Bab 4

Kemudian Dominict mengantar Putri Ana kembali ke istana dengan menaiki kuda perangnya. Sepanjang perjalanan dari kemp pelatih, Dominict terus saja marah-marah dan mencubit Putri Ana.

" HEI!!! SAKIT!!! " teriak Putri Ana saat Dominict mencubitnya Dominict menatap dingin.

" Sakit?! HAH!!! Kau pikir ini akan lebih sakit dari pada hukuman yang akan aku dapatkan? " Kata Dominict dengan meninggikan suaranya.

" Dasar gadis bodoh!!  Kenapa kau tidak bunuh saja aku, dari pada kau membuatku gila seperti ini, HAH!!! " kata Dominict lagi.

Putri Ana memalingkan wajahnya dari Dominict.

" Ya...... habisnya kau tidak pernah ada di istana untuk mengawalku pergi ke luar kan." Jawab Putri masih tak menatap Dominict.

" Hoo.. bagus!! Berani menjawab rupanya, sekarang kau menyalahkan tugasku atas kesalahanmu!!! Dasar bocah tengil! " kata Dominict, kesal dan mengatai Putri Ana.

" Apa?! Kau berani mengatai ku?!! " Marah. Dominict semakin kesal di buat oleh Tuan Putri.

" Kenapa tidak?! Ini di luar istana, aku bisa lakukan apapun yang aku mau padamu!! " Kata Dominict dengan nada kesal dan marah.

Sbastian, hanya memandangi Jendral dan Tuan Putri bertengkar di atas kuda, dan sesekali menghela napas panjang.

Perlahan perkelahian mereka mereda dan menjadi lebih tenang. Mungkin karena sudah lelah berdebat dan beradu argumen.

" Sudahlah, jangan merajuk seperti itu!! Kau seperti anak-anak saja. " ucap Dominict. Tuan Putri semakin merajuk mendengar perkataan Dominict.

" IYA..IYA.. aku minta maaf! Maafkan aku. " Ucap Dominict meski terpaksa.

Karena perjalanan yang lumayan jauh, membuat Putri Ana tampak terhuyung-huyung di atas kuda. Ia tampak kelelahan dan mengantuk, Dominict sadar Tuan Putri mengantuk dengan lembut menyandarkan tubuh Tuan Putri di dadanya dan mendekap erat Tuan Putri di pelukannya, sambil terus memacu kudanya perlahan. Tak sengaja jubah Dominict yang menyelimuti tubuh Tuan Putri tersingkap dari tubuhnya hingga memperlihatkan pemandangan yang mentang.

" Dasar!! Dia benar-benar menguji kesabaran ku." Batin Dominict, lalu dengan segera ia membenahi jubahnya menutupi tubuh Putri Ana.

Sesampainya di istana, Dominict membawa Putri ke kamar dan membaringkan tubuh Tuan Putri di ranjang dengan lembut.

" Dasar!! Kau ingin membuatku gila atau apa?! " Ucap Dominict menggumam, sambil menutupi tubuh Putri Ana dengan selimut.

Sesaat Dominict memandangi Putri Ana yang tertidur, Kemudian Dominict berjalan keluar kamar.

" Untuk mu, Sbastian! Jaga dia dengan baik jangan biarkan Tuan Putri meninggalkan istana lagi tanpa pengawasan." Ucap Dominict tegas.

" Baik, Jendral. Saya mengerti. " Jawab Sbastian singkat. Kemudian Dominict pergi meninggalkan istana dan kembali ke tugasnya melatih pasukan pemanah di kemp pelatihan militer di luar istana.

Keesokan paginya, Putri Ana masih tertidur sambil memeluk jubah Dominict yang digunakan menyelimuti tubuhnya semalam. Tampak Putri Ana memeluk dan mengosongkan wajahnya di jubah milik Dominict dan menikmati aroma tubuh Dominict yang tertinggal di sana.

Sbastian yang bermaksud membangunkan Putri Ana pagi ini dan melihat Tuan Putri nya seperti itu tampak tersenyum geli.

" Fffttt.." geli.

" Haa... Padahal sering bertengkar saat bersama.." ucap Sbastian pelan sambil menggelengkan kepalanya dan menghela nafas panjang.

" Yang Mulia, bangunlah, Yang Mulia!! " Ucap Sbastian lembut. Setelah beberapa kali namun Tuan Putri tidak kunjung bangun dan memeluk jubah milik Dominict lebih erat lagi, seolah sedang memeluk orangnya. Melihat tidak ada tanda-tanda Tuan Putri tidak akan terbangun Sbastian, mendekatkan bibirnya ke telinga Tuan Putri dan berbisik di telinga Tuan Putri.

" Yang Mulia, Jendral Dominict ada di sini." Ucapnya berbisik.  Seketika Putri Ana tersentak dan terbangun.

"APA???!! " terkejut dan terbangun dari tidurnya dengan kaget.

Sbastian tertawa melihat tingkah Putri Ana. Sadar Sbastian berbohong,  Putri Ana langsung memasang wajah marah dan kesal.

"Sbastian!!! " Teriak Putri Ana kesal.

" Maafkan saya, Yang Mulia. Saya tidak bermaksud membuat anda marah atau tidak nyaman. Tapi saya berusaha membangunkan anda, Yang Mulia. Tapi seperti anda masih senang memeluk jubah Jendral." Ucap Sbastian, tersenyum ramah penuh arti.

" Su..sudahlah.. aku akan segera bersiap." Ucap Putri Ana gugup.

~o0o~

Hari yang cerah di pertengahan musim panas, matahari bersinar terik.

Di lapangan pelatihan, Dominict sedang berlatih memanah, namun tak nampak ada pasukannya menyertainya berlatih. Sepertinya hari ini ia tak melatih pasukannya. Keringat mengucur deras dari tubuhnya yang bertelanjang dada, dan membuat tubuhnya mengkilat di terpa sinar matahari.

Diam-diam, Putri Ana memperhatikannya dari kejauhan. Tiba-tiba sebuah tangan menggenggam bahu Tuan Putri hingga membuatnya terkejut.  Sontak Putri Ana menoleh ke belakang dan melihat seorang pria yang berdiri di belakangnya, tampak dari penampilannya ia seperti seorang bangsawan.

" Pa..Pangeran!!! Benedict?!" Ucapnya kaget.

" Apa yang anda lakukan disini, Yang Mulia? " Tanya Pangeran Benedict, yang juga agak terkejut dengan reaksi Putri Ana yang tiba-tiba saja berteriak saat melihatnya.

" I..itu.... aku sedang mengambil jepit rambutku yang jatuh tadi....hehehe... " mencoba mencari alasan untuk berbohong.

Pangeran, menatapnya dengan curiga, namun masih berusaha tetap bersikap tenang.

Pangeran Benedict, adalah Pangeran dari kerajaan sekutu yang menjalin kerjasama dengan kerajaan Savarant sejak lama.

Pangeran, memiliki tubuh tinggi, dan rambut pirang yang elegan dan mata biru yang indah seperti batu safir. Selalu berpenampilan rapi dan berwibawa. Dan hari ini tampaknya ia berkunjung dalam tugas kenegaraan.

Melihat Putri Ana tampak sedang melihat sesuatu dari balik tembok balkon, Pangeran pun memutuskan untuk melihat juga apa yang Putri Ana lihat di sana.

" Memangnya anda lihat apa di sana? " Tanya pangeran celingukan mencoba melihat apa yang di lihat Tuan Putri.

" Tidak.... tidak aku tidak lihat apa-apa! " Ucap Putri Ana, tampak menyembunyikan sesuatu. Namun saking penasarannya Pangeran memaksa untuk melihat. Pangeran tersenyum kecil saat ia tahu Putri Ana ternyata diam-diam memata-matai Dominict.

" Oh!! Apa anda menyukai Dominict? " Tanya pangeran tiba-tiba.

" Eh! Tidak!! " Tuan Putri tampak gugup dan bingung.

" Hahaha.... tidak apa-apa kok,  aku tahu! Di usiamu saat ini memang sedang sukanya pada laki-laki..." Tertawa bahagia.

" Gadis kecil yang aku kenal sudah dewasa sekarang, ya. " Menghentikan tawanya, mengusap lembut rambut Putri Ana. Menatap Tuan Putri penuh arti.

Tak sengaja Dominict melihat Putri Ana dan pangeran Benedict di balkon. Ia melihat Pangeran dan Tuan Putri begitu akrab, ia tahu Tuan Putri dan Pangeran sudah saling mengenal saat mereka anak-anak. Namun entah kenapa ia merasa ada yang lain pada dirinya saat melihat Putri dengan Pangeran ia tampak kesal. Mungkin ini yang namanya cemburu, namun Dominict berusaha tak mengindahkan perasaannya saat ini dan melanjutkan latihannya.

Dominict, semakin ia mengabaikan perasaannya semakin ia merasa tak karuan. Dominict tak menyangka akan merasakan yang namanya cemburu. Setiap kali ia melihat Tuan Putri bersama dengan pangeran, ada perasaan yang sulit untuk ia deskripsikan. Meski terus bersikap tenang Dominict semakin tak bisa mengendalikan perasaanya.

Bersambung.......

Terpopuler

Comments

@Secrets_Cha

@Secrets_Cha

Cemburu ni yee

2024-10-22

1

Sarah Q. M

Sarah Q. M

cemburu buta dia....

2024-10-20

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 Bab 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 Bab 107
108 Bab 108
109 Bab 109
110 Bab 110
111 Bab 111
112 Bab 112
113 Bab 113
114 Bab 114
115 Bab 115
116 Bab 116
117 Bab 117
118 Bab 118
119 Bab 119
120 Bab 120
Episodes

Updated 120 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
Bab 103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
Bab 107
108
Bab 108
109
Bab 109
110
Bab 110
111
Bab 111
112
Bab 112
113
Bab 113
114
Bab 114
115
Bab 115
116
Bab 116
117
Bab 117
118
Bab 118
119
Bab 119
120
Bab 120

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!