Rencana

"Duh"

"Kenapa lu Ci?" tanya Ghava dan Luna

"Jadi pengen kenalan ma Risa, itulah definisi cantik yang sebenarnya. Bukan cuma parasnya aja yang cantik, tapi dia juga punya hati ga kalah cantik. 11 12 lah ma gue" jawab Cia

"Wuuu" Ghava langsung menoyor kepala Cia

"Wooyy... Udah fitrah nih, jangan cuma yang kiri. Kanan juga, biar ga sirik." ucap Cia

"Sinting"

Mereka pun masuk ke dalam mobil, dengan Cia yang menjadi supirnya saat ini.

.

.

"Gimana?" tanya Luna, seraya menaruh jus alpukat kesukaan Ali di samping laptopnya.

"Ternyata kita bener-bener kecolongan Lun, bahkan hal ini terjadi dari sebelum kita masuk kampus ini. Nih liat, lu tau siapa ni orang?" Luna menggelengkan kepalanya

"Sejak kapan gue peduli ma orang lain?" tanya Luna

"Ga nyuruh lu peduli juga Lun, cuma ni orang gambarnya seliweran di layar kaca dan majalah olahraga." balas Ali, Luna menghembuskan nafasnya kasar

"Sejak kapan gue nonton tv, sejai kapan juga gue baca majalah olahraga sih Al? Malesin banget" Ali menghela nafas

"Gue lupa, semales itu lu buat liat dunia luar. Ini itu Byan Adiguna, dia merupakan pemenang medali emas pertandingan taekwondo. Dia juga merupakan putra dari anggota D*R, dan ternyata dia jadi ketua dari kumpulan laki-laki ini." Ali menjelaskan tentang Byan, seraya menunjuk salah satu orang yang terekam jelas di kamera CCtv.

"Apa mungkin dia, bekengan dari kejahatan yang terjadi di kampus?" Ali mengangguk

"Gue yakinnya sih dia, liat... Yang lain maksa korban buat buka baju, kaya yang temen batu lu laluin. Yang satu pegang kamera, sedangkan dia cuma duduk manis ngawasin. Alasan besar yang bikin dia semakin semena-mena, ayahnya merupakan salah satu donatur terbesar di kampus." jawabnya

"Pantesan aja, makin menjadi aja tuh laki. Dih... Banci dia mah" celetuk Cia, yang datang dengan memeluk toples cemilan. Cia pun duduk di samping kanan Ali, sedang Luna di sebelah kirinya.

Ali dan Luna menoleh pada Cia, tangan kanan Ali masuk toples dan mengambil isinya.

"Kenapa lu bisa bilang gitu?" tanya Luna

"Bancilah, yang lain kerja. Dia ongkang-ongkang kaki, ntar pas di usut. Percaya ma gue, dia bakalan lepas tangan. Lempar batu, sembunyi sebadan-badan." jawab Cia, seraya menarik toplesnya menjauh dari Ali.

"Baru sekali Ci, minta ngapa? Pelit bener lu, entar bajunya sempit." ucap Ali

"Kuburan yang sempit, kalo orang pelit mah." koreksi Cia

"Kalo ku mah baju, banyak ngemil. Berat badan nambah, mana pelit lagi." balas Ali

"Lu mah kebiasaan, gue yang beli. Tau-tau lu yang habisin, bukan sekali dua kali ku jaya begini ya." ucap Cia tak mau kalah

"Et dah, pake rebutan toples segala. Nih di dapur banyak, ambil napa Al?" celetuk Ghava yang baru ikut bergabung

"Lu juga capruk, ngapain noh dua anak rebutan toples. Isinya yang jadi rebutan, segala toples jadi rebutan." jawab Luna

"Oooh... Kirain kalian lagi bersaing, siapa yang jadi kuda lumping terbaik. Makanya rebutan makan toples, kan kuda lumping makan beling." Luna cekikikan mendengar ucapan Ghava

Tak ada Luna dan Ali yang dingin, bila sudah di dalam rumah. Terlalu lama tinggal bersama Cia dan Ghava, jiwa konyolnya meronta-ronta minta keluar.

"Jadi ni kau bahas cemilan, apa pelaku kejahatan? Aseeekk...pelaku kejahatan, udah kaya anak buah ladu shing aja kita." tanya Ghava

"Diiiihhh... Ogah gue mah, jadi anak buah ladu Shing. Polisi yang kalo datang, setelah kasus selesai." ucap Cia

"Bagi sih Ci, ntar gue ganti 10 bungkus." ucap Ali

"Bener ya?" tanya Cia, seraya mendekatkan toples pada Ali

"Iya bener, gue nanti beli 10. Lu 1, gue 9" Cia kembali menarik toplesnya, dengan menatap tajam Ali

"Canda Ci, buat lu semua. Tapi kalo gue mau, gue minta. Medit banget sih lu" Cia mencebik

Mereka kembali fokus pada vidio di layar laptop, Ali meng copy beberapa untuk dijadikan bukti.

"Coba lu retas data pribadi Wahyu Adiguna, bokapnya si Byan itu. Gue yakin, kalo ada permainan kotor dibalik terpilihnya dia jadi anggota D*R." Ali mengangguk, ia pun mulai mengotak-atik keyboard

Dalam hitungan 10 menit....

successful copying

"Wanjaaaayy... Cuma buat duduk jadi anggota, dia rogoh kocek segini banyak? Alamak juuummm, bisa buat beli rumah impian gue ma Risa ini mah." ucap Ghava

"MIMPI AJA TERROOOSSS" ucap Cia sedikit keras

"Semua berawal dari mimpi, asalkan kita mau usaha dan pantang menyerah. Kuncinya sabar, kuat mental ma yakin." balas Ghava

"Masalahnya lu yakin ma dia, dia yakin ga? Kenal aja belum, udah main pasang cap milik aja." ucap Luna

"Makanya gue butuh lu, buat deketin gue ma dia. Kenalin aja, ke depannya urusan gue. Pokonya bakalan jadi ipar kalian kelak, percaya ma gue." ucap Ghava

"Ogah banget percaya ma lu, musyrik. Percaya ma sama Allah, bukan sama manusia." celetuk Ali namun tanpa menoleh

Ia lebih sibuk meng copy semua file dan Vidio, bisa dia pergunakan untuk melawan. Jaga-jaga mereka, menolak untuk mengaku. Karena bagaimana pun, Wahyu takkan mau nama baiknya rusak.

"Lu kira gue dukun apa, pake segala musyrik. Gue mah cuma nyuruh lu ngepet, buat memenuhi kebutuhan kita."

Luna dan Cia tertawa lepas, obrolan un faedah banget.

"Selain itu, ternyata Wahyu juga menyogok beberapa orang. Agar ia bisa, menduduki salah satu kursi panas tersebut." ucap Ali

"Besok kita bisa laporin ini semua ke kantor KUA"

"Polisi Ghav, polisi. Serius ok!!!" Ghava menghembuskan nafasnya, ia juga heran dengan mulut dan otaknya.

"Di rekaman, jelas loh gambar korban. Gimana kalo kita datangin mereka, minta mereka buat laporan juga. Gue yakin, mereka pasti di ancam ma orang-orang itu. Sampe bikin mereka bungkam, kaya di keluarin dari kampus misalnya." ucap Cia memberi saran

"Gotcha... Gue juga sependapat, kita bisa ajak mereka buat jeblosin bapak ma anak ke balik jeruji." ucap Ghava setuju, Luna dan Ali mengangguk

"Ok, kita ganti topik. Sebentar lagi libur semester, ada rencana kemana kagak?" tanya Ghava

"Kemaren gue dapet chat daddy, daddy dapet chat juga dari sodara kita yang di Indramayu. Ngundang keluarga besar, ke acara khitanan cucunya. Karena kita yang ada di negara ini, jadi orang tua kita minta kita yang ke sana buat wakilin. Gimana? Sekalian aja ini mah." jawab Cia

"Not bad, hayu aja gue mah. Lu pada gimana?" jawab Ghava, seraya bertanya pada Ali dan Luna

"OK"

...****************...

Alhamdulillah bisa double...

Jangan lupa jadiin Favorit dan tinggalkan jejak, like, komen, vote dan gift 🥰🥰🥰

...Happy Reading All...

Terpopuler

Comments

Land19

Land19

lebih gesrek ini mah
terlalu konyol 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

2025-01-04

1

Neneng Misdarliah

Neneng Misdarliah

💪💪💪💪💪💪💪💜💜💜💜💜💜💜💜

2024-11-19

1

Zuhril Witanto

Zuhril Witanto

jadi kangen Anin dkk

2024-10-11

1

lihat semua
Episodes
1 Sebuah Pesan ( Ghava Pembuat Kesal)
2 Otewe Desa yang di Teror
3 Damar Hilang
4 Mencari Damar
5 Ghava
6 Dendam Mia
7 Selesai dan Hilangnya Arwah Mia
8 Calon Ulet
9 Teman Baru Luna?
10 Byan Adiguna
11 Rencana
12 Luna vs Byan
13 Terpojok
14 Mulut Pedas Cia
15 Kekonyolan Cia
16 Tentang Risa
17 Keberanian Ghava
18 Sampaaaiii
19 Bule WULAN
20 Keburukan Wulan
21 Akhir dari Wulan
22 Awal Mula
23 Lamaran
24 Mbah Barjo
25 Siapa?
26 Fakta Mengejutkan dan Kematian Tiga Sahabat
27 Mendatangi Barjo
28 Pertarungan
29 Akhir dari Barjo
30 Perundungan
31 Membalas
32 Nilam
33 Perdebatan
34 Mahesa
35 Kebenaran tentang Tania 1
36 Kebenaran tentang Tania 2 ( Amukan Cia)
37 Akhir dari kasus Tania
38 Obrolan Unfaedah
39 Jemput Tania
40 Firasat Luna
41 Pangandaran
42 Penemuan Anak Lelaki dan Bayi Perempuan
43 Melihat Masa Lalu 1
44 Melihat Masa Lalu 2
45 Melihat Masa Lalu 3
46 Melihat Masa Lalu 4
47 Akhir Dari Cerita Masa Lalu
48 Luapan Isi Hati Cia
49 Terbongkarnya Kebusukan
50 Detik-detik Sebelum Bencana Besar
51 Akhir dari Sebuah Desa
52 Rencana Syukuran
53 Kedatangan Anak-anak Kembara Kembar Sepuluh
54 Panti Asuhan kyai Abdullah
55 Rahasia Kama dan Hanum
56 Fakta Kekasih Mahesa
57 Ternyata Hanya Kagum
58 Dihadang
59 "WHITE GRIZZLY"
60 Ternyata Masih Berkaitan
61 Kebaikan Tetua
62 Siapa??
63 Kekonyolan si Kembar
64 Kembali Berpisah
65 IBU
66 Yang Mana Dulu?
67 Cerita Lani
68 Akhir Dari Mahesa
69 Reno
70 Ternyata
71 Pertarungan 1
72 Pertarungan 2 ( Datangnya Bala Bantuan)
73 Pertarungan 3 ( Kehadiran Yumi)
74 Melepas Rindu
75 Perginya Cantika Azzihra Putri Zandra
76 Rencana ke Panti
77 Gombalan ala Lani dan Tania
78 Vino
79 Tentang Vino 1
80 Tentang Vino 2
81 Tentang Vino 3 ( akhir )
82 Cerita Maesaroh
83 Amarah Rizal
84 Kesedihan Rizal
85 Perpisahan Vino
86 Rencana Ali dan Ghava
87 Kejutan untuk Tania dan Risa
88 Kasus Lagi?
89 Cerita Dian
90 Menghubungi Ghava
91 Ke rumah Darren dan Dian
92 Cerita dibalik Pesan Terakhir
93 Kejadian Genting
94 Amarah Ghava dan Cia
95 Cia Meluapkan Amarah
96 Ternyata Mereka
97 Berubah (bukan jadi Power Ranger)
98 Akhir dari si Iblis
99 Kembali Berkumpul
100 Bazar Dadakan
101 CIA (Gugur Sebelum Berperang..... Lagi!!)
102 Lamaran
103 Cahaya
104 Kesialan Mini
105 Mematik Emosi Cia
106 Siapa???
107 Pernyataan
108 Pembicaraan Dua Pria
109 Dihadang, Lagi?
110 9 vs 1
111 Kebaikan Cia
112 Hari Pernikahan
113 Cari Mati
114 Pertemuan tak terduga
115 Jacob
116 Seperti ada Sengatan Listriknya Gitu
117 Rumah Peninggalan
118 Pernyataan dan Keanehan
119 Sosok Mengerikan
120 Tarik Menarik
121 Mencari Sandi
122 Ternyata Damar....
123 Chairil
124 Iblis Konyol dan Cerita Masa Lalu Heni
125 Masih Masa Lalu Heni
126 Amarah Cia
127 Musnahnya Sosok Pesugihan
128 Ternyata Belum Selesai
129 Akhirnya Selesai
130 Rencana ke Rumah Sakit
131 Rencana Koas dan PIDI
132 Sigmund Tau Yang Sebenarnya
133 Permintaan Damar
134 Konyolnya Lani
135 Pajak Jadian
136 Om Arkan
137 Jawaban Cia
138 Kasus Baru 1
139 Kasus Baru 2 (Ke Rumah pak RT)
140 Kasus Baru 3 ( Meminta Bantuan Ghava)
141 Datangnya Bala Bantuan
142 Cerita Rumah Mars
143 Kembali Bertarung
144 Ketegangan 1
145 Ketegangan 2 dan Luapan Kerinduan
146 Pagi yang Indah
147 Kedatangan Es dan Chairil
148 Kelakuan Cia
149 Perpisahan Dengan Damar
150 Mood yang Berantakan
151 Part 151
152 Campur Tangan Yumi
153 Sudah Pecah Telor
154 Lagi???
155 Bee?
156 Pilihan Tetua
157 Korban di tabrak Mobil
158 Cahaya
159 Awal mula Perkenalan Cia dan Diandra
160 Awal Mula Pertemuan Cia dan Diandra 2
161 Menuju Rumah Diandra
162 Kondisi Keluarga Diandra
163 Curahan Hati Saras
164 Pengeroyokan
165 Part 164
166 Tentang Diandra
167 Part 166
168 Menuju Perusahaan Bermasalah
169 Ruang Presdir atau Ruang....
170 Part 169
171 Awal Mula
172 Merombak Ulang
173 Detik-Detik Kehancuran Keluarga Egois
174 Terbongkarnya Semua Kebusukan
175 Penyesalan Boby
176 Part 175
177 Part 176
178 Kericuhan di IGD dan Ketegangan di Ruang Operasi
179 Aqila dan Bulan
180 Part 179
181 Part 180
182 Part 181
183 Perdebatan
184 Part 183
185 Apakah ini, yang namanya di Balas Tunai?
186 Lamaran atau paksaan?
187 Sosok Bisu
188 Cerita Pilu Kematian si Gadis Bisu
189 Amarah Dua Jiwa
190 Amukan Jenar
191 Denis yang Malang
192 Dika dan Sella
193 Lamaran dan Kejutan
194 Akhirnyaaaaaa...... Langsung 4 Pasang Pengantin
195 Kalimat Keramat
196 Banyaknya Korban
197 Part 196
198 Ke Kantor Polisi
199 Insiden di Kantor Polisi
200 Ketakutan Cia
201 Kekuatan Sigmund
202 Kondisi Cia
203 Kondisi Cia 2
204 Happy End
Episodes

Updated 204 Episodes

1
Sebuah Pesan ( Ghava Pembuat Kesal)
2
Otewe Desa yang di Teror
3
Damar Hilang
4
Mencari Damar
5
Ghava
6
Dendam Mia
7
Selesai dan Hilangnya Arwah Mia
8
Calon Ulet
9
Teman Baru Luna?
10
Byan Adiguna
11
Rencana
12
Luna vs Byan
13
Terpojok
14
Mulut Pedas Cia
15
Kekonyolan Cia
16
Tentang Risa
17
Keberanian Ghava
18
Sampaaaiii
19
Bule WULAN
20
Keburukan Wulan
21
Akhir dari Wulan
22
Awal Mula
23
Lamaran
24
Mbah Barjo
25
Siapa?
26
Fakta Mengejutkan dan Kematian Tiga Sahabat
27
Mendatangi Barjo
28
Pertarungan
29
Akhir dari Barjo
30
Perundungan
31
Membalas
32
Nilam
33
Perdebatan
34
Mahesa
35
Kebenaran tentang Tania 1
36
Kebenaran tentang Tania 2 ( Amukan Cia)
37
Akhir dari kasus Tania
38
Obrolan Unfaedah
39
Jemput Tania
40
Firasat Luna
41
Pangandaran
42
Penemuan Anak Lelaki dan Bayi Perempuan
43
Melihat Masa Lalu 1
44
Melihat Masa Lalu 2
45
Melihat Masa Lalu 3
46
Melihat Masa Lalu 4
47
Akhir Dari Cerita Masa Lalu
48
Luapan Isi Hati Cia
49
Terbongkarnya Kebusukan
50
Detik-detik Sebelum Bencana Besar
51
Akhir dari Sebuah Desa
52
Rencana Syukuran
53
Kedatangan Anak-anak Kembara Kembar Sepuluh
54
Panti Asuhan kyai Abdullah
55
Rahasia Kama dan Hanum
56
Fakta Kekasih Mahesa
57
Ternyata Hanya Kagum
58
Dihadang
59
"WHITE GRIZZLY"
60
Ternyata Masih Berkaitan
61
Kebaikan Tetua
62
Siapa??
63
Kekonyolan si Kembar
64
Kembali Berpisah
65
IBU
66
Yang Mana Dulu?
67
Cerita Lani
68
Akhir Dari Mahesa
69
Reno
70
Ternyata
71
Pertarungan 1
72
Pertarungan 2 ( Datangnya Bala Bantuan)
73
Pertarungan 3 ( Kehadiran Yumi)
74
Melepas Rindu
75
Perginya Cantika Azzihra Putri Zandra
76
Rencana ke Panti
77
Gombalan ala Lani dan Tania
78
Vino
79
Tentang Vino 1
80
Tentang Vino 2
81
Tentang Vino 3 ( akhir )
82
Cerita Maesaroh
83
Amarah Rizal
84
Kesedihan Rizal
85
Perpisahan Vino
86
Rencana Ali dan Ghava
87
Kejutan untuk Tania dan Risa
88
Kasus Lagi?
89
Cerita Dian
90
Menghubungi Ghava
91
Ke rumah Darren dan Dian
92
Cerita dibalik Pesan Terakhir
93
Kejadian Genting
94
Amarah Ghava dan Cia
95
Cia Meluapkan Amarah
96
Ternyata Mereka
97
Berubah (bukan jadi Power Ranger)
98
Akhir dari si Iblis
99
Kembali Berkumpul
100
Bazar Dadakan
101
CIA (Gugur Sebelum Berperang..... Lagi!!)
102
Lamaran
103
Cahaya
104
Kesialan Mini
105
Mematik Emosi Cia
106
Siapa???
107
Pernyataan
108
Pembicaraan Dua Pria
109
Dihadang, Lagi?
110
9 vs 1
111
Kebaikan Cia
112
Hari Pernikahan
113
Cari Mati
114
Pertemuan tak terduga
115
Jacob
116
Seperti ada Sengatan Listriknya Gitu
117
Rumah Peninggalan
118
Pernyataan dan Keanehan
119
Sosok Mengerikan
120
Tarik Menarik
121
Mencari Sandi
122
Ternyata Damar....
123
Chairil
124
Iblis Konyol dan Cerita Masa Lalu Heni
125
Masih Masa Lalu Heni
126
Amarah Cia
127
Musnahnya Sosok Pesugihan
128
Ternyata Belum Selesai
129
Akhirnya Selesai
130
Rencana ke Rumah Sakit
131
Rencana Koas dan PIDI
132
Sigmund Tau Yang Sebenarnya
133
Permintaan Damar
134
Konyolnya Lani
135
Pajak Jadian
136
Om Arkan
137
Jawaban Cia
138
Kasus Baru 1
139
Kasus Baru 2 (Ke Rumah pak RT)
140
Kasus Baru 3 ( Meminta Bantuan Ghava)
141
Datangnya Bala Bantuan
142
Cerita Rumah Mars
143
Kembali Bertarung
144
Ketegangan 1
145
Ketegangan 2 dan Luapan Kerinduan
146
Pagi yang Indah
147
Kedatangan Es dan Chairil
148
Kelakuan Cia
149
Perpisahan Dengan Damar
150
Mood yang Berantakan
151
Part 151
152
Campur Tangan Yumi
153
Sudah Pecah Telor
154
Lagi???
155
Bee?
156
Pilihan Tetua
157
Korban di tabrak Mobil
158
Cahaya
159
Awal mula Perkenalan Cia dan Diandra
160
Awal Mula Pertemuan Cia dan Diandra 2
161
Menuju Rumah Diandra
162
Kondisi Keluarga Diandra
163
Curahan Hati Saras
164
Pengeroyokan
165
Part 164
166
Tentang Diandra
167
Part 166
168
Menuju Perusahaan Bermasalah
169
Ruang Presdir atau Ruang....
170
Part 169
171
Awal Mula
172
Merombak Ulang
173
Detik-Detik Kehancuran Keluarga Egois
174
Terbongkarnya Semua Kebusukan
175
Penyesalan Boby
176
Part 175
177
Part 176
178
Kericuhan di IGD dan Ketegangan di Ruang Operasi
179
Aqila dan Bulan
180
Part 179
181
Part 180
182
Part 181
183
Perdebatan
184
Part 183
185
Apakah ini, yang namanya di Balas Tunai?
186
Lamaran atau paksaan?
187
Sosok Bisu
188
Cerita Pilu Kematian si Gadis Bisu
189
Amarah Dua Jiwa
190
Amukan Jenar
191
Denis yang Malang
192
Dika dan Sella
193
Lamaran dan Kejutan
194
Akhirnyaaaaaa...... Langsung 4 Pasang Pengantin
195
Kalimat Keramat
196
Banyaknya Korban
197
Part 196
198
Ke Kantor Polisi
199
Insiden di Kantor Polisi
200
Ketakutan Cia
201
Kekuatan Sigmund
202
Kondisi Cia
203
Kondisi Cia 2
204
Happy End

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!