Bab 3

Putri Ana, mendengar pertama kalinya Dominict khawatir pada dirinya.

" Kau.. khawatir pada diriku? " Tanya Putri Ana, memastikan.

" Aku? Aku tidak khawatir padamu! Aku hanya khawatir pada diriku sendiri jika sampai kau terluka saat mengawasi pelatihan militer, pasti aku yang akan menanggung hukumannya. " Jelas Dominict.

" Eh! Aku pikir dia benar-benar khawatir. " Batin Putri Ana.

" Kenapa?! " Tanya Dominict, sambil tersenyum nakal. " Apa kau mengharapkan sesuatu yang berbeda? " Lanjut Dominict, mendekati dan memepet Putri Ana di balkon dengan tubuhnya.

" D..Dominict... " Putri Ana mendorong tubuh Dominict menjauh. Dominict Tersenyum licik, sambil mengangkat dagu Putri Ana dengan jari telunjuknya.

" Kau memang selalu lucu saat seperti ini, Tuan Putri. " Kata Dominict, kemudian menggenggam tangan Putri Ana dan mengusapkan telapak  tangan Putri di dadanya. Sontak Putri Ana terkejut saat tangannya menyentuh dada Dominict, yang kekar. Dominict menyeret pelan telapak tangan Putri Ana ke bawah hingga di pusarnya.

" Mau lihat? " Ucapku Dominict pelan.

Sontak tubuh Putri Ana melompat kebelakang, saking kagetnya. Wajahnya memerah malu.

Dominict, terkekeh melihat reaksi Putri Ana.

Melepaskan tangan Putri Ana dari genggamannya, Dominict melompat dari balkon kembali kelapangan untuk melanjutkan tugasnya. Menoleh kearah Tuan Putri sekilas sambil tersenyum nakal.

" Dia benar-benar, mempermainkan ku! " Batin Putri Ana, kesal.

Setelah beberapa jam yang  mengesalkan. Putri Ana tampak kelelahan, namun masih kesal. Setelah di permainkan oleh Dominict.

Di hari yang sama, Dominict mempersiapkan pasukan pemanahnya untuk melakukan latihan di luar istana. Mereka berlatih di Padang rumput pinggir kota. Disana meraka tidak hanya berlatih memanah, para prajurit itu juga berburu rusa liar sebagai sasaran tembak.

Sementara itu, Putri Ana mengajak Sbastian, pelayan pribadinya ke kota untuk pergi ke festival yang sedang berlangsung di kota.

" Tidak... Yang mulia, saya tidak bisa menemani anda ke kota!! " Kata Sbastian tegas, menolak permintaan tuan Putrinya.

" Hanya sebentar saja, lagi pula dekat. " Jelasnya.

" Yang mulia, saya tidak bisa membawa anda pergi!! Membawa anda pergi keluar dari istana adalah hal yang berbahaya, Yang Mulia! " jelas Sbastian lagi.

" Kan ada kau yang bersamaku! " ucap Putri Ana lagi.

" Pokonya, tidak..tidak..tidak..tidak.. dan tidak! " tegas Sbastian.

" Sbastian, aku ini Tuan Putri, majikanmu jadi kau harus menuruti perintah ku!! " desak putri Ana. Sambil menyilangkan tangannya di dada.

" Justru karena itu, saya sedang menjalankan tugas untuk melindungi anda, Yang Mulia! " Jawab Sbastian tegas.

" Hanya sebentar saja.. toh.. dekat dari istana.. boleh ya..ya..ya.. " bujuk Putri Ana.

Karena terus di bujuk dan di bujuk, akhirnya membuat Sbastian mengalah.

" Baiklah, saya akan menemani anda ke festival. Tapi anda harus menuruti apa yang saya katakan, Yang Mulia! " tegas Sbastian.

" Baiklah.." Putri Ana, tampak senang Karena ini pertama kalinya dia akan pergi ke festival di luar istana.

Sbastian, menghela napas panjang, ia merasa tak berdaya dengan permintaan Tuan Putri.

Kemudian Tuan Putri dan Sbastian pergi ke kota hanya berdua saja tanpa ada pengawal yang mengawal mereka. Sepanjang perjalanan Tuan Putri tampak sangat senang dan antusias. Selama tinggal di istana Putri Ana jarang sekali keluar istana. Di festival Putri Ana tampak bersenang-senang dan melakukan banyak permainan.

Hingga sampai lupa waktu, tanpa mereka sadari hari sudah sore. Sbastian membujuk Putri Ana agar segera kembali ke istana. Namun Putri Ana tak menghiraukan Sbastian yang sudah mulai khawatir karena mereka sudah berjalan-jalan sampai lupa waktu.

" Yang Mulia, kita harus segara kembali ke istana!! " ucap Sbastian cemas. " Saya bisa dalam masalah jika tidak segera membawa anda kembali. " lanjut Sbastian. Berusaha terus membujuk Tuan Putri.

" Baiklah, kita pulang, " ucap Putri Ana. Melihat wajah Sbastian yang khawatir.

Selama perjalanan dari kota menuju ke istana. Tuan Putri melihat Sbastian sedikit khawatir karena mereka kembali agak terlambat ke istana.

Tiba-tiba.....

Beberapa orang pria menghadang mereka di perjalan menuju istana. Tampak dari penampilannya mereka seperti preman.

" Wah.wah.. sepertinya hari ini adalah hari keberuntungan kami.. "  ucap salah seorang dari mereka.

" Tuan Putri, mundur! " Sbastian berusaha melindungi Putri Ana dengan berdiri di depan Putri Ana.

" Dari penampilan kalian, sepertinya kalian adalah bangsawan kaya.. " kata para preman itu, sambil menyeringai licik.

Melihat Sbastian yang berusaha melindungi Tuan Putri di balik punggungnya, membuat para preman tertantang dengan sikap Sbastian.

" Hei!! Tuan apa kau pelayan gadis itu.?! " Tertawa mengejek. Sbastian menatap mereka tajam.

" Aku suka tatapanmu. " Tiba-tiba mereka menyerang Sbastian hingga terkapar dan menjatuhkannya ke tanah dan menahan kepala dan tubuhnya, hingga membuat Sbastian tidak bisa melawan.

Dengan kasar para penjahat itu menarik tangan Putri Ana.

" Lihatlah!! Nonamu! kami akan bersenang-senang dengannya... " Menjambak kepala Sbastian dan memaksanya untuk melihat apa yang akan mereka lakukan pada Putri Ana.

" Kalian!! Hentikan!! " Sbastian mencoba memberontak, namun dengan dua orang pria yang menahan tubuhnya agar tetap di tanah ia tak bisa melakukan apapun.

" LEPASKAN!! " Putri Ana berteriak memberontak, namun tenaga nya tidak lebih besar dari pria-pria ini.

" Ho.. bagus begitu!! Akan seru jika ada perlawanan... " Ucap salah Seorang dari preman yang memegangi kedua tangan Putri Ana. Mereka tertawa licik, kemudian mereka merobek gaun yang di kenakan Tuan Putri putri dan bermaksud melecehkannya.

" Hei!! Kau juga ingin lihat tubuh Nonamu kan?! " Kata mereka mengejek Sbastian.

" Hentikan!! " Teriak Sbastian.

" Wah.. kalian bersenang-senang tanpa aku... Aku juga ingin melihat tubuhnya. "

Tiba-tiba... Terlihat seseorang sedang berdiri di pepohonan dengan menyadarkan bahunya di sebatang pohon dan melipat kedua tangannya di dada. Sontak mereka melihat ke arah pria itu.

" J..Jendral Dominict?!! " Ucap Sbastian terkejut saat mengenali sosok itu.

Dominict muncul di sana wajahnya tampak dingin menatap para preman itu.

" Siapa kau?! "

" Kalian tidak perlu tahu siapa aku.. ayo, lanjutkan!! Aku juga ingin melihat tubuhnya.." ucap Dominict santai, ia masih berdiri sambil bersandar di sebatang pohon.

" Dominict!!! Kau...!!! " Putri Ana terkejut dengan pernyataan Dominict barusan.

" Apa? " Jawab Dominict datar.

para preman yang melihat, wanita yang mereka goda memiliki hubungan dengan pria yang tampak santai melihat mereka dari kejauhan dan merasa tidak akan ada perlawanan darinya, mereka tetap melanjutkan aksinya. Saat para preman itu mulai menyentuh tubuh Tuan Putri saat itu juga Dominict mulai bertindak mendekati mereka, dan menghajar para preman itu.

Dominict hanya memasang senyum sinis, setelah berhasil melumpuhkan para preman itu satu persatu.

Lalu ia menatap Putri Ana, dan melihat tubuhnya yang hampir telanjang.

" Kau.. kau benar-benar gadis bodoh!! " Ucap Dominict, tanpa segan. Lalu menghela napas panjang.

" Sudah berapa kali aku bilang! Aku melarangmu pergi meninggalkan istana tanpa pengawasan!! Kau pikir Sbastian akan bisa melindungimu, HAH?! " bentak Dominict kesal dan marah. Memejamkan mata dan menarik napas dalam-dalam mencoba menenangkan diri dari emosi.

Kemudian Dominict melepaskan jubahnya dan menyelimuti tubuh Putri Ana dengan jubahnya.

" Kau.. benar-benar membuatku gila.. " Gumam Dominict di hadapan Putri Ana, namun Putri mendengar semua yang Dominict katakan.

" M..maafkan aku.. " ucap Putri Ana menyesal.

Kemudian ia menangis karena saking syoknya.

" Sial!! " Batin Dominict, saat ia melihat wajah putri Ana yang tampak syok. " Sudahlah! Kau harus segera kembali ke istana, Yang Mulia. " Kata Dominict, lalu ia membawa para preman itu ke tempat pelatihan militer di luar istana dimana Dominict melatih pasukan pemanahnya.

Menendang dengan kasar para preman itu sambil menyeringai licik.

" HEII!!! KALIAN MEMILIKI SASARAN TEMBAK BARU!!! " teriak Dominict lantang di tengah lapangan. Sontak seluruh prajurit pemanah melihat kearahnya.

Kemudian Dominict melepaskan ikatan para preman itu.

" Nah, sekarang kita baru bisa bermain kan? Aku akan hitung sampai sepuluh sebelum itu lakian larilah, yang cepat ya! Jika masih sayang nyawa! " Bisik Dominict di telinga salah seorang preman itu. Dengan senyuman seperti iblis.

Kemudian Dominict mulai menghitung.

" Satu....dua....tiga..... " sontak para preman itu berlari tunggang langgang, melihat mereka berlari ketakutan Dominict tampak masih menghitung dan tak mengejar mereka.

" Empat.....lima.....enam.....tujuh.....delapan..... sembilan......sepuluh...... " dengan senyuman licik dan seolah menikmati yang ia lakukan saat ini.

" Bunuh mereka!! " Ucap Dominict pelan kemudian seluruh prajurit pemanah mengikuti perintah Dominict. Mereka mengejar para preman itu dengan kuda dan membidik mereka seperti mereka sedang berburu rusa di hutan.

Bersambung....

Terpopuler

Comments

yanah~

yanah~

Sampai disini dulu bacanya, nanti lanjut lagi 🤗

2025-01-04

0

Milkyselly_komik

Milkyselly_komik

*gwleng-gwlemg

2025-02-01

0

@Secrets_Cha

@Secrets_Cha

Untung ada Mas Jendral 🤣

2024-10-22

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 Bab 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 Bab 107
108 Bab 108
109 Bab 109
110 Bab 110
111 Bab 111
112 Bab 112
113 Bab 113
114 Bab 114
115 Bab 115
116 Bab 116
117 Bab 117
118 Bab 118
119 Bab 119
120 Bab 120
Episodes

Updated 120 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
Bab 103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
Bab 107
108
Bab 108
109
Bab 109
110
Bab 110
111
Bab 111
112
Bab 112
113
Bab 113
114
Bab 114
115
Bab 115
116
Bab 116
117
Bab 117
118
Bab 118
119
Bab 119
120
Bab 120

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!