Bab. 6.

Mawar Ni pun berhenti di pinggir jalan. Beberapa buruh laki laki yang tadi mengikuti Mawar Ni dan Jumilah mengayuh sepeda mereka perlahan lahan bagai menunggu Mawar ni.

Dengan cepat Mawar Ni mengambil hand phone dari tas cangklongnya, dia khawatir tetangga menghubungi dirinya karena Nenek Sakit. Saat hand phone diambil sudah tidak ada lagi suara dering hand phone. Mawar Ni pun melihat siapa yang tadi menghubungi dirinya.

“Dahlia.” Gumam Mawar Ni saat membaca yang melakukan panggilan tidak terjawab adalah Dahlia. Di aplikasi chatting pun Dahlia mengirim beberapa chat. Dengan cepat Mawar Ni membuka pesan chat Dahlia.

“Ni.”

“Awas kalau Kamu cerita aku sedang pergi dengan Mas Jodie. “

“Jangan pernah cerita sekalipun dengan Nenek Marmi.”

Mawar ni pun lalu memasukkan lagi hand phone ke tas cangklongnya. Dan dia pun segera mengayuh sepedanya dengan cepat. Jumilah sudah jauh di depan sana..

“Dahlia kenapa pakai mengancam segala sih? Apa dia memang jadi pelakor? Macam tidak ada laki laki lain saja. Nenek melarang aku kerja di pabrik apa jangan jangan Nenek malah sudah tahu.” Gumam Mawar Ni sambil terus mengayuh sepeda dengan cepat, menyalip beberapa buruh laki laki yang bersepeda.

“Cewek.. Jangan cepat cepat dong.. tadi aku tunggu kok sekarang malah ninggal..” ucap seorang buruh laki laki yang tadi terus mengikuti Mawar Ni.

“Mungkin sudah sangat lapar dia, atau sudah ditunggu pacarnya.” Ucap buruh laki laki lainnya.

Mawar ni tidak menghiraukan. Pikirannya bercabang cabang ingin segera ketemu Nenek, penasaran dengan hubungan Dahlia dan Jodie, Pak Mandor yang genit dan juga rasa sedihnya sebab hari ini dia hanya bisa membuat lima pasang bulu mata. Sehari dari subuh hingga matahari terbenam Cuma bisa mengumpulkan uang lima ribu rupiah.

Namun tiba tiba..

KREK

Dan sepeda Mawar Ni pun tidak bisa berjalan.

“Sial.” Gumam Mawar ni dan segera turun dari sepedanya.

“Makanya jangan cepat cepat mengayuh sepedanya.” Ucap buruh laki laki yang sejak tadi mengikuti dan dua orang dari mereka pun berhenti di dekat sepeda Mawar Ni.

Mawar Ni telah menepikan sepedanya dan dia duduk jongkok untuk membetulkan rantai sepedanya yang copot.

“Sini aku bantu, kamu saudara Dahlia kan?” ucap salah satu dari dua buruh laki laki yang berhenti di dekat Mawar Ni .

“Terima kasih, tidak usah, aku sudah biasa membetulkan sendiri rantai sepedaku ini.” Ucap Mawar Ni sambil terus membetulkan rantai sepedanya. Dia tidak menghiraukan tangannya menjadi kotor terkena debu dan oli dari rantai sepeda nya itu. Sebab tangan Mawar Ni sudah terbiasa memegang barang barang kotor. Memegang kompos atau pupuk kandang pun dia sudah terbiasa.

Dua pemuda buruh pabrik bulu mata palsu itu tampak kagum dengan Mawar Ni , gadis yang tampak berbeda dengan gadis gadis pada umumnya. Dua pemuda buruh itu masih saja menunggui Mawar Ni.

Dan benar tidak lama kemudian rantai sepeda Mawar Ni itu sudah kembali terpasang. Salah satu dari dua buruh laki laki itu membuka tas kecil miliknya lalu mengambil sesuatu dan diulurkan pada Mawar ni.

“Pakailah untuk membersihkan tanganmu. Namaku Rian dan ini temanku namanya Dito.” Ucap pemuda yang bernama Rian itu sambil mengulurkan sapu tangan handuk ke Mawar Ni agar dipakai untuk membersihkan tangan Mawar ni.

“Terima kasih, tidak usah nanti sapu tangan kamu menjadi kotor.” Ucap Mawar Ni sambil bangkit berdiri dan melangkah menuju ke sebatang pohon lalu mengusap usap tangan kotornya ke batang pohon itu. Rian dan Dito pun tersenyum. Mawar Ni pun mengenalkan namanya dan dia kembali mengayuh sepedanya. Rian dan Dito terus mengikuti sepeda Mawar ni meskipun mereka berdua berbeda dusun dengan dusun tempat tinggal Mawar ni.

Sementara itu Nenek di rumah sejak jam empat sore sudah mondar mandir terus dari pintu rumah menuju ke jalan depan rumahnya untuk melihat apa Mawar Ni sudah pulang.

“Kok belum pulang juga ya, padahal buruh buruh yang lain sudah lewat.” Gumam Nenek sambil melihat ke jalan arah menuju ke lokasi pabrik bulu mata. Beberapa buruh pabrik bulu mata memang lewat di depan jalan itu. Termasuk juga Jumilah.

“Jumilah sudah sejak tadi lewat, kok katanya Mawar ni menerima telepon dulu telepon dari siapa.” Gumam Nenek Marmi dengan gelisah. Sesaat kemudian...

“Hei.. Mbak lihat cucuku tidak?” tanya Nenek pada seorang wanita berseragam karyawan pabrik bulu mata yang tengah lewat di jalan dengan mengayuh sepeda.

“Di belakang Nek.” Jawabnya yang memang sudah mengenal Mawar ni. Nenek terus saja berdiri dengan gelisah sebab sejauh mata memandang tidak melihat sosok Mawar ni mengayuh sepeda.

Beberapa menit kemudian Nenek Marmi tampak lega sebab sosok cucu yang dinanti nanti sudah terlihat oleh matanya. Nenek masih terus berdiri menunggu, dan tidak lama kemudian..

“Sampai ketemu besok ya Ni...” teriak Rian dan Dito sambil terus mengayuh sepedanya tidak lupa menganggukkan kepala dan ter senyum pada Nenek Marmi yang terlihat matanya melotot karena kaget belum pernah melihat dua laki laki yang bersama dengan Mawar Ni .

“Nek..” ucap Mawar Ni yang sudah turun dari sepeda nya sambil mengulurkan tangan kanannya untuk salim pada Sang Nenek.

“Kamu itu baru kerja sehari sudah ngondol dua laki laki.” Ucap Nenek sambil berjalan di belakang Mawar ni.

“Ih.. Nenek emang aku kucing he... he... mereka yang mengikuti aku Nek.”

“Hati hati kamu Ni.. perjalanan dari pabrik ke rumah, kamu melewati lahan persawahan yang sangat luas dan sangat sepi kalau sudah maghrib. Kamu jangan lama lama kalau sudah jam pulang ya terus pulang.”

“Iya Nek.” Ucap Mawar ni sambil memasukkan sepeda nya ke dalam rumah.

“Kamu tadi telepon telepon sama siapa? Kata Jumilah kamu tadi berhenti telepon telepon dulu.”

“Ooo Dahlia, Nek..” ucap Mawar ni lalu melangkah ke dapur dan terus melangkah keluar dari rumah dari pintu belakang untuk pergi mandi, sebab kamar mandi memang terletak di tempat terpisah dari rumah.

Waktu pun berlalu di malam hari setelah makan, Mawar ni tampak diam saja duduk di tepi balai balai di dalam rumah itu. Wajah Mawar Ni tidak seceria tadi pagi, yang penuh harapan. Nenek melihat perubahan ekspresi wajah Mawar ni..

“Kamu capek ya Ni? Sini Nenek pijiti ya...” ucap Nenek sambil memegang pundak Mawar ni lalu kedua tangan Nenek memijit mijit pelan pundak dan punggung Mawar ni.

“Nek ternyata sulit membuat bulu mata palsu, mudah menanam padi Nek tinggal memasukkan tanaman ke tanah.. blek blek.. dlesep dlesep selesai . Ini rumit banget Nek, harus rapi, lengkung harus pas, jarak harus sama kecil kecil banget lagi barangnya.. “ ucap Mawar ni yang masih meratapi nasib nya yang seharian hanya bisa membuat lima pasang bulu mata palsu .

“Lah bukannya menanam padi juga jarak harus sama harus rapi juga...” ucap Nenek sambil terus memijit mijit punggung Mawar ni.

“Iya Nek tapi kan kalau menanam padi barangnya gede gede, selisih jarak lima centi saja tidak terlihat.. Lha ini barangnya saja panjang Cuma tiga centi meter Nek, ukuran jaraknya mili meter.. mataku sampai perih...”

“Njlimet ya Ni? Ya sabar Ni, kalau kamu sudah niat bekerja di pabrik ya ditekuni nanti lama lama juga akan terbiasa. Tapi pesanku kamu harus hati hati jangan termakan bujuk rayu laki laki apalagi lagi laki laki beristri...” ucap Nenek sambil terus memijit punggung Mawar ni.

DEG

Jantung Mawar ni terasa berhenti.

“Apa Nenek sudah tahu kalau Dahlia pacaran dengan Mas Jodie..” gumam Mawar Ni di dalam hati.

Nenek masih terus memijit mijit punggung Mawar ni dengan penuh kasih sayang..

Akan tetapi tiba tiba mata Mawar ni melihat ada satu barang yang dianggap nya aneh di atas meja . Sebuah buku yang tampak warna kertasnya sudah kecoklat coklatan.

“Nek kitab apa itu di atas meja?” tanya Mawar ni pada Sang Nenek sambil tatapan mata tertuju pada sebuah buku tebal kusam kecoklatan coklatan.

Terpopuler

Comments

Siti Naimah

Siti Naimah

jadi ikutan sedih deh..mawar ni bikin bulu mata palsu seharian cuma dapat lima..yang penting jangan putus asa dalam mencari penghidupan...keep semangat

2024-12-23

2

Bzaa

Bzaa

jdi makin penasaran

2024-12-06

1

🍵𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎🦈

🍵𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎🦈

apakah ituuuu mari kita simak kisah selanjutnya

2024-10-27

0

lihat semua
Episodes
1 Bab. 1.
2 Bab. 2.
3 Bab. 3.
4 Bab. 4.
5 Bab. 5.
6 Bab. 6.
7 Bab. 7.
8 Bab. 8.
9 Bab. 9.
10 Bab. 10.
11 Bab. 11.
12 Bab. 12.
13 Bab. 13.
14 Bab. 14.
15 Bab. 15.
16 Bab. 16.
17 Bab. 17.
18 Bab. 18.
19 Bab. 19.
20 Bab. 20.
21 Bab. 21.
22 Bab. 22.
23 Bab. 23.
24 Bab. 24.
25 Bab. 25.
26 Bab. 26.
27 Bab. 27.
28 Bab. 28.
29 Bab. 29.
30 Bab. 30.
31 Bab. 31.
32 Bab. 32.
33 Bab. 33.
34 Bab. 34.
35 Bab. 35.
36 Bab. 36.
37 Bab. 37.
38 Bab. 38.
39 Bab. 39.
40 Bab. 40.
41 Bab. 41.
42 Bab. 42.
43 Bab. 43.
44 Bab. 44.
45 Bab. 45.
46 Bab. 46.
47 Bab. 47.
48 Bab. 48.
49 Bab. 49.
50 Bab. 50.
51 Bab. 51.
52 Bab. 52.
53 Bab. 53.
54 Bab. 54.
55 Bab. 55
56 Bab. 56.
57 Bab. 57.
58 Bab. 58.
59 Bab. 59.
60 Bab. 60.
61 Bab. 61.
62 Bab. 62.
63 Bab. 63.
64 Bab. 64.
65 Bab. 65.
66 Bab. 66.
67 Bab. 67.
68 Bab. 68.
69 Bab. 69.
70 Bab. 70.
71 Bab. 71.
72 Bab. 72.
73 Bab. 73.
74 Bab. 74.
75 Bab. 75.
76 Bab. 76.
77 Bab. 77.
78 Bab. 78.
79 Bab. 79.
80 Bab. 80.
81 Bab. 81.
82 Bab. 82.
83 Bab. 83.
84 Bab. 84.
85 Bab. 85.
86 Bab. 86.
87 Bab. 87.
88 Bab. 88.
89 Bab. 89.
90 Bab. 90
91 Bab. 91.
92 Bab. 92.
93 Bab. 93.
94 Bab. 94.
95 Bab. 95.
96 Bab. 96.
97 Bab. 97.
98 Bab. 98.
99 Bab. 99.
100 Bab. 100.
101 Bab. 101.
102 Bab. 102.
103 Bab. 103.
104 Bab. 104.
105 Bab. 105.
106 Bab. 106.
107 Bab. 107.
108 Bab. 108.
109 Bab. 109.
110 Bab. 110.
111 Bab. 111.
112 Bab. 112.
113 Bab. 113.
114 Bab. 114.
115 Bab. 115.
116 Bab. 116.
117 Bab. 117.
118 Bab. 118.
119 Bab. 119.
120 Bab. 120.
121 Bab. 121.
122 Bab. 122.
123 Bab. 123.
124 Bab. 124.
125 Bab. 125.
126 Bab. 126.
127 Bab. 127.
128 Bab. 128.
129 Bab. 129.
130 Bab. 130.
131 Bab. 131.
132 Bab. 132.
133 Bab. 133.
134 Bab. 134.
135 Bab. 135.
136 Bab. 136.
137 Bab. 137.
138 Bab. 138.
139 Bab. 139.
140 Bab. 140.
141 Bab. 141.
142 Bab. 142.
143 Bab. 143.
144 Bab. 144.
145 Bab. 145.
146 Bab. 146.
147 Bab. 147.
148 Promo Novel Baru Struggle of Lingga Sari
149 PROMO NOVEL BARU Sukses Setelah Dihina dan Dicerai
150 Promo Novel Baru DEALOVA
Episodes

Updated 150 Episodes

1
Bab. 1.
2
Bab. 2.
3
Bab. 3.
4
Bab. 4.
5
Bab. 5.
6
Bab. 6.
7
Bab. 7.
8
Bab. 8.
9
Bab. 9.
10
Bab. 10.
11
Bab. 11.
12
Bab. 12.
13
Bab. 13.
14
Bab. 14.
15
Bab. 15.
16
Bab. 16.
17
Bab. 17.
18
Bab. 18.
19
Bab. 19.
20
Bab. 20.
21
Bab. 21.
22
Bab. 22.
23
Bab. 23.
24
Bab. 24.
25
Bab. 25.
26
Bab. 26.
27
Bab. 27.
28
Bab. 28.
29
Bab. 29.
30
Bab. 30.
31
Bab. 31.
32
Bab. 32.
33
Bab. 33.
34
Bab. 34.
35
Bab. 35.
36
Bab. 36.
37
Bab. 37.
38
Bab. 38.
39
Bab. 39.
40
Bab. 40.
41
Bab. 41.
42
Bab. 42.
43
Bab. 43.
44
Bab. 44.
45
Bab. 45.
46
Bab. 46.
47
Bab. 47.
48
Bab. 48.
49
Bab. 49.
50
Bab. 50.
51
Bab. 51.
52
Bab. 52.
53
Bab. 53.
54
Bab. 54.
55
Bab. 55
56
Bab. 56.
57
Bab. 57.
58
Bab. 58.
59
Bab. 59.
60
Bab. 60.
61
Bab. 61.
62
Bab. 62.
63
Bab. 63.
64
Bab. 64.
65
Bab. 65.
66
Bab. 66.
67
Bab. 67.
68
Bab. 68.
69
Bab. 69.
70
Bab. 70.
71
Bab. 71.
72
Bab. 72.
73
Bab. 73.
74
Bab. 74.
75
Bab. 75.
76
Bab. 76.
77
Bab. 77.
78
Bab. 78.
79
Bab. 79.
80
Bab. 80.
81
Bab. 81.
82
Bab. 82.
83
Bab. 83.
84
Bab. 84.
85
Bab. 85.
86
Bab. 86.
87
Bab. 87.
88
Bab. 88.
89
Bab. 89.
90
Bab. 90
91
Bab. 91.
92
Bab. 92.
93
Bab. 93.
94
Bab. 94.
95
Bab. 95.
96
Bab. 96.
97
Bab. 97.
98
Bab. 98.
99
Bab. 99.
100
Bab. 100.
101
Bab. 101.
102
Bab. 102.
103
Bab. 103.
104
Bab. 104.
105
Bab. 105.
106
Bab. 106.
107
Bab. 107.
108
Bab. 108.
109
Bab. 109.
110
Bab. 110.
111
Bab. 111.
112
Bab. 112.
113
Bab. 113.
114
Bab. 114.
115
Bab. 115.
116
Bab. 116.
117
Bab. 117.
118
Bab. 118.
119
Bab. 119.
120
Bab. 120.
121
Bab. 121.
122
Bab. 122.
123
Bab. 123.
124
Bab. 124.
125
Bab. 125.
126
Bab. 126.
127
Bab. 127.
128
Bab. 128.
129
Bab. 129.
130
Bab. 130.
131
Bab. 131.
132
Bab. 132.
133
Bab. 133.
134
Bab. 134.
135
Bab. 135.
136
Bab. 136.
137
Bab. 137.
138
Bab. 138.
139
Bab. 139.
140
Bab. 140.
141
Bab. 141.
142
Bab. 142.
143
Bab. 143.
144
Bab. 144.
145
Bab. 145.
146
Bab. 146.
147
Bab. 147.
148
Promo Novel Baru Struggle of Lingga Sari
149
PROMO NOVEL BARU Sukses Setelah Dihina dan Dicerai
150
Promo Novel Baru DEALOVA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!