6. Satu selera

Aza masih memantau meski raganya kini berada di toilet. Ia tidak kebelet ataupun memang sedang benar-benar ingin mainan air. Ia hanya menunggu sampai lelaki yang bernama Jagat itu pergi dengan sendirinya. Hanya saja jangan sampai subuh! Aza menghentakan kakinya gemas ingin keluar.

Sementara disana, ditempatnya...bunda sudah geram dengan Aza. Bahkan beberapa kali wanita paruh baya nan cantik ini menghubungi Aza, namun Aza hanya membiarkan panggilannya begitu saja.

Jagat memperhatikan bunda Indah yang komat-kamit kesal pada Aza sang putri.

Ini anak kebiasaan banget deh! Pasti ke toilet kalo lagi ditungguin...makan apa sih?!

Jagat terkekeh tanpa suara melihatnya, bukan ia yang genit memperhatikan bunda Indah, namun ia hanya sedang mengira-ngira saja, seperti apa kiranya wajah Aza. Kemungkinan tak berbeda jauh dengan bunda Indah. Ia mengangguk kagum, jujurly...bunda Indah memiliki paras yang rupawan.

Dari sampingnya, Dika sudah mencolek-colek lengan, "mau ditungguin sampai bedug subuh?" cibirnya. Baru sadar! Jagat melihat jam di tangannya, "bu, maaf... Mungkin sepertinya hari ini belum jodoh. Kebetulan saya sedang menemani rekan membeli kebutuhan untuk nanti setelah magrib, kami akan dinas luar..." ujar Jagat tak enak hati, sebenarnya ia pun cukup kecewa karena tak dapat bertemu dengan Aza. Ia cukup penasaran dengan sosok gadis bernama Azalea Kamila.

"Yaaa...maaf ya Jagat. Emang dasar nih Aza. Suka kadang-kadang begitu, padahal bunda maunya kalian ketemu sebelum sama-sama pergi, biar nanti bisa kerasa kangennya. kebetulan banget kan padahal kita ketemu gini...jodoh!"

Jagat tersenyum getir, hm jodoh ya...

"Iya bu. Ngga apa-apa, lain kali nanti bisa ketemu..." jawabnya. Bunda menyarangkan usapannya di lengan Jagat meskipun ia harus sedikit meraih ke atas karena perbedaan tinggi badan.

"Insya Allah...kamu hati-hati ya nak, jaga kesehatan, jaga diri, jaga hati juga buat Aza..." kekeh bunda berpesan. Jagat tersenyum meraih tangan bunda begitu sopan dan hormat, semakin membuat bunda sayang jika harus kehilangan calon mantu seperti Jagat.

"InsyaAllah bu."

"Ahhhh,,,ngga rela bener deh...kenapa harus pada pergi sebelum ketemu gini sih, si Aza bener-bener deh! Kebangetan!" omelnya lagi pada sang putri di depan Jagat yang kemudian membalasnya dengan tawa, "ngga apa-apa bu, Aza nya jangan dimarahi. Kalau begitu saya duluan bu..." tukasnya karena sedari tadi Dika sudah kembali mencolek-colek dirinya.

"Assalamu'alaikum."

"Wa'alaikumsalam."

"Calon mertua...hm, saya jadi iri sama kamu, Gat." Ujar Dika ketika mereka sudah berlalu.

Jagat memasukan tangannya ke saku celana, hanya menanggapi ucapan Dika dengan senyuman tipis. Ia menyesal sekarang, apakah kini ia merasa mendustakan nikmat Allah yang sudah diberikan, seharusnya ia bersyukur Allah masih memberinya jodoh yang memiliki orangtua penyayang seperti bunda Indah tadi. Seharusnya ia bersyukur calon jodoh yang telah dipilih ibu dan bapak adalah wanita yang lahir dari keluarga baik-baik seperti bunda Indah dan ayah Lukman, bukan malah kabur membuat bapak dan ibu kecewa, apalagi jika mereka tau alasan sebenarnya ia bertugas ke Kongo.

Jagat hanya bisa menggeleng seraya mengalihkan pikirannya dengan memandang ke sekeliling, namun tak sengaja matanya tertumbuk pada toko yang sedang ia lewati bersama Dika.

...**REIGER** ...

...**Tropical Adventure**...

Dengan tanda segitiga seperti gunung menjadi logonya.

"Dik, mampir kesini dulu sebentar...." ajaknya menunjuk pintu kaca yang baru saja di dorong dari dalam mengeluarkan dua orang lelaki sambil membawa tentengan paper bag.

"Oh, kamu mau belanja Gat?"

"Hanya melihat-lihat saja dulu, biar tau harganya." jawab Jagat langsung mendorong pintu kaca dan masuk diikuti Dika.

Aza berjalan mengendap-endap ke tempat bunda berada, dimana bunda sudah menyusulnya ke depan toilet.

"Kamu gimana sih?!" sembur bunda ngamuk.

Aza menampilkan wajah nyengir dengan deretan gigi rapi nan putihnya, "wait...wait....tarik nafas, keluarkan...ucap istighfar bunda...." interupsinya, jangankan tenang, bunda justru semakin menggerutu dan menghadiahinya dengan tepukan di pan tat Aza, "ASTAGHFIRULLAH HAL'ADZIM banget bunda punya anak kaya kamu!!!"

"Awshhh," keluh Aza mengusap-usap pan tatnya.

"Orang nungguin sampe jamuran! Bunda sampe ngga enak sama Jagat sama temennya, ini malah kontes di wesseee, Astaghfirullah!"

"Bunda tuh maunya kalian ketemu dulu sebelum Jagat pergi nugas luar, kamunya juga jadi relawan...awas ya, bunda ngga mau sampe kehilangan calon mantu idaman gitu, ya baik, ya cakep, ya soleh...ya allah!" benar-benar putrinya itu, minta dikawinin sekarang.

Aza hanya nyengir saja menghadapi amukan bunda, disenyumin aja, "iya. Maaf ih."

"Maaf...maaf..." omel bunda lagi menggerutu seraya keduanya berjalan menjauhi toilet.

"Sampe-sampe bunda lapar nungguin kamu tau ngga!"

"Oh bunda lapar? Ya udah, kalo gitu bunda makan aja, biar Aza belanja dulu sendiri, cuma beli celana cargo sama nyari jaket bomber. Abis itu sisanya paling perlengkapan kesehatan pribadi."

Bunda menatap putrinya itu, "yakin?"

"Yakin. Di Reiger..." tunjuk Aza pada store andalan ayah itu.

"Oke. Bunda kesitu aja. Jadi nanti kalo kamu lapar atau bunda udah keburu selesai nyemil, kamu yang nyamperin bunda."

"Siap bos!" hormatnya. Akhirnya kedua anak--ibu ini berpisah di depan store, Aza yang masuk ke dalam toko dan bunda melanjutkan langkahnya yang tinggal menyebrang ke arah gerai ayam cepat saji, dimana foodcourt berada.

Aza mendorong pintu kaca toko, dan mulai mencari barang yang ia inginkan.

Jagat meraih gantungan yang mempertegas bentukan jaket bomber berwarna hijau army.

"U.S Army...mantap!" oceh Dika mengacungi jempol, ia pun tak kalah memilih, "saya kalo pake yang kaya gini, berasa jadi rambo!" Dika menatap pantulan dirinya dari cermin bersama tangannya yang menempelkan jaket di badannya.

Jagat menatap Dika sekilas dan kembali fokus pada dirinya, dirasa bosan dengan warna hijau, ia beralih meraih gantungan lain, dan pandangannya tertumbuk pada jaket bomber berwarna biru navy, "eh."

Tangannya bersentuhan dengan tangan Aza yang ternyata ingin mengambil itu pula, "sorry-sorry, lo mau ambil itu juga, ya..." Aza menampilkan senyuman sekilasnya namun terkesan manis.

"Monggo." Gadis itu mempersilahkan Jagat untuk mengambilnya, sementara ia mengambil warna lain.

"Ladiest first. Biar saya yang lain saja."

Aza mengangguk dan kembali menguarkan senyumnya, "thanks." Aza mengambilnya dan menempelkannya di badannya lalu ikut permisi pada Dika, "misi ya mas...ikut ngaca."

"Oh monggo neng cantik..." seperti biasa, Dika memang selalu begitu. Dan Aza tak mau meladeninya, ia lebih memilih fokus pada dirinya sendiri.

Bukannya lanjut memlilih Dika dan Jagat justru mencuri-curi pandang memperhatikan Aza yang sepertinya tak terganggu oleh keduanya, atau mungkin Aza menganggap keduanya cuma nyamuk kebon.

Gadis itu memutar badannya yang begitu pas saat memakai jaket bomber itu, meski lekuk tubuhnya tak begitu terlihat aduhai. Aza tersenyum saat menemukan kepuasan melihat dirinya, "pas."

*Srrettt*!

Ia membuka resleting jaket dan menyampirkannya di lengan, "permisi." ia pamit dan lanjut memilih celana cargo.

"Wee ayune, Gat. Yang kaya begitu tuhhh jodoh saya!" ujar Dika cengengesan kembali digelengi Jagat, ia melanjutkan acara memilih jaketnya yang tertunda karena Aza.

"Do'amu harus dilangitkan sepanjang hidupmu, Dik." cibir Jagat.

"Weee, siapa tau khan. Saya adalah hamba kesayangan Allah, besok lusa, saya dijodohkan juga sama gadis ayu begitu sama si mbok."

"Aamiin...aamiin..." Jagat mengamini, "wes. Saya udah dapet, yuk bayar!"

.

.

.

.

.

Terpopuler

Comments

Lalisa

Lalisa

tenanggg kan pergi ke Kongo buat jagain jodoh

2025-01-27

1

Dewi Shandra

Dewi Shandra

😆😆😆 merk baru beli dimana ini

2025-02-07

0

Lalisa

Lalisa

lah ketemu dong di reiger

2025-01-27

0

lihat semua
Episodes
1 1. Tak kenal maka Ta'aruf
2 2. Menghindar
3 3. Usaha Aza
4 4. Mendedikasikan hidup untuk manusia lain dan uang
5 5. Gagal bertemu
6 6. Satu selera
7 7. Pamit
8 8. Melepaskanmu
9 9. Apakah kamu mengingat aku?
10 10. Anak adventure
11 11. Perkara air
12 12. Sosok Imam
13 13. Godaan yang menggoda
14 14. Semakin terpesona
15 15. Jodoh tak akan kemana
16 16. Menghindar
17 17. T. Utomo si rekan Jagat
18 18. Aku yakin itu kamu
19 19. Let's Start
20 20. Obrolan bikin baper
21 21. Tau sama tau
22 22. Menghapus kenangan
23 23. Gadis nakal!
24 24. Pengagum dokter cantik
25 25. Sedang tidak baik-baik saja
26 26. Sedang jatuh cinta
27 27. Rencana untuk merebutmu
28 28. Kelingan awakmu
29 29. Biar ngga nakal lagi!
30 30. Mengawalmu bertugas
31 31. Krisis yang menda*rah daging
32 32. Mata Elang
33 33. Patut dipertahankan
34 34. Mantra tidur
35 35. Kamu begitu aku begini
36 36. Secret couple
37 37. Pendongeng
38 38. Tanah air beta
39 39. Jangan pergi
40 40. Misi bagian 1
41 41.Malaikat maut
42 42. Mimpi terjatuh
43 43. I don't want to die alone
44 44. Dengar aku!
45 45. Misi bagian 2 (Aza)
46 46. Akan aku bu*nuh kamu sekarang!
47 47. Diantara cita-cita dan kesibukan
48 48. Azalea si trouble maker
49 49. Aza vs Bang Franky
50 50. Alur Tuhan
51 51. Meminta sesuatu
52 52. Terngiang-ngiang akanmu.
53 53. Melepas beban
54 54. Long distance relationship
55 55. Wisuda
56 56. Nikah yuk!
57 57. Main sawer-saweran
58 58. Perdana menjadi nyonya
59 59. Rumah pemerintah
60 60. Mantan vs masa depan
61 61. Hectic
62 62. Oma Salwa
63 63.Azalea Wongso
64 64.Demi kemanusiaan
65 65. Cantik-cantik somplak
66 66. Mengabdi dengan sepenuh hati
67 67. Rumah bunda vs rumah sendiri
68 68. Rindu
69 69. Adik tingkat
70 70. Roller coster kehidupan
71 71. Sikap monopoli ibu danyon
72 72. Happy tummy
73 73. Manusia triplek
74 74. Bullying salah sasaran
75 75. Ketika seseorang harus ingkar
76 76. Sang perwira (hantu rimba)
77 77. Teror dimulai
78 78. Teror 2
79 79. Jaguar Khatulistiwa
80 80. Kecewa
81 81. Penyesalan terdalam
82 82.Dukungan untuk Aza
83 83.Hikmah di balik musibah
84 84. Si Tuan pencemburu
85 85. Tak jodoh
86 86. Gara-gara granat
87 87. Tersangka
88 88. Terhasut
89 89. Chaos
90 90. Penutup Kebahagiaan
91 Genre susu coklat pertamaku
Episodes

Updated 91 Episodes

1
1. Tak kenal maka Ta'aruf
2
2. Menghindar
3
3. Usaha Aza
4
4. Mendedikasikan hidup untuk manusia lain dan uang
5
5. Gagal bertemu
6
6. Satu selera
7
7. Pamit
8
8. Melepaskanmu
9
9. Apakah kamu mengingat aku?
10
10. Anak adventure
11
11. Perkara air
12
12. Sosok Imam
13
13. Godaan yang menggoda
14
14. Semakin terpesona
15
15. Jodoh tak akan kemana
16
16. Menghindar
17
17. T. Utomo si rekan Jagat
18
18. Aku yakin itu kamu
19
19. Let's Start
20
20. Obrolan bikin baper
21
21. Tau sama tau
22
22. Menghapus kenangan
23
23. Gadis nakal!
24
24. Pengagum dokter cantik
25
25. Sedang tidak baik-baik saja
26
26. Sedang jatuh cinta
27
27. Rencana untuk merebutmu
28
28. Kelingan awakmu
29
29. Biar ngga nakal lagi!
30
30. Mengawalmu bertugas
31
31. Krisis yang menda*rah daging
32
32. Mata Elang
33
33. Patut dipertahankan
34
34. Mantra tidur
35
35. Kamu begitu aku begini
36
36. Secret couple
37
37. Pendongeng
38
38. Tanah air beta
39
39. Jangan pergi
40
40. Misi bagian 1
41
41.Malaikat maut
42
42. Mimpi terjatuh
43
43. I don't want to die alone
44
44. Dengar aku!
45
45. Misi bagian 2 (Aza)
46
46. Akan aku bu*nuh kamu sekarang!
47
47. Diantara cita-cita dan kesibukan
48
48. Azalea si trouble maker
49
49. Aza vs Bang Franky
50
50. Alur Tuhan
51
51. Meminta sesuatu
52
52. Terngiang-ngiang akanmu.
53
53. Melepas beban
54
54. Long distance relationship
55
55. Wisuda
56
56. Nikah yuk!
57
57. Main sawer-saweran
58
58. Perdana menjadi nyonya
59
59. Rumah pemerintah
60
60. Mantan vs masa depan
61
61. Hectic
62
62. Oma Salwa
63
63.Azalea Wongso
64
64.Demi kemanusiaan
65
65. Cantik-cantik somplak
66
66. Mengabdi dengan sepenuh hati
67
67. Rumah bunda vs rumah sendiri
68
68. Rindu
69
69. Adik tingkat
70
70. Roller coster kehidupan
71
71. Sikap monopoli ibu danyon
72
72. Happy tummy
73
73. Manusia triplek
74
74. Bullying salah sasaran
75
75. Ketika seseorang harus ingkar
76
76. Sang perwira (hantu rimba)
77
77. Teror dimulai
78
78. Teror 2
79
79. Jaguar Khatulistiwa
80
80. Kecewa
81
81. Penyesalan terdalam
82
82.Dukungan untuk Aza
83
83.Hikmah di balik musibah
84
84. Si Tuan pencemburu
85
85. Tak jodoh
86
86. Gara-gara granat
87
87. Tersangka
88
88. Terhasut
89
89. Chaos
90
90. Penutup Kebahagiaan
91
Genre susu coklat pertamaku

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!