Episode 3

Baiklah, tekad Wang Lu.

Shifu…

Mulai sekarang, aku akan mendengarkanmu!

“Penatua Ketujuh, menurut Anda, senjata apa yang cocok untukku?” Wang Lu meminta pendapat.

Seulas senyuman samar tersungging di sudut bibir Penatua Ketujuh. “Kita masih belum tahu bakat dan tingkat kekuatan spiritualmu. Tapi… mengingat senjata andalan gurumu adalah tongkat bambu, kemungkinan yang akan diajarkan adalah teknik tongkat. Jadi, kusarankan kau pilih jenis tombak!”

“Hao!” kata Wang Lu bersemangat. Kemudian mulai memeriksa koleksi tombak.

Penatua Ketujuh membantu memilihkannya. “Coba yang ini!” Ia mencabut salah satu tombak dan memberikannya pada Wang Lu. “Tombak itu didapat dari reruntuhan kuno wilayah barat, dibuat dari logam ter…”

KRAAAK!

Sementara Penatua Ketujuh belum selesai menjelaskan perihal tombak yang disarankannya, tombak itu mendadak patah di tangan Wang Lu.

“Baik—” Penatua Ketujuh menyelesaikan perkataan dengan tercekat.

“Ma—maaf!” ungkap Wang Lu tergagap-gagap. “Aku…”

“Haish! Sudah lupakan!” sergah Penatua Ketujuh cepat-cepat. “Bagaimanapun tombak itu didapat dari reruntuhan kuno,” katanya. “Sudah pasti barang usang!”

Kemudian Penatua Ketujuh menyarankan tombak lain yang tampak masih baru.

Tapi lagi-lagi tombak itu juga patah setelah Wang Lu menyentuhnya.

“Barang-barang tua ini tampaknya memang hanya cocok sebagai pajangan!” gerutu Penatua Ketujuh. Kemudian bergegas ke deretan rak yang menyimpan koleksi pedang. “Kita coba pedang saja,” katanya.

Wang Lu mengikutinya.

“Coba yang ini!” Penatua Ketujuh mengambil salah satu pedang dan memberikannya pada Wang Lu. “Itu Pedang Damaskus, terkenal sebagai pedang terkuat di dunia!”

Wang Lu menariknya keluar, kemudian menyusur jari di sepanjang mata pedang.

KRAAAK!

Pedang itu juga berkeretak dan pecah berkepingan.

Bahkan pedang terkuat di dunia?

“Ini—” Penatua Ketujuh tergagap dengan raut wajah syok. Apa mungkin hanya kebetulan? pikirnya.

Wang Lu melemas dengan raut wajah bersalah.

“Begini…” kata Penatua Ketujuh sedikit gelagapan. “Kau kembalilah dulu! Katakan pada gurumu aku ingin bicara.”

“Shi!” Wang Lu menjawab muram. Kemudian pulang dengan segenap perasaan kalah.

Apa sebenarnya yang terjadi? pikirnya.

Benarkah semua senjata itu patah karena sentuhanku?

Atau semua senjata yang disarankan memang seburuk itu?

Penatua Ketujuh yang baik hati tak mungkin sengaja meremehkanku, kan?

Sesampainya di Bukit Mingyue, Wang Lu menyampaikan pesan dari Penatua Ketujuh pada gurunya, tapi tak sempat menceritakan perihal senjata yang patah itu.

Wang Wu langsung pergi dan menghilang dalam waktu yang lama.

Wang Lu menyisi ke lereng bukit, memperhatikan para murid yang sedang berlatih di pekarangan Serambi Ketua di bawah sana.

Dua teman satu angkatannya—juara dua dan juara tiga yang terpilih menjadi murid internal, sekarang sudah berkembang pesat.

Yu Fengmu paling memukau.

Yu Fengmu adalah pangeran ketujuh dari Kekaisaran Lijingguo, juara dua sewaktu perekrutan.

Sekarang dia juara satu, batin Wang Lu dengan pahit. Juara di dalam segala aspek.

Entah itu kemampuan maupun ketampanan, ditambah latar belakang kekaisaran, wibawa dan daya tarik Yu Fengmu memang tak terkalahkan.

Membuat Wang Lu tersengat rasa iri.

Sebenarnya, kalau diingat lagi, Yu Fengmu mendapatkan juara dua juga tak lepas dari campur tangan Wang Lu.

Bisa dikatakan jika Wang Lu tak banyak membantunya, dia bahkan tak bisa mencapai gerbang.

Bukan gerbang biasa. Tapi gerbang pembatas alam, seperti portal gaib. Disebut Gerbang Kepala Naga.

Dikatakan Paviliun Longtian dibangun dari kerangka Naga Langit. Untuk bisa memasukinya, seseorang harus melewati Gerbang Kepala Naga.

Sekali saja berhasil melewati ujian ini, selamanya orang itu sudah bisa keluar-masuk area ini.

Tapi Gerbang Kepala Naga hanya terbuka setiap sepuluh tahun sekali, dan untuk mencapainya, setiap orang harus melewati jembatan kabut yang bisa membuat orang berhalusinasi.

Wang Lu, dengan kepribadian dan kesadaran sempurna, tidak terpengaruh oleh ilusi kabut, menyadarkan Yu Fengmu dan memandunya untuk mencapai gerbang, mendampinginya sepanjang jalan, melindunginya saat dalam bahaya, menginstruksinya supaya mereka bisa melewati setiap rintangan itu bersama-sama.

Sampai saat terakhir, nilai mereka selalu imbang. Kemudian dihadapkan untuk saling mengalahkan.

Pertarungan melawan Yu Fengmu memaksa Wang Lu hingga tahap yang paling ekstrem, di akhir kemenangannya, kekuatannya tiba-tiba tak terkendali. Jika ia melepaskannya, ia akan membunuh Yu Fengmu, tapi jika ia menariknya kembali, ia akan menghancurkan dirinya sendiri.

Dan Wang Lu memilih menghancurkan dirinya.

Yu Fengmu tahu persis akan hal itu!

Dan ia sangat berterima kasih.

Tapi kata terima kasih saja tak cukup untuk membalas semua yang telah dilakukan Wang Lu. Terutama sekarang Wang Lu berakhir sebagai orang tak berguna.

Jadi, sebagai gantinya, Yu Fengmu berjanji akan menjadi lebih kuat agar bisa melindungi Wang Lu.

“Mulai sekarang, akulah yang akan melindungimu!” janji Yu Fengmu.

Dan itu telah dibuktikannya!

Tepat setelah Wang Lu jatuh ke palung dan jadi bahan tertawaan, Yu Fengmu selalu jadi orang pertama yang membelanya.

Bahkan ketika seseorang mencemooh Wang Lu di belakang Wang Lu, Yu Fengmu akan menindaknya tanpa sepengetahuan Wang Lu.

“Kau tidak mengecewakanku,” gumam Wang Lu tanpa bisa menutupi perasaan irinya.

“Siapa? Aku?”

Suara seseorang di belakangnya membuat Wang Lu terperanjat. “Shi—Shifu!”

Gurunya tahu-tahu sudah berdiri di belakangnya.

“Akhirnya kau mulai mengerti ketulusanku!” seloroh gurunya dengan sikap masa bodoh.

“Siapa yang membicarakanmu?” dengus Wang Lu.

“Ikut aku!” instruksi Wang Wu sambil berbalik, tidak memedulikan dengusan Wang Lu.

“Ke mana?” tanya Wang Lu.

“Kau akan tahu,” jawab Wang Wu tanpa menoleh.

Wang Lu memaksa dirinya bangkit dan mengekor di belakang gurunya tanpa bertanya lagi.

Beberapa saat kemudian, mereka sampai di depan sebuah gerbang batu yang dijaga dua pengawal dengan helm baja dan tombak yang bersilangan.

Sebuah papan bertuliskan: Gunung Dalam, terpampang di atas gerbang itu.

Gunung Dalam adalah tempat paling sakral di Paviliun Longtian. Tidak sembarang orang diizinkan masuk, terutama seorang murid.

Tapi Wang Lu berbeda.

“Dia murid pewarisku!” kata Wang Wu pada kedua penjaga itu, tentu saja dengan sedikit tekanan aura pembunuh.

Lalu keduanya pun diizinkan masuk.

“Wuah! Ini Gunung Dalam?” Pemandangan di balik gerbang itu membuat Wang Lu terpukau.

Dilihat dari luar, gerbang tadi terlihat seperti gua. Tampak gelap di bagian dalam.

Mungkin gerbang itu ditutupi energi spiritual seperti portal gaib, pikir Wang Lu.

Ada lapangan rumput yang lebih luas dari pekarangan pondok mereka, seperti bukit landai yang menjorok ke sungai di lembah sana. Sungai kecil berair bening bagaikan kristal. Permukaannya tampak berkilauan bagaikan permata yaspis.

Sebuah jembatan kayu rendah tanpa pagar pembatas, membentang di atas sungai kecil itu, menghubungkan lapangan rumput dengan taman bunga di seberang sungai.

Dua buah gunung bertengger di seberang taman bunga, dan sebuah gazebo di seberang sungai dekat jembatan.

Segala sesuatu di sana bercahaya berwarna-warni.

Daun-daun, pepohonan, rerumputan dan bunga-bunga, menyala seperti lampion. Bahkan kupu-kupu menyala seperti kunang-kunang, berwarna-warni seperti lentera sungai.

Serbuk cahaya berwarna-warni bertebaran di mana-mana seperti debu menyala.

Seperti dunia peri, pikir Wang Lu. Jelas sekali tempat ini dipenuhi energi murni. Pantas saja Ketua berlatih tertutup di sini!

Benar!

Ketua Paviliun Longtian yang sampai sekarang masih jadi misteri, katanya sedang berlatih tertutup di salah satu gunung di seberang sana.

“Omong-omong… untuk apa kita ke sini?” tanya Wang Lu saat mereka mulai menyeberang di atas jembatan.

“Biar kuberitahu,” kata Wang Wu sembari merenggut bahu Wang Lu.

“Shi–Shifu! Kau mau apa?” Wang Lu tersentak dan gelagapan, dan sebelum ia menyadari apa yang terjadi, Wang Wu sudah mendorongnya ke sungai.

BRUUUUSSSH!

Wang Wu menepuk-nepukkan kedua telapak tangannya seperti sedang menepiskan debu, kemudian menyeringai sembari bersedekap.

“Shifu!” Wang Lu meronta-ronta di dalam air. “KENAPA AKU DIRENDAM LAGIIII?”

Terpopuler

Comments

Machan

Machan

kek cucian direndem mulu🤣🤣
kesian kau, Wang lu

2024-10-13

0

Ꮇα꒒ҽϝ𝚒ƈêɳт

Ꮇα꒒ҽϝ𝚒ƈêɳт

𝐌𝐚𝐧𝐝𝐢 𝐭𝐞𝐫𝐨𝐨𝐨𝐨𝐬𝐬𝐬𝐬🤣🤣🤣🤣

2024-10-05

0

Ꮇα꒒ҽϝ𝚒ƈêɳт

Ꮇα꒒ҽϝ𝚒ƈêɳт

𝐃𝐚𝐧 𝐠𝐮𝐚 𝐲𝐚𝐤𝐢𝐧, 𝐬𝐞𝐥𝐞𝐛𝐢𝐡𝐧𝐲𝐚 𝐨𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐲𝐠 𝐝𝐢𝐭𝐨𝐥𝐨𝐧𝐠 𝐢𝐭𝐮 𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐢𝐤𝐢𝐬 𝐫𝐚𝐬𝐚 𝐭𝐞𝐫𝐢𝐦𝐚 𝐤𝐚𝐬𝐢𝐡𝐧𝐲𝐚, 𝐛𝐞𝐫𝐮𝐛𝐚𝐡 𝐦𝐞𝐧𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐤𝐞𝐛𝐞𝐧𝐜𝐢𝐚𝐧 𝐝𝐚𝐧 𝐥𝐚𝐰𝐚𝐧 𝐝𝐢 𝐡𝐚𝐫𝐢 𝐤𝐞𝐥𝐚𝐤./Smug/

2024-10-05

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 1
2 Episode 2
3 Episode 3
4 Episode 4
5 Episode 5
6 Episode 6
7 Episode 7
8 Episode 8
9 Episode 9
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Episode 13
14 Episode 14
15 Episode 15
16 Episode 16
17 Episode 17
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Episode 20
21 Episode 21
22 Episode 22
23 Episode 23
24 Episode 24
25 Episode 25
26 Episode 26
27 Episode 27
28 Episode 28
29 Episode 29
30 Episode 30
31 Episode 31
32 Episode 32
33 Episode 33
34 Episode 34
35 Episode 35
36 Episode 36
37 Episode 37
38 Episode 38
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Episode 41
42 Episode 42
43 Episode 43
44 Episode 44
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Episode 48
49 Episode 49
50 Episode 50
51 Episode 51
52 Episode 52
53 Episode 53
54 Episode 54
55 Episode 55
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Episode 59
60 Episode 60
61 Episode 61
62 Episode 62
63 Episode 63
64 Episode 64
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Episode 68
69 Episode 69
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Episode 73
74 Episode 74
75 Episode 75
76 Episode 76
77 Episode 77
78 Episode 78
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Episode 81
82 Episode 82
83 Episode 83
84 Episode 84
85 Episode 85
86 Episode 86
87 Episode 87
88 Episode 88
89 Episode 89
90 Episode 90
91 Episode 91
92 Episode 92
93 Episode 93
94 Episode 94
95 Episode 95
96 Episode 96
97 Episode 97
98 Episode 98
99 Episode 99
100 Episode 100
101 Episode 101
102 Episode 102
103 Episode 103
104 Episode 104
105 Episode 105
106 Episode 106
107 Episode 107
108 Episode 108
109 Episode 109
110 Episode 110
111 Episode 111
112 Episode 112
113 Episode 113
114 Episode 114
115 Episode 115
116 Episode 116
117 Episode 117
118 Episode 118
119 Episode 119
120 Episode 120
121 Episode 121
122 Episode 122
123 Episode 123
124 Episode 124
125 Episode 125
126 Episode 126
127 Episode 127
128 Episode 128
129 Episode 129
130 Episode 130
131 Episode 131
132 Episode 132
133 Episode 133
134 Episode 134
135 Episode 135
136 Episode 136
137 Episode 137
138 Episode 138
139 Episode 139
140 Episode 140
Episodes

Updated 140 Episodes

1
Episode 1
2
Episode 2
3
Episode 3
4
Episode 4
5
Episode 5
6
Episode 6
7
Episode 7
8
Episode 8
9
Episode 9
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Episode 13
14
Episode 14
15
Episode 15
16
Episode 16
17
Episode 17
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Episode 20
21
Episode 21
22
Episode 22
23
Episode 23
24
Episode 24
25
Episode 25
26
Episode 26
27
Episode 27
28
Episode 28
29
Episode 29
30
Episode 30
31
Episode 31
32
Episode 32
33
Episode 33
34
Episode 34
35
Episode 35
36
Episode 36
37
Episode 37
38
Episode 38
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Episode 41
42
Episode 42
43
Episode 43
44
Episode 44
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Episode 48
49
Episode 49
50
Episode 50
51
Episode 51
52
Episode 52
53
Episode 53
54
Episode 54
55
Episode 55
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Episode 59
60
Episode 60
61
Episode 61
62
Episode 62
63
Episode 63
64
Episode 64
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Episode 68
69
Episode 69
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Episode 73
74
Episode 74
75
Episode 75
76
Episode 76
77
Episode 77
78
Episode 78
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Episode 81
82
Episode 82
83
Episode 83
84
Episode 84
85
Episode 85
86
Episode 86
87
Episode 87
88
Episode 88
89
Episode 89
90
Episode 90
91
Episode 91
92
Episode 92
93
Episode 93
94
Episode 94
95
Episode 95
96
Episode 96
97
Episode 97
98
Episode 98
99
Episode 99
100
Episode 100
101
Episode 101
102
Episode 102
103
Episode 103
104
Episode 104
105
Episode 105
106
Episode 106
107
Episode 107
108
Episode 108
109
Episode 109
110
Episode 110
111
Episode 111
112
Episode 112
113
Episode 113
114
Episode 114
115
Episode 115
116
Episode 116
117
Episode 117
118
Episode 118
119
Episode 119
120
Episode 120
121
Episode 121
122
Episode 122
123
Episode 123
124
Episode 124
125
Episode 125
126
Episode 126
127
Episode 127
128
Episode 128
129
Episode 129
130
Episode 130
131
Episode 131
132
Episode 132
133
Episode 133
134
Episode 134
135
Episode 135
136
Episode 136
137
Episode 137
138
Episode 138
139
Episode 139
140
Episode 140

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!