5. Gagal bertemu

Awalnya ijin bunda begitu alot, tapi dengan taktik, akal bulus, dan bujuk rayu Aza, akhirnya bunda meloloskan ijinnya, ditambah bunda mencekokinya dengan perjodohan dengan Jagat yang bukannya semakin jauh justru semakin mengukuhkan hubungan mereka. Apakah jalan yang dipilih Aza sudah benar?

Salahkan ia yang meminta Jagat berbicara pada ayah dan bunda, karena secara tak langsung ia sudah mengumumkan kedekatannya dengan Jagat pada bunda, semakin menyingkirkan nama Angga.

Ijin sudah turun, surat rekomendasi dan pengantar sudah goal, bahkan sudah masuk ke emailnya dari prof Suwitmo sesaat setelah ia memberi kabar pada dosen seniornya itu bahwa ia memasukan namanya dalam jajaran nakes relawan ke Kongo dari salah satu rumah sakit tersohor di ibukota.

Kini perasaannya sedikit gundah gulana, mempertanyakan keputusan yang ia ambil, tapi kembali Aza tidak pernah menyesali apa yang sudah ia putuskan. Hidup itu penuh kejutan dan butuh kenekatan, karena ia tak akan pernah tau bagaimana hidupnya ke depannya, siapa tau ketemu sama kebo Kongo terus suka dia beli buat diternakin di nusantara, sementara rumputnya ia beli di Newzealand. Hidup memang serumit dan se-suprise itu.

\*\*\*

"Saya tidak menyangka kalau kamu seserius itu menanggapi ucapan saya, Aza."

Obrolan santainya yang begitu menakjubkan bersama si dosen galak nan bengis itu. Jangankan mahasiswa lain, bahkan Aza saja tak percaya siang ini...prof. Suwitmo memanggilnya untuk bertemu dan mengajaknya berbincang santai sambil menikmati suasana siang di kampus kuning yang kesejukannya mulai berkurang.

Hanya berjalan pelan mengingat sendi dan otot si bapak tua mulai sering dilanda pegal-pegal namun Aza telah mengibarkan namanya diantara para mahasiswa legend lainnya yang mampu membuat prof. Suwitmo menaruh atensi padanya.

"Saya tidak pernah main-main pasal nilai mata kuliah, prof. Profesi yang saya cita-citakan, uang kuliah yang tidak murah, dan semua yang sudah saya perjuangkan sejak duduk di bangku sekolah dasar termasuk harapan yang kedua orangtua saya gantungkan pada saya....itu adalah tujuan saya mengambil tarikan nafas setiap harinya." Jawab Aza, Mamennn merinding, berat...berat! Ucapan Aza begitu berat. Bahkan ia tertawa dalam hatinya, lebih tepatnya menertawakan dirinya sendiri yang so bijak dan dewasa.

Padahal, fakta yang terjadi adalah ia menyukai profesi dokter, karena dokter adalah salah satu profesi dengan pendapatan besar dan keren menurutnya! Sayang saja kan, punya otak encer ngga di maksimalkan!

Prof. Suwitmo mengangguk-angguk. Bau minyak angin dan obat gosok tak ia hiraukan, paling pulang-pulang ia muntah. Yang penting sekarang adalah....lihatlah, betapa mahasiswa lain melihatnya dengan tatapan tak percaya, kagum dan segan karena berhasil membersamai prof. Suwitmo.

"Kapan kamu berangkat? Semalam saya sudah berbicara dengan dokter Alteja, beliau adalah teman sejawat sekaligus sahabat saya....awas! Jangan macam-macam kamu disana, dengarkan ucapan beliau. Jangan bikin saya malu, Aza."

"Sekitar minggu depan. Siap prof!" Aza langsung bersikap hormat pada pria tua itu.

"Sampaikan salam saya padanya."

"Oke prof."

Profesor Suwitmo melihat Aza yang siang ini memakai kemeja bermotif bunga-bunga kecil wisteria, "hati-hati kamu disana, jaga kesehatan dan jangan gegabah."

"Makasih prof." ia meraih punggung tangan dosennya dan salim takzim.

"Kalau begitu saya tinggal dulu..." ucapnya pamit meninggalkan Aza di selasar ruangan lab. Bersama semua kata penyemangat dan petuahnya.

**Ting**!

**Bunda piara 💕**

*Bunda langsung nunggu di mall aja, nanti kamu nyusul...jam berapa? Jangan kelamaan*.

Senyum Aza tak bisa lebih lebar lagi ketika sosok bidadari surganya memberikan pesan, meskipun bernada mengomel. Jikalau ia akan menamani Aza membeli perlengkapan selama beberapa waktu di Kongo nanti.

*Oke, Aza otewe sekarang*.

Aza mengambil langkah melawan arah dari kepergian profesor Suwitmo demi mencapai gerbang kampus, sampai suara seseorang menahannya sejenak.

"Heyyy temen ngga ada akhlak!" panggilnya sontak membuat Aza menoleh disebut seperti itu, namun sejurus kemudian ia tertawa melihat wajah keruh Naysila, "apa sih Nay..."

"Jahat ih!"

"Lo mau jadi relawan, mana jauh pula! Lo ladenin kemauan si profesor sab leng itu?!"

"Suutthhh! Heh!" Aza melotot menaruh telunjuknya di depan mulut ketika dengan kurang aj arnya mulut temannya itu berbuat dosa, "gue tau ya, lo makhluk berlumur dosa sama lumpur lapindo...tapi ngga gitu juga ngomongnya, sekata-kata sama einstein kw..." tambah Aza tertawa plus sewot, dosen kesayangannya di kata-katain. Emang paling enak, kalo udah ngata-ngatain orang! Siang-siang pula...

"Kam vrett. Jadi relawan ngga bilang-bilang, terus sekarang ngga mau pamitan? Teman macam apa lo!" ucapan sewot nan menantangnya kontras dengan lengan yang melingkar di lengan Aza dari Naysila.

"Apa sih Nay, gue cuma mau memperbaiki nilai..." jawabnya santai.

Naysila berdecak, "taulah miss perfect. Nilai jelek satu mah wajar kali Za, ngga usah sampe segitunya sampe mau ditendang ke Kongo...kalo lo mati disana, nanti gue ngga bisa takziah..."

"Heh! Amit-amit..." sergah Aza membuat Naysila tertawa kencang, namun sejurus kemudian matanya mulai berair dan mulutnya mengeluarkan suara rengekan, lama-lama rengekan itu jadi sesenggukan memancing kernyitan dan rasa sedih Aza juga, "lo mewek gini bikin gue pengen mewek juga, tapi ngga tau kenapa..." lirih Aza ikut menitikan air matanya dan dihadiahi toyoran di kepalanya dari Nay, "ini yang bakalan bikin gue kangen berat sama lo, besti..." Keduanya berpelukan di lorong kampus, tak peduli petugas kebersihan yang terganggu pekerjaannya gara-gara keduanya pelukan di tengah jalan yang ingin ia pel.

"Berapa lama lo pergi, Za?" keduanya kembali melanjutkan langkahnya, entah...tak ada tujuan bagi Nay, namun ia mengikuti langkah Aza saja.

"Kurang tau, kalo ngga salah...mas Angga bilang sih sekitar 2 bulanan...anggap aja gue lagi koas, atau emang udah masuk waktunya koas juga."

"Kok lo cepet sih, curang tau...mentang-mentang kampus punyanya nenek moyang lo..." jawab Nay menangis semakin mengencang, "terus gue kapan?! Dosen pembimbing aja sampe angkat tangan sama gue katanya..."

Aza tertawa, "lebay lo!" tepuknya, "lo juga pinter. Masuk fakultas kedokteran disini, artinya otak lo mumpuni."

"Sehat-sehat disana. Jangan banyak tingkah, negri orang tuh...bukan kampung rambutan."

Aza kembali tertawa renyah mendengar pesan Nay, ia pun mengangguk mengiyakan. Perasaannya itu, sudahlah! Tak tau harus bagaimana menjabarkannya, bahagia, semangat, namun sedih juga.

"Jangan telat makan, bekel rawit karena gue tau, lo ngga bisa makan kalo ngga ada rawit." pesannya lagi. Aza mengangguk cepat sambil menyerot air hidung dan mengusap bawah mata karena sejak tadi air matanya tak mau berhenti mengalir.

"Lo juga." Jawabnya sudah parau nan bergetar.

Nay menghela nafasnya dan menyusut segala air yang keluar dari lubang hidung dan mata, "pergilah kasih, kejarlah keinginanmu...selama masih ada waktuuuu....jangan hiraukan diriku, aku rela berpisah, demi untuk dirimu...semoga tercapai segala keinginanmuuu..." lirih Nay di kekehi Aza., kembali mereka berpelukan, "do'a gue selalu ada buat lo, Za. di setiap sujud gue..."

"Makasih cuyungkuh..." jawab Aza pada temannya yang sejak menginjakan kakinya di kampus ini, Naysila lah orang pertama dan selalu ada di sampingnya, melalui hari yang tak pernah tak sulit.

"Kapan berangkat?" tanya Nay.

"Minggu depan.."

"Gue ngga mau tau, besok-besok gue mau kita terus bersama...gue bakalan pinjem lo dari mas Angga."

Aza mengangguk, "gue ijinin lo ngomong sama mas Angga. Gue ijinin lo sama mas Angga rebutan gue.

"Nay, gue mesti cabut dulu. Bunda udah nunggu di mall, buat beli perlengkapan gue ke Kongo."

"Oke."

\*\*\*

"Mbok yoo mbeli sesuatu gitu Gat...moso datang jauh-jauh ke emoll cuma liat pan tat orang aja! Minimalnya so so'an tertarik sama sepatu mahal gitu, walaupun ndak beli!" omel Dika. Siang ini mereka akan meninggalkan jejak di mall demi mengisi jam-jam terakhirnya di ibukota untuk selanjutnya, malam ini mereka sudah terbang ke Kongo.

Jagat menggeleng mendengus geli, "ngapain. Kalo ternyata pegang itu artinya beli, gimana?" balas Jagat.

"Ya daripada orang-orang tau, kalo ternyata kita tentara kere?! Malu Gat, mau ditaro dimana muka kesatuan..."

Jagat tertawa kecil, "ya ditaro di depan bangunannya lah..." balas Jagat.

"Dahlah, aku arep beli parfum ae...persiapan di Kongo."

Ucapan Dika membuat Jagat memikirkan sesuatu, apakah harus ia pamit pada Aza? Jika malam ini ia akan pergi jauh dan lama.

*Sproott*...

*Sproot*....

Wangi menyengat langsung menyeruak di hidung Jagat ketika dengan tanpa berbudinya Dika menempelkan pergelangan tangannya di depan hidung Jagat.

"Wangi, Gat?" seketika ia langsung memundurkan wajahnya, "wangi gadun, Dik." jawabnya.

"Si alan." umpat Dika.

Jagat tertawa.

"Jagat?!" sapa manis suara seorang perempuan berjilbab nan wangi. Bukan hanya Jagat saja yang menoleh, melainkan Dika juga.

"Bu,"

"Iya! Ternyata Jagat!" seru bunda berbinar bahagia melihat Jagat, Jagat pun tak sungkan meraih tangan dan salim takzim.

Dika yang tak tau siapa bunda Indah, menatapnya bergantian dengan wajah syok sekaligus jahil, "welehhh gadun."

Jagat menyikut perut Dika, "calon mertua saya.." desisnya membuat Dika seketika mengatupkan mulutnya.

Bunda terkekeh kecil, "lagi belanja juga?"

Jagat mengangguk sopan, "cuma jalan-jalan sedikit, bu. Ibu belanja?" tanya nya balik.

"Iya. Anter Aza belanja perlengkapan pergi," jawabnya praktis membuat Jagat terkejut sekaligus celingukan mencari sosok yang disebutkan, cukup dibuat penasaran, "oh, sama Azalea?"

Bunda mengangguk, "katanya masih di parkiran, Aza tadi dari kampus. Kalo bunda habis acara sama temen-temen tadi."

"Oh."

Jagat sudah mulai berkeringat, sedikit tak karuan. Mendadak dirinya dilanda rasa gugup ketika tau ada Aza, meski sampai detik ini ia tak tau wajah Aza.

**Bunda piara 💕**

*Za, cepet! Lagi dimana, ini bunda lagi sama Jagat*.

Langkah Aza yang sudah tinggal berbelok seketika langsung terhenti. Bahkan dari kejauhan ia bisa melihat bunda tengah bersama dua orang lelaki, yang memunggunginya. Sontak ia kelimpungan mencari tempat sembunyi.

*Aduh bunda! Aza kebelet bo ker ih...pengen ke toilet dulu lah*!!!!! Balasnya.

.

.

.

.

Note :

\*Gadun : sebutan gaul merujuk pada pria di kisaran umur 30-60 tahun yang suka bermain dengan perempuan lebih muda, bahkan memiliki banyak simpanan.

Terpopuler

Comments

Maya Ratnasari

Maya Ratnasari

wah, urus visa apa bisa secepat itu ya?

2025-01-28

1

Lalisa

Lalisa

duh alesan 😅

2025-01-27

0

🌽Mrs.Yudi 𝐙⃝🦜🍇

🌽Mrs.Yudi 𝐙⃝🦜🍇

lama-lama nanti angganya yang kamu pinjam nay 🤣

2024-11-25

1

lihat semua
Episodes
1 1. Tak kenal maka Ta'aruf
2 2. Menghindar
3 3. Usaha Aza
4 4. Mendedikasikan hidup untuk manusia lain dan uang
5 5. Gagal bertemu
6 6. Satu selera
7 7. Pamit
8 8. Melepaskanmu
9 9. Apakah kamu mengingat aku?
10 10. Anak adventure
11 11. Perkara air
12 12. Sosok Imam
13 13. Godaan yang menggoda
14 14. Semakin terpesona
15 15. Jodoh tak akan kemana
16 16. Menghindar
17 17. T. Utomo si rekan Jagat
18 18. Aku yakin itu kamu
19 19. Let's Start
20 20. Obrolan bikin baper
21 21. Tau sama tau
22 22. Menghapus kenangan
23 23. Gadis nakal!
24 24. Pengagum dokter cantik
25 25. Sedang tidak baik-baik saja
26 26. Sedang jatuh cinta
27 27. Rencana untuk merebutmu
28 28. Kelingan awakmu
29 29. Biar ngga nakal lagi!
30 30. Mengawalmu bertugas
31 31. Krisis yang menda*rah daging
32 32. Mata Elang
33 33. Patut dipertahankan
34 34. Mantra tidur
35 35. Kamu begitu aku begini
36 36. Secret couple
37 37. Pendongeng
38 38. Tanah air beta
39 39. Jangan pergi
40 40. Misi bagian 1
41 41.Malaikat maut
42 42. Mimpi terjatuh
43 43. I don't want to die alone
44 44. Dengar aku!
45 45. Misi bagian 2 (Aza)
46 46. Akan aku bu*nuh kamu sekarang!
47 47. Diantara cita-cita dan kesibukan
48 48. Azalea si trouble maker
49 49. Aza vs Bang Franky
50 50. Alur Tuhan
51 51. Meminta sesuatu
52 52. Terngiang-ngiang akanmu.
53 53. Melepas beban
54 54. Long distance relationship
55 55. Wisuda
56 56. Nikah yuk!
57 57. Main sawer-saweran
58 58. Perdana menjadi nyonya
59 59. Rumah pemerintah
60 60. Mantan vs masa depan
61 61. Hectic
62 62. Oma Salwa
63 63.Azalea Wongso
64 64.Demi kemanusiaan
65 65. Cantik-cantik somplak
66 66. Mengabdi dengan sepenuh hati
67 67. Rumah bunda vs rumah sendiri
68 68. Rindu
69 69. Adik tingkat
70 70. Roller coster kehidupan
71 71. Sikap monopoli ibu danyon
72 72. Happy tummy
73 73. Manusia triplek
74 74. Bullying salah sasaran
75 75. Ketika seseorang harus ingkar
76 76. Sang perwira (hantu rimba)
77 77. Teror dimulai
78 78. Teror 2
79 79. Jaguar Khatulistiwa
80 80. Kecewa
81 81. Penyesalan terdalam
82 82.Dukungan untuk Aza
83 83.Hikmah di balik musibah
84 84. Si Tuan pencemburu
85 85. Tak jodoh
86 86. Gara-gara granat
87 87. Tersangka
88 88. Terhasut
89 89. Chaos
90 90. Penutup Kebahagiaan
91 Genre susu coklat pertamaku
Episodes

Updated 91 Episodes

1
1. Tak kenal maka Ta'aruf
2
2. Menghindar
3
3. Usaha Aza
4
4. Mendedikasikan hidup untuk manusia lain dan uang
5
5. Gagal bertemu
6
6. Satu selera
7
7. Pamit
8
8. Melepaskanmu
9
9. Apakah kamu mengingat aku?
10
10. Anak adventure
11
11. Perkara air
12
12. Sosok Imam
13
13. Godaan yang menggoda
14
14. Semakin terpesona
15
15. Jodoh tak akan kemana
16
16. Menghindar
17
17. T. Utomo si rekan Jagat
18
18. Aku yakin itu kamu
19
19. Let's Start
20
20. Obrolan bikin baper
21
21. Tau sama tau
22
22. Menghapus kenangan
23
23. Gadis nakal!
24
24. Pengagum dokter cantik
25
25. Sedang tidak baik-baik saja
26
26. Sedang jatuh cinta
27
27. Rencana untuk merebutmu
28
28. Kelingan awakmu
29
29. Biar ngga nakal lagi!
30
30. Mengawalmu bertugas
31
31. Krisis yang menda*rah daging
32
32. Mata Elang
33
33. Patut dipertahankan
34
34. Mantra tidur
35
35. Kamu begitu aku begini
36
36. Secret couple
37
37. Pendongeng
38
38. Tanah air beta
39
39. Jangan pergi
40
40. Misi bagian 1
41
41.Malaikat maut
42
42. Mimpi terjatuh
43
43. I don't want to die alone
44
44. Dengar aku!
45
45. Misi bagian 2 (Aza)
46
46. Akan aku bu*nuh kamu sekarang!
47
47. Diantara cita-cita dan kesibukan
48
48. Azalea si trouble maker
49
49. Aza vs Bang Franky
50
50. Alur Tuhan
51
51. Meminta sesuatu
52
52. Terngiang-ngiang akanmu.
53
53. Melepas beban
54
54. Long distance relationship
55
55. Wisuda
56
56. Nikah yuk!
57
57. Main sawer-saweran
58
58. Perdana menjadi nyonya
59
59. Rumah pemerintah
60
60. Mantan vs masa depan
61
61. Hectic
62
62. Oma Salwa
63
63.Azalea Wongso
64
64.Demi kemanusiaan
65
65. Cantik-cantik somplak
66
66. Mengabdi dengan sepenuh hati
67
67. Rumah bunda vs rumah sendiri
68
68. Rindu
69
69. Adik tingkat
70
70. Roller coster kehidupan
71
71. Sikap monopoli ibu danyon
72
72. Happy tummy
73
73. Manusia triplek
74
74. Bullying salah sasaran
75
75. Ketika seseorang harus ingkar
76
76. Sang perwira (hantu rimba)
77
77. Teror dimulai
78
78. Teror 2
79
79. Jaguar Khatulistiwa
80
80. Kecewa
81
81. Penyesalan terdalam
82
82.Dukungan untuk Aza
83
83.Hikmah di balik musibah
84
84. Si Tuan pencemburu
85
85. Tak jodoh
86
86. Gara-gara granat
87
87. Tersangka
88
88. Terhasut
89
89. Chaos
90
90. Penutup Kebahagiaan
91
Genre susu coklat pertamaku

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!