Episode 13

“Awas!” Wang Lu melesat ke arah Yu Fengmu ketika sebuah anak panah melesat ke arah pangeran itu. Ia merentangkan kedua tangannya membentengi Yu Fengmu dan menghadang tembakan itu dengan punggungnya.

“Ni—” Yu Fengmu tersentak dan tergagap.

Wang Lu tertegun. Bola matanya bergulir ke atas dan alisnya berkerut-kerut. Apa yang terjadi? pikirnya.

Mata panah itu berkeretak saat menyentuh punggungnya, kemudian luruh dan hancur.

Ini… Wang Lu tergagap. Apakah aku benar-benar penghancur senjata? pikirnya melengak. Lalu kenapa pedang Yu Fengmu tak terpengaruh? Apakah karena dibawa dari luar?

Yu Fengmu membawa senjata spiritual sendiri dari negaranya, seperti jimat-jimat dan senjata-senjata rahasianya.

Sejumlah anak panah menerjang mereka lagi.

Wang Lu mendekap Yu Fengmu dan membawanya berputar-putar di udara, menghadang semua serangan dengan tubuhnya.

“Wang Lu—” pekik Yu Fengmu dengan syok. “Kau sudah gila!” hardiknya ketakutan.

“Yang Mulia nikmati saja penerbangan Anda dengan tenang,” seloroh Wang Lu tanpa beban. “Dan tutup mulutmu!” Ia menambahkan dengan ketus.

Yu Fengmu mengerjap dan membeku. Tiba-tiba tersadar Wang Lu belum memekik kesakitan. Apa orang ini juga punya ilmu kebal? pikirnya.

Gelombang anak panah meluncur semakin deras.

Tidak bisa begini terus! pikir Wang Lu.

Meskipun tubuhnya kebal senjata, terombang-ambing di udara juga tidak akan menyelesaikan masalah.

Harus mencabut akarnya! Wang Lu memutuskan. Tapi bagaimana caranya menemukan mereka?

Dari gelombang anak panah yang diluncurkan, mereka datang dari berbagai arah, tersembunyi di sudut-sudut gelap di sekeliling hutan.

Siapa sebenarnya mereka? Wang Lu bertanya-tanya dalam hatinya.

Kenapa mereka menargetkan kami?

Kami hanya murid baru di Paviliun Longtian!

Wang Lu menarik Yu Fengmu menyisi ke lereng bukit, kemudian mendarat di atas lapangan rumput di tepi jurang yang di bawahnya terdapat sungai.

SLASH!

SLASH!

Sejumlah orang berjubah gelap dengan tudung kepala dan masker ketat sewarna, melesat dari sudut-sudut hutan mengejar mereka.

Dari kecepatan gerakan dan lompatan mereka, rata-rata mereka sudah menguasai Qinggong, dan kalau dilihat dari pembawaan mereka, kultivasi mereka pasti sudah tingkat tujuh ke atas.

“Shashou!” pekik Yu Fengmu.

“Begitu banyak?” gumam Wang Lu. “Siapa yang mengirim mereka?”

“Tidak benar!” tukas Yu Fengmu balas berbisik.

“Apa yang tidak benar?” tanya Wang Lu setengah merongos.

“Pernyataannya adalah, siapa target mereka?” Yu Fengmu berkilah.

“Benar juga!” timpal Wang Lu setuju. “Seharusnya bukan aku,” katanya. “Bagaimanapun aku hanya murid baru.”

“Dan aku?” sanggah Yu Fengmu. “Bukankah kita teman seangkatan?!”

“Memang!” seloroh Wang Lu enteng. “Tapi di luar perguruan, aku juga bukan orang penting seperti… pangeran misalnya!”

“Maksudmu targetnya adalah aku?!” tanya Yu Fengmu.

“Kalau tidak?” Wang Lu balas bertanya.

Yu Fengmu tertegun.

SLASH!

SLASH!

Gelombang anak panah kembali menerjang, menyeberangi sungai.

Di sisi lain di belakang mereka, para shashou juga sudah mendekat.

Wang Lu dan Yu Fengmu terpaku membeku di dalam kegelapan hutan. Berdiri tegang saling membelakangi satu sama lain. Mata dan telinga mereka menyimak dengan waspada.

“Kita sudah dikepung,” bisik Wang Lu.

“Lalu bagaimana?” Yu Fengmu tak punya ide.

“Mereka terlalu banyak,” kata Wang Lu. Kemudian cepat-cepat merenggut pergelangan tangan Yu Fengmu dan membawanya melejit dan menghilang dalam sekejap. Lebih tepatnya membawanya berteleportasi.

Sejurus kemudian, mereka sudah mendarat di bukit berikutnya lagi, lalu mencari tempat aman untuk bermalam, dan menemukan gua di lereng tebing.

Sungai berkecamuk di bawah mereka, bergulung ke depan. Gunung-gunung dan perbukitan di kedua sisi seakan tak berujung. Deru monster terdengar sambung menyambung bersahut-sahutan dari sudut-sudut hutan, seperti menggelindingkan guntur satu per satu di antara pegunungan.

Yu Fengmu duduk bersila di sudut gua, sementara Wang Lu membuat perapian.

Selagi Yu Fengmu bermeditasi, Wang Lu pergi keluar untuk mengambil air dan mencari makanan.

Satu jam kemudian, Wang Lu kembali dengan membawa sekantong air dan dua ekor kelinci, kemudian memanggang kelinci itu sambil menunggu Yu Fengmu menyelesaikan meditasinya.

Saat Yu Fengmu selesai, daging kelinci panggang juga sudah matang.

Wang Lu menyodorkan satu ekor kelinci yang sudah matang pada Yu Fengmu. “Makanlah,” katanya. “Setelah ini gantian kau yang berjaga!”

Seulas senyuman geli tersungging samar di sudut bibir Yu Fengmu. Ia menerima daging panggang itu dan menyantapnya dengan perlahan. “Omong-omong… bolehkah aku menanyakan sesuatu?”

“Katakan!” sahut Wang Lu di antara kunyahannya.

“Apa kau punya ilmu kebal atau memakai baju zirah?” tanya Yu Fengmu. “Kenapa panah-panah itu tidak melukaimu?”

“Tidak,” sahut Wang Lu acuh tak acuh, tidak mengalihkan perhatiannya dari daging panggangnya. “Sebenarnya aku juga tak tahu, tapi setiap kali aku bersentuhan dengan senjata, senjata itu akan hancur.”

“Shénme?” Yu Fengmu terperangah.

“Beberapa waktu lalu, aku mematahkan tiga senjata spiritual di Balai Leluhur,” cerita Wang Lu, akhirnya mengangkat wajah dan mengalihkan pandangan dari makanannya. “Dan karenanya guruku harus mengambil misi untuk membayar ganti rugi.”

Yu Fengmu terdiam menatap Wang Lu, dengan campuran ekspresi antara bingung dan takjub.

“Aku sendiri baru menyadarinya!” Wang Lu menambahkan sambil menjejalkan sepotong daging ke dalam mulutnya dan melanjutkan sambil mengunyah.

“Maksudmu, saat kau menghadang panah itu untukku, kau belum menyadarinya?” tanya Yu Fengmu setengah menghardik.

“Hmmm!” Wang Lu menaikkan sebelah alisnya.

“Kau ini, ya!” Yu Fengmu memarahinya. “Apa kau sudah bosan hidup?”

“Aiya!” tukas Wang Lu dengan enteng. “Bukankah masih ada guruku? Kerusakan pondasi internal saja tak mengalahkannya, apalagi hanya kerusakan fisik. Namun…”

“Namun apa?” potong Yu Fengmu tak sabar.

“Masih ada hal yang mengganjal di pikiranku!” Wang Lu mengaku.

“Apa itu?”

“Pedangmu!”

“Pedangku?!” Yu Fengmu spontan melotot.

“Boleh aku melihatnya?” bujuk Wang Lu sambil tersenyum nakal.

“Jangan coba-coba!” Yu Fengmu gelagapan.

“Aiya! Bukankah aku sudah pernah menyentuhnya?” sanggah Wang Lu bersikeras.

Yu Fengmu terlihat ragu, tapi kemudian mengeluarkannya dan memberikannya pada Wang Lu dengan berat hati.

Wang Lu mencabut pedang itu keluar dan memeriksanya.

Pedang itu seluruhnya berwarna emas dengan permata biru langit di blok quillon.

Kenapa rasanya begitu ringan? pikir Wang Lu. Ia menyusur jari di sepanjang bilah dan menyentilnya.

Tidak terjadi apa-apa!

Apakah kutukan penghancur logamku tidak berpengaruh pada emas? Wang Lu bertanya-tanya dalam hatinya. Bukankah sama-sama logam?

Wang Lu menyentil bilah pedang itu sekali lagi di dekat telinganya, mencoba mendengarkan suaranya dengan dahi berkerut-kerut.

“Ternyata begitu?!” gumam Wang Lu sembari mengusap dagunya dengan buku jarinya.

“Bagaimana?” Yu Fengmu penasaran.

“Pedang ini tidak terbuat dari logam,” kata Wang Lu.

“Memang bukan,” timpal Yu Fengmu. “Pedang itu diukir dari sirip naga emas.”

Naga emas?

Wang Lu terkesiap. “Kenapa marga Long lagi?” dengusnya dengan sebal.

“Cih!” Yu Fengmu mendengus sembari menyambar pedangnya mengamankannya lagi ke dalam cincin penyimpanannya.

Beberapa saat kemudian, Wang Lu menyisi ke sudut gua dan mulai bermeditasi.

Giliran Yu Fengmu sekarang yang berjaga.

Sementara itu, di sisi lain bukit, di pesisir sungai dekat air terjun yang tingginya lebih dari seratus meter, mayat-mayat bergelimpangan seperti bangkai ikan.

Lebih dari lima orang.

Semuanya mengenakan jubah hitam dengan tudung kepala dan masker ketat.

Shashou!

Siapa yang membunuh mereka?

Terpopuler

Comments

Indah Permata

Indah Permata

lanjut

2024-11-29

1

lihat semua
Episodes
1 Episode 1
2 Episode 2
3 Episode 3
4 Episode 4
5 Episode 5
6 Episode 6
7 Episode 7
8 Episode 8
9 Episode 9
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Episode 13
14 Episode 14
15 Episode 15
16 Episode 16
17 Episode 17
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Episode 20
21 Episode 21
22 Episode 22
23 Episode 23
24 Episode 24
25 Episode 25
26 Episode 26
27 Episode 27
28 Episode 28
29 Episode 29
30 Episode 30
31 Episode 31
32 Episode 32
33 Episode 33
34 Episode 34
35 Episode 35
36 Episode 36
37 Episode 37
38 Episode 38
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Episode 41
42 Episode 42
43 Episode 43
44 Episode 44
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Episode 48
49 Episode 49
50 Episode 50
51 Episode 51
52 Episode 52
53 Episode 53
54 Episode 54
55 Episode 55
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Episode 59
60 Episode 60
61 Episode 61
62 Episode 62
63 Episode 63
64 Episode 64
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Episode 68
69 Episode 69
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Episode 73
74 Episode 74
75 Episode 75
76 Episode 76
77 Episode 77
78 Episode 78
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Episode 81
82 Episode 82
83 Episode 83
84 Episode 84
85 Episode 85
86 Episode 86
87 Episode 87
88 Episode 88
89 Episode 89
90 Episode 90
91 Episode 91
92 Episode 92
93 Episode 93
94 Episode 94
95 Episode 95
96 Episode 96
97 Episode 97
98 Episode 98
99 Episode 99
100 Episode 100
101 Episode 101
102 Episode 102
103 Episode 103
104 Episode 104
105 Episode 105
106 Episode 106
107 Episode 107
108 Episode 108
109 Episode 109
110 Episode 110
111 Episode 111
112 Episode 112
113 Episode 113
114 Episode 114
115 Episode 115
116 Episode 116
117 Episode 117
118 Episode 118
119 Episode 119
120 Episode 120
121 Episode 121
122 Episode 122
123 Episode 123
124 Episode 124
125 Episode 125
126 Episode 126
127 Episode 127
128 Episode 128
129 Episode 129
130 Episode 130
131 Episode 131
132 Episode 132
133 Episode 133
134 Episode 134
135 Episode 135
136 Episode 136
137 Episode 137
138 Episode 138
139 Episode 139
140 Episode 140
Episodes

Updated 140 Episodes

1
Episode 1
2
Episode 2
3
Episode 3
4
Episode 4
5
Episode 5
6
Episode 6
7
Episode 7
8
Episode 8
9
Episode 9
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Episode 13
14
Episode 14
15
Episode 15
16
Episode 16
17
Episode 17
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Episode 20
21
Episode 21
22
Episode 22
23
Episode 23
24
Episode 24
25
Episode 25
26
Episode 26
27
Episode 27
28
Episode 28
29
Episode 29
30
Episode 30
31
Episode 31
32
Episode 32
33
Episode 33
34
Episode 34
35
Episode 35
36
Episode 36
37
Episode 37
38
Episode 38
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Episode 41
42
Episode 42
43
Episode 43
44
Episode 44
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Episode 48
49
Episode 49
50
Episode 50
51
Episode 51
52
Episode 52
53
Episode 53
54
Episode 54
55
Episode 55
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Episode 59
60
Episode 60
61
Episode 61
62
Episode 62
63
Episode 63
64
Episode 64
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Episode 68
69
Episode 69
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Episode 73
74
Episode 74
75
Episode 75
76
Episode 76
77
Episode 77
78
Episode 78
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Episode 81
82
Episode 82
83
Episode 83
84
Episode 84
85
Episode 85
86
Episode 86
87
Episode 87
88
Episode 88
89
Episode 89
90
Episode 90
91
Episode 91
92
Episode 92
93
Episode 93
94
Episode 94
95
Episode 95
96
Episode 96
97
Episode 97
98
Episode 98
99
Episode 99
100
Episode 100
101
Episode 101
102
Episode 102
103
Episode 103
104
Episode 104
105
Episode 105
106
Episode 106
107
Episode 107
108
Episode 108
109
Episode 109
110
Episode 110
111
Episode 111
112
Episode 112
113
Episode 113
114
Episode 114
115
Episode 115
116
Episode 116
117
Episode 117
118
Episode 118
119
Episode 119
120
Episode 120
121
Episode 121
122
Episode 122
123
Episode 123
124
Episode 124
125
Episode 125
126
Episode 126
127
Episode 127
128
Episode 128
129
Episode 129
130
Episode 130
131
Episode 131
132
Episode 132
133
Episode 133
134
Episode 134
135
Episode 135
136
Episode 136
137
Episode 137
138
Episode 138
139
Episode 139
140
Episode 140

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!