Bab. 10.

“Hu...hu.... hu....hu...”

“Hiks.. hiks... hiks... hiks...”

Beberapa karyawan wanita tampak menangis tersedu sedu dan terisak isak. Sedang beberapa karyawan laki laki ada yang emosi berteriak teriak

“Pikirkan nasib kami! Jangan mutus hubungan kerja seenak jidat!”

“Jangan pilih kasih! Kenapa ada yang di phk ada yang tidak?”

“Akan aku bakar pabrik ini!” ucap salah satu karyawan laki laki dengan lantang.

“Ayo kita bakar!” teriak Rian dan Dito sambil bangkit berdiri.

“Rian! Dito! Jangan lakukan! Masih ada saudara saudara dan teman teman kita yang bekerja di sini. Kita cari kerja di tempat lain, bukannya besok kalau kondisi baik lagi kita akan dipanggil lagi.” Teriak Mawar ni

“Tenang! Tenang! Harap tenang!” teriak Bu Direktur .

Pak Satpam dan Pak Polisi pun segera bertindak, orang orang yang melakukan kekacauan segera diamankan.

“Kami benar benar mohon maaf karena keputusan kami sudah membuat kalian kecewa dan tidak nyaman. Tapi itu yang bisa kami lakukan dengan banyak pertimbangan, yang kami rumahkan karena faktor masa kerja yang belum dua tahun dan faktor kinerja. Jika ada pertanyaan tentang kinerja bisa langsung menghubungi Pak Mandor kalian masing masing. Selanjutnya silahkan Pak Bambang menyampaikan sesuatu pada mereka.” Ucap Bu Direktur dan mempersilahkan Pak Bendahara berbicara.

“Saya tidak akan bicara panjang lebar, Silahkan kalian secara bergilir untuk mengambil gaji kalian dan kami akan memberikan pesangon satu bulan gaji buat karyawan yang sudah bekerja lebih dari satu tahun, maaf keuangan kami hanya bisa mampu memberikan itu. Setelah mendapat gaji dan pesangon kalian boleh pulang, dan bisa kembali kerja ke sini setelah ada undangan dari kami untuk bergabung lagi.” Ucap Pak Bendahara pabrik bulu mata itu.

“Kita tidak mendapat pesangon Ni..” ucap Jumilah dengan mata berkaca kaca.

“Mbak tenang saja kan suatu saat ada panggilan lagi.” Ucap Mawar ni masih ada pengharapan..

“Itu hanya penyejuk hati saja Ni.. “ ucap teman Mawar ni yang tadi minta di pijit dan dikerik, kepalanya menjadi pusing lagi.. Mawar ni pun kini juga ikut pusing harus berpikir untuk mencari pekerjaan baru lagi.

Mawar ni dan Jumilah dengan lesu mengayuh sepeda untuk pulang setelah mendapat gaji terakhir. Mereka berdua sedih sebab tidak mendapat pesangon seperti teman teman yang sudah bekerja lebih dari satu tahun. Sesekali satu tangan mereka melepas stang untuk menghapus air mata yang terus meleleh. Otak mereka pun berputar putar untuk mencari pekerjaan baru..

“Ni, gaji terakhir ku sebagian akan aku buat modal jualan kue kue dan es saja nanti aku jual di depan sekolah.” Ucap Jumilah sambil terus mengayuh sepeda di samping sepeda Mawar ni..

“Aku masih bingung Mbak, coba nanti aku bicara sama Nenek saja..” ucap Mawar Ni sambil mengayuh sepeda dengan lesu, rasa rasa nya perjalanan pulang sangat lama.

Beberapa menit kemudian sepeda Mawar ni pun sudah sampai di depan rumah..

BRUUKK

Mawar ni menyandarkan sepeda dengan cepat di dinding rumah..

“Siapa ya itu?” suara Nenek di dapur yang tampak kaget ada suara barang berat jatuh.

“Nek! Hu.... hu.... hu....hu... aku di phk Nek hu.. hu... hu...”

“Ni kok jam segini sudah pulang? Kok kamu pakai nangis segala Ni? Ada apa?”

“Dirumahkan aku Nek, di phk hu... hu... hu... hu...”

“Omong yang jelas Ni, kamu dirumahkan karena sakit? jangan menangis Nenek bingung.”

“Dipecat Nek aku dipecat hu... hu... hu..”

“Kamu punya salah apa Ni?”

“Aku karyawan belum lama Nek, terus aku ada beberapa kali izin pulang karena nenek sakit... hu... hu.. hu... hu...”

“Maaf ya Ni, karena aku sakit kamu jadi dipecat?”

“Hu.... hu.... hu.... bukan karena itu saja Nek bukan salah Nenek hu... hu.... hu.... ada banyak yang dirumahkan Nek, karena pabrik sepi pembeli.. yang dipakai karyawan lama yang bisa buat banyak bulu mata hu.. hu.... hu.... hu...”

“Ya sudah jangan menangis kalau banyak temannya. Tidak kamu saja yang dipecat. Besok cari pekerjaan lainnya Ni, percaya Allah akan memberi rejeki pada umatnya yang berusaha..”

“Nek, ini gaji ku terakhir kali, Mbak Jumilah akan jual kue kue dan es di depan sekolah. Aku bingung Nek ini buat modal apa? Kerja buruh tani sudah sulit Nek, sudah pakai mesin mesin sekarang.”

“Ehmmm jual gorengan saja Ni, kan mudah buat nya.”

“Nek uangnya tidak cukup buat beli gerobak, kompor gas, wajan besar, belum bahan bahan nya..”

“Tidak usah pakai gerobak kita goreng di dapur pakai tungku dan wajan yang sudah kita punya.. kita setor ke warung warung.”

“Ooo iya iya Nek... “ ucap Mawar ni penuh semangat setuju dengan ide sang Nenek.

Waktu pun terus berlalu dengan semangat Mawar ni dan Nenek Marmi membuat macam macam gorengan dan mereka titip di warung warung, dalam satu minggu gorengan mereka laris manis akan tetapi di minggu kedua banyak gorengan yang tidak laku, akhirnya mereka makan sendiri dan dibagi bagi ke tetangga..

Mawar ni pantang menyerah dia mencari informasi dari you tube cara cara membuat kue.. Mawar ni pun mencoba membuat kue yang tahan beberapa hari, untuk mengurangi resiko kerugian, jika dagangan tidak habis dalam satu dua hari. Beberapa kali mencoba membuat roti isi, namun gagal roti tidak mengembang dengan baik, andai mengembang juga tidak seempuk roti roti yang sudah ada di kios kios..

“Susah Nek buat roti, padahal uang sudah banyak keluar untuk membuat roti roti.”

“Dicoba lagi Ni sayang kan sudah beli open dan alat alat lainnya.” Ucap Nenek yang tidak bisa mengucap oven. Uang simpanan Mawar Ni pun sudah terpakai untuk modal.

“Nenek juga doyan kok roti yang gagal kamu buat, tetap enak.. aku kasih ke tetangga, mereka juga mau.” Ucap Nenek lagi..

“Ya sudah Nek aku cari informasi lagi untuk membuat roti anti gagal.”

Mawar ni terus mencoba dan mencoba lagi akhirnya dia bisa membuat roti yang layak jual dititip di kios kios di desa nya.

Akan tetapi hasilnya sama saja tetap merugi, modal semakin banyak dalam membuat roti roti, namun terkendala dengan pemasaran kalah dengan perusahaan perusahaan roti yang lebih senior dan terkenal.

Air mata Mawar ni meleleh saat pulang dari kios kios mengantar roti baru dan mengambil roti roti sisa yang tidak laku, istilahnya roti returan atau roti balen istilah dari Nenek... Mawar ni mengayuh sepeda onthelnya dengan lesu.. di boncengan sepedanya ada box transparan besar yang diikat oleh tali. Di dalam box besar itu berisi roti roti yang tidak laku dijual dan hampir expired date.

“Kok susah banget sih mencari rejeki... uang ku sudah mau habis, mana Cuma dapat sedikit uang setoran, yang banyak roti sudah mau expired date.” gumam Mawar ni di dalam hati sambil mengayuh sepeda yang terasa sangat berat...

....

Terima kasih reader tersayang atas hadir dan dukungannya semoga kalian suka dengan cerita Mawar Ni

Love love love love.. berhektar hektar buat kalian 🙏🙏🙏🙏🙏🥰🥰🥰🥰🥰♥️♥️♥️♥️♥️

Terpopuler

Comments

Siti Naimah

Siti Naimah

ya Alloh..kayak begitu ya kehidupan kaum marjinal?tapi yang penting tetap berikhtiar dan berdoa.pantang menyerah..Alloh pasti tidak menyia nyiakan hambanya yg berusaha dan berdoa

2024-12-24

2

Yusni

Yusni

cerita nya menarik. jrg ada cerita seperti ini. biar kita tau perjuangan org dlm merubah nasib...semangat thor...

2025-02-07

1

Kamiem sag

Kamiem sag

semangat Ni

2025-02-10

1

lihat semua
Episodes
1 Bab. 1.
2 Bab. 2.
3 Bab. 3.
4 Bab. 4.
5 Bab. 5.
6 Bab. 6.
7 Bab. 7.
8 Bab. 8.
9 Bab. 9.
10 Bab. 10.
11 Bab. 11.
12 Bab. 12.
13 Bab. 13.
14 Bab. 14.
15 Bab. 15.
16 Bab. 16.
17 Bab. 17.
18 Bab. 18.
19 Bab. 19.
20 Bab. 20.
21 Bab. 21.
22 Bab. 22.
23 Bab. 23.
24 Bab. 24.
25 Bab. 25.
26 Bab. 26.
27 Bab. 27.
28 Bab. 28.
29 Bab. 29.
30 Bab. 30.
31 Bab. 31.
32 Bab. 32.
33 Bab. 33.
34 Bab. 34.
35 Bab. 35.
36 Bab. 36.
37 Bab. 37.
38 Bab. 38.
39 Bab. 39.
40 Bab. 40.
41 Bab. 41.
42 Bab. 42.
43 Bab. 43.
44 Bab. 44.
45 Bab. 45.
46 Bab. 46.
47 Bab. 47.
48 Bab. 48.
49 Bab. 49.
50 Bab. 50.
51 Bab. 51.
52 Bab. 52.
53 Bab. 53.
54 Bab. 54.
55 Bab. 55
56 Bab. 56.
57 Bab. 57.
58 Bab. 58.
59 Bab. 59.
60 Bab. 60.
61 Bab. 61.
62 Bab. 62.
63 Bab. 63.
64 Bab. 64.
65 Bab. 65.
66 Bab. 66.
67 Bab. 67.
68 Bab. 68.
69 Bab. 69.
70 Bab. 70.
71 Bab. 71.
72 Bab. 72.
73 Bab. 73.
74 Bab. 74.
75 Bab. 75.
76 Bab. 76.
77 Bab. 77.
78 Bab. 78.
79 Bab. 79.
80 Bab. 80.
81 Bab. 81.
82 Bab. 82.
83 Bab. 83.
84 Bab. 84.
85 Bab. 85.
86 Bab. 86.
87 Bab. 87.
88 Bab. 88.
89 Bab. 89.
90 Bab. 90
91 Bab. 91.
92 Bab. 92.
93 Bab. 93.
94 Bab. 94.
95 Bab. 95.
96 Bab. 96.
97 Bab. 97.
98 Bab. 98.
99 Bab. 99.
100 Bab. 100.
101 Bab. 101.
102 Bab. 102.
103 Bab. 103.
104 Bab. 104.
105 Bab. 105.
106 Bab. 106.
107 Bab. 107.
108 Bab. 108.
109 Bab. 109.
110 Bab. 110.
111 Bab. 111.
112 Bab. 112.
113 Bab. 113.
114 Bab. 114.
115 Bab. 115.
116 Bab. 116.
117 Bab. 117.
118 Bab. 118.
119 Bab. 119.
120 Bab. 120.
121 Bab. 121.
122 Bab. 122.
123 Bab. 123.
124 Bab. 124.
125 Bab. 125.
126 Bab. 126.
127 Bab. 127.
128 Bab. 128.
129 Bab. 129.
130 Bab. 130.
131 Bab. 131.
132 Bab. 132.
133 Bab. 133.
134 Bab. 134.
135 Bab. 135.
136 Bab. 136.
137 Bab. 137.
138 Bab. 138.
139 Bab. 139.
140 Bab. 140.
141 Bab. 141.
142 Bab. 142.
143 Bab. 143.
144 Bab. 144.
145 Bab. 145.
146 Bab. 146.
147 Bab. 147.
148 Promo Novel Baru Struggle of Lingga Sari
149 PROMO NOVEL BARU Sukses Setelah Dihina dan Dicerai
150 Promo Novel Baru DEALOVA
Episodes

Updated 150 Episodes

1
Bab. 1.
2
Bab. 2.
3
Bab. 3.
4
Bab. 4.
5
Bab. 5.
6
Bab. 6.
7
Bab. 7.
8
Bab. 8.
9
Bab. 9.
10
Bab. 10.
11
Bab. 11.
12
Bab. 12.
13
Bab. 13.
14
Bab. 14.
15
Bab. 15.
16
Bab. 16.
17
Bab. 17.
18
Bab. 18.
19
Bab. 19.
20
Bab. 20.
21
Bab. 21.
22
Bab. 22.
23
Bab. 23.
24
Bab. 24.
25
Bab. 25.
26
Bab. 26.
27
Bab. 27.
28
Bab. 28.
29
Bab. 29.
30
Bab. 30.
31
Bab. 31.
32
Bab. 32.
33
Bab. 33.
34
Bab. 34.
35
Bab. 35.
36
Bab. 36.
37
Bab. 37.
38
Bab. 38.
39
Bab. 39.
40
Bab. 40.
41
Bab. 41.
42
Bab. 42.
43
Bab. 43.
44
Bab. 44.
45
Bab. 45.
46
Bab. 46.
47
Bab. 47.
48
Bab. 48.
49
Bab. 49.
50
Bab. 50.
51
Bab. 51.
52
Bab. 52.
53
Bab. 53.
54
Bab. 54.
55
Bab. 55
56
Bab. 56.
57
Bab. 57.
58
Bab. 58.
59
Bab. 59.
60
Bab. 60.
61
Bab. 61.
62
Bab. 62.
63
Bab. 63.
64
Bab. 64.
65
Bab. 65.
66
Bab. 66.
67
Bab. 67.
68
Bab. 68.
69
Bab. 69.
70
Bab. 70.
71
Bab. 71.
72
Bab. 72.
73
Bab. 73.
74
Bab. 74.
75
Bab. 75.
76
Bab. 76.
77
Bab. 77.
78
Bab. 78.
79
Bab. 79.
80
Bab. 80.
81
Bab. 81.
82
Bab. 82.
83
Bab. 83.
84
Bab. 84.
85
Bab. 85.
86
Bab. 86.
87
Bab. 87.
88
Bab. 88.
89
Bab. 89.
90
Bab. 90
91
Bab. 91.
92
Bab. 92.
93
Bab. 93.
94
Bab. 94.
95
Bab. 95.
96
Bab. 96.
97
Bab. 97.
98
Bab. 98.
99
Bab. 99.
100
Bab. 100.
101
Bab. 101.
102
Bab. 102.
103
Bab. 103.
104
Bab. 104.
105
Bab. 105.
106
Bab. 106.
107
Bab. 107.
108
Bab. 108.
109
Bab. 109.
110
Bab. 110.
111
Bab. 111.
112
Bab. 112.
113
Bab. 113.
114
Bab. 114.
115
Bab. 115.
116
Bab. 116.
117
Bab. 117.
118
Bab. 118.
119
Bab. 119.
120
Bab. 120.
121
Bab. 121.
122
Bab. 122.
123
Bab. 123.
124
Bab. 124.
125
Bab. 125.
126
Bab. 126.
127
Bab. 127.
128
Bab. 128.
129
Bab. 129.
130
Bab. 130.
131
Bab. 131.
132
Bab. 132.
133
Bab. 133.
134
Bab. 134.
135
Bab. 135.
136
Bab. 136.
137
Bab. 137.
138
Bab. 138.
139
Bab. 139.
140
Bab. 140.
141
Bab. 141.
142
Bab. 142.
143
Bab. 143.
144
Bab. 144.
145
Bab. 145.
146
Bab. 146.
147
Bab. 147.
148
Promo Novel Baru Struggle of Lingga Sari
149
PROMO NOVEL BARU Sukses Setelah Dihina dan Dicerai
150
Promo Novel Baru DEALOVA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!