Bab 13. Bertemu Istri Orang

...----------------...

Buronan Pak Sobandi (Grup chat)

Heryawan_Bahri

P

P

P

P

P

"Ngapain, sih, si Heryawan chat nggak penting di grup? Menu-menuhin data aja."

Rara yang tengah asyik bermain game online di ponselnya merasa terganggu dengan beberapa pesan yang masuk ke dalam grup pesan pribadinya. Walaupun dia belum membuka aplikasi pesan tersebut, Rara masih bisa melihatnya ketika notifikasi mengambang tiba-tiba muncul di layar ponselnya. Notifikasi itu pun seketika menghilang ketika Rara mengklik dan hendak membalas pesan.

[Grup Chat (Buronan Pak Sobandi)]

....

^^^Rara_Cantik^^^

^^^Ngapain, woy! Hari libur nggak usah bikin onar^^^

Mita_Kriting

Iya, nih, si Hery. Biasanya hari Minggu gini lo suka meditasi sambil ngeramin telur. Tumben muncul?

Heryawan_Bahri

Gue punya kabar baik buat lo @Rara_cantik

@Mita_Kriting Gada urusan sama lo ya. Lo terusin aja nangkring di atas genteng. Kebiasaan lo kalau Minggu suka jagain antene biar nggak muter.

....

Rara tersenyum ketika membaca isi chat saling serang di antara kedua temannya itu. Grup itu hanya berisi tiga orang saja, tetapi selalu ramai jika kedua teman Rara itu sudah memulai saling lempar chat konyol mereka.

Grup itu dibuat oleh Rara karena merasa kedua temannya itu mempunyai satu komitmen yang sama. Ketiganya seringkali membuat masalah di sekolah. Makanya setiap hari mereka selalu berurusan dengan Pak Sobandi sebagai guru BP di sekolah mereka.

Grup chat (Buronan Pak Sobandi)

....

^^^Rara_Cantik^^^

^^^@Heryawan_Bahri Ah, iasanya kabar yang lo kasih itu udah kadaluarsa.^^^

^^^Sorry gue nggak minat 😑^^^

Heryawan_Bahri

Yeh ... ini beneran terbaru, masih anget kayak tahu bulet digoreng dadakan. Ini menyangkut cita-cita lo pengen jadi artis.

....

Rara mengernyit kening melihat pesan Hery. Gadis itu langsung beranjak duduk dan antusias untuk membalas lagi.

....

^^^Rara_cantik^^^

^^^Apaan? Cepet cerita sebelum lo gue tendang dari grup ini!^^^

Heryawan_Bahri

Yaelah, penasaran juga dia 😂😂

Gue punya channel buat bisa ngenalin lo ke sutradara film. Dia temennya sepupu gue. Katanya sutradara itu lagi cari calon artis cewek. Lo mau nggak?

Mita_kriting

Jangan mau, Ra. Palingan juga sutradara wayang kulit dia mah 🤨

Heryawan_Bahri

Sirik aja lo @Mita_Kriting. Gue bisa buktiin. Besok pulang sekolah kita ketemuan sama sepupu gue gimana?

....

Rara tak lantas membalas pesan dalam grup itu. Otaknya sejenak berpikir apakah Hery tidak sedang bercanda. Namun, apa salahnya untuk mencoba. Ibu jarinya pun kembali mengetikkan kata, tetapi sejenak terjeda karena ada notifikasi pesan masuk yang muncul di bagian atas layar ponselnya. Pesan itu dari Ryan. Rara pun menekan notifikasi itu, lalu terbukalah layar chat pribadi antara mereka berdua.

Tetangga sebelah

Ra, aku minta maaf soal tadi pagi. Aku benar-benar nggak bermaksud buat kamu malu di depan Rendi.

Sebagai bentuk maaf aku, gimana kalau nanti sore aku traktir kamu makan di restoran enak. Kamu mau?

....

"Cih, ngapain ngajakin makan segala. Modus doang," decak Rara masih sebal dengan kelakuan Ryan. Entah kenapa hati gadis itu susah sekali untuk ditaklukkan. Rara pun mengabaikan pesan Ryan. Dia kembali pada layar grup Buronan Pak Sobandi. Ia lebih respect dengan tawaran Hery.

Akan tetapi, beberapa detik tak ditanggapi, pesan Ryan muncul kembali. Tak sengaja jari Rara menekan notifikasi itu lantas terbuka lagi.

Tetangga sebelah

Gimana? Mau nggak?

Pesan itu masuk berbarengan dengan pesan pribadi yang kirim oleh Hery. Isinya sama dengan pesan yang dikirim Ryan. Yakni meminta kepastian jika Rara mau diajak jalan.

"Kak Rara ... dipanggil ibu!" Suara teriakan Rendi dari arah luar kamar membuat Rara tersentak kaget. Perhatiannya pun jadi terbagi dua.

"Iya, sebentar," jawabnya.

Lekas dia membalas pesan dengan mengetik,

[Oke, gue mau]

Siapa sangka, niat jari ingin mengirim kepada Hery, tetapi ternyata pesan itu terkirim ke nomornya Ryan. Rara yang terburu-buru menemui ibunya pun tidak sadar. Setelah membalas pesan, ponselnya langsung dihempaskan ke atas ranjang.

*****

Di sisi yang berbeda, Ryan tengah senyum-senyum sendiri sambil menatap layar ponsel miliknya. Lelaki itu begitu senang karena ajakannya mentraktir makan diterima oleh Rara.

"Syukurlah, sedikit ada kemajuan," ucap Ryan bermonolog sendiri. Ia pun menghela napas lega dan berharap hati Rara akan luluh dengan segera.

Ryan sedang berada di lokasi syuting. Hari ini dia harus melakukan beberapa shot untuk scene film yang dia bintangi. Di sela waktu istirahatnya, Ryan mengirim pesan kepada Rara. Isinya tentang permohonan maaf atas kejadian pagi tadi. Sebagai tanda maafnya, Ryan ingin mentraktir Rara makan sekaligus jalan-jalan. Ketika gadis itu mengiyakan, lelaki itu senang bukan kepalang.

Ryan merasa di atas awan. Kepalanya menengadah menatap langit biru di atas sana. Tanpa sengaja ekor matanya menangkap sosok perempuan yang sangat dia kenal.

"Lilis?"

Kening Ryan mengernyit sembari berpikir. Lelaki itu mengingat kapan dirinya pertama kali bertemu perempuan itu di tempat syuting. Waktu itu memang pertama kali Ryan melihat Lilis yang tengah bekerja sebagai asisten kakak sepupunya. Ryan pun mengingatnya.

Kala itu, Ryan langsung terpesona pada kecantikan perempuan yang sudah menikah itu. Tanpa mencari tahu asal usulnya, Ryan langsung jatuh cinta pada pandangan pertama. Memang tidak salah, tetapi seharusnya Ryan langsung menyerah ketika tahu Lilis sudah menikah.

"Konyol sekali aku waktu itu," ucap Ryan sambil tersenyum hambar. Ia benci dengan dirinya yang dahulu. Kini, dia harus mengubah keadaan. Mengubah jalan cintanya pada jalur yang benar.

Ryan bangkit dari duduknya lalu menghampiri Lilis yang sepertinya sedang berada dalam masalah. Wajahnya terlihat kusut karena dimarahi oleh atasannya. Mungkin perempuan itu sudah melakukan kesalahan kerja.

"Mau minum?"

Hal yang sama seperti yang Ryan lakukan sebelumnya. Lelaki itu menawarkan sebotol minuman ber-ion kepada Lilis. Tentu saja membuat perempuan itu terkejut, tetapi hanya menatap bingung pada botol minuman yang kini berada di depan wajahnya.

"Kamu teh siapa?" tanya Lilis yang selalu menggunakan logat Sunda.

"Kenalkan, aku Ryan. Sepupunya Mbak Dania. Atasan kamu itu." Kali ini sikap Ryan lebih dewasa ketika menghadapi Lilis. Lelaki itu tidak menunjukkan sikap slengean yang dia lakukan tempo dulu.

"Oh, sepupunya miss Dania. Kenalkan, nama saya—"

"Lilis, kan?" Ryan langsung memotong dan menebak nama perempuan itu. Lilis melongo takjub sudah tentu.

"Kamu udah kenal sama Lilis dari miss Dania, ya?" Lilis beranggapan seperti itu dan Ryan pun mengangguk setuju. Jika dia mengatakan hal yang sebenarnya, tentu Lilis tidak akan percaya bukan?

"Kamu lagi ada masalah, ya, sama suami kamu? Makanya kerjaanmu nggak fokus gitu?"

"Kok, dia tahu?" Lilis mengatakan itu di dalam hatinya. Tatapannya terlihat bingung dan tidak bisa menerka. Padahal, dia tidak pernah bercerita kepada siapa pun termasuk Dania.

"Kamu kenal sama suaminya Lilis?" tanya Lilis penasaran. Mungkin saja lelaki itu adalah temannya Liam—suaminya. Ryan menggelengkan kepala membuat Lilis bertambah heran saja.

Lilis berpikir, kenapa lelaki asing tiba-tiba datang lalu mengetahui masalah yang terjadi di antara dia dan suaminya? Apa lelaki itu mempunyai indera ke enam?

...----------------...

...To be continued...

Terpopuler

Comments

angie widya

angie widya

ko tau
ko tau
ya tau dong
masa engga 😅😅😅

2024-10-20

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Janji
2 Bab 2. Dejavu
3 Bab 3. Siapa Dia?
4 Bab 4. Tiga Tahun Lalu
5 Bab 5. Orang Gila
6 Bab 6. Memastikan
7 Bab 7. Penasaran
8 Bab 8. Bertetangga
9 Bab 9. Kesempatan Kedua
10 Bab 10. Panggil Aku Abang!
11 Bab 11. Merasa Sial
12 Bab 12. Membuat Jatuh Cinta
13 Bab 13. Bertemu Istri Orang
14 Bab 14. Gugup
15 Bab 15. Mulai Luluh
16 Bab 16. Misi Kedua
17 Bab 17. Kelar Lebih Awal
18 Bab 18. 'Orang Dalam'
19 Bab 19. Hanya Mengingatkan
20 Bab 20. Modus Doang
21 Bab 21. Saudara Kembar
22 Bab 22. Bisnis Papa
23 Bab 23. Dengan Berbagai Cara
24 Bab 24. Mengusir Ryan
25 Bab 25. Hilang Sendiri
26 Bab 26. Maling Teriak Maling
27 Bab 27. Konsekuensi
28 Bab 28. Jangan Salahkan Aku!
29 Bab 29. Aku Pergi
30 Bab 30. Tidak Bisa Bohong
31 Bab 31. Diajak Makan
32 Bab 32. Tukang Gombal
33 Bab 33. Bertemu Idola
34 Bab 34. Nostalgia
35 Bab 35. Sudah Resmi
36 Bab 36. Insiden Tabrak Lari Terjadi Lagi
37 Bab 37. Salah Sangka
38 Bab 38. Sesuatu yang Tertinggal
39 Bab 39. Sudah Kecolongan
40 Bab 40. Mengancam Tuhan
41 Bab 41. Mau Nikah
42 Bab 42. Membuat Gara-Gara
43 Bab 43. Merasa Aneh
44 Bab 44. Jangan Grasak-Grusuk!
45 Bab 45. Buru-Buru
46 Bab 46. Kejutan
47 Bab 47. Berani Macam-Macam
48 Bab 48. Nggak Suka Aku
49 Bab 49. Kecewa
50 Bab 50. Prasangka
51 Bab 51. Permintaan Mama
52 Bab 52. Ke Pantai
53 Bab 53. Pulang
54 Bab 54. Bertengkar
55 Bab 55. Ikut Campur
56 Bab 56. Wejangan
57 Bab 57. Imbalan
58 Bab 58. Berwisata
59 Bab 59. Mengubah Takdir
60 Bab 60. Sudah Setuju
61 Bab 61. Mengubah Rencana
62 Bab 62. Sah? Sah!
63 Bab 63. Menyabotase
64 Bab 64. Diculik Lagi
65 Bab 65. Kecelakaan
66 Bab 66. Meninggal
67 Bab 67. Mendung Telah Pergi
68 Bab 68. Berumur Panjang (The end)
Episodes

Updated 68 Episodes

1
Bab 1. Janji
2
Bab 2. Dejavu
3
Bab 3. Siapa Dia?
4
Bab 4. Tiga Tahun Lalu
5
Bab 5. Orang Gila
6
Bab 6. Memastikan
7
Bab 7. Penasaran
8
Bab 8. Bertetangga
9
Bab 9. Kesempatan Kedua
10
Bab 10. Panggil Aku Abang!
11
Bab 11. Merasa Sial
12
Bab 12. Membuat Jatuh Cinta
13
Bab 13. Bertemu Istri Orang
14
Bab 14. Gugup
15
Bab 15. Mulai Luluh
16
Bab 16. Misi Kedua
17
Bab 17. Kelar Lebih Awal
18
Bab 18. 'Orang Dalam'
19
Bab 19. Hanya Mengingatkan
20
Bab 20. Modus Doang
21
Bab 21. Saudara Kembar
22
Bab 22. Bisnis Papa
23
Bab 23. Dengan Berbagai Cara
24
Bab 24. Mengusir Ryan
25
Bab 25. Hilang Sendiri
26
Bab 26. Maling Teriak Maling
27
Bab 27. Konsekuensi
28
Bab 28. Jangan Salahkan Aku!
29
Bab 29. Aku Pergi
30
Bab 30. Tidak Bisa Bohong
31
Bab 31. Diajak Makan
32
Bab 32. Tukang Gombal
33
Bab 33. Bertemu Idola
34
Bab 34. Nostalgia
35
Bab 35. Sudah Resmi
36
Bab 36. Insiden Tabrak Lari Terjadi Lagi
37
Bab 37. Salah Sangka
38
Bab 38. Sesuatu yang Tertinggal
39
Bab 39. Sudah Kecolongan
40
Bab 40. Mengancam Tuhan
41
Bab 41. Mau Nikah
42
Bab 42. Membuat Gara-Gara
43
Bab 43. Merasa Aneh
44
Bab 44. Jangan Grasak-Grusuk!
45
Bab 45. Buru-Buru
46
Bab 46. Kejutan
47
Bab 47. Berani Macam-Macam
48
Bab 48. Nggak Suka Aku
49
Bab 49. Kecewa
50
Bab 50. Prasangka
51
Bab 51. Permintaan Mama
52
Bab 52. Ke Pantai
53
Bab 53. Pulang
54
Bab 54. Bertengkar
55
Bab 55. Ikut Campur
56
Bab 56. Wejangan
57
Bab 57. Imbalan
58
Bab 58. Berwisata
59
Bab 59. Mengubah Takdir
60
Bab 60. Sudah Setuju
61
Bab 61. Mengubah Rencana
62
Bab 62. Sah? Sah!
63
Bab 63. Menyabotase
64
Bab 64. Diculik Lagi
65
Bab 65. Kecelakaan
66
Bab 66. Meninggal
67
Bab 67. Mendung Telah Pergi
68
Bab 68. Berumur Panjang (The end)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!