Bab 8

" AARGH!! Dasar Dominict!!" teriak Putri Ana di kamarnya tampak frustrasi.

Sbastian yang melihat tingkah Tuan Putri-nya hanya bisa menghela nafas panjang sambil melihat putri Ana berguling-guling di tempat tidurnya tampak kesal.

Malam ini terasa lebih dingin karena sebentar lagi akan memasuki musim gugur. Putri Ana tampak kesal sampai-sampai ia harus berguling-guling dan berteriak saking kesalnya mengingat tindakan Dominict yang terus saja menggoda dan mempermainkannya.

" Yang Mulia, Jendral Dominict mungkin tidak bermaksud seperti itu, mungkin itu cara Jendral agar dekat dengan anda, Yang Mulia. " jelas Sebastian berusaha menjelaskan pada Putri Ana.

" Apanya! Dia... " terdiam sesaat.

" Dia apa? Yang Mulia? "

" Di..dia... Sudahlah! pokonya Dominict itu menyebalkan! "

Sebastian yang melihat Putri Ana yang tampak kesal dan mengutarakan rasa kesalnya terhadap Dominict, tahu apapun yang keluar dari mulut Tuan Putri Anastasya. Saat ini hanyalah rasa kesal sesaat, Sebastian tahun dalam hati putri Ana menyukai sang Jendral istana Dominict, hanya saja masih gengsi untuk mengakuinya secara langsung.

meski begitu Sebastian masih mencoba memasang wajah ramah meski sejujurnya ia juga gemas melihat tingkah Putri Ana yang tak mau jujur terhadap perasaanya.

" Yang Mulia, saya rasa anda harus menyatakan perasaan anda pada Jendral Dominict sebelum semuanya terlambat, Yang Mulia. "

" Eh?! "

" Kenapa anda terkejut seperti itu, Yang Mulia? "

" A..apa katamu?! Sebastian aku tidak mungkin mengatakannya lebih dulu, kan? "

" Tapi, tidak ada salahnya di coba, siapa tahu Jendral memiliki perasaan yang sama seperti anda, Yang Mulia. "

Putri Ana menatap tajam ke arah Sebastian.

" Apa maksudmu? "

" Ya.... Jendral Dominict, kan termasuk kedalam pria tampan. Jadi, siap tahu, kan.... " sedikit mengejek sambil memalingkan wajahnya.

tiba-tiba sebuah bantal melayang ke wajah Sebastian. Sontak dia pun kaget saat melihat Bantar melayang ke arahnya.

" Jangan meniru gaya bicaranya! Dasar kau sama saja seperti Dominict. Sebastian!! " teriak Putri Ana tampak kesal.

" Maafkan saya Yang Mulia. Saya tidak bermaksud begitu, hanya saja tidak ada salahnya jika anda mengungkapkan perasaan anda lebih dulu pada Jendral, dari pada di tikung orang. " berbalik menyembunyikan senyumnya.

Sesaat putri Ana tampak memikirkan serius perkataan Sebastian.

" Kalau begitu saya permisi, Yang Mulia. "

kemudian Sebastian pergi meninggalkan kamar Putri Ana, sementara itu putri Ana masih memikirkan perkataan Sebastian tadi

                 ~o0o~

Beberapa hari kemudian putri Ana merasa aneh seharian ia tak meliat Dominict, yang bisanya selalu saja muncul di saat dan tempat yang tak terduga untuk menggodanya namun hari ini Dominict malah tak terlihat di manapun yang membuat Putri Ana merasa aneh.

Tampak jelas di wajahnya Putri Ana mengharapkan ke hadiran Dominict . Tanpa sadar putri ana mencari-cari Dominict ke seluruh istana namun tak menemukan Dominict.

" K.. kenapa aku malah mencarinya? " gumam Putri Ana dalm hati.

" Anastasya!! Kau ini bodoh atau apa? Dengan bodohnya kau mencari Jendral payah itu!! " lanjutnya dalam hati.

Sepertinya Putri Ana sudah tak bisa berbohong dengan perasaanya kalau ia memang menyukai Dominict. Tanpa sadar perlahan Putri Ana mengusap bibirnya yang sempat Dominict cium, tampak jelas di wajah Putri Ana, ia tak bisa melupakan momen itu.

Meski Dominict sering menggoda dan mengganggunya namun sesungguhnya Putri Ana merasa senang saat Dominict dekat dengannya namun tak bisa mengatakan perasaanya dengan jelas pada Dominict.

Dan hari ini Putri Ana tampak kelimpungan sendiri mencari Dominict.

Tak lama Putri Ana meliat Dominict bersama seorang gadis dari gerbang istana, gadis itu tampak sederhana namun masih menunjukan ke gangguan dan kecantikannya yang natural dengan senyuman ramah dan manis.

Tampak Dominict sangat dekat dengan gadis itu samar-samar terdengar isi pembicaraan mereka oleh Putri Ana.

" Bagaimana? kau suka gaun pengantin yang aku kirim? Aku tidak sabar menunggu hari bahagia itu. "

Terdengar samar Dominict membicarakan tentang pernikahan dengan gadis itu, Putri Ana yang mendengar itu. Sontak terkejut seolah tak percaya Dominict akan segera menikah.

" A..apa?! Dominict akan menikah?! tapi.... Kenapa dia tidak pernah bilang sebelumnya? Dia tidak pernah mengatakan kalau sudah memiliki tunangan. "

Batin Putri Ana dengan begitu banyak pertanyaan yang berkecamuk di pikirannya tentang Dominict.

Kemudian terdengar kembali percakapan dari Dominict dan gadis misterius itu.

" Aku sudah pesankan cicin pernikahan yang indah untukmu." ucap Dominict sambil mengusap lembut wajah gadis itu sambil tersenyum hangat, senyuman yang belum pernah Dominict perlihatkan pada Putri Ana, yang membuat Putri Ana semakin cemburu dan patah hati.

Wajah Dominict tampak bahagia, dan Dominict tak bisa menyembunyikan kebahagiaan dalam hatinya stelah mengatakan telah mempersiapkan cincin pernikahan khusus untuk gadis itu.

Namun sebaliknya putri Ana yang diam-diam memperhatikan mereka merasa tak percaya dan patah hati. Sesaat Putri Ana mengingat perkataan Sebastian tentang Dominict.

Flashback....

" Yang Mulia, jika anda menyukainya kenapa tidak jujur saja! Toh, juga Jendral  sudah mengetahuinya kalau anda menyukainya. "

" Ya.. jika anda tidak mengatakannya. nanti bisa-bisa jendral di rebut orang lain, loh. ya... hitung-hitung mumpung Jendral Dominict masih sediri. Karena biasanya laki-laki tampan itu sering di dekati wanita."

Sontak kata-kata Sebastian membuat Putri Ana menyadari segalanya telah terlambat Dominict telah memilih cintanya sendiri.

Putri Ana yang telah merasa segalanya telah terlambat memilih pergi tanpa harus mendengarkan lebih banyak lagi.

Di kamarnya, putri Ana tampak menangis di tempat tidur sambil membenamkan wajahnya di bantal. Tak lama Sebastian yang melihat Putri Ana yang tampak begitu sedih bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi namun ia tak berani untuk bertanya.

Lalu dengan penuh keputusan Sebastian memberanikan diri untuk mendekati Putri Ana dan bertanya.

" Ya..Yang Mulia, anda baik-baik saja? ada apa? Apa yang membuat anda begitu sedih? "

Sebastian bertanya dengan lembut dan penuh perhatian pada Putri Ana, ia tampak khawatir dengan Putri Ana.

" ti..tidak.... Apa-apa... " jawab putri Ana di tengah tangisannya, namun terdengar jelas suaranya bergetar menahan tangis. Membuat Sebastian semakin khawatir.

" Yang Mulia, anda bisa bercerita pada saya, saya akan mendengarkan. "

Tiba-tiba putri Ana memeluknya dan menangis sejadinya.

" ?! "

Sebastian terkejut dengan tindakan tiba-tiba Putri Ana.

" A...ada apa Yang Mulia? "

Kemudian dengan perlahan Putri Ana bercerita tentang Dominict yang akan segera menikah pada Sebastian.

" Jendral Dominict?! Akan menikah?! "

Sebastian tampak tak mempercayai bahwa Dominict akan menikah.

" Tapi.... Kenapa mendadak sekali? Yang Mulia, apa anda yakin dengan yang anda dengar? " tanya Sebastian menyakinkan.

Putri Ana tak menjawab ia hanya mengangguk pelan sambil masih memeluk Sebastian. Sesaat Sebastian tak tahu harus merespon bagaimana.

" Yang Mulia, bagaimana jika saya coba tanyakan ini pada Jendral Dominict saja? "

Putri Ana menggeleng pelan.

" Tidak.... Tidak Sebastian!! Jangan.... Aku tidak ingin merusak momen bahagianya. Dominict terlihat begitu bahagia saat mengatakan dia sudah memperlihatkan segalanya untuk pernikahan mereka. Menurutmu bagaiman Dominict akan melihat ku nanti... Aku.... "

jelas Putri Ana panjang lebar, dengan raut kesedihan yang mendalam di wajahnya.

" Aku.... Tidak bisa... "

" Yang Mulia..... "

Sebastian merasa tak tega melihat Putri Ana yang patah hati. Sambil terus mencoba menenangkan Putri Ana.

Bersambung......

Terpopuler

Comments

Tomat _ merah

Tomat _ merah

semangat thorr
mmpir balik ke ceritaku yg " Terpaksa dijodohkan dengan seorang dosen"

2025-01-04

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 Bab 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 Bab 107
108 Bab 108
109 Bab 109
110 Bab 110
111 Bab 111
112 Bab 112
113 Bab 113
114 Bab 114
115 Bab 115
116 Bab 116
117 Bab 117
118 Bab 118
119 Bab 119
120 Bab 120
Episodes

Updated 120 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
Bab 103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
Bab 107
108
Bab 108
109
Bab 109
110
Bab 110
111
Bab 111
112
Bab 112
113
Bab 113
114
Bab 114
115
Bab 115
116
Bab 116
117
Bab 117
118
Bab 118
119
Bab 119
120
Bab 120

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!