Mulut Pedas Cia

Kini di kantor polisi, penuh dengan orang-orang yang melaporkan Byan. Byan dan anak buahnya, yang hendak kabur. Di tahan oleh Ghava dan Ali, melihat mereka berdua kesusahan. Akhirnya mahasiswa yang melihatnya, ikut membantu.

"KALIAN TIDAK TAU SIAPA AKU HAH?! AYAHKU AKAN MEMBUAT KALIAN SEMUA DIPECAT!!! AKU ADALAH ANAK DARI WAHYU ADIGUNA, ANGGOTA D*R!!!" teriak Byan tak terima, ia menggebrak-gebrak besi jeruji

Para polisi yang meringkus Byan, tak peduli dengan teriakan Byan. Mereka hanya fokus, dengan laporan para korban. Bukan hanya satu, namun lebih dari 15 korban. Dan ada kemungkinan, bila laporan akan bertambah dari korban lain.

"Ck.. benar-benar sudah rusak, pergaulan anak jaman sekarang benar-benar kacau." ujar salah satu polisi

"Dia mengaku anak dari anggota D*R, tapi kelakuan sudah seperti binatang."

"Pro dia, lihat korbannya. Bukan hanya satu atau dua, tapi banyak sekali ini."

Cia, Luna, Ghava dan Ali hanya diam mendengar obrolan para polisi tersebut. Mereka mengawal para korban sampai selesai melapor, karena mereka yakin. Sebentar lagi, ayah dari Byan akan datang bersama pengacaranya.

Seandainya mereka berempat pulang, bisa dipastikan. Para korban akan ditekan dan meminta mereka, untuk membatalkan laporan.

"Tuan muda, nona muda" sapa seorang komandan polisi, bagian kriminal.

Keempat saudara itu berdecak, karena menjadi pusat perhatian orang-orang yang ada di sana. Sudah dipastikan, hal ini akan menjadi hot news di kampus besok.

"Ehem.. Komandan Bagus, apa kabar?" tanya Ghava

"Alhamdulillah baik, ada apa kalian datang kemari? Apa terjadi masalah besar?" tanya komandan yang bernama Bagus tersebut.

Bagus merupakan anak buah dari Hasimoto, ia yang menginginkan menjadi polisi. Tentu saja di ijinkan oleh Afwa dan Afwi, karena bagaimanapun keluarganya membutuhkan orang dalam untuk meringkus orang-orang bersalah yang memiliki kuasa.

Bukan hanya Bagus, masih banyak anak buah Hasimoto yang kini sukses menjadi seorang pengacara, jaksa, dokter dan lain sebagainya.

"Pria yang sedang berteriak itu masalahnya" jawab Ghava, Bagus menoleh ke belakang.

Ia melihat pemuda tersebut, lalu mengerutkan dahinya.

"Bukankah dia Byan Adiguna, juara taekwondo di pertandingan kemarin kan?" Ghava mengangguk

Bagus bertanya pada anak buahnya, terseret kasus apa anak dari salah satu anggota D*R tersebut. Anak buahnya pun menjelaskan, apa yang sudah dilakukan Byan bersama teman-temannya.

Astaghfirullah... Bagus mengusap dadanya, rusak sudah.

Tiba-tiba keributan terdengar, dari mulai pintu masuk sampai masuk ke dalam.

BRAK

KYAAAA

Perempuan yang sedang memberikan keterangan, terkejut bukan main. Reflek wanita itu berdiri dan mundur, sampai kursi yang ia duduki terguling. Karena pria yang ternyata ayah Byan, menggebrak meja.

"APA-APAAN KALIAN HAH?! BERANI SEKALI KALIAN MENAHAN PUTRAKU, SUDAH BOSAN KERJA KALIAN?" bentak Wahyu

"DAN KAMU, KALIAN... BERANI-BERANINYA MELAPORKAN PUTRAKU, SUDAH TAK INGIN KULIAH. AKU BISA MENGELUARKAN KALIAN DARI KAMPUS, HANYA DALAM HITUNGAN DETIK!!" lanjutnya, menunjuk para wanita, yang melaporkan Byan

Cia pun maju, kini ia berdiri di depan Wahyu.

'WAAHHHH...' ucap ketiga saudarinya, juga Bagus. Mereka berempat memilih untuk diam menyaksikan Cia, mengeluarkan kalimat pedasnya.

"Anda siapa? Datang-datang bikin onar, pake ngancem-ngancem orang segala. Mang situ punya jabatan apa? Presiden?" tanya Cia, dengan wajahnya yang sudah memerah

"Lancang kamu, saya Wahyu Adiguna. Anggota D*R, yang sangat dihormati. Berani kamu membuat masalah dengan anak saya, itu artinya kamu sudah siap keluar dari kampus." jawab Wahyu, Cia mengangkat salah satu alisnya

"Kalo situ anggota D*R, terus saya harus bilang waaww gitu. Dihormati orang yang kaya gimana, orang-orang yang pandai menjilat? Anda bangga dengan apa yang anda punya?" Wahyu mengepalkan kedua tangannya, ia merasa terhina

"Kamu itu bocah bau kencur, mulutmu benar-benar tidak mencerminkan seorang pelajar. Memalukan, bagaimana orang tua kalian mendidik mu?" Cia menatap tajam Wahyu, kedua tangannya mengepal

"Lalu bagaimana dengan anda, datang marah-marah tidak jelas. Sudah seperti anjing menggonggong, karena lapar. Jangan tanyakan bagaimana orang tuaku mendidik ku, yang pasti mereka mengajarkan aku harus menghormati orang yang lebih tua dan menghargai orang yang lebih muda. Tidak seperti anda, yang mengajarkan putranya untuk berbuat asusila. Menjijikkan!!!"

Tak ada ketakutan sama sekali di tatapan mata Cia, ia menatap lurus ke mata Wahyu.

Mendengar ucapan Cia, emosi Wahyu semakin menjadi. Tangan Wahyu terangkat, ia hendak menampar Cia.

Tetapi, saat hampir mengenai pipi Cia. Gerakannya terhenti, Wahyu semakin berang. Ia pun menoleh, melihat siapa yang sudah berani menghalangi apa yang akan ia lakukan.

"Berani tangan ini menyentuh saudariku, KU PATAHKAN TANGANMU SAAT INI JUGA." ucap Ghava, bahkan aura di sekitarnya langsung berubah.

Glek

Susah payah Wahyu menelan Saliva nya, ia bisa merasakan tekanan hebat hanya dari tatapan pemuda di hadapannya.

Ghava melepaskan tangan tersebut, dengan kasar. Wahyu mengusap pergelangan tangannya, yang terasa sakit. Meski ia takut, tapi ia tak gentar dan kembali mengucapkan kata-kata yang membuat Cia semakin berang.

"Cih... Rupanya kalian bersaudara, sama-sama tidak tau sopan santun. Apa orang tua kalian, berasal dari lumpur. Sehingga menghasilkan anak-anak tidak tau tata krama, seperti kalian." ucap Wahyu

"Bila kedua orang tuaku dari lumpur, maka anda berasal dari tinja. Karena sudah mendidik seorang anak, yang sangat bodoh dan otak kotor seperti T*I."

"KURANG AJAR"

"DIAM" bentak Bagus pada akhirnya, semakin di diamkan pria di depannya ini semakin kurang ajar. Enak saja ia menjelek-jelekkan tuannya dan keturunannya. Bagus berjalan mendekati Wahyu, ia berhenti tepat di depan Wahyu.

"Sejak tadi aku mendengar ucapan yang anda keluarkan dari mulut anda, seperti sampah. Apakah mulut anda itu, tempat sampah? Anda mengaku sebagai anggota D*R, tapi anda sama sekali tidak mencerminkan sebagai wakil rakyat yang bijaksana. Justru anda semakin menjatuhkan harga diri anda sendiri. Asal anda tau, hanya dalam hitungan detik. Apa yang anda miliki, akan hilang dalam sekejap. Apa yang anda banggakan, akan lenyap dalam hitungan detik." ucap Bagus dengan suara datarnya

"SIAPA KAU? BERANI SEKALI MENGANCAM KU!!" tanya Wahyu

"Aku akan mengikuti caramu memperkenalkan diri, AKU ADALAH KOMANDAN POLISI DI SINI. DAN SAYA BISA MEMBUAT ANDA DAN ANAK ANDA, MASUK KE DALAM JERUJI DALAM WAKTU YANG LAMA!!!" jawab Bagus

"Cih... Hanya komandan? Aku bisa membuatmu turun pangkat, bahkan mudah bagiku mengeluarkan kamu. Aku mengenal baik jendral polisi, hanya dengan aduanku. Maka kamu pun akan tersingkir, dalam sekejap."ucap Wahyu angkuh

"Oohh... Jadi anda memiliki pembela, aku tak menyangka ternyata jenderal polisi salah satu sekutu anda. Baiklah" ucap Bagus, membuat Wahyu tersenyum

Ia berpikir, Bagus mundur karena takut dengan siapa ia berurusan.

...****************...

Jangan lupa jadiin Favorit dan tinggalkan jejak, like, komen, vote dan gift 🥰🥰🥰

...Happy Reading All...

Terpopuler

Comments

Land19

Land19

sangat² menyalahgunakan/ menyelewengkan kekuasaan,
masuk DPR lewat jaluk sogokan mah kayaknya semena² banget , ga ada sumpah janji .
bahaya banget ini kalo terus²an di biarin .

2025-01-04

1

Pisces97

Pisces97

gak heran petinggi itu sombong,angkuh,gak punya hati yang pasti penjilat dan tukang korupsi 🤓

2025-01-11

1

Eli Elieboy Eboy

Eli Elieboy Eboy

𝚠𝚊𝚑 𝚠𝚊𝚑 𝚜𝚒 𝚋𝚊𝚙𝚊𝚔 𝟷 𝚗𝚎 𝚐𝚊𝚔 𝚝𝚊𝚔𝚞𝚝 𝚔𝚎𝚗𝚊𝚔 𝚜𝚎𝚛𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚓𝚊𝚗𝚝𝚞𝚗𝚐 𝚔𝚛𝚗 𝚗𝚐𝚎𝚕𝚊𝚠𝚊𝚗 𝚘𝚛𝚊𝚗𝚐 𝚢𝚐 𝚜𝚕𝚊𝚑 🤣🤣🤣

2025-01-12

1

lihat semua
Episodes
1 Sebuah Pesan ( Ghava Pembuat Kesal)
2 Otewe Desa yang di Teror
3 Damar Hilang
4 Mencari Damar
5 Ghava
6 Dendam Mia
7 Selesai dan Hilangnya Arwah Mia
8 Calon Ulet
9 Teman Baru Luna?
10 Byan Adiguna
11 Rencana
12 Luna vs Byan
13 Terpojok
14 Mulut Pedas Cia
15 Kekonyolan Cia
16 Tentang Risa
17 Keberanian Ghava
18 Sampaaaiii
19 Bule WULAN
20 Keburukan Wulan
21 Akhir dari Wulan
22 Awal Mula
23 Lamaran
24 Mbah Barjo
25 Siapa?
26 Fakta Mengejutkan dan Kematian Tiga Sahabat
27 Mendatangi Barjo
28 Pertarungan
29 Akhir dari Barjo
30 Perundungan
31 Membalas
32 Nilam
33 Perdebatan
34 Mahesa
35 Kebenaran tentang Tania 1
36 Kebenaran tentang Tania 2 ( Amukan Cia)
37 Akhir dari kasus Tania
38 Obrolan Unfaedah
39 Jemput Tania
40 Firasat Luna
41 Pangandaran
42 Penemuan Anak Lelaki dan Bayi Perempuan
43 Melihat Masa Lalu 1
44 Melihat Masa Lalu 2
45 Melihat Masa Lalu 3
46 Melihat Masa Lalu 4
47 Akhir Dari Cerita Masa Lalu
48 Luapan Isi Hati Cia
49 Terbongkarnya Kebusukan
50 Detik-detik Sebelum Bencana Besar
51 Akhir dari Sebuah Desa
52 Rencana Syukuran
53 Kedatangan Anak-anak Kembara Kembar Sepuluh
54 Panti Asuhan kyai Abdullah
55 Rahasia Kama dan Hanum
56 Fakta Kekasih Mahesa
57 Ternyata Hanya Kagum
58 Dihadang
59 "WHITE GRIZZLY"
60 Ternyata Masih Berkaitan
61 Kebaikan Tetua
62 Siapa??
63 Kekonyolan si Kembar
64 Kembali Berpisah
65 IBU
66 Yang Mana Dulu?
67 Cerita Lani
68 Akhir Dari Mahesa
69 Reno
70 Ternyata
71 Pertarungan 1
72 Pertarungan 2 ( Datangnya Bala Bantuan)
73 Pertarungan 3 ( Kehadiran Yumi)
74 Melepas Rindu
75 Perginya Cantika Azzihra Putri Zandra
76 Rencana ke Panti
77 Gombalan ala Lani dan Tania
78 Vino
79 Tentang Vino 1
80 Tentang Vino 2
81 Tentang Vino 3 ( akhir )
82 Cerita Maesaroh
83 Amarah Rizal
84 Kesedihan Rizal
85 Perpisahan Vino
86 Rencana Ali dan Ghava
87 Kejutan untuk Tania dan Risa
88 Kasus Lagi?
89 Cerita Dian
90 Menghubungi Ghava
91 Ke rumah Darren dan Dian
92 Cerita dibalik Pesan Terakhir
93 Kejadian Genting
94 Amarah Ghava dan Cia
95 Cia Meluapkan Amarah
96 Ternyata Mereka
97 Berubah (bukan jadi Power Ranger)
98 Akhir dari si Iblis
99 Kembali Berkumpul
100 Bazar Dadakan
101 CIA (Gugur Sebelum Berperang..... Lagi!!)
102 Lamaran
103 Cahaya
104 Kesialan Mini
105 Mematik Emosi Cia
106 Siapa???
107 Pernyataan
108 Pembicaraan Dua Pria
109 Dihadang, Lagi?
110 9 vs 1
111 Kebaikan Cia
112 Hari Pernikahan
113 Cari Mati
114 Pertemuan tak terduga
115 Jacob
116 Seperti ada Sengatan Listriknya Gitu
117 Rumah Peninggalan
118 Pernyataan dan Keanehan
119 Sosok Mengerikan
120 Tarik Menarik
121 Mencari Sandi
122 Ternyata Damar....
123 Chairil
124 Iblis Konyol dan Cerita Masa Lalu Heni
125 Masih Masa Lalu Heni
126 Amarah Cia
127 Musnahnya Sosok Pesugihan
128 Ternyata Belum Selesai
129 Akhirnya Selesai
130 Rencana ke Rumah Sakit
131 Rencana Koas dan PIDI
132 Sigmund Tau Yang Sebenarnya
133 Permintaan Damar
134 Konyolnya Lani
135 Pajak Jadian
136 Om Arkan
137 Jawaban Cia
138 Kasus Baru 1
139 Kasus Baru 2 (Ke Rumah pak RT)
140 Kasus Baru 3 ( Meminta Bantuan Ghava)
141 Datangnya Bala Bantuan
142 Cerita Rumah Mars
143 Kembali Bertarung
144 Ketegangan 1
145 Ketegangan 2 dan Luapan Kerinduan
146 Pagi yang Indah
147 Kedatangan Es dan Chairil
148 Kelakuan Cia
149 Perpisahan Dengan Damar
150 Mood yang Berantakan
151 Part 151
152 Campur Tangan Yumi
153 Sudah Pecah Telor
154 Lagi???
155 Bee?
156 Pilihan Tetua
157 Korban di tabrak Mobil
158 Cahaya
159 Awal mula Perkenalan Cia dan Diandra
160 Awal Mula Pertemuan Cia dan Diandra 2
161 Menuju Rumah Diandra
162 Kondisi Keluarga Diandra
163 Curahan Hati Saras
164 Pengeroyokan
165 Part 164
166 Tentang Diandra
167 Part 166
168 Menuju Perusahaan Bermasalah
169 Ruang Presdir atau Ruang....
170 Part 169
171 Awal Mula
172 Merombak Ulang
173 Detik-Detik Kehancuran Keluarga Egois
174 Terbongkarnya Semua Kebusukan
175 Penyesalan Boby
176 Part 175
177 Part 176
178 Kericuhan di IGD dan Ketegangan di Ruang Operasi
179 Aqila dan Bulan
180 Part 179
181 Part 180
182 Part 181
183 Perdebatan
184 Part 183
185 Apakah ini, yang namanya di Balas Tunai?
186 Lamaran atau paksaan?
187 Sosok Bisu
188 Cerita Pilu Kematian si Gadis Bisu
189 Amarah Dua Jiwa
190 Amukan Jenar
191 Denis yang Malang
192 Dika dan Sella
193 Lamaran dan Kejutan
194 Akhirnyaaaaaa...... Langsung 4 Pasang Pengantin
195 Kalimat Keramat
196 Banyaknya Korban
197 Part 196
198 Ke Kantor Polisi
199 Insiden di Kantor Polisi
200 Ketakutan Cia
201 Kekuatan Sigmund
202 Kondisi Cia
203 Kondisi Cia 2
204 Happy End
Episodes

Updated 204 Episodes

1
Sebuah Pesan ( Ghava Pembuat Kesal)
2
Otewe Desa yang di Teror
3
Damar Hilang
4
Mencari Damar
5
Ghava
6
Dendam Mia
7
Selesai dan Hilangnya Arwah Mia
8
Calon Ulet
9
Teman Baru Luna?
10
Byan Adiguna
11
Rencana
12
Luna vs Byan
13
Terpojok
14
Mulut Pedas Cia
15
Kekonyolan Cia
16
Tentang Risa
17
Keberanian Ghava
18
Sampaaaiii
19
Bule WULAN
20
Keburukan Wulan
21
Akhir dari Wulan
22
Awal Mula
23
Lamaran
24
Mbah Barjo
25
Siapa?
26
Fakta Mengejutkan dan Kematian Tiga Sahabat
27
Mendatangi Barjo
28
Pertarungan
29
Akhir dari Barjo
30
Perundungan
31
Membalas
32
Nilam
33
Perdebatan
34
Mahesa
35
Kebenaran tentang Tania 1
36
Kebenaran tentang Tania 2 ( Amukan Cia)
37
Akhir dari kasus Tania
38
Obrolan Unfaedah
39
Jemput Tania
40
Firasat Luna
41
Pangandaran
42
Penemuan Anak Lelaki dan Bayi Perempuan
43
Melihat Masa Lalu 1
44
Melihat Masa Lalu 2
45
Melihat Masa Lalu 3
46
Melihat Masa Lalu 4
47
Akhir Dari Cerita Masa Lalu
48
Luapan Isi Hati Cia
49
Terbongkarnya Kebusukan
50
Detik-detik Sebelum Bencana Besar
51
Akhir dari Sebuah Desa
52
Rencana Syukuran
53
Kedatangan Anak-anak Kembara Kembar Sepuluh
54
Panti Asuhan kyai Abdullah
55
Rahasia Kama dan Hanum
56
Fakta Kekasih Mahesa
57
Ternyata Hanya Kagum
58
Dihadang
59
"WHITE GRIZZLY"
60
Ternyata Masih Berkaitan
61
Kebaikan Tetua
62
Siapa??
63
Kekonyolan si Kembar
64
Kembali Berpisah
65
IBU
66
Yang Mana Dulu?
67
Cerita Lani
68
Akhir Dari Mahesa
69
Reno
70
Ternyata
71
Pertarungan 1
72
Pertarungan 2 ( Datangnya Bala Bantuan)
73
Pertarungan 3 ( Kehadiran Yumi)
74
Melepas Rindu
75
Perginya Cantika Azzihra Putri Zandra
76
Rencana ke Panti
77
Gombalan ala Lani dan Tania
78
Vino
79
Tentang Vino 1
80
Tentang Vino 2
81
Tentang Vino 3 ( akhir )
82
Cerita Maesaroh
83
Amarah Rizal
84
Kesedihan Rizal
85
Perpisahan Vino
86
Rencana Ali dan Ghava
87
Kejutan untuk Tania dan Risa
88
Kasus Lagi?
89
Cerita Dian
90
Menghubungi Ghava
91
Ke rumah Darren dan Dian
92
Cerita dibalik Pesan Terakhir
93
Kejadian Genting
94
Amarah Ghava dan Cia
95
Cia Meluapkan Amarah
96
Ternyata Mereka
97
Berubah (bukan jadi Power Ranger)
98
Akhir dari si Iblis
99
Kembali Berkumpul
100
Bazar Dadakan
101
CIA (Gugur Sebelum Berperang..... Lagi!!)
102
Lamaran
103
Cahaya
104
Kesialan Mini
105
Mematik Emosi Cia
106
Siapa???
107
Pernyataan
108
Pembicaraan Dua Pria
109
Dihadang, Lagi?
110
9 vs 1
111
Kebaikan Cia
112
Hari Pernikahan
113
Cari Mati
114
Pertemuan tak terduga
115
Jacob
116
Seperti ada Sengatan Listriknya Gitu
117
Rumah Peninggalan
118
Pernyataan dan Keanehan
119
Sosok Mengerikan
120
Tarik Menarik
121
Mencari Sandi
122
Ternyata Damar....
123
Chairil
124
Iblis Konyol dan Cerita Masa Lalu Heni
125
Masih Masa Lalu Heni
126
Amarah Cia
127
Musnahnya Sosok Pesugihan
128
Ternyata Belum Selesai
129
Akhirnya Selesai
130
Rencana ke Rumah Sakit
131
Rencana Koas dan PIDI
132
Sigmund Tau Yang Sebenarnya
133
Permintaan Damar
134
Konyolnya Lani
135
Pajak Jadian
136
Om Arkan
137
Jawaban Cia
138
Kasus Baru 1
139
Kasus Baru 2 (Ke Rumah pak RT)
140
Kasus Baru 3 ( Meminta Bantuan Ghava)
141
Datangnya Bala Bantuan
142
Cerita Rumah Mars
143
Kembali Bertarung
144
Ketegangan 1
145
Ketegangan 2 dan Luapan Kerinduan
146
Pagi yang Indah
147
Kedatangan Es dan Chairil
148
Kelakuan Cia
149
Perpisahan Dengan Damar
150
Mood yang Berantakan
151
Part 151
152
Campur Tangan Yumi
153
Sudah Pecah Telor
154
Lagi???
155
Bee?
156
Pilihan Tetua
157
Korban di tabrak Mobil
158
Cahaya
159
Awal mula Perkenalan Cia dan Diandra
160
Awal Mula Pertemuan Cia dan Diandra 2
161
Menuju Rumah Diandra
162
Kondisi Keluarga Diandra
163
Curahan Hati Saras
164
Pengeroyokan
165
Part 164
166
Tentang Diandra
167
Part 166
168
Menuju Perusahaan Bermasalah
169
Ruang Presdir atau Ruang....
170
Part 169
171
Awal Mula
172
Merombak Ulang
173
Detik-Detik Kehancuran Keluarga Egois
174
Terbongkarnya Semua Kebusukan
175
Penyesalan Boby
176
Part 175
177
Part 176
178
Kericuhan di IGD dan Ketegangan di Ruang Operasi
179
Aqila dan Bulan
180
Part 179
181
Part 180
182
Part 181
183
Perdebatan
184
Part 183
185
Apakah ini, yang namanya di Balas Tunai?
186
Lamaran atau paksaan?
187
Sosok Bisu
188
Cerita Pilu Kematian si Gadis Bisu
189
Amarah Dua Jiwa
190
Amukan Jenar
191
Denis yang Malang
192
Dika dan Sella
193
Lamaran dan Kejutan
194
Akhirnyaaaaaa...... Langsung 4 Pasang Pengantin
195
Kalimat Keramat
196
Banyaknya Korban
197
Part 196
198
Ke Kantor Polisi
199
Insiden di Kantor Polisi
200
Ketakutan Cia
201
Kekuatan Sigmund
202
Kondisi Cia
203
Kondisi Cia 2
204
Happy End

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!