11. Berbeda

Juwita spontan memejamkan mata. Dia dilanda gugup ketika Calvin memojokannya ke dinding. Saat ini tak ada jarak di antara dia dan Calvin. Sampai-sampai aroma parfum maskulin Calvin menyeruak ke indera penciumannya. Membuat jantung Juwita berdegup lebih kencang.

"Pak Calvin, apa yang ingin dibicarakan?" Juwita mencoba memberanikan diri bertanya lagi.

Tak ada tanggapan, Juwita dapat mendengar deru napas Calvin di sekitar. Tanpa diketahui Juwita, Calvin tengah memandang wajahnya.

"Apa yang kamu katakan pada Nenek tadi?" Dalam hitungan Calvin mundur beberapa langkah.

Setelah merasa aman, Juwita lantas membuka mata. "Tidak ada Pak. Aku sama sekali tidak mengatakan apa pun pada Nenek," jawabnya dengan kening berkerut samar.

"Lalu mengapa Nenek tiba-tiba memintaku mempublikasikan hubungan kita? Kamu yakin, tidak mengatakan sesuatu padanya?" tanya Calvin dengan mimik muka terlihat serius.

Beberapa menit sebelumnya, Calvin sangat heran kedatangan Lara ke perusahaan malah membahas hubungannya dan Juwita, bukannya memberi ucapan selamat atas pengangkatannya sebagai presdir baru. Lara justru memarahinya tadi.

"Nenek tidak mau tahu, kamu harus mempublikasikan hubunganmu dengan Juwita sekarang!" seru Lara tadi.

Juwita tak langsung menjawab, terdiam beberapa detik kemudian mengedipkan mata berulang kali saat teringat dengan pembicaraan mereka di dalam mobil tadi.

"Um, aku baru saja ingat, tadi secara kebetulan kami tidak sengaja bertemu di suatu tempat, lalu saat berbincang-bincang di mobil, aku meminta pada Nenek untuk menurunkan aku di luar gedung perusahaan, dan Nenek tiba-tiba mengatakan akan memintamu untuk mempublikasikan hubungan kita, itu saja sih, tidak ada yang kami bicarakan lagi," terang Juwita apa adanya.

Calvin mengangkat sedikit alis mata kanannya. "Itu saja? Bukan kamu yang meminta pada Nenek untuk mempublikasikan hubungan kita?"

Juwita menggeleng cepat.

"Tidak Calvin, aku juga tidak ingin orang tahu kalau kita adalah pasangan suami-istri," kata Juwita sambil tersenyum getir. Padahal, jauh di lubuk hatinya, Juwita berharap Calvin menganggapnya sebagai seorang istri.

Calvin tak langsung menanggapi, malah menatap lekat-lekat wajah Juwita.

"Baguslah, kalau kamu berpikiran sama sepertiku, kamu tahu sendiri kan, kita tidak saling mencintai, kesalahpahaman sewaktu dulu membuat kita terikat sampai saat ini, jadi aku harap kamu dapat mengerti,"balas Calvin kemudian.

Lagi, Juwita menyungging senyum getir. Apa lelaki di hadapannya ini melupakan malam di mana mahkotanya terenggut oleh suaminya itu. Meski Calvin menggaulinya dalam keadaan mabuk. Tetapi, bagi Juwita malam itu, malam paling indah selama hidupnya.

"Iya, apa ada yang lagi yang mau disampaikan?" tanya Juwita hendak mengakhiri obrolan, terlalu lama bersama Calvin membuat dadanya berdebar-debar tak karuan.

"Ada, aku heran mengapa kemarin kamu membawa lari Chester, mengapa kamu setakut itu denganku?" tanya Calvin dengan tatapan menyelidik.

Juwita mendadak gugup, matanya mulai bergerak ke sana kemari, hendak mencari alibi di otak agar Calvin tidak menaruh curiga padanya.

"Aku minta maaf, bukannya aku takut, hanya saja aku tidak enak dengan Putri. Aku melihatnya tampak cemberut dengan kehadiran Chester di dekatmu, sebagai seorang wanita tentu saja aku memahami perasaan Putri. Pasti dia sangat cemburu kekasihnya dekat dengan anak dari wanita lain," jelas Juwita.

Calvin tak menanggapi, justru memandang wajah Juwita dengan seksama hingga membuat Juwita mulai tampak salah tingkah sekarang.

"Besok malam ada acara syukuran di rumah, saat pulang kerja datanglah ke salon Beauty, nanti ada orang yang di sana yang mengurus gaun serta make-upmu," ujar Calvin kemudian mengambil kartu nama miliknya di saku celana. Setelah itu menyodorkannya kepada Juwita.

"Ini ambillah, tunjukkan pada pemilik salon kartu namaku besok."

Tanpa bertanya lagi Juwita pun meraih kartu nama Calvin.

"Baiklah," balas Juwita.

"Jangan datang terlambat, aku tidak mau Nenek memarahiku lagi. Kembalilah berkerja," sahut Calvin lalu membalikkan badan hendak berjalan ke meja kerja.

"Iya, kalau begitu aku permisi." Setelah pamit undur diri. Juwita pun bergegas keluar dan kembali melanjutkan perkerjaannya yang tertunda tadi.

*

*

*

Keesokan harinya, sesuai dengan rencana. Setelah selesai berkerja. Tepat pukul setengah empat Juwita bergegas pergi ke salon yang dikatakan Calvin. Juwita juga tidak lupa menitipkan Chester pada Tina dengan beralasan ada urusan mendadak, dan akan pulang nanti malam.

Kini Juwita telah selesai dirias. Juwita merasa aneh dengan penampilannya sekarang, sebab tak ada lagi kacamata bertengker di hidung. Juwita dipaksa MUA untuk memakai softlens minus.

"Apa benar ini aku?" gumam Juwita pelan, memandang dirinya di hadapan cermin.

Juwita terlihat sangat berbeda. Gaun putih panjang melekat dengan indah di tubuh langsingnya itu. Make up natural serta rambut panjang yang tergerai di belakang, membuat kecantikan Juwita semakin terpancar. Juwita merasa ini seperti mimpi di sore hari. Namun, nyatanya ini bukanlah mimpi.

"Permisi Nona, apa sudah selesai?"

Juwita terkejut saat mendengar suara lelaki dari belakang. Dengan cepat dia pun membalikkan badan.

"Iya, aku sudah selesai, siapa ya?"

Lelaki berpenampilan memakai kacamata itu mengulas senyum sesaat. "Perkenalkan namaku Ardi, tangan kanan dan sekaligus teman kuliah Tuan Calvin dulu, aku diutus Tuan Calvin untuk menjemput Nona. Tuan Calvin akan datang terlambat, ayo ikutlah denganku Nona. Langit sudah mulai gelap di luar."

Juwita pun mengangguk. Lantas mengikuti Ardi dari belakang.

***

Tak lama, Juwita telah sampai di mansion Lara. Suasana di dalam tampak ramai sekali. Juwita tampak gugup karena akan ada banyak orang di dalam.

"Ayo Nona turun, masuklah ke dalam aku harus pergi lagi ke tempat Tuan Calvin,"ujar Ardi di depan kursi kemudi.

"Baik, terima kasih Ardi." Setelah mengucapkan kata terima kasih, Juwita lantas turun dari kendaran dan masuk ke dalam mansion.

Namun, baru saja menginjakkan kaki di lantai marmer tersebut, suara seseorang yang amat Juwita kenali mengema di sekitar. Membuat Juwita mau tak mau menoleh ke sumber suara.

"Juwita, apa yang kamu lakukan di sini hah?!" pekik Putri, dengan sorot mata menyala-nyala.

Terpopuler

Comments

Evy

Evy

Bisa shock si putri kalo tau dia istri nya Calvin...

2024-12-30

1

Rusmini Rusmini

Rusmini Rusmini

putri kamu itu tensi tinggi ya ...jgn suka marah2 bahaya tau ...

2024-12-28

1

Agoes Soegihono

Agoes Soegihono

Alhamdulillah ternyata Juwita disayang nenek

2025-01-01

1

lihat semua
Episodes
1 1. Bertemu Kembali
2 2. Kala Itu
3 3. Masih Sama
4 4. Pergi ke Mall • Revisi
5 5. Bertemu • Revisi
6 6. Gelisah • Revisi
7 7. Dilema • Revisi
8 8. Jangan-jangan! • Revisi
9 9. Terpaksa Berbohong • Revisi
10 10. Aneh
11 11. Berbeda
12 12. Heran
13 13. Marah Besar
14 14. Terkesima
15 15. Bingung
16 16. Membeku
17 17. Apa Salahnya?
18 18. Tidak Masuk Akal
19 19. Cemburu
20 20. Tidak Menyerah
21 21. Dipecat!
22 22. Jangan Pecat!
23 23. Jadi Sekretaris
24 24. ke Apartment
25 25. Sisi Lain Calvin
26 26. Menjahili • Revisi
27 27. Kesal • Revisi
28 28. Perintah • Revisi
29 29. Ceraikan Juwita • Revisi
30 30. Janji • Revisi
31 31. Pertemuan di Mall • Revisi
32 32. Tanda Lahir • Revisi
33 33. Calvin Bertemu Chester • Revisi
34 34. Curiga • Revisi
35 35. Cemburu
36 36. Terjadi Sesuatu
37 37. Memberi Pelajaran
38 38. Semakin Curiga • Revisi
39 39. Penasaran • Revisi
40 40. Membeku
41 41. Gugup
42 42. Penjelasan • Revisi
43 43. Kecewa • Revisi
44 44. Kesal • Revisi
45 45. Reuni • Revisi
46 46. Keributan
47 PENGUMUMAN PENTING!!!
48 48. Jebakan
49 49. Sentuh Aku
50 50. Burung Perkutut
51 51. Lesu
52 52. Di mana Dia?
53 53. Pelaku
54 54. Tidak Merestui
55 55. Kecewa
56 56. Otak Marisa Dicuci
57 57. Utarakan
58 58. Mengungkapkan Perasaan
59 59. Aku Meminta Hakku!
60 60. Sudah Tidak Tahan
61 61. Masuk ke Sarang
62 62. Cucuku
63 63. Bulan Madu
64 64. Tujuan Gustav
65 65. Selesai ~ TAMAT
66 Novel Baru ~ Wanita Lain di Hati, Suamiku!
Episodes

Updated 66 Episodes

1
1. Bertemu Kembali
2
2. Kala Itu
3
3. Masih Sama
4
4. Pergi ke Mall • Revisi
5
5. Bertemu • Revisi
6
6. Gelisah • Revisi
7
7. Dilema • Revisi
8
8. Jangan-jangan! • Revisi
9
9. Terpaksa Berbohong • Revisi
10
10. Aneh
11
11. Berbeda
12
12. Heran
13
13. Marah Besar
14
14. Terkesima
15
15. Bingung
16
16. Membeku
17
17. Apa Salahnya?
18
18. Tidak Masuk Akal
19
19. Cemburu
20
20. Tidak Menyerah
21
21. Dipecat!
22
22. Jangan Pecat!
23
23. Jadi Sekretaris
24
24. ke Apartment
25
25. Sisi Lain Calvin
26
26. Menjahili • Revisi
27
27. Kesal • Revisi
28
28. Perintah • Revisi
29
29. Ceraikan Juwita • Revisi
30
30. Janji • Revisi
31
31. Pertemuan di Mall • Revisi
32
32. Tanda Lahir • Revisi
33
33. Calvin Bertemu Chester • Revisi
34
34. Curiga • Revisi
35
35. Cemburu
36
36. Terjadi Sesuatu
37
37. Memberi Pelajaran
38
38. Semakin Curiga • Revisi
39
39. Penasaran • Revisi
40
40. Membeku
41
41. Gugup
42
42. Penjelasan • Revisi
43
43. Kecewa • Revisi
44
44. Kesal • Revisi
45
45. Reuni • Revisi
46
46. Keributan
47
PENGUMUMAN PENTING!!!
48
48. Jebakan
49
49. Sentuh Aku
50
50. Burung Perkutut
51
51. Lesu
52
52. Di mana Dia?
53
53. Pelaku
54
54. Tidak Merestui
55
55. Kecewa
56
56. Otak Marisa Dicuci
57
57. Utarakan
58
58. Mengungkapkan Perasaan
59
59. Aku Meminta Hakku!
60
60. Sudah Tidak Tahan
61
61. Masuk ke Sarang
62
62. Cucuku
63
63. Bulan Madu
64
64. Tujuan Gustav
65
65. Selesai ~ TAMAT
66
Novel Baru ~ Wanita Lain di Hati, Suamiku!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!