan militer kerajaan yang berada di bekang istana, yang kini di jadikan tempat berlangsungnya hukuman cambuk untuk Dominict.

Di sana banyak orang berkumpul, termasuk pegawai istana yang ingin melihat Sang Jendral Istana akan di hukum karena telah menodai Putri Kerajaan.

Dengan terburu-buru Putri Ana menuju ke lapangan pelatihan militer di mana Dominict akan menerima hukumannya. Namun belum sempat Putri Ana sampai di sana beberapa penjaga istana menghalanginya agar tak membiarkan Putri Ana melihat proses hukuman Dominict.

" Apa-apaan ini! Biarkan aku lewat! " Perintah, Putri Ana, namun Para Penjaga tampaknya tak menggubris perintah itu.

" Maafkan kami, Yang Mulia. Kami tak bisa membiarkan Anda lewat. " Kata, Para Penjaga istana yang menghalangi Putri Ana.

" Kalian ini... "

Tiba-tiba sebuah tangan menarik lembut tangan Putri Ana.

" Ana. Apa yang kau lakukan di sini? Kau tidak seharusnya memaksa mereka, mereka sedang menjalankan tugas mereka untuk melindungimu. " Ucap, Pangeran Benedict memegang lembut tangan Putri Ana.

" Pangeran?! " Menyadari Pangeran Benedict yang menarik tangannya.

" Dominict, sudah melakukan kesalahan dengan telah melakukan hal yang tak pantas terhadapmu, Ana. " Lanjut, Pangeran Benedict coba menjelaskan.

" Tapi... Dominict... "

" Sudah! aku tahu perasaanmu saat ini, Ana. Aku juga berusaha untuk melindungimu, Ana. " ucap, Pangeran Benedict lembut lalu membawa Putri Ana pergi dari sana dan tak membiarkan Putri Ana melihat proses hukuman Dominict.

Sesaat Pangeran Benedict melirik Dominict yang tampak seragamnya sedang di lucuti, semua atributnya yang menunjukan bahwa ia adalah seorang jendral istana di lepaskan satu persatu, kemudian ia di paksa berlutut di tengah lapangan untuk menerima hukuman cambuk yang telah di titahkan oleh Sang Raja.

Dominict melihat Pangeran Benedict membawa Putri Ana pergi, tergurat jelas tersenyum kepuasan di wajah Sang Pangeran melihat Dominict menerima hukuman dari sang Raja Auguste.

Di tengah lapangan algojo yang akan memberi hukuman pada Dominict terlihat ragu untuk memberikan hukuman padanya. Namun Dominict memberikan isyarat agar tetap melakukan hukuman cambuknya.

Kemudian Algojo mengayunkan cambuknya ke tubuh Dominict dengan cepat.

Merasakan hempasan cambuk di tubuhnya, Dominict tampak meringis sesaat setelah tubuhnya menerima cambukan.

Hukuman itu di terima Dominict cukup lama, hingga tubuhnya terluka dan Dominict masih bertahan meski harus menahan sakitnya ketika setiap cabukan harus mendarat di tubuhnya.

" Ayah! Aku mohon hentikan hukuman itu, Dominict tidak bersalah dia hanya...... " jelas, Putri Ana pada Ayahanda-Nya.

" Ana. Ayah inginan melindungimu. Dominict memang pantas mendapatkannya setelah apa yang telah ia perbuat terhadapmu, Sayang. "

" Tapi.... "

" Ana.. Ayah hanya ingin melindungimu, meskipun Dominict adalah orang kepercayaanku. Tapi tindakannya sudah kelewat batas. Bagaimana mungkin dia berani menyentuhmu seperti itu! " Jelas, Sang Raja mencoba menjelaskan.

" Tapi... Ayah Dominict tidak melakukannya dia... "

Belum sempat Putri Ana menyelesaikan kalimatnya.

" Cukup, Ana! Ayah berharap padamu dan ayah juga tahu kau dekat dengannya, tapi ayah harap kau tidak memiliki hubungan seperti itu dengannya. " Kata, Sang Raja lagi tampak raut wajahnya kecewa.

Putri Ana tahu Ayahanda-Nya merasa masih tak percaya dengan apa yang telah di lakukan Dominict pada Putri Ana.

" Tapi... Ayah, Dominict memang tidak melakukan apapun! Dia hanya memriberiku surat undangan pernikahan saja. Jadi ayah jangan hukum dia seperti ini. "

Putri Ana mencoba terus meyakinkan Raja Auguste, ayahnya untuk mempercayainya.

" Ana. Ayah ingin kau mengerti. Sebagai seorang Jendral istana, apa pantas dia masuk ke dalam kamar tidur seorang Putri Kerajaan yang seharusnya dia lindungi dan jaga kehormatannya? " Auguste, masih mencoba tetap sabar.

" Tapi.... "

" Cukup, Ana!! Ayah tidak ingin dengar apapun lagi! Sebelum ayah bertindak lebih jauh lagi. Ayah mungkin saja akan mencopot jabatannya! Dan mulai hari ini dan seterusnya ayah melarangmu bertemu dengannya dalam bentuk apapun!! "

Tampaknya Auguste sudah benar-benar tak bisa menahan amarah dan kekecewaannya dengan tindakan Dominict dan tak mau mendengarkan apapun penjelasan dari Putri Ana.

~o0o~

Malam harinya, stelah upaya meyakinkan Raja Auguste tidak berhasil Putri Ana mencoba menemui Dominict diam-diam, meski telah mendapatkan peringatan dari Auguste, Ayahnya sepertinya Putri Ana tak mau menuruti perintah tersebut.

Putri Ana mengendap-endap dan berusaha bersembunyi dari pandangan para penjaga istana dan menyelinap ke biro militer bahkan Sebastian pun tak mengetahui Putri Ana pergi dari kamarnya.

Sementara itu, di dalam kantornya Dominict tampak menahan sakit dan pedih pada luka di tubuhnya akibat hukuman cambuk yang ia terima.

" Aku tahu kau di sana! Katakan apa yang kau inginkan! " Kata, Dominict masih sambil membersihkan luka di tubuhnya.

Dominict, tampak menyadari ada seseorang di luar ruangan kantornya.

" Hebat. Kau tahu aku di sini. "

" Aku bisa merasakan aura membunuh darimu, Pangeran. "

Bersambung......

Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 Bab 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 Bab 107
108 Bab 108
109 Bab 109
110 Bab 110
111 Bab 111
112 Bab 112
113 Bab 113
114 Bab 114
115 Bab 115
116 Bab 116
117 Bab 117
118 Bab 118
119 Bab 119
120 Bab 120
Episodes

Updated 120 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
Bab 103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
Bab 107
108
Bab 108
109
Bab 109
110
Bab 110
111
Bab 111
112
Bab 112
113
Bab 113
114
Bab 114
115
Bab 115
116
Bab 116
117
Bab 117
118
Bab 118
119
Bab 119
120
Bab 120

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!