Episode 10

“Shì shéi?!” hardik Wang Yu dengan suara yang menggelegar.

Wang Lu terpaku membeku, seperti mendadak berubah jadi batu.

Ia tidak sengaja menginjak ranting tadi, dan itu menimbulkan bunyi gemeretak yang keras.

Sekarang Wang Yu dan gerombolannya mengetahui keberadaannya.

“Ai yo!” Wang Yu menggumam dan berdecak. “Kukira siapa?” sindirnya sambil berjalan perlahan memutari bangkai monster harimau dan mendekat ke arah Wang Lu.

Gerombolannya merapat di belakangnya, seperti ingin mengepung Wang Lu.

“Jenius juara satu!” Wang Yu menambahkan disertai seringai yang menjengkelkan.

“Shì tā…?” Rekan Wang Yu menyela.

“Maksudnya… juara satu angkatan ini?” Yang lainnya menimpali.

Yang lain-lainnya lagi tergelak menanggapinya.

Siapa yang tidak tahu?

Juara satu angkatan ini, artinya Lelucon Sekte!

“Coba lihat kulitnya yang putih mulus!” cemooh seseorang. “Kudengar dia banyak berendam.”

Mereka tertawa lagi.

“Murid kesayangan Guru, kenapa berkeliaran di hutan berburu monster?” sindir Wang Yu. “Tak takut bertemu monster? Kalau kau mati nanti gurumu sedih!”

Yang lainnya tertawa lagi.

“Itu juga kalau guru cantiknya masih hidup!” Yang lainnya menimpali.

“Oh, iya!” timpal yang lainnya lagi. “Dengar-dengar Penatua Kelima mengambil misi kelas satu menggantikan muridnya untuk membayar ganti rugi, tapi sudah lebih dari satu bulan belum kembali! Mungkinkah terjadi sesuatu?”

Mengambil misi kelas satu? pikir Wang Lu terkejut. Untuk membayar ganti rugi?

Jangan-jangan…

Pedang itu! Wang Lu baru ingat ia sudah mematahkan dua tombak dan Pedang Damaskus.

Jadi semuanya gara-gara aku? Wang Lu membatin getir.

Bukankah Penatua Ketujuh bilang hanya barang-barang usang?

Begitu juga harus bayar ganti rugi?

Penatua Ketujuh ini…

Haish! Wang Lu mengerang dalam hatinya. Memang tak bisa menilai orang dari penampilan, katanya dalam hati.

Wang Lu menghela napas dalam-dalam, kemudian menghembuskannya perlahan. Ia memutar tubuhnya, berbalik ke arah Wang Yu.

“Apa?” geram Wang Yu dengan ketus.

Wang Lu tak terpengaruh. Ia menarik sudut bibirnya membentuk senyuman miring, kemudian membungkuk ke arah Wang Yu, memberikan salam soja, “Adik memberi salam pada Kakak Sepupu Yu,” katanya.

Wajah Wang Yu spontan berubah warna.

Gerombolannya terperangah bersamaan.

“Sepupu?” bisik teman-temannya pada satu sama lain.

Wang Yu mengetatkan rahangnya menahan geram.

Bagaimana tidak?

Sekarang gerombolannya tahu, si Lelucon Sekte ternyata adik sepupu Kakak Senior Wang yang bermartabat.

Wang Yu mendengus dan bersedekap, mendongakkan hidungnya dengan harga diri setinggi langit. “Jangan kira karena aku kakak sepupumu, lalu kau pikir bisa memanfaatkanku untuk mendaki status sosial.”

“Adik tidak berani!” kata Wang Lu sambil membungkuk semakin dalam.

“Oh?!” Wang Yu menaikkan sebelah alisnya.

“Adik hanya kebetulan lewat,” tukas Wang Lu dengan sopan. “Hanya ingin menyapa saja. Pamit dulu!” tandasnya. Lalu berbalik dan bergegas cepat-cepat. Diam-diam menyembunyikan senyuman sinis.

“Tunggu!” sergah Wang Yu dengan ekspresi dingin.

Wang Lu berhenti tiga langkah di depan Wang Yu, tapi tidak menoleh.

“Sudah datang menyapa, kenapa tidak menunjukkan ketulusan?” seloroh Wang Yu dengan nada pelan arogan. “Bagaimana kalau berlutut dan menyembahku tiga kali? Maka aku akan mengakuinya di depan semua orang kalau kau saudaraku!”

Wang Lu mengepalkan kedua tangannya di sisi tubuhnya. Wang Yu… kau jangan keterlaluan! geramnya dalam hati.

Diam-diam Wang Yu melirik gerombolannya dengan seringai penuh muslihat, kemudian mengedikkan kepalanya mengisyaratkan supaya mereka meringkus Wang Lu dan menunjuk Kantong Qinyang yang menggelantung di ikat pinggang Wang Lu dengan ekor matanya.

Gawat! pikir Wang Lu waspada. Mereka menginginkan harta karunku! Ia menyadari.

Wang Lu menangkap isyarat itu dari sudut matanya.

Tidak bisa! katanya dalam hati. Aku harus segera menyingkir dari sini!

Wang Lu tak takut jika terpaksa harus bertarung. Dengan kualifikasinya saat ini, ia tidak khawatir meski kultivasi Wang Yu sudah di tingkat lima.

Dengan mengenal perangainya, sudah lebih dari cukup untuk mengetahui kelemahannya.

Bisa dikatakan, kekuatan Wang Yu sama buruknya dengan temperamennya. Indah di permukaan tapi busuk di dalam.

Mengenai teman-teman Wang Yu, mereka hanya murid eksternal junior dengan rata-rata kultivasi tingkat dua.

Masih bisa disiasati! pikir Wang Lu.

Hanya saja, untuk saat ini, ia tak ingin rahasia kekuatannya yang baru pulih seumur jagung itu diketahui orang lain. Setidaknya untuk sementara waktu.

Tapi tampaknya ia tak bisa menghindar.

Menunjukkan kekuatan, atau merelakan harta karunnya dirampas?

Sungguh pilihan yang sulit! pikir Wang Lu.

Di satu sisi, ia membutuhkan harta karunnya untuk menebus barang-barang berharga gurunya yang digadaikan. Di sisi lain, ia belum siap menunjukkan kekuatannya sebelum mengetahui dengan pasti rahasia kekuatannya sendiri. Kekuatan itu datang terlalu tiba-tiba, dan fragmen manual dalam kepalanya belum terungkap seluruhnya.

Aku memang belum saatnya turun gunung, pikirnya.

Sekarang gerombolan Wang Yu sudah merangsek ke arah Wang Lu.

Diam-diam Wang Lu mengumpulkan aura spiritual dari Enam Denyut Nadi Dewa dan menyalurkannya ke telapak tangan.

Begitu teman-teman Wang Yu mencoba menyergapnya, tiba-tiba seseorang menghardik mereka dari atas tebing.

“Shéi gǎn!”

SLASH!

DUAAAAARRRR!

Ledakan energi spiritual terlontar ke arah gerombolan itu dan menyentakkan mereka hingga terpelanting berpencar-pencar.

Seorang pemuda seusia Wang Lu, melayang turun dan mendarat di sisi Wang Lu seraya merentangkan sebelah tangannya merintangi Wang Lu. Sebilah pedang terhunus di tangannya.

“Yu Fengmu?!” pekik Wang Lu. “Kenapa kau datang?”

“Fàngsì!” Wang Yu menginterupsi dengan hardikan yang menggelegar. Kemudian menarik pedangnya.

“Nǐ gǎn?” tantang Yu Fengmu balas menghardik.

Wang Yu membeku dengan pedang terhunus sebagian. Raut wajahnya terlihat kencang menahan amarah.

Sama-sama murid internal, sama-sama tingkat lima, dan jika perlu diingatkan, Wang Yu lebih senior! Kenapa dia mendadak ragu?

Sebenarnya, meski sama-sama murid internal, sama-sama tingkat lima, dan Wan Yu lebih senior, tapi reputasi Yu Fengmu mendahului orangnya.

Baru setengah tahun, sudah melejit ke tingkat lima!

Sudah begitu, dia juga pangeran dari utara.

Siapa yang tidak tahu bahwa wilayah utara merupakan negara terkuat dengan kekuatan militer paling besar.

Siapa yang berani menyinggungnya?

Wang Yu menyarungkan kembali pedangnya dengan rahang mengetat. “Kali ini kau beruntung,” geramnya dalam gumaman yang tak jelas seperti orang berkumur, ditujukan pada Wang Lu. “Tunggu saja,” ancamnya. “Aku akan membereskanmu setelah kembali ke Sekte!” Ia berbalik dan mengibaskan sebelah tangannya, mengisyaratkan para anak buahnya untuk pergi.

Gerombolan itu pun bubar, dan tinggallah Wang Lu dengan Yu Fengmu.

Yu Fengmu menyarungkan pedangnya dan memutar tubuhnya menghadap Wang Lu.

Wang Lu juga memutar tubuhnya menghadap Yu Fengmu.

“Kau baik-baik saja?” tanya Yu Fengmu.

Wang Lu menggeleng dan memaksakan senyum. “Terima kasih,” katanya.

“Aiya!” sergah Yu Fengmu. “Di antara kau dan aku, tak perlu berterima kasih!”

“Kalau begitu… nikahi aku!” kelakar Wang Lu tanpa tertawa.

“Cih!” Yu Fengmu mendengus sembari menahan senyum. “Dasar kau bocah tengik!”

Wang Lu menanggapinya dengan seringai tipis.

“Kenapa kau di sini?” tanya Yu Fengmu lagi.

“Aku sedang mencari guruku,” jawab Wang Lu dengan muram.

“Jadi benar, Penatua Kelima menghilang?” Yu Fengmu menautkan alisnya.

“Kau sudah tahu?” Wang Lu balas bertanya.

“Aku tidak sengaja mendengarnya,” kata Yu Fengmu. “Beberapa murid membicarakannya. Tapi hanya sepintas lalu.”

Wang Lu mendesah dan tercenung. Kemudian memohon diri setelah sejenak terdiam.

“Tunggu!” sergah Yu Fengmu. “Aku akan menemanimu,” katanya.

Lalu keduanya bergegas dari situ.

Yu Fengmu menggunakan pedangnya untuk terbang, membonceng Wang Lu di belakangnya.

“Kau sudah menguasai Qinggong?” seru Wang Lu dengan takjub. Kedua tangannya berpegangan di bahu Yu Fengmu.

“Teknik pedang terbang tidak menggunakan ilmu meringankan tubuh,” jelas Yu Fengmu. “Senjata spiritual bisa terbang sendiri,” katanya sambil tersenyum simpul. “Untuk menggunakannya hanya perlu keseimbangan saja.”

“Ternyata begitu?” gumam Wang Lu.

“Shi-ya!” Yu Fengmu menimpali. “Melatih keseimbangan tak membutuhkan kekuatan spiritual,” katanya. “Kau bisa melatihnya. Kapan pun kau ingin terbang, aku akan meminjamkan pedangku!”

“Benar-benar calon suami yang baik!” goda Wang Lu.

“Dasar perangaimu ini…” Yu Fengmu mendengus sambil terkekeh.

Ketika mereka melintas di atas ngarai, sesuatu tiba-tiba melesat dari arah belakang dan menepis Wang Lu.

WUSSSHHH!

Terpopuler

Comments

Reza Putra

Reza Putra

MC nya cow pa cew

2024-10-31

0

Ꮇα꒒ҽϝ𝚒ƈêɳт

Ꮇα꒒ҽϝ𝚒ƈêɳт

Eh, ada translated deng di pesan autbon/Hey/

2024-10-14

1

Ꮇα꒒ҽϝ𝚒ƈêɳт

Ꮇα꒒ҽϝ𝚒ƈêɳт

Pake artinyaaa/Sob/
gua yg pinter ini kgk ngarti, Ayaaaangg🍼

2024-10-14

1

lihat semua
Episodes
1 Episode 1
2 Episode 2
3 Episode 3
4 Episode 4
5 Episode 5
6 Episode 6
7 Episode 7
8 Episode 8
9 Episode 9
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Episode 13
14 Episode 14
15 Episode 15
16 Episode 16
17 Episode 17
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Episode 20
21 Episode 21
22 Episode 22
23 Episode 23
24 Episode 24
25 Episode 25
26 Episode 26
27 Episode 27
28 Episode 28
29 Episode 29
30 Episode 30
31 Episode 31
32 Episode 32
33 Episode 33
34 Episode 34
35 Episode 35
36 Episode 36
37 Episode 37
38 Episode 38
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Episode 41
42 Episode 42
43 Episode 43
44 Episode 44
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Episode 48
49 Episode 49
50 Episode 50
51 Episode 51
52 Episode 52
53 Episode 53
54 Episode 54
55 Episode 55
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Episode 59
60 Episode 60
61 Episode 61
62 Episode 62
63 Episode 63
64 Episode 64
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Episode 68
69 Episode 69
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Episode 73
74 Episode 74
75 Episode 75
76 Episode 76
77 Episode 77
78 Episode 78
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Episode 81
82 Episode 82
83 Episode 83
84 Episode 84
85 Episode 85
86 Episode 86
87 Episode 87
88 Episode 88
89 Episode 89
90 Episode 90
91 Episode 91
92 Episode 92
93 Episode 93
94 Episode 94
95 Episode 95
96 Episode 96
97 Episode 97
98 Episode 98
99 Episode 99
100 Episode 100
101 Episode 101
102 Episode 102
103 Episode 103
104 Episode 104
105 Episode 105
106 Episode 106
107 Episode 107
108 Episode 108
109 Episode 109
110 Episode 110
111 Episode 111
112 Episode 112
113 Episode 113
114 Episode 114
115 Episode 115
116 Episode 116
117 Episode 117
118 Episode 118
119 Episode 119
120 Episode 120
121 Episode 121
122 Episode 122
123 Episode 123
124 Episode 124
125 Episode 125
126 Episode 126
127 Episode 127
128 Episode 128
129 Episode 129
130 Episode 130
131 Episode 131
132 Episode 132
133 Episode 133
134 Episode 134
135 Episode 135
136 Episode 136
137 Episode 137
138 Episode 138
139 Episode 139
140 Episode 140
Episodes

Updated 140 Episodes

1
Episode 1
2
Episode 2
3
Episode 3
4
Episode 4
5
Episode 5
6
Episode 6
7
Episode 7
8
Episode 8
9
Episode 9
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Episode 13
14
Episode 14
15
Episode 15
16
Episode 16
17
Episode 17
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Episode 20
21
Episode 21
22
Episode 22
23
Episode 23
24
Episode 24
25
Episode 25
26
Episode 26
27
Episode 27
28
Episode 28
29
Episode 29
30
Episode 30
31
Episode 31
32
Episode 32
33
Episode 33
34
Episode 34
35
Episode 35
36
Episode 36
37
Episode 37
38
Episode 38
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Episode 41
42
Episode 42
43
Episode 43
44
Episode 44
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Episode 48
49
Episode 49
50
Episode 50
51
Episode 51
52
Episode 52
53
Episode 53
54
Episode 54
55
Episode 55
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Episode 59
60
Episode 60
61
Episode 61
62
Episode 62
63
Episode 63
64
Episode 64
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Episode 68
69
Episode 69
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Episode 73
74
Episode 74
75
Episode 75
76
Episode 76
77
Episode 77
78
Episode 78
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Episode 81
82
Episode 82
83
Episode 83
84
Episode 84
85
Episode 85
86
Episode 86
87
Episode 87
88
Episode 88
89
Episode 89
90
Episode 90
91
Episode 91
92
Episode 92
93
Episode 93
94
Episode 94
95
Episode 95
96
Episode 96
97
Episode 97
98
Episode 98
99
Episode 99
100
Episode 100
101
Episode 101
102
Episode 102
103
Episode 103
104
Episode 104
105
Episode 105
106
Episode 106
107
Episode 107
108
Episode 108
109
Episode 109
110
Episode 110
111
Episode 111
112
Episode 112
113
Episode 113
114
Episode 114
115
Episode 115
116
Episode 116
117
Episode 117
118
Episode 118
119
Episode 119
120
Episode 120
121
Episode 121
122
Episode 122
123
Episode 123
124
Episode 124
125
Episode 125
126
Episode 126
127
Episode 127
128
Episode 128
129
Episode 129
130
Episode 130
131
Episode 131
132
Episode 132
133
Episode 133
134
Episode 134
135
Episode 135
136
Episode 136
137
Episode 137
138
Episode 138
139
Episode 139
140
Episode 140

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!