Episode 4

Sungai kecil yang dikira dangkal itu nyatanya lumayan dalam.

Airnya yang bening membuat dasar sungai terlihat jelas hingga terkesan dangkal.

Dan Wang Lu, tidak mempersiapkan diri untuk hal ini sehingga ia terkapah-kapah dan kalang kabut. Situasi itu tak memberinya ide untuk bertindak secara tepat, hanya mengayuh tangan dan kakinya tanpa berpikir. Tapi tindakan itu malah semakin memperburuk keadaannya.

Semakin keras ia meronta, semakin dalam ia tenggelam.

Pada akhirnya, Wang Lu berhenti memberontak dan membiarkan dirinya terdampar hingga ke dasar.

Kedengarannya mudah, tapi kenyataannya tidak semudah itu.

Proses itu juga ternyata memakan waktu.

Seberapa dalam aku tenggelam? pikir Wang Lu. Tiga meter? Lima meter? Sepuluh? Lima belas?

Tidak mungkin!

Bukankah hanya sungai kecil?

Wang Lu tak yakin seberapa dalam ia tenggelam. Rasanya seperti beratus-ratus meter.

Ketika tubuhnya akhirnya mencapai dasar sungai, napasnya sudah tercekat di tenggorokan, dan kesadarannya sudah sekarat.

Dengan sisa-sisa tenaga dan kesadarannya, Wang Lu menjejakkan ujung kakinya ke dasar sungai untuk kemudian melambungkan dirinya ke permukaan.

Waktu berlalu lambat, bahkan seolah terhenti, dan jiwanya memasuki ruang mimpi yang misterius.

“Ini di mana? Apakah aku sudah mati?”

Ketika kesadaran Wang Lu berangsur-angsur pulih, ia menemukan dirinya dalam ruangan di mana ia bahkan tak bisa melihat tangannya sendiri.

Di dalam ruangan hitam ini, Wang Lu menatap cahaya misterius di kejauhan, titik putih mengambang seperti bintang yang memancarkan hati dan jiwanya.

Titik cahaya yang tampaknya memiliki kehidupan itu mendatanginya secara perlahan, menunggunya bereaksi untuk memasuki jiwanya.

Saat berikutnya, Wang Lu merasakan sakit yang spesifik. Bersamaan dengan itu, ia menemukan banyak gambar dalam benaknya, tetapi gambar-gambar ini seperti pemakan jiwa, terus-menerus menggerogotinya, dan menyakitinya setengah mati.

Menyadari bahwa rasa sakit yang tidak manusiawi itu nyata, Wang Lu mencoba menahan kekosongan terakhir dan mempertahankan hatinya.

Wang Lu tak yakin berapa lama itu berlangsung, tepat ketika dirinya hampir disiksa oleh rasa sakit yang memilukan, cahaya misterius itu bergabung dengan dirinya, dan rasa sakit akhirnya mulai melemah. Kemudian sederet informasi seperti gelombang tanggul mengalir ke benaknya.

Keterampilan, pengetahuan, hukum rahasia…

Memikirkan hal itu, hati Wang Lu memicu gelombang besar, dan dia menyadari dengan samar bahwa apa yang didapatkannya adalah harta karun yang tak terduga.

Dan harta karun ini adalah apa yang paling dia butuhkan.

Dengan harta karun ini, Wang Lu bisa membalikkan keadaannya dan terbang ke langit.

Sekonyong-konyong tangan seseorang merenggut pergelangan tangannya, menariknya keluar dari air.

Wang Lu terhenyak dan duduk dengan tersentak seperti kena tembak, kemudian terbatuk-batuk. Matanya yang masih kabur mengerjap terbuka, dadanya terasa berat saat tatapannya yang panik menyapu sekeliling.

Seorang pemuda seusia Wang Lu dan seorang anak laki-laki berusia kira-kira enam tahun, menatap Wang Lu dengan ekspresi datar.

“Kalian siapa?” tanya Wang Lu. “Di mana guruku?”

“Aku Duanmu Jin.” Si pemuda memperkenalkan dirinya, kemudian menunjuk anak laki-laki di sebelahnya. “Dia Long Ziling.”

Marga Long? pikir Wang Lu. Pasti salah satu penerus Paviliun Longtian!

Wang Lu menatap Long Ziling dengan takjub.

Wajah Long Ziling bersinar terang, tapi ekspresi dinginnya terlihat suram. Rambut panjangnya yang dibiarkan tergerai putih semua seperti rambut Penatua Agung, sama putihnya dengan gaun hanfu-nya.

Sebuah ikat kepala dari emas, melingkar di kepalanya dengan permata biru di dahinya. Matanya juga berwarna biru, serupa dengan permata itu. Bibirnya berwarna merah darah, lebih mirip anak perempuan dibanding laki-laki.

Penampilannya sangat indah, temperamennya dingin, tubuhnya memancarkan aura yang unik.

“Gurumu menitipkanmu pada kami!” Duanmu Jin memberitahu.

“Apa?” Wang Lu spontan merongos, lebih ditujukan pada gurunya. “Dasar rubah betina itu,” dengusnya. Lalu baru ingat belum memperkenalkan dirinya. “Omong-omong, aku Wang Lu!” katanya.

Duanmu Jin hanya menanggapinya dengan senyuman tipis.

Long Ziling tak bereaksi.

Wang Lu tiba-tiba tertegun mendapati dirinya berada di tempat tidur dalam kamar sebuah pondok.

Duanmu Jin duduk di tepi ranjang, sementara Long Ziling berdiri diam di sisi Duanmu Jin.

“Ini…”

“Pondok Xiaolong,” sahut Duanmu Jin memotong perkataan Wang Lu.

Bukankah aku baru saja ditarik dari air? pikir Wang Lu kebingungan. Bagaimana bisa tiba-tiba sudah berada di tempat tidur dengan pakaian kering?

“Sudah berapa lama aku terbaring?” gumam Wang Lu.

“Dua hari,” jawab Duanmu Jin.

“Dua hari?!” Wang Lu terbelalak. “Apakah ini masih di Gunung Dalam?”

“Méi cuò,” jawab Duanmu Jin. “Kau akan tinggal di sini sampai empat puluh hari ke depan!” Ia memberitahu.

“Empat puluh hari?” ulang Wang Lu dengan raut wajah syok.

“Ya!” timpal Duanmu Jin. “Empat puluh hari,” ulangnya. “Dan selama itu kau harus berlatih!” Ia menambahkan.

“Berlatih?” Mata Wang Lu spontan membulat. Serta-merta semangatnya bangkit. “Benarkah aku sudah boleh berlatih?”

“Tentu!” Duanmu Jin meyakinkannya.

“Kau yang akan memandu latihanku?” tanya Wang Lu bersemangat.

“Tidak,” jawab Duanmu Jin tanpa ekspresi. “Kami hanya akan mengawasimu.”

“Mengawasi?” Wang Lu merongos lagi. “Lalu aku mau berlatih apa? Guruku yang tidak bisa diandalkan itu tak pernah mengajariku apa pun! Dia bahkan tak mengizinkanku menggunakan kekuatan spiritual!”

“Itu karena gurumu menyegel kekuatanmu,” tukas Duanmu Jin tanpa emosi.

Bagus sekali kau, Siluman Rubah! geram Wang Lu dalam hatinya.

“Itu dilakukan demi kebaikanmu!” Seolah bisa membaca pikiran Wang Lu, Duanmu Jin memberikan penjelasan mewakili gurunya. “Pondasi internalmu pernah mengalami kerusakan, dan itu bisa semakin buruk jika kau memaksakan diri menggunakan kekuatan spiritual.”

Ternyata begitu? gumam Wang Lu dalam hatinya.

“Tapi kau jangan khawatir,” lanjut Duanmu Jin. “Segel itu akan terbuka dengan sendirinya, setahap demi setahap, seiring perkembanganmu.”

Wang Lu mendesah pendek. “Jadi aku akan berlatih apa selama empat puluh hari ke depan?” tanyanya hilang semangat.

“Kau akan tahu besok,” kata Duanmu Jin.

Kenapa kalimat ini terdengar familier? pikir Wang Lu.

“Sekarang kau beristirahatlah saja dulu,” pungkas Duanmu Jin. Kemudian memohon diri.

Long Ziling memutar tubuhnya tanpa mengatakan apa pun, kemudian berjalan ke arah pintu.

Duanmu Jin beranjak dari tempat tidur, lalu mengekor di belakang Long Ziling.

“Cih! Marga Long ini…” dengus Wang Lu sembari mendelik menatap punggung Long Ziling. “Masih kecil sudah berlagak!”

Seulas senyuman miring tersungging samar di sudut bibir Long Ziling.

Selepas kepergian keduanya, Wang Lu menarik napas dalam-dalam dan beristirahat sejenak, diam-diam mulai memilah-milah fragmen manual yang rumit di pikirannya.

Manual adalah pustaka atau buku catatan yang berisi instruksi rinci tentang pelatihan dalam metode kultivasi atau gaya seni bela diri klan atau perguruan tertentu. Biasanya dianggap sangat berharga dan karenanya dirahasiakan—atau paling tidak, tidak tersedia untuk umum. Nama lain dari Manual adalah Sutra dan Kitab Suci.

Sebut saja: formula rahasia!

“Tujuh Diagram Kerajaan Langit, naga emas berkepala tujuh…”

Naga emas berkepala tujuh adalah tokoh besar dalam Tujuh Diagram Kerajaan Langit.

Ketika Wang Lu memilah fragmen manual yang rumit itu, hal pertama yang diketahuinya adalah identitas dan asal mula naga emas berkepala tujuh itu.

“Dewa Buangan?”

Wang Lu benar-benar terpana.

Meskipun berpengetahuan luas tentang leluhurnya, namun karena warisannya terbatas, Wang Lu hanya mengenal binatang roh, penyihir, monster, iblis, siluman dan tiga alam. Di dunia kecilnya, ia belum pernah mendengar tentang Dewa Buangan.

Adapun Tujuh Diagram Kerajaan Langit, ia bahkan lebih tak pernah mendengarnya lagi.

Ini jelas membuktikan pentingnya warisan. Bisa dikatakan bahwa: meski jika bakat lebih tinggi, pondasi internal lebih kuat dari jenius, tanpa dukungan warisan yang cocok, tak mungkin menembus batas-batas kerajaan langit dan melangkah ke ranah yang lebih tinggi.

Setelah mengetahui identitas naga emas berkepala tujuh, Wang Lu mulai tertarik dengan penguasaan teknik yang tidak pernah diketahui siapapun.

Formula rahasia Enam Denyut Nadi Dewa dari Tujuh Diagram Kerajaan Langit!

Enam Denyut Nadi Dewa dari Tujuh Diagram Kerajaan Langit itu terbagi menjadi enam tahap: pemurnian kulit, pemurnian daging, pemurnian kotoran, praktik kekuatan, kalsinasi tulang dan pemurnian sumsum.

Dengan berkultivasi secara ekstrem, tubuh dapat terlahir kembali.

Setelah melihat-lihat formula rahasia Enam Denyut Nadi Dewa itu, hati Wang Lu menghasilkan warna kejutan yang dalam. Jika ia tak perlu terus memilah fragmen manual yang rumit, ia tak sabar untuk berlatih.

Tiba-tiba Wang Lu mulai tak sabar untuk menyongsong pagi.

Keesokan harinya, Duanmu Jin dan Long Ziling memandunya ke kaki gunung dan berhenti di dekat sebuah kolam.

Kabut yang mengambang di permukaan air terlihat seperti uap air panas dalam cangkir.

Lalu secara tiba-tiba dan tanpa peringatan, Duanmu Jin dan Long Ziling merenggut bahu Wang Lu di kiri-kanan, kemudian menceburkannya ke danau.

BRUUUUSSSH!

“LAGI?!” teriak Wang Lu dengan frustrasi.

Terpopuler

Comments

PHSNR👾

PHSNR👾

🤣🤣🤣

2025-02-06

0

Machan

Machan

sama aja kek gurunya🤣

mungkin selama 40 hari dia bolak balik direndem

2024-10-13

1

Oe Din

Oe Din

Metode ekstrim tanpa ampun...

2024-10-04

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 1
2 Episode 2
3 Episode 3
4 Episode 4
5 Episode 5
6 Episode 6
7 Episode 7
8 Episode 8
9 Episode 9
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Episode 13
14 Episode 14
15 Episode 15
16 Episode 16
17 Episode 17
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Episode 20
21 Episode 21
22 Episode 22
23 Episode 23
24 Episode 24
25 Episode 25
26 Episode 26
27 Episode 27
28 Episode 28
29 Episode 29
30 Episode 30
31 Episode 31
32 Episode 32
33 Episode 33
34 Episode 34
35 Episode 35
36 Episode 36
37 Episode 37
38 Episode 38
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Episode 41
42 Episode 42
43 Episode 43
44 Episode 44
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Episode 48
49 Episode 49
50 Episode 50
51 Episode 51
52 Episode 52
53 Episode 53
54 Episode 54
55 Episode 55
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Episode 59
60 Episode 60
61 Episode 61
62 Episode 62
63 Episode 63
64 Episode 64
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Episode 68
69 Episode 69
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Episode 73
74 Episode 74
75 Episode 75
76 Episode 76
77 Episode 77
78 Episode 78
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Episode 81
82 Episode 82
83 Episode 83
84 Episode 84
85 Episode 85
86 Episode 86
87 Episode 87
88 Episode 88
89 Episode 89
90 Episode 90
91 Episode 91
92 Episode 92
93 Episode 93
94 Episode 94
95 Episode 95
96 Episode 96
97 Episode 97
98 Episode 98
99 Episode 99
100 Episode 100
101 Episode 101
102 Episode 102
103 Episode 103
104 Episode 104
105 Episode 105
106 Episode 106
107 Episode 107
108 Episode 108
109 Episode 109
110 Episode 110
111 Episode 111
112 Episode 112
113 Episode 113
114 Episode 114
115 Episode 115
116 Episode 116
117 Episode 117
118 Episode 118
119 Episode 119
120 Episode 120
121 Episode 121
122 Episode 122
123 Episode 123
124 Episode 124
125 Episode 125
126 Episode 126
127 Episode 127
128 Episode 128
129 Episode 129
130 Episode 130
131 Episode 131
132 Episode 132
133 Episode 133
134 Episode 134
135 Episode 135
136 Episode 136
137 Episode 137
138 Episode 138
139 Episode 139
140 Episode 140
Episodes

Updated 140 Episodes

1
Episode 1
2
Episode 2
3
Episode 3
4
Episode 4
5
Episode 5
6
Episode 6
7
Episode 7
8
Episode 8
9
Episode 9
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Episode 13
14
Episode 14
15
Episode 15
16
Episode 16
17
Episode 17
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Episode 20
21
Episode 21
22
Episode 22
23
Episode 23
24
Episode 24
25
Episode 25
26
Episode 26
27
Episode 27
28
Episode 28
29
Episode 29
30
Episode 30
31
Episode 31
32
Episode 32
33
Episode 33
34
Episode 34
35
Episode 35
36
Episode 36
37
Episode 37
38
Episode 38
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Episode 41
42
Episode 42
43
Episode 43
44
Episode 44
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Episode 48
49
Episode 49
50
Episode 50
51
Episode 51
52
Episode 52
53
Episode 53
54
Episode 54
55
Episode 55
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Episode 59
60
Episode 60
61
Episode 61
62
Episode 62
63
Episode 63
64
Episode 64
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Episode 68
69
Episode 69
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Episode 73
74
Episode 74
75
Episode 75
76
Episode 76
77
Episode 77
78
Episode 78
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Episode 81
82
Episode 82
83
Episode 83
84
Episode 84
85
Episode 85
86
Episode 86
87
Episode 87
88
Episode 88
89
Episode 89
90
Episode 90
91
Episode 91
92
Episode 92
93
Episode 93
94
Episode 94
95
Episode 95
96
Episode 96
97
Episode 97
98
Episode 98
99
Episode 99
100
Episode 100
101
Episode 101
102
Episode 102
103
Episode 103
104
Episode 104
105
Episode 105
106
Episode 106
107
Episode 107
108
Episode 108
109
Episode 109
110
Episode 110
111
Episode 111
112
Episode 112
113
Episode 113
114
Episode 114
115
Episode 115
116
Episode 116
117
Episode 117
118
Episode 118
119
Episode 119
120
Episode 120
121
Episode 121
122
Episode 122
123
Episode 123
124
Episode 124
125
Episode 125
126
Episode 126
127
Episode 127
128
Episode 128
129
Episode 129
130
Episode 130
131
Episode 131
132
Episode 132
133
Episode 133
134
Episode 134
135
Episode 135
136
Episode 136
137
Episode 137
138
Episode 138
139
Episode 139
140
Episode 140

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!