Bab 10

Di bawah meja di balkon kamar Putri Ana, ia menemukan sebuah batu yang terbungkus dengan selembar kertas. Putri Ana memungut dan membaca isi dari surat kaleng itu.

" Hei... Aku dengar kau sakit? Bagaimana... Apa kau sudah merasa lebih baik? "

kurang lebih isi dari surat kaleng itu. Kemudian setelah membaca isi surat itu Putri Ana mendekat ke sisi balkon yang berhadapan langsung dengan taman istana.

Mata Putri Ana menyapu ke luasannya taman dan di sana ia melihat Dominict yang sedang berdiri dan melihat ke arahnya. Seketika melihat Putri Ana yang melihat kearahnya, dengan lembut Dominict melambaikan tangannya pada Putri Ana.

Melihat Dominict di sana bukanya membalas Dominict yang menyapa, Putri Ana langsung masuk ke dalam kamar tanpa mengatakan sepatah katapun yang membuat Dominict merasa kecewa karena Putri Ana tak membalas, Dominict memutuskan untuk pergi.

Belum sempat Dominict melangkah tiba-tiba ia melihat surat kaleng itu terjatuh tepat di sebelahnya, kemudian dengan hati-hati Dominict memungut dan membaca surat balasan dari Putri Ana.

" Apa? "

Dominict tampak tersenyum sambil menggeleng saat menerima surat balasan Putri Ana yang singkat.

Kemudian Dominict mulai menulis dan melempar kembali batu yang berisi surat balasan Dominict pada Putri Ana.

" Hei... Aku bertanya keadaanmu, apa ini jawaban yang kau berikan? "

" Terserah padaku. "

" Ada apa? Apa kau masih marah padaku? "

Mereka saling berbalas surat, dan Dominict hanya tertawa melit isi surat balasan dari Putri Ana yang singkat dan terkesan kesal.

" Aku tidak marah! "

" Lalu ada apa? Kau sepertinya sangat kesal? "

" Aku tidak kesal! Katakan kau mau apa? "

Tanya Putri Ana dalam suratnya.

Dominict dan Putri Ana selalu berkomunikasi dengan surat kaleng jika Putri Ana tak bisa menemui Dominict, maka Putri Ana dan Dominict akan saling melempar batu yang di bungkus selembar kertas di balkon kamar Putri Ana.

Hal ini sering Dominict lakukan saat ia pertama kali melakukan kesalahan hingga membuat Putri Ana terluka saat mengawasi pelatihan militer untuk pertama kalinya saat usia putri Ana 14 tahun dan Dominict 26 tahun saat itu Dominict masih menjabat sebagai komandan pasukan istana.

Karena kecerobohan Putri Ana Dominict sampai di hukum berat karena di anggap tak bisa melindungi Putri Ana.

Merasa bersalah. Dominict memberanikan diri untuk mengirim surat kaleng dan melemparnya ke balkon kamar Putri Ana. Saat itu Dominict menunggu begitu lama balasan dari Putri Ana. Dan hal ini masih sering Dominict dan Putri Ana lakukan sampai sekarang.

" Aku khawatir padamu, tahu! aku merasa khawatir dengan sikapmu belakangan ini. meski aku terlihat acuh tak acuh, tapi sebenarnya aku peduli padamu. Jadi, apa yang sebenarnya terjadi? Aku siap mendengarkan sebagaimana seharusnya seorang Jendral terhadap Tuan Putri. "

Dominict menulis dengan hati-hati lalu meluncurkan kembali surat kaleng itu ke balkon kamar Putri Ana yang sedang berdiri menunggu.

setelah membaca isi surat Dominict. Putri Ana dengan cepat membalas surat itu dan melemparnya kembali pada Dominict.

" Aku tidak menyuruhmu khawatir padaku, tahu! "

Membaca surat dengan senyum tersamar

" Oh, maafkan aku jika terlalu memperhatikanmu, Ya... Yang Mulia. Tapi bagaimana aku bisa tidak khawatir pada sosok yang begitu menarik perhatian ku? "

 Menulis balasan dengan nada menggoda kemudian Dominict melempar kembali balasan suratnya dengan senyuman nakal di bibirnya.

Sesaat Putri Ana terdiam membaca isi surat balasan Dominict, Putri Ana memandangi setiap kata di dalam surat itu tak tau harus menjawab apa.

" Dasar! Padahal kau akan menikah, tapi kau berkata begini padaku. " gumam Putri Ana dalam hati.

" Apa..... Sebaiknya tetap seperti ini saja? Apa lebih baik aku simpan saja perasaanku... " gumam Putri ada dalam hatinya lagi, tampak jelas raut kesedihan di wajahnya.

Dominict hanya memandangi Putri Ana dari bawah balkon menunggu jawaban Putri Ana.

Tak lama Putri Ana melempar jawabannya pada Dominict.

" Jangan menggodaku dasar payah! "

" Wah.. Jawabanmu selalu menantang, aku suka tantangan, Tapi aku senang kau baik-baik saja. " balas Dominict dalam suratnya sambil menyunggingkan senyuman nakal.

Melihat ekspresi Dominict putri Ana melepas sepatunya dan melemparnya pada Dominict. Dan sialnya itu benar-benar mengenai kepala Dominict yang membuatnya berteriak kesakitan.

" Aarg!! Oh... Jadi, kau benar-benar menantangku, Ana! "

Dominict tampak geram dengan tindakan Putri Ana dan memutuskan untuk naik ke balkon kamar Putri Ana.

" Awas kau, ya!! " Dominict menggeram tajam memanjat menuju kamar Putri Ana.

Melihat Dominict akan mencapai kamarnya Putri Ana kelimpungan dan panik tak tahu harus bagaimana.

" Hei! Kau mau apa?! "

terlihat jelas kepanikan di wajah Putri Ana. Kemudian setelah beberapa sentimeter lagi Dominict hampir mencapai balkon, Putri Ana malah menginjak tangan Dominict yang berpegangan di pinggir balkon.

" Aah?! " tampak ekspresi kesakitan di wajah Dominict yang bergelantungan di pinggir balkon.

" K.. Kau sungguh menguji kesabaranku, Ana!! " ucap Dominict lalu mencengkram kaki Putri Ana dengan tangannya yang lain.

" ?! "

" Aku ingin lihat apa kau masih berani padaku! "

Dominict menarik kaki Putri Ana dengan kuat hingga ia terjatuh di lantai, kemudian Dominict naik ke balkon dengan cepat.

" Sekarang kau mau apa, Hah! " Dominict berdiri di hadapan Putri Ana.

" eh?! Jangan main-main denganku!"

Putri Ana mulai panik melihat Dominict hadapannya.

" Ho... sayangnya aku tidak main-main, tapi aku serius kali ini. "

Ucap Dominict sambil sambil menyeringai licik.

" jangan macam-macam! Kalau tidak aku akan teriak! " ancam Putri Ana.

" Teriak saja! meskipun ada yang datang kau pikir mereka akan menolong mu? "

Dominict berdiri di hadapan Putri Ana dengan penuh tantangan. melihat tanda ancaman dari Dominict, Putri Ana berdiri dan berlari cepat menuju kamarnya bermaksud untuk melarikan diri dari Dominict. Kemudian Dominict dengan cepat mengikutinya masuk kedalam kamar.

" Kau pikir kau bisa melarikan diri dariku begitu saja setelah aku menantangku! " mengejar Putri Ana.

" S..siapa yang menantangmu? sebaiknya kau keluar sekarang, Dominict! sebelum aku benar-benar berteriak! " ancam Putri Ana, namun sepertinya tidak ada pengaruhnya terhadap Dominict.

Dominict terus melangkah mantap mendekati Putri Ana.

" Teriak saja! Kita lihat siapa yang akan menolong mu. "

Dominict mendekati Putri Ana sambil tersenyum licik. Sepertinya Dominict sangat menikmati saat ia bermain-main dengan Putri Ana.

" Kau tahu, Yang Mulia. Kau sangat menarik saat seperti ini, Yang Mulia. " mendekat dengan penuh godaan.

" Jangan mendekat!! " teriak Putri Ana, sambil mendorong tubuh Dominict agar tak semakin dekat dengannya.

Namun siapa sangka Dominict tanpa sengaja menarik pakaian Putri Ana, menarik ke arahnya hingga membuat Putri Ana ikut jatuh bersamanya.

Sesaat mata Putri Ana terbelalak kaget saat mereka berdua jatuh dengan posisi yang tak terduga di atas tempat tidur. Dominict tampak menyeringai senang dengan tindakan yang di lakukan oleh Putri Ana.

Tiba-tiba....

" Yang Mulia... Eh?! "

Sebastian yang tiba-tiba masuk kedalam kamar Putri Ana. Sontak Putri Ana terkejut melihat Sebastian yang masuk dengan membawakan handuk hangat yang di minta Putri Ana.

Sebastian tak menyangka akan melihat pemandangan yang tak terduga. Dengan malu Sebastian menunduk dan meletakan nampan berisi handuk hangat di meja dekat pintu sambil menutup wajahnya dengan satu tangan dan tangan lainya memegang gang pintu lalu dengan pelan Sebastian keluar kamar dan menutup pintu.

" S.. Sebastian!! " panggil Putri Ana.

Dominict yang melihat kejadian itu tersenyum senang bak iblis.

" Ho.. Jadi sekarang aku ingin melakukan adegan ranjang denganku, Yang Mulia? "

Kata Dominict menyeringai licik.

" Lakukan saja aku tidak keberatan. " lanjut Dominict, tampak senang dan tak keberatan jika hal itu terjadi.

Lalu Dominict membalikan keadaan yang awalnya Putri Ana yang berada di atas tubuhnya sambil menahan kedua lengan Dominict. Kini Dominict yang memimpin, Dominict memegangi ke dua tangan Putri Ana hanya dengan satu tangan di tempat tidur.

" Lepaskan aku!!! " berteriak mencoba melawan Dominict.

" Kau pikir akan semudah itu melawanku? aku suka melihat mu saat seperti ini, Yang Mulia. " kata Dominict mendominasi.

sementara itu Sebastian yang berada di luar kamar berdiri dengan senyuman tersamar di bibirnya mendengar teriak dari Tuan Putri-nya yang terdengar dengan susah payah melawan sang Jendral istana.

" lepaskan aku!! "

" Oh.. Kau pikir akan semudah itu lari dariku? kau sudah membangunkan hewan buas dalam diriku maka kau harus menerima akibatnya. "

" Tidakkk!!! Jangan sentuh.. Dominict!!! Aku akan membunuhmu!!! "

" Hmm.. Lakukanlah apapun yang kau inginkan setelah aku puas. "

" Hubungan yang aneh. Jika mereka menikah pasti akan menjadi tantangan setiap hari. setiap bertemu langsung bertengkar. " batin Sebastian yang masih berdiri di depan kamar Putri Ana.

Tak lama Dominict keluar kamar dan melihat Sebastian masih berada di sana dan Dominict memberi isyarat pada Sebastian dengan menempelkan jari telunjuk di bibirnya, tanda untuk menjaga rahasia ini.

Dominict pergi dengan senang sambil bersiul bahagia. Namun tanpa ia sadari seseorang melihatnya keluar dari kamar Putri Ana. Tak lam setelah Dominict pergi, Sebastian masuk kedalam kamar melihat keadaan Putri Ana. Putri Ana tampak duduk di lantai dia sebelah tempat tidur sambil bergumam.

" Aku akan membunuhnya... Akan aku bunuh... Akan aku bunuh... " menggumam sambil duduk di lantai.

Bersambung......

Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 Bab 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 Bab 107
108 Bab 108
109 Bab 109
110 Bab 110
111 Bab 111
112 Bab 112
113 Bab 113
114 Bab 114
115 Bab 115
116 Bab 116
117 Bab 117
118 Bab 118
119 Bab 119
120 Bab 120
Episodes

Updated 120 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
Bab 103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
Bab 107
108
Bab 108
109
Bab 109
110
Bab 110
111
Bab 111
112
Bab 112
113
Bab 113
114
Bab 114
115
Bab 115
116
Bab 116
117
Bab 117
118
Bab 118
119
Bab 119
120
Bab 120

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!