Bab. 16.

“Ini mbak dikasih Bapak lima ratus ribu, uang kembaliannya diambil saja.” Suara seorang perempuan sambil memberikan lima lembar uang seratusan ribu pada Mawar Ni. Hati Mawar Ni lega bukan karena uang kembalian disuruh ambil tapi karena doa nya terkabul bukan Juragan Handoko yang keluar.

“Terima kasih Bu.” Ucap Mawar Ni menerima uang itu dengan bibir tersenyum. Mawar Ni pun cepat cepat pamit pulang dengan alasan masih ada pekerjaan...

Sementara itu di dalam rumah Juragan Handoko lebih tepatnya di ruang makan, Juragan Handoko duduk di kursi sambil membuka botol madu yang baru saja di beli..

“Sepertinya benar benar asli ini madu.” Ucap Juragan Handoko sambil menghirup aroma madu itu lalu mencolek madu di dalam botol dan mencicipinya..

“Madu dari mana Pa, kok beli banyak?” tanya Irawan yang sedang lewat di ruang makan itu..

“Dari warga sini saja, info dari Pak Mandor ini madu hutan asli bisa untuk obat.” Ucap Juragan Handoko lalu menutup kembali tutup botol madu itu..

Irawan pun berjalan mendekati meja makan.. dia pegang satu botol madu hutan itu.. kepalanya mengangguk angguk dan bibirnya tersenyum licik..

“Pa benar, madu ini sangat mahal. Papa beli berapa?” tanya Irawan

“Dia menjual satu kilonya seratus lima puluh ribu. Aku beli tiga kilo, buat persediaan.” Ucap Juragan Handoko lalu bangkit berdiri..

“Pa kalau benar benar asli dan murni. Benar satu kilo bisa tiga ratus ribu lebih Pa..” ucap Irawan yang sudah browsing browsing harga madu hutan asli dan murni.

“Hmmmm lumayan juga memanen hasil hutan, kita tidak perlu modal banyak hanya modal tenaga dan botol kosong saja.. aku suruh orang orang ku untuk ke hutan.” Gumam Irawan lalu dia mengusap usap layar hand phone miliknya untuk menghubungi orang kepercayaan nya.

Sementara itu Mawar Ni yang lega hatinya melajukan sepeda nya dengan kencang, tidak lama kemudian sudah sampai di rumah nya..

“Bagaimana Ni?” tanya Nenek yang menunggu di rumah dengan gelisah..

“Aman Nek, tidak bertemu Juragan Handoko apalagi anak nya. Juragan Handoko juga memberi uang lebih.” Ucap Mawar Ni sambil masuk ke dalam rumah dan menunjukkan pada Nenek uang lima ratus ribu rupiah..

“Alhamdullilah Ni..” ucap Sang Nenek penuh syukur ..

Waktu pun terus berlalu... pagi hari sehabis subuh Mawar Ni sudah siap siap lagi untuk pergi ke hutan..

“Ni kamu akan pergi ke hutan lagi?” tanya Nenek saat melihat Mawar Ni sudah memakai kostum lengkap untuk pergi ke hutan.. baju lengan panjang, celana panjang topi lebar anyaman bambu, karung dan golok warisan.

“Iya Nek, ada yang pesan madu lagi. Kalau berangkat pagi binatang binatang masih tidur Nek.” Ucap Mawar Ni lalu menjabat dan mencium punggung tangan Nenek.

“Hati hati ya Ni..” ucap Sang Nenek dan mengantar Mawar Ni keluar sampai di halaman.

Mawar Ni terus melajukan sepeda nya menuju ke hutan desa dengan penuh semangat berharap dia cepat mendapatkan madu dan cepat pulang sampai rumah sebelum adzan dzuhur ..

“Aku nanti coba mengambil sarang yang ada lebah nya.” Gumam Mawar Ni di dalam hati sambil terus melajukan sepeda nya..

Waktu pun terus berlalu, Sedangkan di lain tempat di rumah Juragan Handoko , Irawan sudah menyuruh empat orang anak buahnya untuk pergi ke hutan mencari madu hutan..

“Mas kami belum pernah mencari madu di hutan.” Ucap salah satu dari empat laki laki anak buah Irawan.

“Cari informasi di hand phone kamu itu! Jangan sampai kalah sama orang lain! Cepat sana!” ucap Irawan

“Iya iya Mas..” ucap salah satu orang orang suruhan Irawan. Empat orang laki laki itu pun segera melangkah menuju ke motor mereka. Mereka berempat saling berboncengan, dua motor itu segera melaju ke luar dari halaman rumah Juragan Handoko menuju ke hutan desa.

Beberapa menit kemudian dua motor itu pun sudah sampai di cabang jalan sepi yang menuju ke hutan desa. Dan sesaat kemudian...

“Lihat itu ada sepeda, kita berhenti di sana!” teriak salah satu dari mereka yang melihat sepeda Mawar Ni di bawah pohon, di mulut jalan setapak.

Dua motor itu pun lalu berhenti tidak jauh dari sepeda Mawar Ni..

“Kita tunggu saja di sini, kenapa kita repot repot masuk ke dalam mencari sendiri madu yang banyak lebah nya.” Ucap salah satu dari mereka sambil tersenyum miring..

“Okey aku tahu maksud kamu, kita rampas saja madu yang sudah mereka ambil.” Ucap laki laki yang duduk di boncengan..

“Ha... ha... ha... cerdas kamu ha... ha...ha....”

“Okey okey aku setuju.” Ucap ketiga orang laki laki itu dan mereka berempat pun duduk menunggu mangsa sambil merokok.

Sementara itu Mawar Ni yang berada di dalam hutan tidak mengerti jika ada bahaya sedang mengancam di mulut jalan masuk ke hutan..

Dia sudah mendapat satu karung sarang madu dan di dalam karung juga ada sarang lebah yang masih dihuni oleh segerombolan lebah.. Dia sengaja mengambil itu dari sarang lebah yang ada di batang batang pohon yang sudah mati..

“Hmmm aku harap lebah lebah ini bisa berkembang biak di kebun rumah.” Gumam Mawar Ni di dalam hati sambil mengikat ujung karung nya. Setelah selesai dia pun cepat cepat melangkah keluar dari dalam hutan sambil tangan kiri memanggul karung di bahu kiri dan tangan kanan membawa golok warisan.

“Kok aku tidak melihat Kakek lagi ya, semoga saja kakek sehat sehat..” gumam Mawar Ni sambil terus melangkah.

Beberapa menit kemudian di saat langkah Mawar Ni sudah mendekati mulut jalan setapak, jantung Mawar Ni berdetak lebih kencang karena hidung nya mencium aroma asap rokok dan telinga nya mendengar suara tawa orang orang laki laki..

“Siapa mereka.” Gumam Mawar Ni dan mulai melangkah dengan penuh waspada..

Mawar Ni terus melangkah dan sesaat kemudian langkah Mawar Ni sudah sampai di mulut jalan setapak dan betapa kagetnya dia saat ada dua laki laki yang duduk di atas sepedanya, dan pandangan mata ke empat orang laki laki itu tertuju pada nya dan mulut mereka tersenyum ke arah dirinya..

“Maaf Mas, itu sepeda saya, tolong turun saya mau pulang..” Ucap Mawar Ni dengan santun..

“Aku akan turun dari sepeda kamu ini kalau kamu serahkan karung kamu itu.” Ucap laki laki yang duduk di jok sepeda Mawar Ni.

“Karung dan isinya.” Saut yang lain..

“Maaf ini milik saya tidak saya berikan pada orang lain.” Ucap Mawar Ni tegas sambil menatap laki laki itu..

“Hmmm tidak bisa pakai cara halus ya kamu!” ucap laki laki lain yang berdiri di dekat motor dia pun cepat cepat melangkah mendekati Mawar Ni dan cepat cepat menarik, merebut karung yang dipanggul oleh Mawar Ni.

Mawar Ni pun tersentak kaget saat tangan kekar laki laki bertubuh tinggi besar itu menarik karung sarang madu nya dengan kuat.. tangan Mawar Ni masih memegang erat ujung karung sarang madu itu.

Dan dengan cepat Mawar ni membalikkan tubuhnya,.. dan ...

BUGH

BUGH..

BUGH

kaki kanan Mawar Ni memberikan tendangan keras pada tubuh laki laki yang menarik karung nya itu.. tepat di dada laki laki itu.

HUUUKKK

Suara mulut laki laki itu terbatuk, Laki laki yang tidak menyangka akan mendapatkan tendangan kuat dari seorang perempuan itu langsung terjungkal ke belakang, dan masih memegangi dada nya yang terasa sakit dan panas..

“Gila kuat sekali tendangan kaki nya.” Gumam laki laki itu sambil memegang dada nya yang terasa sangat sakit..

“Hah! Kamu berani melawan ya!” teriak laki laki yang duduk di jok sepeda Mawar Ni dan cepat cepat turun lalu melangkah mendekati Mawar Ni..

“Ayo kita keroyok dia, kita santap buat makan siang ha.. ha.... ha....” suara laki laki itu sambil tertawa terbahak bahak..

“Ayo.. itu anak manis dan montok juga dada nya ha ... ha... ha.. ha.... “ ucap laki laki yang duduk di boncengan dan juga melangkah mendekati Mawar Ni..

Terpopuler

Comments

Ruby Jane

Ruby Jane

kapan kena karmanya itu irwan 😡😡😡 serakah bgt jd org

2025-01-04

1

Helen Nirawan

Helen Nirawan

gk tau diri dasar , cowo kampret , 😈😈

2025-01-15

1

Priskha

Priskha

biyuh sdh sombong serakah lg

2025-03-06

1

lihat semua
Episodes
1 Bab. 1.
2 Bab. 2.
3 Bab. 3.
4 Bab. 4.
5 Bab. 5.
6 Bab. 6.
7 Bab. 7.
8 Bab. 8.
9 Bab. 9.
10 Bab. 10.
11 Bab. 11.
12 Bab. 12.
13 Bab. 13.
14 Bab. 14.
15 Bab. 15.
16 Bab. 16.
17 Bab. 17.
18 Bab. 18.
19 Bab. 19.
20 Bab. 20.
21 Bab. 21.
22 Bab. 22.
23 Bab. 23.
24 Bab. 24.
25 Bab. 25.
26 Bab. 26.
27 Bab. 27.
28 Bab. 28.
29 Bab. 29.
30 Bab. 30.
31 Bab. 31.
32 Bab. 32.
33 Bab. 33.
34 Bab. 34.
35 Bab. 35.
36 Bab. 36.
37 Bab. 37.
38 Bab. 38.
39 Bab. 39.
40 Bab. 40.
41 Bab. 41.
42 Bab. 42.
43 Bab. 43.
44 Bab. 44.
45 Bab. 45.
46 Bab. 46.
47 Bab. 47.
48 Bab. 48.
49 Bab. 49.
50 Bab. 50.
51 Bab. 51.
52 Bab. 52.
53 Bab. 53.
54 Bab. 54.
55 Bab. 55
56 Bab. 56.
57 Bab. 57.
58 Bab. 58.
59 Bab. 59.
60 Bab. 60.
61 Bab. 61.
62 Bab. 62.
63 Bab. 63.
64 Bab. 64.
65 Bab. 65.
66 Bab. 66.
67 Bab. 67.
68 Bab. 68.
69 Bab. 69.
70 Bab. 70.
71 Bab. 71.
72 Bab. 72.
73 Bab. 73.
74 Bab. 74.
75 Bab. 75.
76 Bab. 76.
77 Bab. 77.
78 Bab. 78.
79 Bab. 79.
80 Bab. 80.
81 Bab. 81.
82 Bab. 82.
83 Bab. 83.
84 Bab. 84.
85 Bab. 85.
86 Bab. 86.
87 Bab. 87.
88 Bab. 88.
89 Bab. 89.
90 Bab. 90
91 Bab. 91.
92 Bab. 92.
93 Bab. 93.
94 Bab. 94.
95 Bab. 95.
96 Bab. 96.
97 Bab. 97.
98 Bab. 98.
99 Bab. 99.
100 Bab. 100.
101 Bab. 101.
102 Bab. 102.
103 Bab. 103.
104 Bab. 104.
105 Bab. 105.
106 Bab. 106.
107 Bab. 107.
108 Bab. 108.
109 Bab. 109.
110 Bab. 110.
111 Bab. 111.
112 Bab. 112.
113 Bab. 113.
114 Bab. 114.
115 Bab. 115.
116 Bab. 116.
117 Bab. 117.
118 Bab. 118.
119 Bab. 119.
120 Bab. 120.
121 Bab. 121.
122 Bab. 122.
123 Bab. 123.
124 Bab. 124.
125 Bab. 125.
126 Bab. 126.
127 Bab. 127.
128 Bab. 128.
129 Bab. 129.
130 Bab. 130.
131 Bab. 131.
132 Bab. 132.
133 Bab. 133.
134 Bab. 134.
135 Bab. 135.
136 Bab. 136.
137 Bab. 137.
138 Bab. 138.
139 Bab. 139.
140 Bab. 140.
141 Bab. 141.
142 Bab. 142.
143 Bab. 143.
144 Bab. 144.
145 Bab. 145.
146 Bab. 146.
147 Bab. 147.
148 Promo Novel Baru Struggle of Lingga Sari
149 PROMO NOVEL BARU Sukses Setelah Dihina dan Dicerai
150 Promo Novel Baru DEALOVA
Episodes

Updated 150 Episodes

1
Bab. 1.
2
Bab. 2.
3
Bab. 3.
4
Bab. 4.
5
Bab. 5.
6
Bab. 6.
7
Bab. 7.
8
Bab. 8.
9
Bab. 9.
10
Bab. 10.
11
Bab. 11.
12
Bab. 12.
13
Bab. 13.
14
Bab. 14.
15
Bab. 15.
16
Bab. 16.
17
Bab. 17.
18
Bab. 18.
19
Bab. 19.
20
Bab. 20.
21
Bab. 21.
22
Bab. 22.
23
Bab. 23.
24
Bab. 24.
25
Bab. 25.
26
Bab. 26.
27
Bab. 27.
28
Bab. 28.
29
Bab. 29.
30
Bab. 30.
31
Bab. 31.
32
Bab. 32.
33
Bab. 33.
34
Bab. 34.
35
Bab. 35.
36
Bab. 36.
37
Bab. 37.
38
Bab. 38.
39
Bab. 39.
40
Bab. 40.
41
Bab. 41.
42
Bab. 42.
43
Bab. 43.
44
Bab. 44.
45
Bab. 45.
46
Bab. 46.
47
Bab. 47.
48
Bab. 48.
49
Bab. 49.
50
Bab. 50.
51
Bab. 51.
52
Bab. 52.
53
Bab. 53.
54
Bab. 54.
55
Bab. 55
56
Bab. 56.
57
Bab. 57.
58
Bab. 58.
59
Bab. 59.
60
Bab. 60.
61
Bab. 61.
62
Bab. 62.
63
Bab. 63.
64
Bab. 64.
65
Bab. 65.
66
Bab. 66.
67
Bab. 67.
68
Bab. 68.
69
Bab. 69.
70
Bab. 70.
71
Bab. 71.
72
Bab. 72.
73
Bab. 73.
74
Bab. 74.
75
Bab. 75.
76
Bab. 76.
77
Bab. 77.
78
Bab. 78.
79
Bab. 79.
80
Bab. 80.
81
Bab. 81.
82
Bab. 82.
83
Bab. 83.
84
Bab. 84.
85
Bab. 85.
86
Bab. 86.
87
Bab. 87.
88
Bab. 88.
89
Bab. 89.
90
Bab. 90
91
Bab. 91.
92
Bab. 92.
93
Bab. 93.
94
Bab. 94.
95
Bab. 95.
96
Bab. 96.
97
Bab. 97.
98
Bab. 98.
99
Bab. 99.
100
Bab. 100.
101
Bab. 101.
102
Bab. 102.
103
Bab. 103.
104
Bab. 104.
105
Bab. 105.
106
Bab. 106.
107
Bab. 107.
108
Bab. 108.
109
Bab. 109.
110
Bab. 110.
111
Bab. 111.
112
Bab. 112.
113
Bab. 113.
114
Bab. 114.
115
Bab. 115.
116
Bab. 116.
117
Bab. 117.
118
Bab. 118.
119
Bab. 119.
120
Bab. 120.
121
Bab. 121.
122
Bab. 122.
123
Bab. 123.
124
Bab. 124.
125
Bab. 125.
126
Bab. 126.
127
Bab. 127.
128
Bab. 128.
129
Bab. 129.
130
Bab. 130.
131
Bab. 131.
132
Bab. 132.
133
Bab. 133.
134
Bab. 134.
135
Bab. 135.
136
Bab. 136.
137
Bab. 137.
138
Bab. 138.
139
Bab. 139.
140
Bab. 140.
141
Bab. 141.
142
Bab. 142.
143
Bab. 143.
144
Bab. 144.
145
Bab. 145.
146
Bab. 146.
147
Bab. 147.
148
Promo Novel Baru Struggle of Lingga Sari
149
PROMO NOVEL BARU Sukses Setelah Dihina dan Dicerai
150
Promo Novel Baru DEALOVA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!