Dendam Mia

Sedangkan di rumah sakit, Luna dan Damar tengah di tangani oleh dokter. Ali duduk di antara ranjang Luna dan Damar, ia memejamkan kedua matanya. Dengan posisi kedua tangannya, menggenggam salah satu tangan Luna dan Damar.

Gio yang juga ikut masuk, memperhatikan apa yang di lakukan oleh Ali. Bahkan dokter yang sedang mengobati luka-luka sayatan, pada tubuh Damar tertegun. Matanya fokus pada luka-luka tersebut, lambat laun luka tersebut merapat dengan sendirinya. Bahkan ada beberapa luka yang tidak terlalu parah, menghilang tanpa meninggalkan bekas.

"I-ini... apa yang terjadi sebenarnya? Bagaimana bisa?" dokter itu menatap Ali, yang masih menutup kedua matanya. Bahkan di dahi Ali, mengalir keringat yang cukup banyak.

Begitu juga dengan Gio, ia benar-benar tak menyangka begitu banyak kejutan yang ia dapatkan dari Ali dan yang lainnya.

"Hah.. hosh.. hosh... " Gio segera memberikan botol mineral pada Ali, dan Ali menerimanya dan segera meminumnya hingga tandas

"Sepertinya mas Ali sangat kelelahan, sebaiknya mas beristirahat saja." ucap Gio, dokter mengangguk

"Sisanya biar aku yang menangani kedua pasien, lukanya sudah tidak separah tadi." ucap dokter, ini merupakan pengalaman luar biasa baginya. Memang benar, tidak semua sakit dan penyakit bisa di obati dan di prediksi oleh dokter. Buktinya adalah apa yang ia lihat saat ini, mungkin bila ia bercerita pada rekan dan temannya yang lain. Yakin seyakin-yakinnya, ia akan di anggap gila.

Ali menggelengkan kepalanya

"Gio, aku titip kakak sepupuku dan juga Damar padamu. Aku harus kembali ke sana, saudaraku yang lain pasti membutuhkan bantuan ku. Di luar ada pak Tio, bila kamu membutuhkan bantuannya. Panggil saja, kamu bisa kan?" Gio mengangguk, Ali tersenyum kecil

Ali mengangguk kecil pada dokter yang sejak tadi bersamanya, dokter yang melihat kemampuannya.

PLOP

"HAH?!" dokter itu terkejut bukan main

"D-dia.. t-temanmu itu... manusia kan?" tanya dokter tergagap, Gio tersenyum dan mengangguk

"Sebaiknya dokter segera mengobati kedua pasien, meski sudah tidak separah tadi. Tapi tetap membutuhkan pengobatan bukan?" dokter itu mengangguk cepat, ia pun kembali fokus pada luka pasien. Meski di kepalanya, banyak pertanyaan.

.

.

PLOP

Bukan hanya Ali, ternyata Mia juga ikut kembali ke rumah tersebut. Mudah bagi Ali masuk le dalam rumah, tapi tidak untuk Mia. Ia hanya bisa menunggu di luar, dengan perasaan marah luar biasa. Melihat putra terbaring di ranjang rumah sakit, di sini melihat suaminya tak sadarkan diri.

Ingin rasanya ia menghancurkan semua yang ada di sekitarnya, namun ia hanya ingin membalaskan dendamnya pada wanita itu. Ya... wanita yang sudah bersekutu dengan iblis, karena menginginkan suaminya. Bahkan anak dan dirinya, harus menjadi tumbal keserakahannya.

Saat Ali masuk, dia melihat Cia yang sedang duduk kelelahan di samping tubuh Herman.

"Apa yang sedang kamu lakukan?" tanya Ali seraya mengerutkan dahinya

"Sedang jualan arumanis" jawab Cia asal, ia merasa kesal dengan pertanyaan adiknya itu

"Oohh" jawab Ali singkat, ia kembali melangkahkan kakinya

Ali kini berdiri terpaku, melihat Ghava yang sedang mencekik leher wanita itu. Sampai tubuhnya terangkat, terlihat wanita itu memukul lengan Ghava berkali-kali. Nafasnya mulai terputus-putus, bahkan wajahnya sudah terlihat memucat karena kekurangan oksigen.

'BR*NGSEK' pekik iblis yang kini berdiri tak jauh di belakang Ghava, dengan seringaian Ghava melepaskan cekikannya.

BRUGH

Tubuh wanita itu terjatuh di lantai, dengan nafas ngos-ngosan. Ia mencoba meraup banyak oksigen, lehernya benar-benar terasa sangat sakit. Begitu juga dengan dadanya, yang kekurangan asupan oksigen. Ali menggelengkan kepalanya, melihat wanita itu masih bisa bertahan.

Ali segera menyegel wanita itu, agar iblis yang sudah keluar dari tubuhnya. Tak bisa kembali masuk, ke dalam tubuhnya. Karena wanita itu merupakan inang baginya, makan dan minum dirinya melalui wanita tersebut. Dan tentunya, bukan makanan manusia normal pada umumnya.

"Kau keluar juga akhirnya" ucap Ghava tersenyum mengerikan

Cia yang melihatnya, bahkan mengedikkan kedua bahunya. Ghava yang saat ini ia lihat, sangat berbeda jauh dengan Ghava yang ia tau sehari-hari. Ghava urakan dan konyol, tak terlihat sama sekali. Yang sekarang ia lihat adalah... Ghava yang seperti psikopat.

'KAU.. BERANINYA KALIAAAANNN' teriak iblis itu, ia benar-benar merasa marah

"Mundurlah Al, aku yang akan menanganinya. Bawa mereka keluar dari rumah ini, karena aku akan menghancurkan rumah ini dan iblis itu dalam waktu bersamaan." ucap Ghava, Ali menghembuskan nafasnya pelan

Dengan malas, ia memegang lengan wanita yang ia ikat menggunakan rantai auranya dengan cukup kasar.

"LEPPASSS" ucap wanita itu

"Sayangnya aku harus melakukan hal ini, untuk manusia sepertimu." ucap Ali dingin

"Apa aku harus melakukan hal yang sama pada dosen kalian ini?" tanya Cia, dengan memasang wajah lelah

"Maksudmu?" tanya Ali

"Menyeretnya" jawab Cia malas

"Kalo kamu tidak kuat menggendongnya, lakukan saja." Cia menyipitkan kedua matanya

"Hari ini, kenapa kamu benar-benar sangat menyebalkan Al?" Ali hanya menjawabnya dengan mengangkat kedua bahunya, ia melanjutkan langkahnya keluar rumah. Cia masih duduk di samping tubuh Herman, tak ada niatan sama sekali untuk membawa pria itu keluar dari rumah ini.

BRUGH

Ali melepaskan wanita itu dengan kasar, sampai ia terjatuh di atas tanah. Para warga menatapnya, dengan tatapan penuh amarah. Ali kembali masuk, ia berniat untuk membawa Herman keluar.

Namun tanpa Al sadari, arwah Mia menyeringai. Sebelum warga membawa wanita itu, tubuh wanita jahat tersebut melayang.

"MIA" ucap pak Kades berteriak, semua orang terkejut melihatnya

"KYAAAAA" teriak wanita jahat itu

'DIAM, JANGAN UCAPKAN APA PUN!! AKU TAK INGIN MENDENGAR CERAMAH KALIAN, YANG AKU INGINKAN SAAT INI ADALAH MEMBUNUH WANITA INI. HIHIHIHIHIIHI' Mia sudah menunggu momen ini sejak tadi

Selama ini ia bergentayangan, karena tak bisa membalas wanita biadab ini. Apa alasannya?

Karena iblis yang bersemayam di dalam tubuh wanita ini, iblis itu benar-benar tak ingin jauh dari tubuh inangnya.

"TAPI MIA, BILA KAMU MELAKUKAN ITU. KAMU TIDAK AKAN BI..."

'DIAAAAAMMM... AKU BILANG DIAM!!! AKU TAK PEDULI APA YANG AKAN TERJADI PADAKU!!!' Mia memotong ucapan Sugeng

'Kalian tidak akan tau bagaimana rasanya menjadi aku, tidak akan pernah. Sakitt, melihat suamiku menikah lagi dengan perempuan lain. Meski itu bukan keinginannya, tapi sakitnya benar-benar menghancurkan hidupku. Dan yang paling menyakitkan adalah, saat aku dan anak yang ada dalam perut ini harus mati. Hanya demi memuaskan keserakahan wanita ini, demi bisa mendapatkan kekayaan dan sihirnya pada Herman takkan pernah pudar. Dia menumbalkan aku dan anakku, sebelum aku mati... dia sengaja mengirimkan vidio, dimana dia dan Herman bersetubuh. ' lanjut Mia meneteskan air matanya

Ya... karena itu, ia shock bukan main.

...****************...

Jangan lupa jadiin Favorit dan tinggalkan jejak, like, komen, vote dan gift 🥰🥰🥰

...Happy Reading All...

Terpopuler

Comments

Pisces97

Pisces97

zaman sekarang pelakor menyeramkan
ditambah pelakor yang Ter gila gila
bahkan melakukan apapun agar tujuannya tercapai
dengan bersekutu dengan iblis nauzubillah,,.semoga kita dihindari orang² yang menyesatkan diri

2024-11-12

1

Land19

Land19

pandangan menolak ilmu hitampun bertindak .

sadis , kejam , dan akhhhhh pokoke ga bisa di maafkan

2025-01-04

1

Silvi Vicka Carolina

Silvi Vicka Carolina

aku nunggu tamat dulu ....soalnya kalo baca suka marathon ....gak sabar. .....

2025-01-28

1

lihat semua
Episodes
1 Sebuah Pesan ( Ghava Pembuat Kesal)
2 Otewe Desa yang di Teror
3 Damar Hilang
4 Mencari Damar
5 Ghava
6 Dendam Mia
7 Selesai dan Hilangnya Arwah Mia
8 Calon Ulet
9 Teman Baru Luna?
10 Byan Adiguna
11 Rencana
12 Luna vs Byan
13 Terpojok
14 Mulut Pedas Cia
15 Kekonyolan Cia
16 Tentang Risa
17 Keberanian Ghava
18 Sampaaaiii
19 Bule WULAN
20 Keburukan Wulan
21 Akhir dari Wulan
22 Awal Mula
23 Lamaran
24 Mbah Barjo
25 Siapa?
26 Fakta Mengejutkan dan Kematian Tiga Sahabat
27 Mendatangi Barjo
28 Pertarungan
29 Akhir dari Barjo
30 Perundungan
31 Membalas
32 Nilam
33 Perdebatan
34 Mahesa
35 Kebenaran tentang Tania 1
36 Kebenaran tentang Tania 2 ( Amukan Cia)
37 Akhir dari kasus Tania
38 Obrolan Unfaedah
39 Jemput Tania
40 Firasat Luna
41 Pangandaran
42 Penemuan Anak Lelaki dan Bayi Perempuan
43 Melihat Masa Lalu 1
44 Melihat Masa Lalu 2
45 Melihat Masa Lalu 3
46 Melihat Masa Lalu 4
47 Akhir Dari Cerita Masa Lalu
48 Luapan Isi Hati Cia
49 Terbongkarnya Kebusukan
50 Detik-detik Sebelum Bencana Besar
51 Akhir dari Sebuah Desa
52 Rencana Syukuran
53 Kedatangan Anak-anak Kembara Kembar Sepuluh
54 Panti Asuhan kyai Abdullah
55 Rahasia Kama dan Hanum
56 Fakta Kekasih Mahesa
57 Ternyata Hanya Kagum
58 Dihadang
59 "WHITE GRIZZLY"
60 Ternyata Masih Berkaitan
61 Kebaikan Tetua
62 Siapa??
63 Kekonyolan si Kembar
64 Kembali Berpisah
65 IBU
66 Yang Mana Dulu?
67 Cerita Lani
68 Akhir Dari Mahesa
69 Reno
70 Ternyata
71 Pertarungan 1
72 Pertarungan 2 ( Datangnya Bala Bantuan)
73 Pertarungan 3 ( Kehadiran Yumi)
74 Melepas Rindu
75 Perginya Cantika Azzihra Putri Zandra
76 Rencana ke Panti
77 Gombalan ala Lani dan Tania
78 Vino
79 Tentang Vino 1
80 Tentang Vino 2
81 Tentang Vino 3 ( akhir )
82 Cerita Maesaroh
83 Amarah Rizal
84 Kesedihan Rizal
85 Perpisahan Vino
86 Rencana Ali dan Ghava
87 Kejutan untuk Tania dan Risa
88 Kasus Lagi?
89 Cerita Dian
90 Menghubungi Ghava
91 Ke rumah Darren dan Dian
92 Cerita dibalik Pesan Terakhir
93 Kejadian Genting
94 Amarah Ghava dan Cia
95 Cia Meluapkan Amarah
96 Ternyata Mereka
97 Berubah (bukan jadi Power Ranger)
98 Akhir dari si Iblis
99 Kembali Berkumpul
100 Bazar Dadakan
101 CIA (Gugur Sebelum Berperang..... Lagi!!)
102 Lamaran
103 Cahaya
104 Kesialan Mini
105 Mematik Emosi Cia
106 Siapa???
107 Pernyataan
108 Pembicaraan Dua Pria
109 Dihadang, Lagi?
110 9 vs 1
111 Kebaikan Cia
112 Hari Pernikahan
113 Cari Mati
114 Pertemuan tak terduga
115 Jacob
116 Seperti ada Sengatan Listriknya Gitu
117 Rumah Peninggalan
118 Pernyataan dan Keanehan
119 Sosok Mengerikan
120 Tarik Menarik
121 Mencari Sandi
122 Ternyata Damar....
123 Chairil
124 Iblis Konyol dan Cerita Masa Lalu Heni
125 Masih Masa Lalu Heni
126 Amarah Cia
127 Musnahnya Sosok Pesugihan
128 Ternyata Belum Selesai
129 Akhirnya Selesai
130 Rencana ke Rumah Sakit
131 Rencana Koas dan PIDI
132 Sigmund Tau Yang Sebenarnya
133 Permintaan Damar
134 Konyolnya Lani
135 Pajak Jadian
136 Om Arkan
137 Jawaban Cia
138 Kasus Baru 1
139 Kasus Baru 2 (Ke Rumah pak RT)
140 Kasus Baru 3 ( Meminta Bantuan Ghava)
141 Datangnya Bala Bantuan
142 Cerita Rumah Mars
143 Kembali Bertarung
144 Ketegangan 1
145 Ketegangan 2 dan Luapan Kerinduan
146 Pagi yang Indah
147 Kedatangan Es dan Chairil
148 Kelakuan Cia
149 Perpisahan Dengan Damar
150 Mood yang Berantakan
151 Part 151
152 Campur Tangan Yumi
153 Sudah Pecah Telor
154 Lagi???
155 Bee?
156 Pilihan Tetua
157 Korban di tabrak Mobil
158 Cahaya
159 Awal mula Perkenalan Cia dan Diandra
160 Awal Mula Pertemuan Cia dan Diandra 2
161 Menuju Rumah Diandra
162 Kondisi Keluarga Diandra
163 Curahan Hati Saras
164 Pengeroyokan
165 Part 164
166 Tentang Diandra
167 Part 166
168 Menuju Perusahaan Bermasalah
169 Ruang Presdir atau Ruang....
170 Part 169
171 Awal Mula
172 Merombak Ulang
173 Detik-Detik Kehancuran Keluarga Egois
174 Terbongkarnya Semua Kebusukan
175 Penyesalan Boby
176 Part 175
177 Part 176
178 Kericuhan di IGD dan Ketegangan di Ruang Operasi
179 Aqila dan Bulan
180 Part 179
181 Part 180
182 Part 181
183 Perdebatan
184 Part 183
185 Apakah ini, yang namanya di Balas Tunai?
186 Lamaran atau paksaan?
187 Sosok Bisu
188 Cerita Pilu Kematian si Gadis Bisu
189 Amarah Dua Jiwa
190 Amukan Jenar
191 Denis yang Malang
192 Dika dan Sella
193 Lamaran dan Kejutan
194 Akhirnyaaaaaa...... Langsung 4 Pasang Pengantin
195 Kalimat Keramat
196 Banyaknya Korban
197 Part 196
198 Ke Kantor Polisi
199 Insiden di Kantor Polisi
200 Ketakutan Cia
201 Kekuatan Sigmund
202 Kondisi Cia
203 Kondisi Cia 2
204 Happy End
Episodes

Updated 204 Episodes

1
Sebuah Pesan ( Ghava Pembuat Kesal)
2
Otewe Desa yang di Teror
3
Damar Hilang
4
Mencari Damar
5
Ghava
6
Dendam Mia
7
Selesai dan Hilangnya Arwah Mia
8
Calon Ulet
9
Teman Baru Luna?
10
Byan Adiguna
11
Rencana
12
Luna vs Byan
13
Terpojok
14
Mulut Pedas Cia
15
Kekonyolan Cia
16
Tentang Risa
17
Keberanian Ghava
18
Sampaaaiii
19
Bule WULAN
20
Keburukan Wulan
21
Akhir dari Wulan
22
Awal Mula
23
Lamaran
24
Mbah Barjo
25
Siapa?
26
Fakta Mengejutkan dan Kematian Tiga Sahabat
27
Mendatangi Barjo
28
Pertarungan
29
Akhir dari Barjo
30
Perundungan
31
Membalas
32
Nilam
33
Perdebatan
34
Mahesa
35
Kebenaran tentang Tania 1
36
Kebenaran tentang Tania 2 ( Amukan Cia)
37
Akhir dari kasus Tania
38
Obrolan Unfaedah
39
Jemput Tania
40
Firasat Luna
41
Pangandaran
42
Penemuan Anak Lelaki dan Bayi Perempuan
43
Melihat Masa Lalu 1
44
Melihat Masa Lalu 2
45
Melihat Masa Lalu 3
46
Melihat Masa Lalu 4
47
Akhir Dari Cerita Masa Lalu
48
Luapan Isi Hati Cia
49
Terbongkarnya Kebusukan
50
Detik-detik Sebelum Bencana Besar
51
Akhir dari Sebuah Desa
52
Rencana Syukuran
53
Kedatangan Anak-anak Kembara Kembar Sepuluh
54
Panti Asuhan kyai Abdullah
55
Rahasia Kama dan Hanum
56
Fakta Kekasih Mahesa
57
Ternyata Hanya Kagum
58
Dihadang
59
"WHITE GRIZZLY"
60
Ternyata Masih Berkaitan
61
Kebaikan Tetua
62
Siapa??
63
Kekonyolan si Kembar
64
Kembali Berpisah
65
IBU
66
Yang Mana Dulu?
67
Cerita Lani
68
Akhir Dari Mahesa
69
Reno
70
Ternyata
71
Pertarungan 1
72
Pertarungan 2 ( Datangnya Bala Bantuan)
73
Pertarungan 3 ( Kehadiran Yumi)
74
Melepas Rindu
75
Perginya Cantika Azzihra Putri Zandra
76
Rencana ke Panti
77
Gombalan ala Lani dan Tania
78
Vino
79
Tentang Vino 1
80
Tentang Vino 2
81
Tentang Vino 3 ( akhir )
82
Cerita Maesaroh
83
Amarah Rizal
84
Kesedihan Rizal
85
Perpisahan Vino
86
Rencana Ali dan Ghava
87
Kejutan untuk Tania dan Risa
88
Kasus Lagi?
89
Cerita Dian
90
Menghubungi Ghava
91
Ke rumah Darren dan Dian
92
Cerita dibalik Pesan Terakhir
93
Kejadian Genting
94
Amarah Ghava dan Cia
95
Cia Meluapkan Amarah
96
Ternyata Mereka
97
Berubah (bukan jadi Power Ranger)
98
Akhir dari si Iblis
99
Kembali Berkumpul
100
Bazar Dadakan
101
CIA (Gugur Sebelum Berperang..... Lagi!!)
102
Lamaran
103
Cahaya
104
Kesialan Mini
105
Mematik Emosi Cia
106
Siapa???
107
Pernyataan
108
Pembicaraan Dua Pria
109
Dihadang, Lagi?
110
9 vs 1
111
Kebaikan Cia
112
Hari Pernikahan
113
Cari Mati
114
Pertemuan tak terduga
115
Jacob
116
Seperti ada Sengatan Listriknya Gitu
117
Rumah Peninggalan
118
Pernyataan dan Keanehan
119
Sosok Mengerikan
120
Tarik Menarik
121
Mencari Sandi
122
Ternyata Damar....
123
Chairil
124
Iblis Konyol dan Cerita Masa Lalu Heni
125
Masih Masa Lalu Heni
126
Amarah Cia
127
Musnahnya Sosok Pesugihan
128
Ternyata Belum Selesai
129
Akhirnya Selesai
130
Rencana ke Rumah Sakit
131
Rencana Koas dan PIDI
132
Sigmund Tau Yang Sebenarnya
133
Permintaan Damar
134
Konyolnya Lani
135
Pajak Jadian
136
Om Arkan
137
Jawaban Cia
138
Kasus Baru 1
139
Kasus Baru 2 (Ke Rumah pak RT)
140
Kasus Baru 3 ( Meminta Bantuan Ghava)
141
Datangnya Bala Bantuan
142
Cerita Rumah Mars
143
Kembali Bertarung
144
Ketegangan 1
145
Ketegangan 2 dan Luapan Kerinduan
146
Pagi yang Indah
147
Kedatangan Es dan Chairil
148
Kelakuan Cia
149
Perpisahan Dengan Damar
150
Mood yang Berantakan
151
Part 151
152
Campur Tangan Yumi
153
Sudah Pecah Telor
154
Lagi???
155
Bee?
156
Pilihan Tetua
157
Korban di tabrak Mobil
158
Cahaya
159
Awal mula Perkenalan Cia dan Diandra
160
Awal Mula Pertemuan Cia dan Diandra 2
161
Menuju Rumah Diandra
162
Kondisi Keluarga Diandra
163
Curahan Hati Saras
164
Pengeroyokan
165
Part 164
166
Tentang Diandra
167
Part 166
168
Menuju Perusahaan Bermasalah
169
Ruang Presdir atau Ruang....
170
Part 169
171
Awal Mula
172
Merombak Ulang
173
Detik-Detik Kehancuran Keluarga Egois
174
Terbongkarnya Semua Kebusukan
175
Penyesalan Boby
176
Part 175
177
Part 176
178
Kericuhan di IGD dan Ketegangan di Ruang Operasi
179
Aqila dan Bulan
180
Part 179
181
Part 180
182
Part 181
183
Perdebatan
184
Part 183
185
Apakah ini, yang namanya di Balas Tunai?
186
Lamaran atau paksaan?
187
Sosok Bisu
188
Cerita Pilu Kematian si Gadis Bisu
189
Amarah Dua Jiwa
190
Amukan Jenar
191
Denis yang Malang
192
Dika dan Sella
193
Lamaran dan Kejutan
194
Akhirnyaaaaaa...... Langsung 4 Pasang Pengantin
195
Kalimat Keramat
196
Banyaknya Korban
197
Part 196
198
Ke Kantor Polisi
199
Insiden di Kantor Polisi
200
Ketakutan Cia
201
Kekuatan Sigmund
202
Kondisi Cia
203
Kondisi Cia 2
204
Happy End

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!