Bab. 9.

“Kabar apa Mbak? Yang aku tahu kabar hari ini gajian.. aku sudah tidak sabar sore hari tiba, dan dapat amplop berisi uang. Aku sudah janji sama Nenek besok akan ke pasar belanja juga beli kasur dan bantal yang empuk biar tidurnya mimpi indah mbak he... he.. he...” ucap Mawar ni sambil tertawa kecil dan menaruh sepeda nya di dekat Jumilah, akan tetapi Jumilah diam saja dan tampak raut mukanya sedih.

“Mbak kenapa sedih? Apa banyak potongan gaji Mbak Jum?” tanya Mawar ni karena Jumilah pernah mendapat potongan gaji karena cash bon.

“Mbak Jum bisa pinjam uang ku dulu kalau butuh, Mbak, aku masih ada kalau buat belanja keperluan harian. Beli kasur bisa besuk besuk.” Ucap Mawar Ni sambil menatap Jumilah.

“Terima kasih Ni, alhamdullilah gaji ku ga terkena potongan. Tapi aku khawatir jika nanti gaji terakhir kali, aku dengar dengar akan ada pengurangan karyawan, aku takut Ni kena PHK.” Ucap Jumilah pelan dengan nada dan ekspresi wajah yang masih sedih.

Mawar ni pun tampak kaget sebab dia tidak mendengar berita itu..

“Semoga hoax mbak berita itu..” ucap Mawar ni yang ekspresi wajahnya juga jadi sedih bagaimana pun dia juga khawatir karena banyak berita tentang perusahaan perusahaan yang melakukan PHK pada karyawannya, yang dia baca berita berita di media sosialnya..

“Mbak Jum dapat kabar dari siapa?” tanya Mawar ni selanjutnya sambil terus melangkah di samping Jumilah menuju ke ruang produksi..

“Kang Jatno.” Ucap Jumilah pelan.. Jantung Mawar ni pun semakin berdebar debar karena Kang Jatno adalah petugas cleaning service di bagian kantor administrasi dan HRD.

“Mungkin dia sudah dengar pembicaraan orang kantor Ni, aku juga berpikir ada polisi hari ini untuk menjaga keamanan pabrik khawatir ada yang demo saat nanti ada pengumuman Ni..” ucap Jumilah sambil terus melangkah di samping Mawar ni..

“Semoga kita tidak kena PHK mbak, aku sudah bisa membuat lebih banyak bulu mata, pelanggan pijit dan kerik juga sudah lumayan.” Ucap Mawar ni yang keringat dingin nya pun mulai keluar dari pori pori tubuhnya, bagaimana pun dia juga khawatir jika terkena PHK.

Waktu pun terus berlalu, di saat istirahat Mawar ni dapat orderan untuk mengerik dan memijit temannya yang pusing. Mereka berada di dalam ruang yang digunakan untuk para karyawan perempuan beristirahat. Satu ruangan yang seluruh lantai nya terhampar tikar. Di dalam ruang itu ada beberapa karyawan perempuan yang sedang beristirahat makan siang atau sejenak membaringkan tubuhnya.

Mereka berkasak kusuk membahas berita tentang ada nya pengurangan karyawan. Berita sudah beredar di banyak karyawan, meskipun belum ada pengumuman resmi.

“Apa benar sih Mbak akan ada pengurangan karyawan?” tanya Mawar ni pada teman perempuannya yang kini sedang di kerik

“Aku juga tidak tahu Ni tapi berita dari mulut ke mulut sudah beredar.. aku sampai pusing mikirin, aku takut kena phk Ni, anak anakku butuh biaya butuh makan butuh biaya sekolah, bayar listrik bayar pajak motor. Suami ku nganggur tidak kerja..” ucap teman Mawar ni yang memunggungi Mawar ni sebab punggungnya sedang di kerik..

“Kata kata nya sih karena sekarang banyak pabrik bulu mata juga di luar negeri, juga di kota kota lain.. jadi persaingan ketat.. permintaan produksi berkurang... “ ucap salah seorang karyawan lain yang juga sedang beristirahat di ruang itu.

“Semoga kita tidak terkena PHK, aku juga sedih kalau kena phk, baru beberapa bulan menikmati gaji lumayan..” ucap Mawar ni yang kini memijit mijit temannya itu karena tubuh temannya sudah selesai di kerik.

Setelah selesai dipijit, temannya itu mengeluarkan uang dua puluh ribu rupiah dari dompet nya.. Mawar ni memang tidak memasang tarif dia terima berapa saja uang dari teman teman yang minta di kerik dan dipijat..

“Ni, terima kasih ya.. sudah lumayan , kepala sudah tidak pusing lagi. Aku Cuma bisa kasih ini, lihat dompet ku tinggal ini uangnya. Nanti kalau sudah gajian aku tambah.” Ucap teman Mawar Ni itu sambil menunjukkan dompet nya yang kosong setelah uang dua puluhan ribu dia tarik dari dompetnya..

“Mbak, ga usah mbak, simpan saja uangnya. Aku gratiskan kali ini mbak...” ucap Mawar ni dengan tulus, dia tidak tega pada pada temannya yang kebutuhannya lebih banyak dari dirinya dan juga dalam bahaya kena PHK.

“Terima kasih ya Ni, semoga rejeki mu lancar..” ucap temannya itu.

“ Aaaminnnn Mbak, semoga kita tidak kena PHK..” ucap Mawar Ni sambil membersihkan tangan nya dengan hand sanitizer yang ada di dalam ruang itu.

“Aaamminnnnn.” Ucap orang orang di dalam ruang itu..

Setelah jam istirahat selesai mereka semua segera masuk ke dalam ruang produksi untuk melanjutkan pekerjaan. Di ruang itu tampak beda dari biasanya, ruang tampak lebih hening dan semua serius bekerja, tetapi pikiran mereka semua berputar putar memikirkan nasib ke depannya.

Dan tidak seperti biasanya juga Pak Mandor datang siang hari setelah jam istirahat.. Pak Mandor melangkah dengan cepat dan bibir tanpa tersenyum seperti biasanya . Di tangan Pak Mandor tampak membawa satu map berwarna biru..

“Ada apa Li?” tanya Mawar ni memecah keheningan di meja rombongan Mawar Ni.

“Kalau bawa map begitu biasanya akan ada pengumuman Ni.” Jawab Dahlia sambil menatap sosok Pak Mandor.

Sesaat kemudian...

“Yang saya panggil namanya harap segera ke ruang pertemuan karyawan.” Ucap Pak Mandor dengan serius.. Lalu dia pun menyebut nama nama... semua karyawan di ruang itu memasang telinga untuk mendengar suara Pak Mandor.. mereka semua jantungnya berdebar debar lebih kencang...

“Yuliani, Amarti, Murtiningsih, Rahayu, Aisyah, Zulfa, Lestari, Erni,..... Jumilah, Mawar ni,...”

Jantung Mawar ni berdetak semakin kencang, keringat dingin pun mulai keluar dari sekujur tubuhnya, perasaan tidak nyaman mulai menyerang dirinya...

“Li, namaku disebut aku terkena PHK apa ya?” gumam Mawar ni yang sudah mulai lemas tubuhnya..

“Belum tentu Ni, mungkin akan dapat pengarahan dari Pak Menejer, Bu Direktur atau pemilik pabrik. Sudah cepat sana keluar.” Ucap Dahlia karena teman teman yang disebut namanya sudah bangkit berdiri dan keluar dari ruangan. Orang yang tadi di kerik oleh Mawar ni pun juga ikut dipanggil namanya. Sedang Pak Mandor sudah keluar dari ruangan menuju ke ruang bagian produksi lainnya..

Beberapa menit kemudian Mawar Ni dan teman teman nya sudah sampai di ruang pertemuan yang ditentukan. Di ruang itu sudah banyak karyawan yang duduk di kursi lipat berwarna merah.. Mawar ni duduk di samping Jumilah. Tidak hanya karyawan wanita banyak juga karyawan laki laki berada di dalam ruangan itu.

Sesaat dari pintu ruang itu muncul sosok satu perempuan kira kira berusia empat puluh tahun. Perempuan itu memakai blazer dan berkaca mata. Dia lah Ibu Direktur pabrik bulu mata itu. Di belakang Bu Direktur berjalan satu orang laki laki dan satu perempuan yang tidak lain adalah bendahara pabrik dan kasir, di pintu ruang berdiri dua polisi dan dua satpam.

“Assalamualaikum...” ucap Bu Direktur

“Wa’alaikummussalam.....” ucap semua karyawan di ruang itu

“Selamat siang semua karyawan dan karyawati tercinta, kami sangat senang sudah menjalin kerja sama dengan kalian semua. Akan tetapi kami dengan sangat berat hati harus menyampaikan hal ini. Kondisi ekonomi dunia semakin memburuk ditambah banyaknya persaingan, menyebabkan permintaan produksi menurun drastis.. oleh sebab itu kami harus melakukan pengurangan tenaga kerja untuk saat ini. Dan kalian semua jangan berkecil hati jika kondisi ekonomi sudah membaik dan permintaan kembali stabil kami akan mengundang kalian lagi untuk bekerja sama dengan kami.”

Suasana di ruang itu, langsung menjadi heboh ada yang menangis ada juga yang berteriak teriak protes.

Terpopuler

Comments

Bzaa

Bzaa

ya ampun...

2024-12-06

1

🍵𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎🦈

🍵𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎🦈

ya allah baru merasa hasil nha ehhh tiba2 kena phk ksihan sekLi

2024-10-27

0

⍣⃝ꉣꉣAndini Andana

⍣⃝ꉣꉣAndini Andana

cuma 6 bln doang kerja disitu ya Ni /Cry/ sabaaar Ni, pasti ada jalan /Determined/

2024-10-10

4

lihat semua
Episodes
1 Bab. 1.
2 Bab. 2.
3 Bab. 3.
4 Bab. 4.
5 Bab. 5.
6 Bab. 6.
7 Bab. 7.
8 Bab. 8.
9 Bab. 9.
10 Bab. 10.
11 Bab. 11.
12 Bab. 12.
13 Bab. 13.
14 Bab. 14.
15 Bab. 15.
16 Bab. 16.
17 Bab. 17.
18 Bab. 18.
19 Bab. 19.
20 Bab. 20.
21 Bab. 21.
22 Bab. 22.
23 Bab. 23.
24 Bab. 24.
25 Bab. 25.
26 Bab. 26.
27 Bab. 27.
28 Bab. 28.
29 Bab. 29.
30 Bab. 30.
31 Bab. 31.
32 Bab. 32.
33 Bab. 33.
34 Bab. 34.
35 Bab. 35.
36 Bab. 36.
37 Bab. 37.
38 Bab. 38.
39 Bab. 39.
40 Bab. 40.
41 Bab. 41.
42 Bab. 42.
43 Bab. 43.
44 Bab. 44.
45 Bab. 45.
46 Bab. 46.
47 Bab. 47.
48 Bab. 48.
49 Bab. 49.
50 Bab. 50.
51 Bab. 51.
52 Bab. 52.
53 Bab. 53.
54 Bab. 54.
55 Bab. 55
56 Bab. 56.
57 Bab. 57.
58 Bab. 58.
59 Bab. 59.
60 Bab. 60.
61 Bab. 61.
62 Bab. 62.
63 Bab. 63.
64 Bab. 64.
65 Bab. 65.
66 Bab. 66.
67 Bab. 67.
68 Bab. 68.
69 Bab. 69.
70 Bab. 70.
71 Bab. 71.
72 Bab. 72.
73 Bab. 73.
74 Bab. 74.
75 Bab. 75.
76 Bab. 76.
77 Bab. 77.
78 Bab. 78.
79 Bab. 79.
80 Bab. 80.
81 Bab. 81.
82 Bab. 82.
83 Bab. 83.
84 Bab. 84.
85 Bab. 85.
86 Bab. 86.
87 Bab. 87.
88 Bab. 88.
89 Bab. 89.
90 Bab. 90
91 Bab. 91.
92 Bab. 92.
93 Bab. 93.
94 Bab. 94.
95 Bab. 95.
96 Bab. 96.
97 Bab. 97.
98 Bab. 98.
99 Bab. 99.
100 Bab. 100.
101 Bab. 101.
102 Bab. 102.
103 Bab. 103.
104 Bab. 104.
105 Bab. 105.
106 Bab. 106.
107 Bab. 107.
108 Bab. 108.
109 Bab. 109.
110 Bab. 110.
111 Bab. 111.
112 Bab. 112.
113 Bab. 113.
114 Bab. 114.
115 Bab. 115.
116 Bab. 116.
117 Bab. 117.
118 Bab. 118.
119 Bab. 119.
120 Bab. 120.
121 Bab. 121.
122 Bab. 122.
123 Bab. 123.
124 Bab. 124.
125 Bab. 125.
126 Bab. 126.
127 Bab. 127.
128 Bab. 128.
129 Bab. 129.
130 Bab. 130.
131 Bab. 131.
132 Bab. 132.
133 Bab. 133.
134 Bab. 134.
135 Bab. 135.
136 Bab. 136.
137 Bab. 137.
138 Bab. 138.
139 Bab. 139.
140 Bab. 140.
141 Bab. 141.
142 Bab. 142.
143 Bab. 143.
144 Bab. 144.
145 Bab. 145.
146 Bab. 146.
147 Bab. 147.
148 Promo Novel Baru Struggle of Lingga Sari
149 PROMO NOVEL BARU Sukses Setelah Dihina dan Dicerai
150 Promo Novel Baru DEALOVA
Episodes

Updated 150 Episodes

1
Bab. 1.
2
Bab. 2.
3
Bab. 3.
4
Bab. 4.
5
Bab. 5.
6
Bab. 6.
7
Bab. 7.
8
Bab. 8.
9
Bab. 9.
10
Bab. 10.
11
Bab. 11.
12
Bab. 12.
13
Bab. 13.
14
Bab. 14.
15
Bab. 15.
16
Bab. 16.
17
Bab. 17.
18
Bab. 18.
19
Bab. 19.
20
Bab. 20.
21
Bab. 21.
22
Bab. 22.
23
Bab. 23.
24
Bab. 24.
25
Bab. 25.
26
Bab. 26.
27
Bab. 27.
28
Bab. 28.
29
Bab. 29.
30
Bab. 30.
31
Bab. 31.
32
Bab. 32.
33
Bab. 33.
34
Bab. 34.
35
Bab. 35.
36
Bab. 36.
37
Bab. 37.
38
Bab. 38.
39
Bab. 39.
40
Bab. 40.
41
Bab. 41.
42
Bab. 42.
43
Bab. 43.
44
Bab. 44.
45
Bab. 45.
46
Bab. 46.
47
Bab. 47.
48
Bab. 48.
49
Bab. 49.
50
Bab. 50.
51
Bab. 51.
52
Bab. 52.
53
Bab. 53.
54
Bab. 54.
55
Bab. 55
56
Bab. 56.
57
Bab. 57.
58
Bab. 58.
59
Bab. 59.
60
Bab. 60.
61
Bab. 61.
62
Bab. 62.
63
Bab. 63.
64
Bab. 64.
65
Bab. 65.
66
Bab. 66.
67
Bab. 67.
68
Bab. 68.
69
Bab. 69.
70
Bab. 70.
71
Bab. 71.
72
Bab. 72.
73
Bab. 73.
74
Bab. 74.
75
Bab. 75.
76
Bab. 76.
77
Bab. 77.
78
Bab. 78.
79
Bab. 79.
80
Bab. 80.
81
Bab. 81.
82
Bab. 82.
83
Bab. 83.
84
Bab. 84.
85
Bab. 85.
86
Bab. 86.
87
Bab. 87.
88
Bab. 88.
89
Bab. 89.
90
Bab. 90
91
Bab. 91.
92
Bab. 92.
93
Bab. 93.
94
Bab. 94.
95
Bab. 95.
96
Bab. 96.
97
Bab. 97.
98
Bab. 98.
99
Bab. 99.
100
Bab. 100.
101
Bab. 101.
102
Bab. 102.
103
Bab. 103.
104
Bab. 104.
105
Bab. 105.
106
Bab. 106.
107
Bab. 107.
108
Bab. 108.
109
Bab. 109.
110
Bab. 110.
111
Bab. 111.
112
Bab. 112.
113
Bab. 113.
114
Bab. 114.
115
Bab. 115.
116
Bab. 116.
117
Bab. 117.
118
Bab. 118.
119
Bab. 119.
120
Bab. 120.
121
Bab. 121.
122
Bab. 122.
123
Bab. 123.
124
Bab. 124.
125
Bab. 125.
126
Bab. 126.
127
Bab. 127.
128
Bab. 128.
129
Bab. 129.
130
Bab. 130.
131
Bab. 131.
132
Bab. 132.
133
Bab. 133.
134
Bab. 134.
135
Bab. 135.
136
Bab. 136.
137
Bab. 137.
138
Bab. 138.
139
Bab. 139.
140
Bab. 140.
141
Bab. 141.
142
Bab. 142.
143
Bab. 143.
144
Bab. 144.
145
Bab. 145.
146
Bab. 146.
147
Bab. 147.
148
Promo Novel Baru Struggle of Lingga Sari
149
PROMO NOVEL BARU Sukses Setelah Dihina dan Dicerai
150
Promo Novel Baru DEALOVA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!