Selesai dan Hilangnya Arwah Mia

Ya... karena itu, ia shock bukan main.

Meski ia tau hal itu pasti di lakukan, tapi ia tak pernah membayangkan bila harus melihatnya. Dan itu juga yang di lihat oleh Gio, karena ia yang menemukan Mia saat tak sadarkan diri dan mengalami pendarahan hebat. Tak sengaja ia melihat Vidio itu, bahkan Gio langsung membanting ponsel tersebut.

Ia melayang makin tinggi, setelah di atas. Mia menyeringai, momen yang sangat ia inginkan sejak kematiannya. Setelah menurutnya sudah cukup tinggi, Mia melepaskan pegangannya pada wanita tersebut dan...

"MIAAAA" teriak pak kades dan para warga, yang terkejut karena Mia benar-benar melakukannya.

BRUGH

Tubuh itu jatuh tepat di depan Cia, setelah terdiam cukup lama. Cia pun terjatuh tak sadarkan diri, terlalu banyak darah yang keluar dari kepala dan tubuh lainnya.

"CIA" teriak Ali, yang sedang menyeret tubuhnya Herman.

Ia langsung melepaskan pegangannya dan berlari menghampiri Cia, sedangkan pak Kades segera menghampiri Herman yang masih tak sadarkan diri.

Ingin rasanya ia memukuli Herman, namun tak ia lakukan.

"Cia, hei.. bangun. Haish" Ali menepuk pelan pipi Cia

Plop

Meski sudah lihat sebelumnya, tetap saja mengejutkan yang lain. Dengan menghilangnya Ali, secara tiba-tiba.

.

.

Sedangkan di dalam rumah, Ghava masih bertarung dengan sosok itu.

"Ada apa? Kemana keangkuhan mu tadi, yang ingin mengalahkan dan menjadikan aku tumbalmu." ucap Ghaca menyeringai

Bahkan kini tubuhnya melayang, seluruh tubuhnya di kelilingi cahaya merah keemasan.

'MANUSIA SIALAN, AKU BENAR-BENAR AKAN MENGHABISI KU SEKARANG JUGA.'

Mendengar hal itu, membuat Ghava ingin tertawa. Sejak tadi setan itu mengatakan hal yang sama, tapi lihat. Bukankah ini kebalikannya, Ghava masih berdiri tegak. Tak ada luka sedikit pun di tubuhnya, sedangkan setan itu kini terduduk dengan kondisi salah satu tangannya terputus.

Tentu saja Ghava yang melakukan hal itu, kalian pikir siapa?

"Ayolah, sejak tadi kau mengatakan hal yang sama. Aku sampai hapal berapa kali kau mengucapkannya, 6 kali." ucap Ghava

Ia mengangkat tangan kanannya, tatapannya kembali berubah. Kornea matanya pun, kembali berubah warna.

Dengan telapak tangan menghadap ke atas, Ghava mengeluarkan cahaya menyerupai api di atasnya. Api berwarna biru keemasan, bahkan mengeluarkan cahaya yang begitu terang.

Membuat setan itu, menutup mata menggunakan lengannya yang masih ada.

"Aku beri kau kesempatan terakhir, sebelum aku benar-benar membinasakan mu. Apa kau masih mau melakukan perlawanan dan menjatuhkan ku?" ucap Ghava, dengan aura intimidasi yang begitu kuat.

Diam atau melawan, iblis itu yakin. Bila ia tetap akan binasa, maka sebelum tubuhnya habis tak bersisa. Ia pun berdiri, dengan kekuatan terakhir yang ia miliki. Iblis itu berlari menyerang Ghava, di telapak tangannya yang masih utuh. Ia mengeluarkan asap, berwarna hitam pekat.

Begitu dekat, sosok itu melompat dan mengarahkan tangannya pada Ghava.

'MATI KAU BAJINGAN' teriaknya seraya menurunkan telapak tangannya.

Ghava mendongakkan kepalanya ke atas, karena posisinya ada di atas kepala Ghava.

Dengan mudahnya Ghava menahan tangan tersebut, dengan senyum mengejek. Kini giliran ia, yang melompat ke atas tubuh sosok itu.

"Ucapkan selamat tinggal, ALLAHUAKBAR" Ghava menghentakkan telapak tangannya, di atas Kepala iblis itu

BUAGH

"AAAAAAARRRRRGGGGHHHHTTT"

Teriakan sosok itu, benar-benar menggema. Bahkan sampai keluar, semua orang yang mendengarnya merinding bukan main.

Ghava pun menurunkan tubuhnya, dengan kaki kanan menekuk dan telapak tangan kanannya menyentuh lantai.

Ia berjalan keluar dengan santainya, begitu sampai di luar. Ia berteriak...

"MENJAUH DARI SINI" teriak Ghava seraya berlari, membuat semua orang mengikuti dirinya.

Hitungan detik...

DUAR

DUAR

Sosok itu meledak, sehingga membuat rumah tersebut hancur. Belum lagi, jenazah wanita itu pun, tiba-tiba terbakar. Warga yang melihatnya terkesima, namun tersadar kan karena pertanyaan Ghava.

"Dimana saudaraku?" tanyanya

"Eh... M-mereka sepertinya ke rumah sakit." jawab pak Kades

Ghava mengangguk, ia hanya melirik ke arah tubuh yang terbakar. Karena ia sudah bisa menebak siapa orang itu, salah satu kematian orang-orang yang memuja ilmu hitam adalah dengan habisnya jasad sama dengan sesembahannya.

Ghava berjalan mendekati Herman, yang masih belum sadarkan diri. Ghava mengangkat tangan dan mengarahkan telapak tangan ke atas wajah Herman, ia memejamkan matanya.

Tangan Ghava diam lama di atas kepala, lalu ia menggerakkan telapak tangannya turun ke bawah. Kembali berhenti di atas dada, diam cukup lama di situ juga. Kembali Ghava menggerakkan telapak tangannya ke bawah, sampai ke ujung kaki.

Tak lama Herman membuka mata, ia menyentak kan tubuhnya untuk duduk. Tak lama ia memuntahkan darah, berwarna hitam pekat.

Warga yang melihatnya, terkejut dengan apa yang mereka saksikan. Bukankah kejadian seperti ini, hanya untuk orang-orang yang berada di bawah pengaruh jin atau ilmu hitam.

Apakah itu berarti??

"Selama ini pak Herman, berada di bawah pengaruh ilmu hitam. Wanita yang menjadi selingkuhan nya, mendapatkan pak Herman dengan cara instan. Dengan kata lain, menggunakan ilmu pelet. Dan wanita yang kini terbakar hangus, merupakan salah satu pemuja ilmu hitam." jelas Ghava

"Astaghfirullahaladzim"

"Nauzubillah himindzalik"

"Pantas, saat kita memergoki Herman dan wanita itu. Ia terlihat aneh, tak merespon apapun. Tatapannya terlihat kosong, jadi itu alasannya."

"Ya Allah, kasian Mia. Dia meninggal pasti juga ulah wanita itu"

"Dasar iblis, memang pantas dia habis terbakar."

"Kasihan Mia dan Herman" semua orang mengangguk

Mereka semua benar-benar tak menyangka, bila di desanya akan mengalami hal seperti ini. Dan memakan korban, seorang ibu dan anaknya yang masih ada dalam kandungan.

Herman yang sadar, ia terkejut saat mendengar para warga mengatakan istri san anaknya meninggal.

"Apa yang kalian katakan? Mia dan anakku meninggal? Katakan bila itu semua bohong, itu tidak mungkin. Terakhir, Mia mengantarku bekerja sampai depan pintu seperti biasa. Dia tersenyum, seraya mengusap perutnya yang sudah terlihat besar." Herman bertanya seperti orang ling lung

Tak mendengar jawaban apapun, Herman semakin histeris.

"TIDAAKK... MIAAAA... MIA TIDAK MUNGKIN MENINGGALKAN AKU DAN PUTRA KAMI DAMAR, BAHKAN KAMI SUDAH MEMIKIRKAN NAMA UNTUK KEDUA ANAK KAMI YANG AKAN LAHIR. MIAAAAA... HUAAAAAA"

Warga hanya bisa diam, mereka juga bingung dengan apa yang harus mereka katakan dan lakukan.

Sedangkan Mia, ia hanya bisa menangis melihat suaminya seperti orang hilang akal. Lambat laun, arwahnya pun hilang sedikit demi sedikit karena terbakar.

'SELAMAT TINGGAL MAS, TITIP DAMAR DAN DION.' ucap Mia dengan tatapan sendu

WUSHHH

Angin menyapu keberadaannya, Ghava yang melihat hal tersebut. Hanya menghembuskan nafas pelan, tak ada yang bisa ia lakukan pada arwah yang sudah melakukan kesalahan.

Wajar menurutnya bila arwah Mia dendam, karena wanita itu sudah merenggut segalanya. Suami, nyawanya dan nyawa anaknya yang tak berdosa. Bahkan anak itu, belum melihat dunia sama sekali.

...****************...

Jangan lupa jadiin Favorit dan tinggalkan jejak, like, komen, vote dan gift 🥰🥰🥰

...Happy Reading All...

Terpopuler

Comments

Pisces97

Pisces97

menghilang beberapa hari sudah banyak bab ya Thor
gara anak habis diare gk bisa fokus baca lagi 🥺

2024-12-09

1

Alejandra

Alejandra

Bukankah Herman dosen mereka, kenapa mereka tidak mengetahui kalau dia dipengaruhi ilmu hitam. Kayaknya setelah Tetua meninggal, mereka kurang berlatih sehingga kepekaannya berkurang...

2025-01-07

1

Alejandra

Alejandra

Ini seperti dikasus Double Twin, yang meninggal dibunuh madunya, dan arwahnya juga musnah...

2025-01-07

1

lihat semua
Episodes
1 Sebuah Pesan ( Ghava Pembuat Kesal)
2 Otewe Desa yang di Teror
3 Damar Hilang
4 Mencari Damar
5 Ghava
6 Dendam Mia
7 Selesai dan Hilangnya Arwah Mia
8 Calon Ulet
9 Teman Baru Luna?
10 Byan Adiguna
11 Rencana
12 Luna vs Byan
13 Terpojok
14 Mulut Pedas Cia
15 Kekonyolan Cia
16 Tentang Risa
17 Keberanian Ghava
18 Sampaaaiii
19 Bule WULAN
20 Keburukan Wulan
21 Akhir dari Wulan
22 Awal Mula
23 Lamaran
24 Mbah Barjo
25 Siapa?
26 Fakta Mengejutkan dan Kematian Tiga Sahabat
27 Mendatangi Barjo
28 Pertarungan
29 Akhir dari Barjo
30 Perundungan
31 Membalas
32 Nilam
33 Perdebatan
34 Mahesa
35 Kebenaran tentang Tania 1
36 Kebenaran tentang Tania 2 ( Amukan Cia)
37 Akhir dari kasus Tania
38 Obrolan Unfaedah
39 Jemput Tania
40 Firasat Luna
41 Pangandaran
42 Penemuan Anak Lelaki dan Bayi Perempuan
43 Melihat Masa Lalu 1
44 Melihat Masa Lalu 2
45 Melihat Masa Lalu 3
46 Melihat Masa Lalu 4
47 Akhir Dari Cerita Masa Lalu
48 Luapan Isi Hati Cia
49 Terbongkarnya Kebusukan
50 Detik-detik Sebelum Bencana Besar
51 Akhir dari Sebuah Desa
52 Rencana Syukuran
53 Kedatangan Anak-anak Kembara Kembar Sepuluh
54 Panti Asuhan kyai Abdullah
55 Rahasia Kama dan Hanum
56 Fakta Kekasih Mahesa
57 Ternyata Hanya Kagum
58 Dihadang
59 "WHITE GRIZZLY"
60 Ternyata Masih Berkaitan
61 Kebaikan Tetua
62 Siapa??
63 Kekonyolan si Kembar
64 Kembali Berpisah
65 IBU
66 Yang Mana Dulu?
67 Cerita Lani
68 Akhir Dari Mahesa
69 Reno
70 Ternyata
71 Pertarungan 1
72 Pertarungan 2 ( Datangnya Bala Bantuan)
73 Pertarungan 3 ( Kehadiran Yumi)
74 Melepas Rindu
75 Perginya Cantika Azzihra Putri Zandra
76 Rencana ke Panti
77 Gombalan ala Lani dan Tania
78 Vino
79 Tentang Vino 1
80 Tentang Vino 2
81 Tentang Vino 3 ( akhir )
82 Cerita Maesaroh
83 Amarah Rizal
84 Kesedihan Rizal
85 Perpisahan Vino
86 Rencana Ali dan Ghava
87 Kejutan untuk Tania dan Risa
88 Kasus Lagi?
89 Cerita Dian
90 Menghubungi Ghava
91 Ke rumah Darren dan Dian
92 Cerita dibalik Pesan Terakhir
93 Kejadian Genting
94 Amarah Ghava dan Cia
95 Cia Meluapkan Amarah
96 Ternyata Mereka
97 Berubah (bukan jadi Power Ranger)
98 Akhir dari si Iblis
99 Kembali Berkumpul
100 Bazar Dadakan
101 CIA (Gugur Sebelum Berperang..... Lagi!!)
102 Lamaran
103 Cahaya
104 Kesialan Mini
105 Mematik Emosi Cia
106 Siapa???
107 Pernyataan
108 Pembicaraan Dua Pria
109 Dihadang, Lagi?
110 9 vs 1
111 Kebaikan Cia
112 Hari Pernikahan
113 Cari Mati
114 Pertemuan tak terduga
115 Jacob
116 Seperti ada Sengatan Listriknya Gitu
117 Rumah Peninggalan
118 Pernyataan dan Keanehan
119 Sosok Mengerikan
120 Tarik Menarik
121 Mencari Sandi
122 Ternyata Damar....
123 Chairil
124 Iblis Konyol dan Cerita Masa Lalu Heni
125 Masih Masa Lalu Heni
126 Amarah Cia
127 Musnahnya Sosok Pesugihan
128 Ternyata Belum Selesai
129 Akhirnya Selesai
130 Rencana ke Rumah Sakit
131 Rencana Koas dan PIDI
132 Sigmund Tau Yang Sebenarnya
133 Permintaan Damar
134 Konyolnya Lani
135 Pajak Jadian
136 Om Arkan
137 Jawaban Cia
138 Kasus Baru 1
139 Kasus Baru 2 (Ke Rumah pak RT)
140 Kasus Baru 3 ( Meminta Bantuan Ghava)
141 Datangnya Bala Bantuan
142 Cerita Rumah Mars
143 Kembali Bertarung
144 Ketegangan 1
145 Ketegangan 2 dan Luapan Kerinduan
146 Pagi yang Indah
147 Kedatangan Es dan Chairil
148 Kelakuan Cia
149 Perpisahan Dengan Damar
150 Mood yang Berantakan
151 Part 151
152 Campur Tangan Yumi
153 Sudah Pecah Telor
154 Lagi???
155 Bee?
156 Pilihan Tetua
157 Korban di tabrak Mobil
158 Cahaya
159 Awal mula Perkenalan Cia dan Diandra
160 Awal Mula Pertemuan Cia dan Diandra 2
161 Menuju Rumah Diandra
162 Kondisi Keluarga Diandra
163 Curahan Hati Saras
164 Pengeroyokan
165 Part 164
166 Tentang Diandra
167 Part 166
168 Menuju Perusahaan Bermasalah
169 Ruang Presdir atau Ruang....
170 Part 169
171 Awal Mula
172 Merombak Ulang
173 Detik-Detik Kehancuran Keluarga Egois
174 Terbongkarnya Semua Kebusukan
175 Penyesalan Boby
176 Part 175
177 Part 176
178 Kericuhan di IGD dan Ketegangan di Ruang Operasi
179 Aqila dan Bulan
180 Part 179
181 Part 180
182 Part 181
183 Perdebatan
184 Part 183
185 Apakah ini, yang namanya di Balas Tunai?
186 Lamaran atau paksaan?
187 Sosok Bisu
188 Cerita Pilu Kematian si Gadis Bisu
189 Amarah Dua Jiwa
190 Amukan Jenar
191 Denis yang Malang
192 Dika dan Sella
193 Lamaran dan Kejutan
194 Akhirnyaaaaaa...... Langsung 4 Pasang Pengantin
195 Kalimat Keramat
196 Banyaknya Korban
197 Part 196
198 Ke Kantor Polisi
199 Insiden di Kantor Polisi
200 Ketakutan Cia
201 Kekuatan Sigmund
202 Kondisi Cia
203 Kondisi Cia 2
204 Happy End
Episodes

Updated 204 Episodes

1
Sebuah Pesan ( Ghava Pembuat Kesal)
2
Otewe Desa yang di Teror
3
Damar Hilang
4
Mencari Damar
5
Ghava
6
Dendam Mia
7
Selesai dan Hilangnya Arwah Mia
8
Calon Ulet
9
Teman Baru Luna?
10
Byan Adiguna
11
Rencana
12
Luna vs Byan
13
Terpojok
14
Mulut Pedas Cia
15
Kekonyolan Cia
16
Tentang Risa
17
Keberanian Ghava
18
Sampaaaiii
19
Bule WULAN
20
Keburukan Wulan
21
Akhir dari Wulan
22
Awal Mula
23
Lamaran
24
Mbah Barjo
25
Siapa?
26
Fakta Mengejutkan dan Kematian Tiga Sahabat
27
Mendatangi Barjo
28
Pertarungan
29
Akhir dari Barjo
30
Perundungan
31
Membalas
32
Nilam
33
Perdebatan
34
Mahesa
35
Kebenaran tentang Tania 1
36
Kebenaran tentang Tania 2 ( Amukan Cia)
37
Akhir dari kasus Tania
38
Obrolan Unfaedah
39
Jemput Tania
40
Firasat Luna
41
Pangandaran
42
Penemuan Anak Lelaki dan Bayi Perempuan
43
Melihat Masa Lalu 1
44
Melihat Masa Lalu 2
45
Melihat Masa Lalu 3
46
Melihat Masa Lalu 4
47
Akhir Dari Cerita Masa Lalu
48
Luapan Isi Hati Cia
49
Terbongkarnya Kebusukan
50
Detik-detik Sebelum Bencana Besar
51
Akhir dari Sebuah Desa
52
Rencana Syukuran
53
Kedatangan Anak-anak Kembara Kembar Sepuluh
54
Panti Asuhan kyai Abdullah
55
Rahasia Kama dan Hanum
56
Fakta Kekasih Mahesa
57
Ternyata Hanya Kagum
58
Dihadang
59
"WHITE GRIZZLY"
60
Ternyata Masih Berkaitan
61
Kebaikan Tetua
62
Siapa??
63
Kekonyolan si Kembar
64
Kembali Berpisah
65
IBU
66
Yang Mana Dulu?
67
Cerita Lani
68
Akhir Dari Mahesa
69
Reno
70
Ternyata
71
Pertarungan 1
72
Pertarungan 2 ( Datangnya Bala Bantuan)
73
Pertarungan 3 ( Kehadiran Yumi)
74
Melepas Rindu
75
Perginya Cantika Azzihra Putri Zandra
76
Rencana ke Panti
77
Gombalan ala Lani dan Tania
78
Vino
79
Tentang Vino 1
80
Tentang Vino 2
81
Tentang Vino 3 ( akhir )
82
Cerita Maesaroh
83
Amarah Rizal
84
Kesedihan Rizal
85
Perpisahan Vino
86
Rencana Ali dan Ghava
87
Kejutan untuk Tania dan Risa
88
Kasus Lagi?
89
Cerita Dian
90
Menghubungi Ghava
91
Ke rumah Darren dan Dian
92
Cerita dibalik Pesan Terakhir
93
Kejadian Genting
94
Amarah Ghava dan Cia
95
Cia Meluapkan Amarah
96
Ternyata Mereka
97
Berubah (bukan jadi Power Ranger)
98
Akhir dari si Iblis
99
Kembali Berkumpul
100
Bazar Dadakan
101
CIA (Gugur Sebelum Berperang..... Lagi!!)
102
Lamaran
103
Cahaya
104
Kesialan Mini
105
Mematik Emosi Cia
106
Siapa???
107
Pernyataan
108
Pembicaraan Dua Pria
109
Dihadang, Lagi?
110
9 vs 1
111
Kebaikan Cia
112
Hari Pernikahan
113
Cari Mati
114
Pertemuan tak terduga
115
Jacob
116
Seperti ada Sengatan Listriknya Gitu
117
Rumah Peninggalan
118
Pernyataan dan Keanehan
119
Sosok Mengerikan
120
Tarik Menarik
121
Mencari Sandi
122
Ternyata Damar....
123
Chairil
124
Iblis Konyol dan Cerita Masa Lalu Heni
125
Masih Masa Lalu Heni
126
Amarah Cia
127
Musnahnya Sosok Pesugihan
128
Ternyata Belum Selesai
129
Akhirnya Selesai
130
Rencana ke Rumah Sakit
131
Rencana Koas dan PIDI
132
Sigmund Tau Yang Sebenarnya
133
Permintaan Damar
134
Konyolnya Lani
135
Pajak Jadian
136
Om Arkan
137
Jawaban Cia
138
Kasus Baru 1
139
Kasus Baru 2 (Ke Rumah pak RT)
140
Kasus Baru 3 ( Meminta Bantuan Ghava)
141
Datangnya Bala Bantuan
142
Cerita Rumah Mars
143
Kembali Bertarung
144
Ketegangan 1
145
Ketegangan 2 dan Luapan Kerinduan
146
Pagi yang Indah
147
Kedatangan Es dan Chairil
148
Kelakuan Cia
149
Perpisahan Dengan Damar
150
Mood yang Berantakan
151
Part 151
152
Campur Tangan Yumi
153
Sudah Pecah Telor
154
Lagi???
155
Bee?
156
Pilihan Tetua
157
Korban di tabrak Mobil
158
Cahaya
159
Awal mula Perkenalan Cia dan Diandra
160
Awal Mula Pertemuan Cia dan Diandra 2
161
Menuju Rumah Diandra
162
Kondisi Keluarga Diandra
163
Curahan Hati Saras
164
Pengeroyokan
165
Part 164
166
Tentang Diandra
167
Part 166
168
Menuju Perusahaan Bermasalah
169
Ruang Presdir atau Ruang....
170
Part 169
171
Awal Mula
172
Merombak Ulang
173
Detik-Detik Kehancuran Keluarga Egois
174
Terbongkarnya Semua Kebusukan
175
Penyesalan Boby
176
Part 175
177
Part 176
178
Kericuhan di IGD dan Ketegangan di Ruang Operasi
179
Aqila dan Bulan
180
Part 179
181
Part 180
182
Part 181
183
Perdebatan
184
Part 183
185
Apakah ini, yang namanya di Balas Tunai?
186
Lamaran atau paksaan?
187
Sosok Bisu
188
Cerita Pilu Kematian si Gadis Bisu
189
Amarah Dua Jiwa
190
Amukan Jenar
191
Denis yang Malang
192
Dika dan Sella
193
Lamaran dan Kejutan
194
Akhirnyaaaaaa...... Langsung 4 Pasang Pengantin
195
Kalimat Keramat
196
Banyaknya Korban
197
Part 196
198
Ke Kantor Polisi
199
Insiden di Kantor Polisi
200
Ketakutan Cia
201
Kekuatan Sigmund
202
Kondisi Cia
203
Kondisi Cia 2
204
Happy End

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!