Bab 5: Tanda Tangan Perjanjian

Di dalam ruangan Manaf, suasana terasa tegang. Mahreeen duduk di depan Manaf, menunduk dalam kebingungan dan kegelisahan. Akhirnya, dengan berat hati, dia mengeluarkan kalimat yang menentukan hidupnya ke depan.

"Saya setuju dengan tawaran Anda, Pak Manaf," ucap Mahreeen pelan namun tegas.

Manaf menatapnya lekat lekat, lalu tersenyum tipis.

"Baik. Adakah syarat syaratnya yanh kamu mau?" tanyanya, siap mendengar tuntutan Mahreeen.

Mahreeen mengambil napas dalam dalam dan mulai mengutarakan syarat syarat yang telah dipikirkan matang matang semalam. Walau sebagai second choice tetap saja Mahreeen sudah menyiapkan segala hal yang akan menjadi kemungkinan terburuknya, bahkan menjual dirinya hanya demi uang, anaknya yang harus di selamatkannya.

Ibu mana yang tidak akan berjuang demi keselamatan anaknya? Ibu mana yang tega membiarkan buah hatinya terkapar di rumah sakit dalam banyak selang di tubuhnya kesakitan. Mahreeen rela menjadikan ini demi Hanin.

Hanin!

"Pertama, saya ingin surat perceraian saya dengan Peros segera diurus, dan sebagai kompensasi atas pelepasan saya, Peros harus mendapatkan uang senilai 1 miliar rupiah. Kedua, saya meminta agar biaya rumah sakit Hanin segera diselesaikan. Ketiga, saya ingin hubungan ini dirahasiakan dulu, dan saya tetap diperbolehkan bekerja di kantor seperti biasa. Dan yang terakhir, saya ingin jaminan keselamatan bagi saya dan anak anak dari mantan suami saya maupun istri pertama Anda." ucap Mahreeen dengan berat mengatakannya. Biarlah jika ini dia akan dianggap matre atau apalah, setidaknya Hanin selamat dan lepas dari Peros dan tidak akan di ganggunya kelak, istri pertamanya pastinya lebih menakutkan dari Peros.

Manaf mendengarkan dengan saksama. Tidak ada kejutan dalam syarat syarat Mahreeen, bahkan menurutnya semua yang diminta sudah diperkirakan sebelumnya. Senyuman kecil terulas di wajahnya, menandakan bahwa semuanya sesuai rencana.

"Baik, Mahreeen. Itu semua bisa saya atur," ucap Manaf sambil mengangguk.

"Olaf, siapkan surat perjanjian sesuai dengan yang disampaikan. Kita juga akan segera urus perceraian Mahreeendan kompensasi untuk Peros." perintah Manaf.

Hah! Terkejut Mahreeen karena bosnya itu setuju dengan cepat dan tanpa ada perdebatan apapun.

Olaf yang duduk di sudut ruangan mengangguk cepat dan segera keluar untuk menyiapkan semuanya. Manaf memandang Mahreeendengan tatapan puas, tetapi dia tahu bahwa ada lebih banyak yang harus diselesaikan. Perjanjian ini hanyalah permulaan.

"Kamu tahu," lanjut Manaf, "aku sudah memikirkan ini matang matang. Saya paham bahwa pernikahan resmi harus menunggu masa idah selesai, tapi saya siap menunggu. Yang penting, semua persyaratan sudah siap ketika waktunya tiba." jelas Manaf

Mahreeen terkejut dengan kesigapan Manaf.

"Anda sudah memikirkan ini semua?" tanya Mahreeenpelan.

"Tentu saja," jawab Manaf.

"Aku tidak ingin membuat hidupmu lebih sulit dari sekarang. Aku hanya ingin membantu dan memastikan semuanya berjalan lancar." lanjut Manaf.

"Anda tidak keberatan dengan semua syarat dan menunggu masa idah saya selesai?" pemasaran Mahreeen.

"Tentu, 3 bulan bukan waktu yang lama. Selama tiga bulan itu kita akan menyiapkan pernikahan secara resmi dan sambil menunggu kondisi Hanin pulih pasca operasi. Tidak tahu jika nanti akan ada hal lainnya atai bagaimana, tapi saya jamin Hanin akan mendapatkan perawatan terbaik." jelas Manaf.

"Satu hal lagi, setelah operasi dan jika kondisi Hanin makin buruk, saya akan membawanya ke luar negeri untuk perawatannya yang jauh lebih baik lagi. Kamu cukup menjaganya, karena setelah tanda tangan, sepenuhnya kamu adalah tanggung jawabku dan anak anakmu juga," lanjut Manaf.

Waktu makan siang tiba, tetapi Mahreeen masih berada di ruangan itu, menunggu surat perjanjian yang sedang disiapkan Olaf. Manaf mengajaknya makan siang bersama di ruangannya. Ini adalah pertama kalinya Mahreeen makan bersama Manaf, dan rasa gugup serta canggung tak bisa disembunyikan.

Selama makan, Manaf berbicara dengan tenang, memberikan perhatian pada Mahreeendengan kata kata lembut yang membuatnya merasa lebih nyaman, meskipun situasi ini jauh dari normal. Mahreeenvsesekali melirik ke arah Manaf yang menikmati makanannya dengan santai, berbeda dari sosok dingin dan berwibawa yang biasa dia lihat di kantor.

Dalam batinnya, Mahreeen bergulat dengan berbagai perasaan. "Apakah ini keputusan yang tepat? Apakah aku telah menjual diriku untuk menyelamatkan Hanin?" pikirnya berkecamuk. Namun, setiap kali mengingat kondisi Hanin, hatinya seolah menguatkan langkah yang telah ia pilih.

Setelah beberapa jam, Olaf akhirnya kembali dengan dokumen yang telah disiapkan.

"Dokumen ini sudah sesuai dengan apa yang Anda berdua sepakati," ucap Olaf sambil menyerahkan berkas tersebut kepada Mahreeen.

Mahreeen memandang kertas itu dengan berat, namun setelah mengucap Bismillah dalam hatinya, dia pun menandatangani perjanjian tersebut. Manaf menyusul, menandatangani dokumen dengan senyum lebar yang sulit dia sembunyikan di hadapan Olaf dan Mahreeen. Ini adalah pertama kalinya dia merasakan kebahagiaan aneh dari sebuah perjanjian. Tanpa sadar, dia memotret dokumen tersebut dan mengirimkannya kepada dokter Zacky, sahabatnya, dengan pesan singkat.

"Akhirnya, aku temukan jawabannya."

"Selamat! Tapi jangan lupa, rahasiakan dulu ya. Dan aku akan bantu urus pernikahan resmi kalian." Balasan dari dokter Zacky datang cepat.

Manaf tersenyum sendiri membaca pesan itu, tetapi segera menyembunyikan emosinya di hadapan Mahreeen. Dia lalu menyerahkan sebuah kartu hitam kepada Mahreeen, kartu eksklusif yang menunjukkan bahwa Mahreeen sekarang berada di bawah perlindungannya, meski belum secara resmi menjadi istrinya.

"Ini untuk keperluanmu. Anggap saja sebagai pegangan sementara. Rumah sakit sudah dilunasi oleh Olaf, kamu tidak perlu khawatir lagi soal itu." ucap Manaf.

"Saya tidak suka penolakan karena kamu sudah jadi tanggung jawab, ingat yang saya ucapkan tadi," kembali Manaf ingatkan.

Mahreeen menggenggam kartu itu dengan perasaan campur aduk. Di satu sisi, dia merasa lega karena beban biaya rumah sakit telah teratasi. Namun di sisi lain, bayangan wajah Hanin dan suaminya Peros menghantui pikirannya.

"Saya pamit, saya akan kerumah sakit," pamit Mahreeen.

"Ya," jawab Manaf.

Keluar dari ruangan itu bagaikan seperti mendapatkan durian runtuh tapi terkena durinya juga yang sama menusuknya.

Setibanya di rumah sakit, Peros sudah menunggunya di luar.

"Mana uangnya?" pinta Peros langsung menuntut tanpa basa basi, tanpa memedulikan kondisi Mahreeen yang lelah dan terbebani.

"Aku sudah mengurus semuanya, Peros. Rumah sakit sudah dilunasi," jawab Mahreeen.

Namun, alih alih bersyukur, Peros hanya peduli pada dirinya sendiri.

"Lunasi rumah sakit? Bagaimana dengan uang untukku? Aku butuh uang buat... urusan lain," bentak Peros, yang jelas jelas mengarah pada kebiasaan judinya.

Mahreeen menahan air matanya.

"Aku sudah memberimu lebih dari cukup, Peros. Sekarang, tolong pikirkan anak kita." lirih Mahreeen.

Tapi bagi Peros, uang lebih penting daripada keluarganya. Dengan berat hati, Mahreeen menyadari bahwa dia harus melepaskan Peros demi masa depan yang lebih baik.

"Cepat!!! Aku tahu kamu mendapatkan uang dari bosmu itu!" paksa Peros.

...****************...

Hi semuanya!!! Jangan lupakan tinggalkan jejak kalian disini ya.

Terpopuler

Comments

Ma Em

Ma Em

Peros lelaki yg tdk bertanggung jawab pada keluarganya yg dia pikirkan hanya uang, uang dan uang peros kamu pasti akan menyesal karena tlh menceraikan Marleen dan setelah uang yg kamu dapatkan habis dimeja judi baru kamu sadar Pero dan itu sdh terlambat .

2024-11-05

2

dapurAFIK

dapurAFIK

peros manusia ga waras

2024-10-04

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1: Kesulitan Mahreeen
2 Bab 2: Memberanikan Diri
3 Bab 3: Syarat yang Sulit bagi Mahreeen
4 Bab 4: Putusan Mahreeen
5 Bab 5: Tanda Tangan Perjanjian
6 Bab 6: Peros Gila Harta
7 Bab 7: Kedatangan Farisa
8 Bab 8: Operasi Hanin
9 Bab 9: Ujian Datang Lagi
10 Bab 10: Perhatian Manaf
11 Bab 11: Hanin Mulai Pulih
12 Bab 12: Kedatangan Manaf
13 Bab 13: Hanin Sadar
14 Bab 14: Om Manaf
15 Bab 15: Surat Cerai
16 Bab 16: Farisa Curiga
17 Bab 17: Farisa dan Jasmin Curiga Ada Wanita Lain di Hidup Manaf
18 Bab 18: Pertemuan
19 Bab 19: Liburan
20 Bab 20: Lamaran Manaf
21 Bab 21: Manaf Sakit
22 Bab 22: Perhatian Mahreeen
23 Bab 23: Meminta Restu
24 Bab 24: Restu
25 Bab 25: Pertemuan yang Mengungkap
26 Bab 26: Perjanjian Terbaru
27 Bab 27: Pertemuan yang Mengharukan
28 Bab 28: Keluarga yang Utuh
29 Bab 29: Kepastian dan Restu
30 Bab 30: Masa Lalu yang Kembali
31 Bab 31: Luka yang Belum Terlupakan
32 Bab 32: Melepaskan Masa Lalu
33 Bab 33: Kepulangan dan Kehidupan Baru
34 Bab 34: Mahreeen Diratukan
35 Bab 35: Ikatan yang Tersisa
36 Bab 36: Kejutan Farisa
37 Bab 37: Mahreeen Dimanja, Farisa Disiksa
38 Bab 38: Diam-Diam Manaf Bertindak
39 Bab 39: Menuju Pernikahan H-1
40 Bab 40: Pernikahan Megah
41 Bab 41: Surat Cerai Farisa
42 Bab 42: Honeymoon Romantis
43 Bab 43: Dimanjakan Mahreeen
44 Bab 44: Sambutan yang Meriah
45 Bab 45: Mahreeen Hilang
46 Bab 46: Rumah Sakit
47 Bab 47: Mahreeen Tersadar
48 Bab 48: Penjelasan
49 Bab 49: Liburan Keluarga yang Penuh Kejutan
50 Bab 50: Obsesi yang Berbahaya (POV Farisa)
51 Bab 51: Rencana Farisa yang Berantakan
52 Bab 52: Kekhawatiran Manaf
53 Bab 53: Manaf, Papa Sambung yang Melebihi Kasih Sayang Papa Kandung
54 Bab 54: Permintaan Mahreeen
55 Bab 55: Farisa di kantor polisi
56 Bab 56: Penyesalan Papa Farisa
57 Bab 57: Amukan Farisa
58 Bab 58: Sidang Perdana Farisa.
59 Bab 59: Saksi yang Memberatkan Farisa
60 Bab 60: Selesai Farisa
61 Bab 61: Hadiah Manaf
62 Bab 62: Pengobatan Manaf
63 Bab 63: Terapi Pertama Manaf
64 Bab 64: Perubahan Manaf
65 Bab 65: Manaf Sedikit Lagi Sembuh
66 Bab 66 - Pertemuan Mahreeen dan Angel
67 Bab 67: Perayaan Manaf Sembuh
68 Bab 68: Kabar Bahagia
69 Promo karya terbaru
70 promo karya terbaru
Episodes

Updated 70 Episodes

1
Bab 1: Kesulitan Mahreeen
2
Bab 2: Memberanikan Diri
3
Bab 3: Syarat yang Sulit bagi Mahreeen
4
Bab 4: Putusan Mahreeen
5
Bab 5: Tanda Tangan Perjanjian
6
Bab 6: Peros Gila Harta
7
Bab 7: Kedatangan Farisa
8
Bab 8: Operasi Hanin
9
Bab 9: Ujian Datang Lagi
10
Bab 10: Perhatian Manaf
11
Bab 11: Hanin Mulai Pulih
12
Bab 12: Kedatangan Manaf
13
Bab 13: Hanin Sadar
14
Bab 14: Om Manaf
15
Bab 15: Surat Cerai
16
Bab 16: Farisa Curiga
17
Bab 17: Farisa dan Jasmin Curiga Ada Wanita Lain di Hidup Manaf
18
Bab 18: Pertemuan
19
Bab 19: Liburan
20
Bab 20: Lamaran Manaf
21
Bab 21: Manaf Sakit
22
Bab 22: Perhatian Mahreeen
23
Bab 23: Meminta Restu
24
Bab 24: Restu
25
Bab 25: Pertemuan yang Mengungkap
26
Bab 26: Perjanjian Terbaru
27
Bab 27: Pertemuan yang Mengharukan
28
Bab 28: Keluarga yang Utuh
29
Bab 29: Kepastian dan Restu
30
Bab 30: Masa Lalu yang Kembali
31
Bab 31: Luka yang Belum Terlupakan
32
Bab 32: Melepaskan Masa Lalu
33
Bab 33: Kepulangan dan Kehidupan Baru
34
Bab 34: Mahreeen Diratukan
35
Bab 35: Ikatan yang Tersisa
36
Bab 36: Kejutan Farisa
37
Bab 37: Mahreeen Dimanja, Farisa Disiksa
38
Bab 38: Diam-Diam Manaf Bertindak
39
Bab 39: Menuju Pernikahan H-1
40
Bab 40: Pernikahan Megah
41
Bab 41: Surat Cerai Farisa
42
Bab 42: Honeymoon Romantis
43
Bab 43: Dimanjakan Mahreeen
44
Bab 44: Sambutan yang Meriah
45
Bab 45: Mahreeen Hilang
46
Bab 46: Rumah Sakit
47
Bab 47: Mahreeen Tersadar
48
Bab 48: Penjelasan
49
Bab 49: Liburan Keluarga yang Penuh Kejutan
50
Bab 50: Obsesi yang Berbahaya (POV Farisa)
51
Bab 51: Rencana Farisa yang Berantakan
52
Bab 52: Kekhawatiran Manaf
53
Bab 53: Manaf, Papa Sambung yang Melebihi Kasih Sayang Papa Kandung
54
Bab 54: Permintaan Mahreeen
55
Bab 55: Farisa di kantor polisi
56
Bab 56: Penyesalan Papa Farisa
57
Bab 57: Amukan Farisa
58
Bab 58: Sidang Perdana Farisa.
59
Bab 59: Saksi yang Memberatkan Farisa
60
Bab 60: Selesai Farisa
61
Bab 61: Hadiah Manaf
62
Bab 62: Pengobatan Manaf
63
Bab 63: Terapi Pertama Manaf
64
Bab 64: Perubahan Manaf
65
Bab 65: Manaf Sedikit Lagi Sembuh
66
Bab 66 - Pertemuan Mahreeen dan Angel
67
Bab 67: Perayaan Manaf Sembuh
68
Bab 68: Kabar Bahagia
69
Promo karya terbaru
70
promo karya terbaru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!