Episode 8

Balai Umum…

Selalu menjadi pusat informasi!

Wang Lu menemui Penatua Keempat dan menanyakan kapan terakhir kali pria itu bertemu gurunya. “Apakah guruku mengatakan ingin pergi ke mana?”

“Lembah Xuèyuè!”

Lembah Xuèyuè adalah hutan pertarungan binatang atau pusat perburuan monster spiritual, disebut juga Kawasan Bulan Sabit Merah karena wilayah itu selalu diselimuti kabut berwarna merah. Dari ketinggian, lembah itu terlihat seperti bulan sabit berdarah.

Kebetulan aku bisa menguji Enam Denyut Nadi Dewa, pikir Wang Lu. Kemudian memutuskan untuk turun gunung tanpa sepengetahuan semua orang.

“Butuh tunggangan kilat, Tuan?”

Terdengar suara seseorang ketika Wang Lu menuruni gunung di jalan setapak. Suaranya begitu dekat di belakang Wang Lu dan sama persis dengan suara Wang Lu.

“Shéi-ya?!” pekik Wang Lu sembari menyentakkan kepalanya ke samping, mencari-cari pemilik suara melalui ekor matanya.

Tiba-tiba seekor ular mencuat dari balik bahunya, melongokkan kepalanya ke depan. Sepasang matanya berwarna biru laut, kulitnya putih mengkilat, bentuk kepalanya seperti kobra.

“WOAAAAAAAA!” Wang Lu serentak kelabakan. Melompat-lompat dengan kalang kabut sembari menepiskan ular itu dari bahunya.

BRUK!

Ular itu terlempar dan terjerembab di rerumputan dalam wujud seorang pemuda berambut putih, mengenakan hanfu putih—bertolak belakang dengan penampilan Wang Lu yang serba hitam, tapi wajahnya sangat identik dengan Wang Lu. Hanya saja iris matanya berwarna biru laut, dan sebuah ikat kepala perak melingkar di kepalanya dengan permata—lagi-lagi—berwarna biru laut di dahinya.

Penampilannya seperti Long Ziling, tapi wajahnya seperti Wang Lu.

“Siluman dari mana?” Wang Lu gelagapan.

“Saya bukan siluman,” gumam pemuda itu dengan wajah memelas, kemudian menarik bangkit tubuhnya dan menyeringai, ekspresi tololnya juga sama persis dengan Wang Lu. Ia membungkuk ke arah Wang Lu dengan kedua tangan tertaut di depan wajah, memberikan salam soja. “Perkenalkan, saya Mófǎng! Roh Kaisar Pedang yang akan melayani Anda mulai sekarang!”

“Roh pedang?” Wang Lu menyipitkan matanya. “Beraninya kau meniru wajah tampanku!’ gerutunya kemudian.

“Saya tak menirunya, Tuan,” tukas Mofang. Raut wajahnya memelas lagi. “Darah dan sumsum Anda yang membentuknya.”

Wang Lu menghela napas kasar dan berkacak pinggang. “Bisa jelaskan apa maksudnya tunggangan kilat?! Dan apa itu melayaniku mulai sekarang? Apa kau serius? Kau tidak sedang mempermainkanku, kan?”

“Tuan! Pertanyaan Anda banyak sekali?” protes Mofang dengan ekspresi konyol khas Wang Lu.

“Yang benar saja? Dia bahkan meniru ekspresiku!” gumam Wang Lu tercengang.

“Tentu saja, bagaimanapun saya adalah belahan jiwa Anda,” sahut Mofang balas menggumam. “Darah dari darahmu, tulang dari tulangmu.”

“Sudahlah, sudahlah!” sela Wang Lu cepat-cepat. “Sekarang katakan, bagaimana kau akan melayaniku?”

“Tuan mau ke mana?” tanya Mofang sambil membungkuk lagi.

“Lembah Xuèyuè!” jawab Wang Lu.

“Hao-le!” seru Mofang bersemangat, kemudian menerjang Wang Lu dan merasukinya.

SLASH!

Kaisar Pedang melesat keluar dari telapak tangannya, kemudian melayang setinggi dua kaki dengan posisi horizontal.

WUUUSSSSHHH!

Tubuh Wang Lu melejit dan mendarat di bilah pedang itu dengan ringan.

Lalu dalam sekejap pedang itu melesat dengan kecepatan komet.

“WUAAAAAAAAAAAAAAAAAA…!”

Teriakan Wang Lu melengking nyaring ke langit tinggi.

Saat berikutnya, Wang Lu jatuh terpuruk dan menjeluak sembari menekuk perutnya.

Rupanya penerbangan tadi membuat Wang Lu mabuk udara.

“Howwwek!”

“Tuan, Anda baik-baik saja?” tanya Mofang sembari menahan tawa.

“Bì zuǐ!” hardik Wang Lu sembari menjeluak lagi. “Howwwek!”

Mofang berdesis tertawa.

Wang Lu mencebik sembari merangkak ke bawah pohon, kemudian menyandarkan punggungnya ke batang pohon itu dan mengistirahatkan dirinya.

Di sekeliling mereka, terbentang hutan hijau yang indah. Pohon-pohon bambu yang langsing dan pohon-pohon persik tumbuh melengkung ke arah ngarai. Di baliknya, hutan tampak gelap karena ditumbuhi pohon-pohon besar seperti cemara, oak dan mapel.

Kabut tipis berwarna merah menyelimuti seluruh hutan seperti serbuk warna yang ditaburkan dalam perayaan Holi di Negeri Selatan.

Tak lama kemudian, ia sudah duduk bersila dalam posisi lotus dan menarik napasnya dalam-dalam, kemudian menautkan kedua tangannya di depan perut bagian bawah dalam sikap dhyana mudra—telapak tangan menghadap ke atas dengan ujung ibu jari saling menyentuh membentuk lingkaran.

Ia memejamkan matanya dan mulai berkonsentrasi, memulai meditasi.

Saat energi murni mengalir ke tubuhnya, sel-sel kulitnya berubah dengan cepat dan lapisan kekuatan jiwa menutupi permukaan kulit. Kondisi itu membantunya mengurangi pengaruh mabuk udara.

Perlahan, Wang Lu memasuki atmosfer yang misterius. Pernapasannya mengalir melalui frekuensi khusus, dan seluruh tubuhnya menyatu dengan lingkungan sekitar.

Sekitar satu jam atau lebih, jiwanya berputar dalam pikiran di lautan rohnya, dan di jantung pusaran jiwa, ada telur darah yang semakin besar dan lebih jelas.

Setelah telur darah benar-benar terbentuk, kekuatan jiwa murni mengalir dalam telur darah dan mengalir ke tubuh Wang Lu.

Ketika Wang Lu mengalir menyusur jiwa, bottleneck-nya dari batas yang tak bisa ia terobos, dengan mudah ditembus oleh jiwanya.

Bottleneck adalah istilah untuk menyebutkan suatu kondisi di mana kultivator secara kiasan menabrak dinding dalam pelatihan mereka dan tiba-tiba menjadi sangat sulit untuk melanjutkan latihan ke tahap selanjutnya.

Dalam proses mengamati jiwa yang dihantam jiwa, Wang Lu menemukan pengetahuan tentang Qinggong—ilmu meringankan tubuh.

Setelah menyelesaikan fragmen memori dalam benaknya, Wang Lu memiliki perasaan campur aduk dalam hatinya.

Wang Lu tak pernah bermimpi bahwa hidupnya akan berubah secara dramatis karena terlalu banyak direndam.

Pukulan terakhir Long Ziling dan penyatuan tulangnya dengan Kaisar Pedang telah menghantarkannya ke puncak tahapan dari Enam Denyut Nadi Dewa dan menyempurnakannya.

Sekarang dengan mudah ia menerobos ke ranah Diagram Kerajaan Langit tingkat satu.

Segel pertamanya terbuka.

Terobosan! Wang Lu bersorak dalam hatinya, menekan jantungnya dengan gembira.

Mengingat kondisi kultivasinya sebelum ini, membangkitkan Legenda Longtian setelah kerusakan pondasi internal, siapa yang akan percaya? Semua mata akan terpukau karenanya. Kondisi masuknya sekarang adalah keadaan kosong dari impian semua orang. Beberapa orang tak dapat masuk sekali seumur hidup.

Benar-benar berkah setelah bencana!

Wang Lu melompat berdiri dan memasang kuda-kuda, mencoba mempraktikkan apa yang baru saja didapatkannya.

“Teknik Qinggong dari Tujuh Diagram Kerajaan Langit menyebutkan Harta Karun dan Harmoni,” gumamnya sambil memutar jemari tangan di sisi tubuhnya. Apa maksudnya? pikirnya.

GROAAAAH!!

Cahaya berwarna biru laut berpendar dari telapak tangannya seperti lidah-lidah api biru.

“Untuk memahami nasib alam…” Wang Lu mendadak tertegun. Seluruh indranya spontan waspada.

Aura ini…

Wang Lu serentak mengedar pandang, “Kenapa aura spiritual di sini begitu kuat?” gumamnya. “Jangan-jangan ada harta karun alam!”

Wang Lu menarik kembali aura spiritualnya dan berjalan perlahan menelusuri sekitar.

Setelah berjalan beberapa puluh meter, ia berhenti di tepi ngarai.

Sesuatu di sela-sela akar sebatang pohon besar yang menjorok ke lembah menarik perhatiannya. Sebuah benda menyala seperti lentera sungai berbentuk bunga teratai yang mekar sebagian.

“Sungguh ada buah spiritual!” desisnya dengan takjub. Sepasang matanya spontan membulat dan berbinar-binar. “Sepertinya sudah akan matang!”

Wang Lu mendekat ke pohon itu dengan berhati-hati, kemudian membungkuk sembari menggosok-gosokkan kedua telapak tangannya.

Ia menggigit bibir bawahnya dan menyeringai, kemudian memetik buah spiritual itu.

Kaya mendadak! Ia menggumam senang dalam hatinya, kemudian mengantongi buah spiritual itu ke dalam Kantong Qinyang-nya—bukan Kantong Qinyang biasa, tapi kantong penyimpanan spiritual dengan kapasitas ruang ratusan kubik, sama fungsinya dengan cincin intrerspasial atau storage treasures—penyimpanan harta karun, disebut juga Kantong Kun.

Sekonyong-konyong tanah di bawah kakinya bergetar.

Terdengar geraman dalam.

Rupanya dia bukan satu-satunya yang menginginkan buah spiritual itu.

Seekor monster harimau sebesar badak merangkak mendekatinya. Punggungnya bercula tiga, taringnya seukuran tanduk banteng.

“Bùshì-ba…” erang Wang Lu sembari melengak.

Monster di depannya adalah satu dari yang terbuas, setingkat dengan kultivasi bela diri tingkat lima. Dilihat dari penampilannya, jelas-jelas sudah mulai berubah jadi siluman.

Dengan tingkat kultivasinya sekarang, Wang Lu tak yakin dapat mengatasinya.

Habislah sudah! katanya dalam hati.

Bagaimana ini? pikirnya.

Terpopuler

Comments

angin kelana

angin kelana

boleh lah bahasa anehnya,yg penting bukan bahasa inggris,cerita fantasi timur bahasa inggris itu yg gak nyambung.lanjutkan/Good/

2024-11-19

1

herry bjb

herry bjb

sebaiknya bahasanya full bahasa indo saja thor...saya tau ini novel translate dan alangkah lebih baik editannya di maksimalkan.

2024-10-23

1

I DEWA PUTU BAGIA

I DEWA PUTU BAGIA

kalimatx banyaj yg aneh, bahasa apa ya....🙄🙄

2024-10-23

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 1
2 Episode 2
3 Episode 3
4 Episode 4
5 Episode 5
6 Episode 6
7 Episode 7
8 Episode 8
9 Episode 9
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Episode 13
14 Episode 14
15 Episode 15
16 Episode 16
17 Episode 17
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Episode 20
21 Episode 21
22 Episode 22
23 Episode 23
24 Episode 24
25 Episode 25
26 Episode 26
27 Episode 27
28 Episode 28
29 Episode 29
30 Episode 30
31 Episode 31
32 Episode 32
33 Episode 33
34 Episode 34
35 Episode 35
36 Episode 36
37 Episode 37
38 Episode 38
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Episode 41
42 Episode 42
43 Episode 43
44 Episode 44
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Episode 48
49 Episode 49
50 Episode 50
51 Episode 51
52 Episode 52
53 Episode 53
54 Episode 54
55 Episode 55
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Episode 59
60 Episode 60
61 Episode 61
62 Episode 62
63 Episode 63
64 Episode 64
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Episode 68
69 Episode 69
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Episode 73
74 Episode 74
75 Episode 75
76 Episode 76
77 Episode 77
78 Episode 78
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Episode 81
82 Episode 82
83 Episode 83
84 Episode 84
85 Episode 85
86 Episode 86
87 Episode 87
88 Episode 88
89 Episode 89
90 Episode 90
91 Episode 91
92 Episode 92
93 Episode 93
94 Episode 94
95 Episode 95
96 Episode 96
97 Episode 97
98 Episode 98
99 Episode 99
100 Episode 100
101 Episode 101
102 Episode 102
103 Episode 103
104 Episode 104
105 Episode 105
106 Episode 106
107 Episode 107
108 Episode 108
109 Episode 109
110 Episode 110
111 Episode 111
112 Episode 112
113 Episode 113
114 Episode 114
115 Episode 115
116 Episode 116
117 Episode 117
118 Episode 118
119 Episode 119
120 Episode 120
121 Episode 121
122 Episode 122
123 Episode 123
124 Episode 124
125 Episode 125
126 Episode 126
127 Episode 127
128 Episode 128
129 Episode 129
130 Episode 130
131 Episode 131
132 Episode 132
133 Episode 133
134 Episode 134
135 Episode 135
136 Episode 136
137 Episode 137
138 Episode 138
139 Episode 139
140 Episode 140
Episodes

Updated 140 Episodes

1
Episode 1
2
Episode 2
3
Episode 3
4
Episode 4
5
Episode 5
6
Episode 6
7
Episode 7
8
Episode 8
9
Episode 9
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Episode 13
14
Episode 14
15
Episode 15
16
Episode 16
17
Episode 17
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Episode 20
21
Episode 21
22
Episode 22
23
Episode 23
24
Episode 24
25
Episode 25
26
Episode 26
27
Episode 27
28
Episode 28
29
Episode 29
30
Episode 30
31
Episode 31
32
Episode 32
33
Episode 33
34
Episode 34
35
Episode 35
36
Episode 36
37
Episode 37
38
Episode 38
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Episode 41
42
Episode 42
43
Episode 43
44
Episode 44
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Episode 48
49
Episode 49
50
Episode 50
51
Episode 51
52
Episode 52
53
Episode 53
54
Episode 54
55
Episode 55
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Episode 59
60
Episode 60
61
Episode 61
62
Episode 62
63
Episode 63
64
Episode 64
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Episode 68
69
Episode 69
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Episode 73
74
Episode 74
75
Episode 75
76
Episode 76
77
Episode 77
78
Episode 78
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Episode 81
82
Episode 82
83
Episode 83
84
Episode 84
85
Episode 85
86
Episode 86
87
Episode 87
88
Episode 88
89
Episode 89
90
Episode 90
91
Episode 91
92
Episode 92
93
Episode 93
94
Episode 94
95
Episode 95
96
Episode 96
97
Episode 97
98
Episode 98
99
Episode 99
100
Episode 100
101
Episode 101
102
Episode 102
103
Episode 103
104
Episode 104
105
Episode 105
106
Episode 106
107
Episode 107
108
Episode 108
109
Episode 109
110
Episode 110
111
Episode 111
112
Episode 112
113
Episode 113
114
Episode 114
115
Episode 115
116
Episode 116
117
Episode 117
118
Episode 118
119
Episode 119
120
Episode 120
121
Episode 121
122
Episode 122
123
Episode 123
124
Episode 124
125
Episode 125
126
Episode 126
127
Episode 127
128
Episode 128
129
Episode 129
130
Episode 130
131
Episode 131
132
Episode 132
133
Episode 133
134
Episode 134
135
Episode 135
136
Episode 136
137
Episode 137
138
Episode 138
139
Episode 139
140
Episode 140

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!