Episode 2

“Masih berani kabur lagi?”

“Mmm…”

“Masih berani mencuri arakku lagi?”

“Mmmm…”

“Masih berani menipu uangku lagi?”

“Mmmmm…”

“Masih berani mengadu macam-macam pada pak tua itu lagi?”

“Mmmmmm…”

“Masih berani—”

“MMMMMMM!”

Setelah berhasil membekuknya, Wang Wu meringkus Wang Lu dengan selendang dan membungkusnya seperti kepompong. Kemudian menceburkan pemuda itu ke dalam bak mandi tanpa melepaskan lilitannya.

Sekarang wanita itu berdiri di tepi bak sembari bersedekap, membungkuk di atas kepala Wang Lu dengan sikap mengancam.

Wang Lu meronta-ronta seperti belatung.

Wang Wu tak menggubrisnya. Ia berbalik dan meninggalkan ruangan pemandian itu, dan membiarkan Wang Lu tetap begitu selama tiga hari.

Waktu sudah berlalu setengah tahun sejak ajang perekrutan murid baru di perguruan itu, dan sampai sejauh ini, yang dilakukan Wang Wu hanya merendam muridnya dalam bak mandi.

Murid lain—teman satu angkatan Wang Lu—sudah menguasai jurus-jurus dasar perguruan dan mendapatkan senjata spiritual, sebagian bahkan sudah dilepas dan dibiarkan turun gunung untuk latihan berburu monster.

Tentu saja Wang Lu juga sudah diizinkan turun gunung dan dilepas sendiri, bahkan sebelum yang lain. Tapi bukan untuk latihan misi atau berburu monster. Melainkan untuk menjual barang atau belanja bahan makanan, sesekali berjudi hingga menipu, bahkan mencuri.

Itulah yang diajarkan Wang Wu pada Wang Lu.

Metode pelatihan Wang Wu ini… memang cocok untuk orang tidak berguna seperti muridnya.

Enam bulan lagi, ujian tahunan akan dilaksanakan, tapi Wang Wu bahkan tak yakin dirinya bisa pulih kembali. Bagaimana bisa dia ikut ambil bagian?

Tapi Wang Wu tetap mendaftarkannya.

“Junior Kelima, kau… tidak sedang bercanda, kan?” Penatua Keempat yang bertanggung jawab atas pelaksanaan ujian tahunan itu meragukannya.

“Kau yang sedang bercanda! Apa aku terlihat sedang bercanda?” sembur Wang Wu tak sabar.

“Tapi…”

“Tapi, tapi! Apanya yang tapi?” sergah Wang Wu memotong perkataan Penatua Keempat. “Wang Lu adalah muridku satu-satunya, kalau bukan dia, lalu siapa lagi yang harus kudaftarkan? Aku?”

Penatua Keempat menyerah.

Lalu Penatua Agung turun tangan.

“Kudengar kau mendaftarkan Wang Lu dalam ujian tahunan?” Pria tua berambut putih itu mendatangi pondok Wang Wu setelah mendengar pengaduan Penatua Keempat.

“Kenapa?” seloroh Wang Wu acuh tak acuh. “Bukankah setiap murid wajib ikut ujian di tahun pertamanya? Kalau tidak, muridku akan diusir dari sekte!”

“Tapi dengan kondisi Wang Lu saat ini, aku bahkan tak yakin dia bisa melewati babak pertama!”

“Bisa melewatinya atau tidak, yang penting dia tidak diusir dari sekte,” tukas Wang Wu. “Paling-paling aku harus menikahinya!”

Penatua Agung mendesah pendek. “Tampaknya kau bersikeras mempertahankannya,” katanya. “Sebenarnya apa tujuanmu?” Penatua Agung memicingkan matanya. “Aku tak percaya kau menginginkannya untuk… menghangatkan ranjang seperti yang kau katakan!”

“Memang tak sepenuhnya,” sahut Wang Wu tanpa beban. “Tapi bagaimanapun muridku memang lumayan tampan! Bukankah sangat disayangkan kalau sampai jatuh ke pelukan gadis lain?”

“Seriuslah sedikit!” desak Penatua Agung dalam bujukan tegas yang membuat Wang Wu mendesah pendek.

“Tak peduli apa tujuanku,” ungkap Wang Wu mulai serius. “Tapi orang yang diserahkan padaku… tentu aku akan mempertanggungjawabkannya.”

“Kuharap kau tak berakhir sebagai lelucon.” Penatua Agung mengakhiri pembicaraan dan berpamitan.

“MMMMMMM!” Wang Lu memekik di ruang pemandian.

Wang Wu mengerang dan menghampirinya. Kemudian melepaskannya.

Dan kalimat pertama yang diucapkan pemuda itu saat mulutnya terbebas adalah, “Shifu! Kau serius ingin mengikutsertakan aku dalam ujian tahunan?”

Rupanya ia mendengar pembicaraan gurunya tadi.

“Memangnya kapan aku pernah serius?” sahut Wang Wu tak peduli.

Wang Lu langsung terdiam. Diam-diam mengerang sembari memutar-mutar bola matanya.

“Kembali ke pondokmu dan ganti pakaian!” titah Wang Wu sembari berlalu.

Wang Lu kembali ke pondoknya.

Tak lama berselang, Wang Wu datang ke pondoknya membawa nampan berisi larutan madu dan buah-buahan. “Sudah tiga hari kau tidak makan,” katanya. “Sebaiknya hindari dulu makanan berminyak.”

“Ini—” Wang Lu menunjuk keranjang buah sambil mengernyit.

“Tidak mau?” sergah Wang Wu bernada menantang.

“A—aku mau! Aku mau!” Wang Lu merenggut keranjang buah itu cepat-cepat. Ia tahu persis perangai gurunya yang maha kejam. Wanita itu bisa menarik kembali semua niat baiknya hanya karena alasan sepele. Serius dan bercanda baginya tidak ada bedanya.

Lebih baik makan buah daripada tidak makan sama sekali, pikir Wang Lu.

“Setelah selesai, pergilah ke Balai Leluhur. Temui Penatua Ketujuh, dan minta dia mencarikanmu senjata yang cocok,” pesan Wang Wu sebelum pergi. Kemudian melemparkan Plakat Otoritas pada Wang Lu.

“Senjata?” Wang Lu spontan merongos. “Kau belum mengajariku apa pun,” protesnya. “Kau bahkan melarangku menggunakan kekuatan spiritual! Senjata apanya? Kau sedang mencoba mempermalukanku?”

Wang Wu berhenti di ambang pintu, lalu mengerling melewati bahunya. “Jadi muridku tak perlu punya malu,” katanya tanpa beban. "Gurumu tak tahu malu!"

Wang Lu mengerang tak berdaya.

Beberapa saat kemudian, pemuda itu sudah berada di Balai Leluhur.

Balai Leluhur adalah pusat warisan dan senjata spiritual. Di dalamnya terdapat banyak kitab dan artefak kuno di samping senjata spiritual. Semuanya adalah peninggalan leluhur klan Long. Itulah sebabnya tempat itu disebut Balai Leluhur.

“Senjata warisan biasanya akan memilih sendiri pewarisnya,” jelas Penatua Ketujuh. “Semua senjata di sini adalah senjata warisan,” katanya. “Tapi… kenapa tidak satu pun bereaksi?”

“Bukankah sudah jelas?” gumam Wang Lu seraya tersenyum pahit. “Tak ada yang bereaksi, artinya tak ada yang memilihku. Bukan begitu?”

Penatua Ketujuh mendesah dan memaksakan senyum. “Tak perlu berkecil hati,” katanya menyemangati. “Tidak terpilih, bukan berarti tak punya pilihan.”

Wang Lu mengangkat wajahnya, memberanikan dirinya untuk menatap ke dalam mata Penatua Ketujuh. “Maksud Penatua Ketujuh…”

“Di ruang pertama tadi, adalah koleksi senjata yang didapat dari berbagai tempat, dibawa oleh para murid yang menjalankan misi.” Penatua Ketujuh memberitahu. “Karena kau murid pewaris, kau boleh memilih sendiri senjata yang cocok!”

“Benarkah?” Semangat Wang Lu bangkit kembali.

“Ayo!” Penatua Ketujuh memandunya kembali ke ruang depan, di mana sejumlah senjata dipajang sebagai penghias ruangan.

Wang Lu tertegun di depan deretan rak senjata itu, tiba-tiba kembali menjadi ragu.

“Kenapa?” tanya Penatua Ketujuh dengan nada lembut. Di antara sembilan penatua, Penatua Ketujuh adalah yang paling ramah.

Anehnya Wang Lu justru paling segan padanya!

“Aku belum tahu bakatku.” Wang Lu mengaku.

Penatua Ketujuh tersenyum maklum. “Gurumu belum menurunkan bakat?”

“Ya!” jawab Wang Lu sambil tertunduk muram.

“Tak perlu terburu-buru!” Penatua Ketujuh menasihati. “Senior Kelima pasti punya pertimbangan sendiri. Kau tahu? Meski gurumu biasanya terlihat tak acuh, sebenarnya dia telah melakukan banyak hal untukmu.”

Wang Lu mengangkat wajahnya lagi, menatap Penatua Ketujuh sekali lagi.

“Apa kau tahu berapa banyak sumber daya yang sudah dihabiskannya untuk pembaptisanmu?” tanya Penatua Ketujuh.

“Pembaptisan?” Wang Lu mengerutkan keningnya.

“Ya!” Penatua Ketujuh menatap Wang Lu dengan seringai penuh arti. “Pemandian yang kau anggap lelucon itu!”

Wang Lu menelan ludah. Seketika ia teringat pembicaraan gurunya dengan Penatua Agung.

“Tak peduli apa tujuanku. Tapi orang yang diserahkan padaku, tentu aku akan mempertanggungjawabkannya!”

“Gurumu telah menghabiskan semua yang dimilikinya demi pemulihanmu!” Penatua Ketujuh memberitahu. “Jangan mengecewakannya!”

Wang Lu langsung terdiam.

Terpopuler

Comments

PHSNR👾

PHSNR👾

muridnya di eksploitasi 🤣🤣🤣

2025-02-05

0

herry bjb

herry bjb

bagus nih...ide ceritanya beda sama yg lain...

2024-10-23

1

Machan

Machan

astoge, ni guru bener" ya🤣

2024-10-05

1

lihat semua
Episodes
1 Episode 1
2 Episode 2
3 Episode 3
4 Episode 4
5 Episode 5
6 Episode 6
7 Episode 7
8 Episode 8
9 Episode 9
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Episode 13
14 Episode 14
15 Episode 15
16 Episode 16
17 Episode 17
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Episode 20
21 Episode 21
22 Episode 22
23 Episode 23
24 Episode 24
25 Episode 25
26 Episode 26
27 Episode 27
28 Episode 28
29 Episode 29
30 Episode 30
31 Episode 31
32 Episode 32
33 Episode 33
34 Episode 34
35 Episode 35
36 Episode 36
37 Episode 37
38 Episode 38
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Episode 41
42 Episode 42
43 Episode 43
44 Episode 44
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Episode 48
49 Episode 49
50 Episode 50
51 Episode 51
52 Episode 52
53 Episode 53
54 Episode 54
55 Episode 55
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Episode 59
60 Episode 60
61 Episode 61
62 Episode 62
63 Episode 63
64 Episode 64
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Episode 68
69 Episode 69
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Episode 73
74 Episode 74
75 Episode 75
76 Episode 76
77 Episode 77
78 Episode 78
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Episode 81
82 Episode 82
83 Episode 83
84 Episode 84
85 Episode 85
86 Episode 86
87 Episode 87
88 Episode 88
89 Episode 89
90 Episode 90
91 Episode 91
92 Episode 92
93 Episode 93
94 Episode 94
95 Episode 95
96 Episode 96
97 Episode 97
98 Episode 98
99 Episode 99
100 Episode 100
101 Episode 101
102 Episode 102
103 Episode 103
104 Episode 104
105 Episode 105
106 Episode 106
107 Episode 107
108 Episode 108
109 Episode 109
110 Episode 110
111 Episode 111
112 Episode 112
113 Episode 113
114 Episode 114
115 Episode 115
116 Episode 116
117 Episode 117
118 Episode 118
119 Episode 119
120 Episode 120
121 Episode 121
122 Episode 122
123 Episode 123
124 Episode 124
125 Episode 125
126 Episode 126
127 Episode 127
128 Episode 128
129 Episode 129
130 Episode 130
131 Episode 131
132 Episode 132
133 Episode 133
134 Episode 134
135 Episode 135
136 Episode 136
137 Episode 137
138 Episode 138
139 Episode 139
140 Episode 140
Episodes

Updated 140 Episodes

1
Episode 1
2
Episode 2
3
Episode 3
4
Episode 4
5
Episode 5
6
Episode 6
7
Episode 7
8
Episode 8
9
Episode 9
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Episode 13
14
Episode 14
15
Episode 15
16
Episode 16
17
Episode 17
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Episode 20
21
Episode 21
22
Episode 22
23
Episode 23
24
Episode 24
25
Episode 25
26
Episode 26
27
Episode 27
28
Episode 28
29
Episode 29
30
Episode 30
31
Episode 31
32
Episode 32
33
Episode 33
34
Episode 34
35
Episode 35
36
Episode 36
37
Episode 37
38
Episode 38
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Episode 41
42
Episode 42
43
Episode 43
44
Episode 44
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Episode 48
49
Episode 49
50
Episode 50
51
Episode 51
52
Episode 52
53
Episode 53
54
Episode 54
55
Episode 55
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Episode 59
60
Episode 60
61
Episode 61
62
Episode 62
63
Episode 63
64
Episode 64
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Episode 68
69
Episode 69
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Episode 73
74
Episode 74
75
Episode 75
76
Episode 76
77
Episode 77
78
Episode 78
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Episode 81
82
Episode 82
83
Episode 83
84
Episode 84
85
Episode 85
86
Episode 86
87
Episode 87
88
Episode 88
89
Episode 89
90
Episode 90
91
Episode 91
92
Episode 92
93
Episode 93
94
Episode 94
95
Episode 95
96
Episode 96
97
Episode 97
98
Episode 98
99
Episode 99
100
Episode 100
101
Episode 101
102
Episode 102
103
Episode 103
104
Episode 104
105
Episode 105
106
Episode 106
107
Episode 107
108
Episode 108
109
Episode 109
110
Episode 110
111
Episode 111
112
Episode 112
113
Episode 113
114
Episode 114
115
Episode 115
116
Episode 116
117
Episode 117
118
Episode 118
119
Episode 119
120
Episode 120
121
Episode 121
122
Episode 122
123
Episode 123
124
Episode 124
125
Episode 125
126
Episode 126
127
Episode 127
128
Episode 128
129
Episode 129
130
Episode 130
131
Episode 131
132
Episode 132
133
Episode 133
134
Episode 134
135
Episode 135
136
Episode 136
137
Episode 137
138
Episode 138
139
Episode 139
140
Episode 140

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!