Bab 2

Baru saja selesai mandi dan keluar dari kamar mandi Putri Ana melihat seseorang di kamarnya. untuk beberapa saat Putri Ana dan orang itu saling memandang.

" Dominict!!!! Apa yang kau lakukan di kamar ku?! Dasar mesum!!!! " teriak Putri Ana kencang. Setelah ia mengenali sosok itu.

Melihat Putri Ana yang berteriak, dengan cepat Dominict berlari kearah Putri Ana yang histeris, menarik tangannya dan meremas bibir Tuan Putri dengan keras.

" DIAM!! " Membentak. " Kau mau membuatku gila atau apa?! " Memeluk tubuh Putri Ana dari belakang dan menahan bibir nya.

" MMMM!!! " Dengan bibirnya yang masih di bekap oleh Dominict, Putri Ana mencoba melepaskan diri dari cengkraman Dominict.

" DIAM!!!  jika anda ingin aku lepaskan berhentilah meronta, Yang Mulia! " kata Dominict dengan nada mengancam.

Putri Ana mengangguk tanda ia mengerti. Tiba-tiba handuk yang membalut tubuh Putri Ana terlepas dari tubuhnya. Sontak membuat Putri Ana terkejut, dan berusaha menutupi tubuhnya.

Dominict menatap serius tubuh mulus Putri Ana.

" Yang Mulia, apa anda menguji kesabaran  saya atau apa? Apakah anda tahu apa yang tengah anda lakukan?" Menatap serius Putri Ana.

" Dominict!! " Berteriak malu.  " a..apa yang kau lakukan!? " Malu karena Dominict melihat tubuhnya.

Tersenyum nakal. " Nanti juga anda akan tahu apa yang akan saya lakukan. " ucap Dominict, tersenyum senang.

Masih memeluk tubuh Putri Ana dari belakang.

" Aku akan..... " Mendekatkan  bibirnya ke telinga Tuan Putri " mengajari anda caranya menahan gairah. "

" Ah! Dominict, kau!!...hentikan....!!! " Putri Ana mencoba mendorong tubuh Dominict menjauh, namun tenaga Dominict jauh lebih besar darinya.

" Apa yang anda katakan, Tuan Putri? Berhenti? " Tersenyum nakal.

Dengan berani, Dominict mencium bibir Tuan Putri dan menciumi leher Putri Ana. Dominict menatap tubuh Putri Ana yang telanjang, dengan senyuman licik di mulutnya.

Putri Ana, mulai mendesah dan mengerang pelan.

" Dominict..ah..aku.. aku perintahkan kau untuk berhenti!!! " Ucapku, sesaat Dominict menatap Putri Ana, dan tersenyum penuh kemenangan.

" Apa ini yang kau maksud berhenti? " Tersenyum licik. " permintaanmu sudah ku patuhi."  Sambil tersenyum licik, Dominict menghentikan aksinya.

Tiba-tiba.....

Seseorang mengetuk pintu kamar putri Ana. Sontak Putri Ana terkejut, mendengar suara pintu yang di ketuk dari luar. namun berbeda dengan Dominict, dia malah tenang dan tak menggubris ketukan pintu itu.

" Tenanglah! Turuti apa kataku jika anda masih ingin tetap menjaga kehormatan anda ,Yang Mulia." Berbisik di telinga Tuan Putri.

" Siapa? " Tanya Dominict pada seseorang yang ada di balik pintu.

" Saya, Sbastian. Jendral. Saya bawakan Tuan Putri makan malam, " ucap Sbastian dari balik pintu. Sbastian tampak heran kenapa Jendral Dominict ada di kamar Tuan Putri, karena ini tidak seperti kebiasaannya, Dominict.

" Masuklah! " Kata Dominict, menyuruh Sbastian masuk kedalam kamar.

" Diam!! Dan jangan bergerak! " Bisik Dominict, di telinga Putri Ana, masih memeluk tubuh Putri Ana dari belakang. Kemudian Sbastian membuka pintu dan masuk ke kamar putri Ana.

" Jendral? Apa yang anda lakukan di kamar, Tuan Putri? " Tanya Sbastian heran. " ...dan Dimana Tuan Putri? " Tanyanya lagi pada Dominict yang berdiri membelakanginya.

" Aku membawa barang yang di minta Tuan Putri tadi siang. " Memberi alasan dengan berbohong. Dominict tampak tenang saat dia berbohong.

Karena tubuh Putri Ana mungil, hanya dengan tinggi 156 cm, membuat Putri Ana tidak terlihat di balik tubuh Dominict yang tingginya 190 cm, membuat Sbastian tidak sadar kalau Putri ada di balik tubuh Dominict.

" Lalu Putri ada dimana? " tanya Sbastian celingukan. lalu meletakan nampan di atas meja berisi makan malam Tuan Putri.

" Aku juga tidak tahu! Aku baru saja sampai di sini dan Putri sudah tidak ada di sini." Jawab Dominict berbohong. Masih membelakangi Sbastian.

" Kalau begitu, saya akan letakan makan malam Tuan Putri di sini kalau-kalau Tuan Putri sudah kembali. " Ucap Sbastian, berlalu pergi dari kamar Putri Ana.

Tersenyum nakal. Sesaat setelah Sbastian pergi dan menutup pintu kamar Putri Ana.

Putri Ana, tampak sangat terkejut, hampir saja Sbastian melihat hal yang tak seharusnya ia lihat.

" Ada apa? Aku tahu kau ingin melanjutkannya kan? " Menatap Putri Ana dengan tatapan menggoda.

Lalu mengambil selimut dan menutupi tubuh Putri Ana yang telanjang.

" !?" Terkejut.

" jangan khawatir, aku tidak akan melakukannya. " Tersenyum dan berbisik di telinganya Putri Ana.

Matanya melebar dan wajahnya memerah malu. Dengan cepat Putri Ana melempar bantal pada Dominict di hadapannya.

" Dominict!!!! " Teriak Putri Ana.

Menangkis bantal yang di lempar ke wajahnya, Dominict hanya terkekeh.

" Kau memang selalu menghiburku. " Tertawa genit.

Putri Ana tampak kesal di permainkan oleh Dominict.

" Awas, kau!!! "

" Hati-hati, Yang mulia. Anda masih telanjang! jangan sampai saya kehilangan kendali atas diri saya, Yang Mulia. " bisik Dominict di telinga Putri Ana. Kemudian berlalu pergi dari kamar Putri Ana.

" Eh?! " Terkejut.

Berlalu pergi dari kamar Putri Ana.

Hari ini, Putri Ana diberi tugas untuk mengawasi pelatihan militer, dan di sana juga ada Dominict.

Putri Ana, melihat Dominict yang sedang melatih para prajurit, dia terlihat tegas dan kejam, dia melatih prajuritnya dengan penuh tekanan. Tampak Dominict mempratekkan cara bertarung dengan tangan kosong.

" Jika di medan perang kalian lemah seperti ini.. bagaiman kalian tidak akan bisa bethan dalam perang sesungguhnya!!! Dalam keadaan terdesak tanpa senjata, gunakan benda di sekitar kalinya untuk melindungi diri!! Dalam perang bukan hanya tentang kemenangan,,, tapi kalian harus kembali dalam keadaan hidup!! " Suaranya bergema di lapang..

Putri Ana, melihat Dominict saat melatih pasukannya terlihat berbeda dengan Dominict yang sering menggodanya sebelumnya.

Tiba-tiba, Dominict melihat kearah Putri Ana yang mengawasi dari pinggir lapangan, sambil menyeringai licik. Sontak Putri Ana terkejut.

" Apa-apaan dia itu! " Batin putri Ana.

Dominict, mempraktekkan cara bertarung dengan kosong dengan para prajuritnya. Dominict, melepas seragamnya dan hanya mengenakan terusan celana panjang saja, memperlihatkan tubuh kekar seorang prajurit, dengan otot yang menonjol. Sontak membuat Putri Ana terpana dengan bentuk tubuh Dominict.

Di tengah lapangan, Dominict menjatuhkan  lima orang prajuritnya dengan mudah, tanpa perlawanan yang berarti. Di sisi lapangan putri Ana menatap Dominict tanpa berkedip, melihat tubuh Dominict. Sampai-sampai ia harus melena ludah saking terpesonanya.

" Baiklah!! Kita istirahat satu jam setelah itu kita lanjutkan latihan!! " Kata Dominict lantang.

Kemudian dia berjalan ke sisi lapangan menghampiri Putri Ana, dengan masih bertelanjang dada.

Kemudian Dominict, memberi hormat pada putri Ana dengan berlutut di hadapnya.

" Yang mulia, " memberi hormat di hadapan Putri Ana. " Seharusnya anda..... " Belum sempat Dominict menyelesaikan kalimatnya tiba-tiba saja sebuah anak panah meleset dari sasaran bidiknya  melesat kearah mereka.

Dengan sigap Dominict menarik tangan Putri Ana kearahnya dan melindingi putri Ana di pelukannya.

Dominict melihat kearah para prajurit pemanah. Tak lama seorang prajurit baru menghampiri Dominict dan Putri Ana, ia langsung berlutut.

" Maafkan saya, Yang mulai. S..saya yang menahan,, s..saya bersalah...." Ucapnya takut. Dominict menatap prajurit baru itu tajam.

" Kau yang memanah? " Dominict tampak marah.

" I..iya, Jendral....s..saya tak sengaja..." lanjut sang prajurit baru.

Putri Ana, yang masih di gendong Dominict melihat amarah Dominict dengan jelas.

" Hei.. sudahlah dia tidak sengaja. " Ucap Putri Ana. Dominict menoleh ke arah Putri Ana.

Terdiam sejenak. Lalu menghela napas panjang mencoba mengendalikan emosi.

" Kembali ke pasukanmu!" Ucap Dominict, menyuruh pejurit baru itu kembali ke anggota regunya.

Masih menggendong putri Ana, Dominict menaiki tangga menuju balkon. Putri Ana menatap Dominict yang menggendongnya. Pandangannya jauh kedepan.

Di balkon, Dominict menurunkan Putri Ana dari pelukannya.

" Saya sudah bilang agar anda mengawasi dari balkon saja jangan terlalu dekat!! Latihan militer itu berbahaya, meski hanya latihan saja!! " Omel Dominict.

" Maafkan aku. " Ucap Putri Ana tampak menyesal.

Menghela nafas panjang. " Lain kali cukup lihat dan amati dari sini saja, mengerti! " Kata Dominict menekankan.

" Beruntung tidak sampai kena, kalau kena kau bisa terluka nanti. " Lanjut Dominict tampak ia khawatir.

Bersambung....

Terpopuler

Comments

Risti Utami

Risti Utami

OMG cece /Facepalm/ aku ngebayangin diriku dipeluk dominict sehabis mandi /Drool/

2025-02-08

0

Milkyselly_komik

Milkyselly_komik

ADUH MAS NGAPA NATAP NATAP GITU DEH😵

2025-02-01

1

okiikk_art

okiikk_art

awoakwos

2025-01-12

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 Bab 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 Bab 107
108 Bab 108
109 Bab 109
110 Bab 110
111 Bab 111
112 Bab 112
113 Bab 113
114 Bab 114
115 Bab 115
116 Bab 116
117 Bab 117
118 Bab 118
119 Bab 119
120 Bab 120
Episodes

Updated 120 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
Bab 103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
Bab 107
108
Bab 108
109
Bab 109
110
Bab 110
111
Bab 111
112
Bab 112
113
Bab 113
114
Bab 114
115
Bab 115
116
Bab 116
117
Bab 117
118
Bab 118
119
Bab 119
120
Bab 120

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!