9. Terpaksa Berbohong • Revisi

"Haha, tentu saja bukan!" Mendengar hal itu, Juwita membalikkan badan seraya mengeluarkan tawa dengan sangat keras.

Juwita tengah berakting, merasa apa yang dikatakan Tina terdengar lucu. Padahal, saat ini jantung Juwita mendadak berdetak lebih kencang dari sebelumnya. Juwita sangat takut jika Tina sampai tahu hubungannya dan Calvin. Juwita berharap reaksinya sekarang membuat Tina tidak memberi komentar lagi.

Bibir bawah Tina langsung turun ke bawah. Dia tampak cemberut dan kecewa dengan respons Juwita.

"Ish, aku serius tahu! Lihat deh baik-baik wajah anakmu benar-benar mirip dengan Pak Calvin, siapa tahu saja itu suamimu kan, habisnya kamu nggak pernah tunjukin suami kamu sama aku!" kata Tina dengan mimik muka masam.

Perlahan, Juwita menghentikan tawa.

"Um, maafkan aku Tina. Mereka hanya mirip kok, Pak Calvin bukan suamiku, bisa kiamat dunia kalau aku jadi istri Pak Calvin," kilah Juwita lalu tertawa rendah lagi, ingin mencairkan suasana agar Tina tak cemberut lagi.

"Memangnya wajah Chestel milip ya sama Paman itu?" celetuk Chester seketika. Sejak tadi mendengarkan perbincangan kedua orang dewasa tersebut.

Tina mengangguk cepat. Sementara Juwita berhenti tertawa dan mulai ketar-ketir.

"Tidak seratus persen mirip kok Sayang, hanya mirip sekilas," ucap Juwita kemudian, berharap Chester dan Tina tidak bertanya lagi.

Chester tak menanggapi, malah terdiam dengan kening berkerut samar. Anak lelaki itu tampak berpikir keras.

"Ish, mirip tahu! Kayaknya minus matamu makin tambah deh Juwi!" protes Tina.

Juwita menyengir kuda seraya melirik sekilas Chester. "Hanya mirip dan Calvin bukan suamiku."

"Ya deh ya, hehe ya sudah kalau begitu aku pulang dulu ya, mau mandi sebentar lagi malam," ujar Tina lalu memeluk sejenak Chester di samping. "Tante pulang dulu ya."

"Oke Tante, Chestel mau pipis juga," balas Chester cepat, kemudian turun dari kursi dan berlari kencang menuju toilet.

Meninggalkan Tina mengalihkan pandangan ke arah Juwita.

"Aku minta maaf ya Juwi karena tadi buat kamu nggak nyaman, aku hanya penasaran saja, karena aku kasihan sama kamu, harus ngurus anak sendirian dan kerja, pasti capek banget," ungkap Tina dengan sorot mata tampak sendu.

Juwita mengulum senyum. "Nggak apa-apa kok, kalau aku jadi kamu pasti bakalan penasaran juga siapa suami temannya, sebenarnya suami aku sudah lama meninggalkan aku, jadi ya aku nggak bisa berharap banyak, masalah muka Pak Calvin, aku juga nggak tahu kenapa mereka bisa mirip."

Juwita terpaksa berbohong. Jauh di lubuk hatinya dia merasa bersalah karena harus membohongi teman yang teramat baik padanya. Namun, apa boleh buat, demi keamanan Chester. Dia tak mau orang mengetahui keberadaan Chester. Terlalu banyak yang tahu, akan berbahaya bagi keselamatan Chester.

"Astaga, jahat sekali sih suamimu itu." Setelah mendengar penjelasan Juwita, sorot mata Tina memancarkan kesedihan yang mendalam.

Juwita tersenyum meringis. "Sudahlah, tidak usah membicarakan dia lagi, yang penting sekarang ada kamu dan Chester hidupku masih tetap berwarna."

"Hehe benar juga, ya udah aku pulang dulu Juwi, besok jangan datang terlambat lagi, kalau ada apa-apa kabari aku." Tina beranjak dari kursi kemudian.

"Iya Tina."

Secara bersamaan Chester telah kembali.

Tina spontan menggerakkan mata ke arah Chester. "Chester, Tante pulang dulu ya, bye!"

"Bye Tante!" sahut Chester dengan muka berseri-seri.

Selepas kepergian Tina, Chester mendekati Juwita yang masih sibuk merapikan belanjaan.

Chester berjinjit sejenak kala melihat Juwita menutup toples berisi gula di atas meja.

"Ma, Papa Chestel di mana sih? Chestel pengen ketemu Papa. Telus kenapa Chestel halus manggil Mama di lual dengan sebutan Tante? Memangnya kenapa?" tanya Chester tiba-tiba, perlahan sorot matanya memancarkan kesedihan.

Juwita membeku sejenak. Terhitung sudah lima kali Chester bertanya di mana papanya dan saat ini untuk pertama kalinya Chester mengatakan ingin bertemu papanya.

Juwita merendahkan tubuh kemudian memegang kedua pundak Chester.

"Maafkan Mama ya Nak. Papamu pergi meninggalkan kita dan Mama tidak tahu di mana keberadaannya sekarang. Suatu saat nanti mungkin Chester akan bertemu dengan Papa." Balasan yang sama yang selalu dilontarkan Juwita.

"Untuk masalah panggilan, ini demi keselamatanmu Nak. Di luar sana ada banyak orang yang tidak suka dengan Mama, jadi kalau di luar Chester panggil Mama dengan sebutan Tante saja ya, kalau Tante Tina tidak ada musuhnya," lanjut Juwita.

Chester terdiam.

Melihat hal itu Juwita langsung memeluk erat tubuh mungil Chester. Mati-matian dia menahan air matanya agar tak tumpah sekarang. Juwita merasa bersalah karena harus berbohong pada Chester, tapi, demi keselamatan Chester, apa pun akan dia lakukan. Meskipun harus berbohong.

Chester bergeming, membiarkan Juwita memeluknya sekarang, sampai pada akhirnya Juwita mengendurkan pelukan.

"Sudah sekarang Chester mandi, sebentar lagi kita sholat sama-sama," kata Juwita lagi, kemudian bangkit berdiri.

"Oke Ma," sahut Chester, kali ini mukanya tak sedih seperti tadi. Datar, tanpa ekspresi sama sekali.

Juwita mengulum senyum. "Iya, Chester jangan berpikiran yang aneh-aneh lagi ya."

"Oke deh! Kalau begitu Chestel mandi dulu!"

Juwita mengangguk. Setelah itu Chester bergegas pergi ke kamar, mengambil handuk dan memutuskan untuk mandi.

***

Keesokan paginya, sebelum berangkat berkerja Juwita menitipkan Chester di rumah pak RT. Juwita sangat bersyukur pak RT dan istrinya mau mengurus Chester di kala dia sedang bekerja. Kedua orang tua itu sudah lama tidak memiliki anak dan saat melihat Chester. Pasangan yang sudah tidak muda itu langsung jatuh hati kepada Chester.

Setelah pamit undur diri kepada Chester, pak RT dan istrinya. Juwita bergegas ke halte hendak menunggu angkutan umum. Akan tetapi, baru saja sampai, terdengar suara seseorang dari belakang.

"Juwita, kamu kah itu? Istri Calvin, 'kan?"

Terpopuler

Comments

Rusmini Rusmini

Rusmini Rusmini

ada yg tau kalo Juwita istri Calvin

2024-12-28

0

ˢ⍣⃟ₛ 𝐀⃝🥀💜⃞⃟𝓛 Jibril Adinda

ˢ⍣⃟ₛ 𝐀⃝🥀💜⃞⃟𝓛 Jibril Adinda

nah Lo siapa yg nyapa Juwi itu

2025-01-02

0

Bzaa

Bzaa

wahhh siapa lgi ini

2024-11-24

0

lihat semua
Episodes
1 1. Bertemu Kembali
2 2. Kala Itu
3 3. Masih Sama
4 4. Pergi ke Mall • Revisi
5 5. Bertemu • Revisi
6 6. Gelisah • Revisi
7 7. Dilema • Revisi
8 8. Jangan-jangan! • Revisi
9 9. Terpaksa Berbohong • Revisi
10 10. Aneh
11 11. Berbeda
12 12. Heran
13 13. Marah Besar
14 14. Terkesima
15 15. Bingung
16 16. Membeku
17 17. Apa Salahnya?
18 18. Tidak Masuk Akal
19 19. Cemburu
20 20. Tidak Menyerah
21 21. Dipecat!
22 22. Jangan Pecat!
23 23. Jadi Sekretaris
24 24. ke Apartment
25 25. Sisi Lain Calvin
26 26. Menjahili • Revisi
27 27. Kesal • Revisi
28 28. Perintah • Revisi
29 29. Ceraikan Juwita • Revisi
30 30. Janji • Revisi
31 31. Pertemuan di Mall • Revisi
32 32. Tanda Lahir • Revisi
33 33. Calvin Bertemu Chester • Revisi
34 34. Curiga • Revisi
35 35. Cemburu
36 36. Terjadi Sesuatu
37 37. Memberi Pelajaran
38 38. Semakin Curiga • Revisi
39 39. Penasaran • Revisi
40 40. Membeku
41 41. Gugup
42 42. Penjelasan • Revisi
43 43. Kecewa • Revisi
44 44. Kesal • Revisi
45 45. Reuni • Revisi
46 46. Keributan
47 PENGUMUMAN PENTING!!!
48 48. Jebakan
49 49. Sentuh Aku
50 50. Burung Perkutut
51 51. Lesu
52 52. Di mana Dia?
53 53. Pelaku
54 54. Tidak Merestui
55 55. Kecewa
56 56. Otak Marisa Dicuci
57 57. Utarakan
58 58. Mengungkapkan Perasaan
59 59. Aku Meminta Hakku!
60 60. Sudah Tidak Tahan
61 61. Masuk ke Sarang
62 62. Cucuku
63 63. Bulan Madu
64 64. Tujuan Gustav
65 65. Selesai ~ TAMAT
66 Novel Baru ~ Wanita Lain di Hati, Suamiku!
Episodes

Updated 66 Episodes

1
1. Bertemu Kembali
2
2. Kala Itu
3
3. Masih Sama
4
4. Pergi ke Mall • Revisi
5
5. Bertemu • Revisi
6
6. Gelisah • Revisi
7
7. Dilema • Revisi
8
8. Jangan-jangan! • Revisi
9
9. Terpaksa Berbohong • Revisi
10
10. Aneh
11
11. Berbeda
12
12. Heran
13
13. Marah Besar
14
14. Terkesima
15
15. Bingung
16
16. Membeku
17
17. Apa Salahnya?
18
18. Tidak Masuk Akal
19
19. Cemburu
20
20. Tidak Menyerah
21
21. Dipecat!
22
22. Jangan Pecat!
23
23. Jadi Sekretaris
24
24. ke Apartment
25
25. Sisi Lain Calvin
26
26. Menjahili • Revisi
27
27. Kesal • Revisi
28
28. Perintah • Revisi
29
29. Ceraikan Juwita • Revisi
30
30. Janji • Revisi
31
31. Pertemuan di Mall • Revisi
32
32. Tanda Lahir • Revisi
33
33. Calvin Bertemu Chester • Revisi
34
34. Curiga • Revisi
35
35. Cemburu
36
36. Terjadi Sesuatu
37
37. Memberi Pelajaran
38
38. Semakin Curiga • Revisi
39
39. Penasaran • Revisi
40
40. Membeku
41
41. Gugup
42
42. Penjelasan • Revisi
43
43. Kecewa • Revisi
44
44. Kesal • Revisi
45
45. Reuni • Revisi
46
46. Keributan
47
PENGUMUMAN PENTING!!!
48
48. Jebakan
49
49. Sentuh Aku
50
50. Burung Perkutut
51
51. Lesu
52
52. Di mana Dia?
53
53. Pelaku
54
54. Tidak Merestui
55
55. Kecewa
56
56. Otak Marisa Dicuci
57
57. Utarakan
58
58. Mengungkapkan Perasaan
59
59. Aku Meminta Hakku!
60
60. Sudah Tidak Tahan
61
61. Masuk ke Sarang
62
62. Cucuku
63
63. Bulan Madu
64
64. Tujuan Gustav
65
65. Selesai ~ TAMAT
66
Novel Baru ~ Wanita Lain di Hati, Suamiku!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!