Bab 20. Pandangan masa lalu

"Kok aku di kuburan?" Intan menatap kesana sini dengan takut.

Mendadak saja diri nya ada di kuburan yang sangat usang sama sekali tidak terawat karena sudah lama di tinggalkan, bahkan yang nisan nya kayu saja sudah pada lapuk karena di makan rayap, wanita ini sama sekali tidak tahu ini ada di mana karena dia tidak pernah datang kekuburan ini. bahkan tadi kuburan Ibu nya saja tidak seperti ini, kenapa pula sekarang dia berada di kuburan yang terpencil sendirian sehingga tak ada teman nya sama sekali, jarak kuburan ini dengan yang lain sekitar tiga meter, seperti nya memang di asingkan oleh orang yang menguburkan kala itu.

"Ini di mana, Ya allah? aku sama sekali tidak tahu daerah sini." keluh Intan berjalan pergi dari kuburan.

Namun tanah kuburan mendadak saja terbuka hingga kejadian seperti waktu yang di mundurkan membuat Intan sangat pusing, jasad yang di keluarkan dari dalam keranda dengan kafan hitam melekat di tubuh nya, Intan melihat dengan jelas bahwa itu memang kafan yang berwarna hitam seperti hantu yang selama ini ada di dalam rumah nya. mata Intan masih normal walau saat ini hujan turun dengan sangat deras nya, dia bisa melihat bahwa mayat yang di masukan itu memang memakai kain hitam.

"Kenapa kafan nya hitam? kenapa tidak warna putih, kenapa dia di beri yang warna hitam." batin Intan ketakutan.

Tanah kuburan kembali tertutup rapat dan kembali usang seperti sebelum nya, Intan berlari karena ketakutan melihat kuburan yang sudah tua dan dia juga menyadari bahwa dia sudah tersesat di alam ghaib, pokok nya harus keluar mencari cara supaya bisa pergi dari sini.

"Ini desa mati kan? kenapa sekarang lampu nya menyala." Intan kembali kaget.

Desa yang terasa sepi karena sudah malam dan Intan juga sempat melihat ada rombongan para pemuda yang sedang duduk di pos ronda, mereka bermain kartu dengan tawa yang menghiasi nya.

"Apa aku tanya saja sama mereka ya?" Intan ragu mau mendekat.

Belum sempat kaki nya menuju pos yang ada di sana, mendadak saja ada pria yang berlari sambil menjerit jerit memegangi leher nya yang sudah berdarah darah, dia kelihatan sangat takut sehingga lari nya saja tidak bisa lurus, entah karena takut atau karena dia kesakitan akibat leher nya yang koyak besar.

"Matiiii....aku tidak mau baju hitaaaam." setan berkafan hitam datang mendekat.

"Pergiiii, jangan sakiti aku!" pekik Umar.

"Kau memberiku kuburan belakaaaangggg.....

"Maafkan aku, tolong jangan sakiti aku." Umar menghiba karena sangking takut nya melihat arwah ini.

Intan yang ada di sana juga menggigil karena ketakutan sebab setan itu wajah nya rusak dan dari bagian leher hingga keperut tubuh dia rusak parah, kafan hitam terbang kesana kemari di tubuh nya hingga menebar aroma bangkai yang membuat perut mual, tampak nya orang ini meninggal dengan tragis sehingga dia menjadi arwah penasaran.

Klaaak.

"Aaaaarrkhhhhh!"

Teriakan Umar begitu kencang memecah keheningan malam karena kepala nya lepas dari tubuh, bahkan dengan sadis nya setan kafan hitam melemparkan kepala Umar kesembarang arah, tinggal bagian tubuh yang masih mengucurkan darah segar. Intan tidak bisa bernafas sangking takut nya dengan kejadiaan yang ia alami ini, tidak sanggup mau bergerak.

"Buuuu, ini Intan kenapa?!" pekik Suci karena Intan yang tidur di sebelah nya mendadak kejang.

"Ini kenapa tadi?" Mak Darmi datang tergopoh gopoh.

"Enggak tahu, tiba tiba saja dia kejang tidak bisa di bangun kan." panik Suci.

"Ya alla lindungi anak ini, kasihani lah dia." Mak Darmi mengambil air dan membaca doa.

"Intan bangun lah, kamu kenapa?" Suci terus mengguncang tubuh nya.

Mana mereka seruma ini cuma wanita saja isi nya karena Bapak Suci sudah meninggal, Mak Darmi sebisa nya membaca doa dan mengusap air kemuka nya Inta agar wanita ini sadar dan membuka mata.

"Intan! bangun, Nduk." Mak Darmi mengguncang tubuh nya.

"Bangun, Tan!" Suci juga membangun kan teman nya ini.

Tak henti henti nya Mak Darmi membaca al fatihah dan juga ayat kursi untuk menolong Intan, tak lama Intan pun membuka mata dengan perasaan takut luar biasa karena bukan cuma mimpi biasa saja dia barusan, sudah seperti nyata mengalami nya sehingga tubuh mau pun jiwa Intan sangat lah ketakutan. bagai mana kepala manusia yang masih hidup di lepas secara paksa hingga orang nya pun kesakitan, semburan darah pria itu membuat Intan pucat pasi tidak bisa mau berkata apa apa lagi sangking takut nya.

"Aku tidak kemana mana kan, Ci?" Intan mengusap mata nya yang basah karena menangis.

"Ya enggak lah, kan kamu tidur sama aku di sini." jawab Suci agak bingung.

"Berarti cuma mimpi, ya allah kenapa mimpi nya sangat nyata dan kenapa setan kafan hitam itu mengganggu ku terus!" Intan menutup wajah.

"Setan kafan hitam?" Mak Darmi kaget mendengar ucapan Intan.

"Itu loh Mak arwah Ibu nya Intan, dia mulai di teror sama Bu Nisa." jelas Suci.

"Tidak, Ci! itu bukan arwah Ibu ku, sungguh itu bukan dia." sangkal Intan.

"Aku tahu kamu pasti tidak akan bisa menerima kenyataan itu, namun memang Ibu mu jadi arwah jahat." lirih Suci.

"Tapi ini memang bukan Ibu ku, sungguh itu bukan dia!" Intan malah menangis keras membuat Suci kaget.

Mak Darmi memberi kode pada putri nya agar jangan memperjelas dulu, orang tua ini seperti nya tahu akan sesuatu, lagi pula siapa yang tidak tahu akan kisah setan kafan hitam yang ada di desa mati. Inah adalah orang yang selamat, sehingga saat itu dia menjadi sangat tenar karena bisa lepas dari gangguan setan kafan hitam yang konon kata nya sangat jahat.

Setan kafan hitam dan juga arwah Bu Nisa jelas beda, namun orang orang yakin bahwa yang ada di rumah itu memang arwah nya Bu Nisa. lagi pula rasa nya tidak mungkin setan kafan hitam mangkal di sana, dia tak punya masalah dengan orang desa sini dan lagi bila itu memang dia maka pasti sudah mengamuk dan membantai orang orang yang ada di desa sini.

"Sudah sebaik nya kamu wudhu dulu dan sholat malam supaya hati bisa tenang." suruh Mak Darmi.

"Baik, Mak." Intan menurut dan dia segera wudhu.

Di sini dia santai saja masuk kedalam kamar mandi atau mau ngapain, karena memang rasa nya beda di rumah sendiri dengan di rumah Suci, di rumah nya dia baru keluar dari kamar sudah. Di sergap oleh rasa yang tidak bisa untuk di jelaskan.

Terpopuler

Comments

ρυтяσ✨

ρυтяσ✨

berati ini kafan kain hitam tuh bi"y Intan ya... Arini itu kan

2025-02-05

1

Ema Mahriana

Ema Mahriana

ga sabar nunggu intan ketemu sama purnama

2024-12-22

0

Ricka Monika

Ricka Monika

kayaknya setan kafan hitam ini bibiknya intan

2024-11-28

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Mayat
2 Bab 2. Kain kafan hitam
3 Bab 3. Inah atau bukan
4 Bab 4. Menebar kejahatan
5 Bab 5. Lima tahun kemudian
6 Bab 6. Pulang kampung
7 Bab 7. Tidak percaya
8 Bab 8. Obrolan para pemuda
9 Bab 9. Pinjam motor
10 Bab 10. Bertemu orang fenomenal
11 Bab 11. Gotong royong
12 Bab 12. Ganguan
13 Bab 13. Pindah kamar
14 Bab 14. Wanita di jendela
15 Bab 15. Menemui Suci
16 Bab 16. Kucing mati
17 Bab 17. Ingin mendatangi Purnama
18 Bab 18. Kuburan di bakar
19 Bab 19. Gagal
20 Bab 20. Pandangan masa lalu
21 Bab 21. Anto hampir celaka
22 Bab 22. Mama Lidia
23 Bab 23. Intan kesurupan
24 Bab 24. Bertemu Arya
25 Bab 25. Di hajar habis
26 Bab 26. Di desa mati
27 Bab 27. Permainan kafan hitam
28 Bab 28. Kilas balik 5 tahun lalu
29 Bab 29. Arya kalah
30 Bab 30. Mayat Mama Lidia
31 Bab 31. Di rumah Purnama
32 Bab 32. Mata
33 Bab 33. Menelusuri desa mati
34 Bab 34. Cerita
35 Bab 35. Bu lurah di banting
36 Bab 36. Sedikit terkuak
37 Bab 37. Desa mati lagi
38 Bab 38. Kompor kena batu
39 Bab 39. Kedua nya merajuk
40 Bab 40. Bantingan vs tendangan
41 Bab 41. Bulu mata berkelip
42 Bab 42. Madi menyusul
43 Bab 43. Arini
44 Bab 44. Ternyata Arini
45 Bab 45. di kejar Maharani
46 Bab 46. flasback
47 Bab 47. Flasback part 2
48 Bab 48. Flasback part3
49 Bab 49. Flasback part4
50 Bab 50. Flasback part5
51 Bab 51. Kematian Nisa
52 Bab 52. Purnama tahu
53 Bab 53. Terungkap
54 Bab 54. Mendatangi James
55 Bab 55. Menemukan Dani
56 Bab 56. James mati
57 Bab 57. Tak menemukan Maharani
58 Bab 58. Membunuh dokter tua
59 Bab 59. Membuat kuburan baru
60 Bab 60. Arini sempurna
61 Bab 61. Maharani beraksi
62 Bab 62. Intan di benci
63 Bab 63. Pertengkaran pocong
64 Bab 64. Acara Intan
65 Bab 65. Pembahasan
66 Bab 66. Ratu bertengkar
67 Bab 67. Membuka warung makan
68 Bab 68. Gombalan Lupi
69 Bab 69. Bu Tini kaget
70 Bab 70. Menemukan ponsel
71 Bab 71. Video tak senonoh
72 Bab 72. Lamaran Lupi
73 Bab 73. Mendatangi lembah
74 Bab 74. Zidan cemburu
75 Bab 75. Melawan Nyi Losari
76 Bab 76. Insan jatuh cinta
77 Bab 77. Panglima
78 Bab 78. Panglima kena gigit
79 Bab 79. Arini sadar
80 Bab 80. Menggoda calon istri
81 Bab 81. Mendatangi camer
82 Bab 82. Goa es
83 Bab 83. Ember pecah
84 Bab 84. Pembalasan bos kulit hitam
85 Bab 85. Pembalasan part 2
86 Bab 86. Anto nekat
87 Bab 87. daging cacah
88 Bab 88. Tragedi Anto
89 Bab 89. Menikah siri
90 Bab 90. Nilam merajuk.
91 Bab 91. Neneng gelap mata
92 Bab 92. Intan si penurut
93 Bab 93. Neneng menghilang
94 Bab 94. Jatah bulanan
95 Bab 95. Cemburu
96 Bab 96. Di bekukan.
97 Bab 97. Ular lain
98 Bab 98. kabar sedih
99 Bab 99. Nilam dan Aksara
100 Bab 100. Kuntilanak lemah
101 Bab 101. Ada arwah
102 Bab 102. Pagar ghaib
103 Bab 103. Arini di bawa
104 Bab 104. tiga pria tampan
105 Bab 105. Menemukan Arini
106 Bab 106. Wanita hamil ular
107 Bab 107. Mengalahkan ular lain
108 Bab 108. Jadi bahan
109 Bab 109. Di goa es
110 Bab 110. Akhir bahagia
111 Bab 111. Bonchap
Episodes

Updated 111 Episodes

1
Bab 1. Mayat
2
Bab 2. Kain kafan hitam
3
Bab 3. Inah atau bukan
4
Bab 4. Menebar kejahatan
5
Bab 5. Lima tahun kemudian
6
Bab 6. Pulang kampung
7
Bab 7. Tidak percaya
8
Bab 8. Obrolan para pemuda
9
Bab 9. Pinjam motor
10
Bab 10. Bertemu orang fenomenal
11
Bab 11. Gotong royong
12
Bab 12. Ganguan
13
Bab 13. Pindah kamar
14
Bab 14. Wanita di jendela
15
Bab 15. Menemui Suci
16
Bab 16. Kucing mati
17
Bab 17. Ingin mendatangi Purnama
18
Bab 18. Kuburan di bakar
19
Bab 19. Gagal
20
Bab 20. Pandangan masa lalu
21
Bab 21. Anto hampir celaka
22
Bab 22. Mama Lidia
23
Bab 23. Intan kesurupan
24
Bab 24. Bertemu Arya
25
Bab 25. Di hajar habis
26
Bab 26. Di desa mati
27
Bab 27. Permainan kafan hitam
28
Bab 28. Kilas balik 5 tahun lalu
29
Bab 29. Arya kalah
30
Bab 30. Mayat Mama Lidia
31
Bab 31. Di rumah Purnama
32
Bab 32. Mata
33
Bab 33. Menelusuri desa mati
34
Bab 34. Cerita
35
Bab 35. Bu lurah di banting
36
Bab 36. Sedikit terkuak
37
Bab 37. Desa mati lagi
38
Bab 38. Kompor kena batu
39
Bab 39. Kedua nya merajuk
40
Bab 40. Bantingan vs tendangan
41
Bab 41. Bulu mata berkelip
42
Bab 42. Madi menyusul
43
Bab 43. Arini
44
Bab 44. Ternyata Arini
45
Bab 45. di kejar Maharani
46
Bab 46. flasback
47
Bab 47. Flasback part 2
48
Bab 48. Flasback part3
49
Bab 49. Flasback part4
50
Bab 50. Flasback part5
51
Bab 51. Kematian Nisa
52
Bab 52. Purnama tahu
53
Bab 53. Terungkap
54
Bab 54. Mendatangi James
55
Bab 55. Menemukan Dani
56
Bab 56. James mati
57
Bab 57. Tak menemukan Maharani
58
Bab 58. Membunuh dokter tua
59
Bab 59. Membuat kuburan baru
60
Bab 60. Arini sempurna
61
Bab 61. Maharani beraksi
62
Bab 62. Intan di benci
63
Bab 63. Pertengkaran pocong
64
Bab 64. Acara Intan
65
Bab 65. Pembahasan
66
Bab 66. Ratu bertengkar
67
Bab 67. Membuka warung makan
68
Bab 68. Gombalan Lupi
69
Bab 69. Bu Tini kaget
70
Bab 70. Menemukan ponsel
71
Bab 71. Video tak senonoh
72
Bab 72. Lamaran Lupi
73
Bab 73. Mendatangi lembah
74
Bab 74. Zidan cemburu
75
Bab 75. Melawan Nyi Losari
76
Bab 76. Insan jatuh cinta
77
Bab 77. Panglima
78
Bab 78. Panglima kena gigit
79
Bab 79. Arini sadar
80
Bab 80. Menggoda calon istri
81
Bab 81. Mendatangi camer
82
Bab 82. Goa es
83
Bab 83. Ember pecah
84
Bab 84. Pembalasan bos kulit hitam
85
Bab 85. Pembalasan part 2
86
Bab 86. Anto nekat
87
Bab 87. daging cacah
88
Bab 88. Tragedi Anto
89
Bab 89. Menikah siri
90
Bab 90. Nilam merajuk.
91
Bab 91. Neneng gelap mata
92
Bab 92. Intan si penurut
93
Bab 93. Neneng menghilang
94
Bab 94. Jatah bulanan
95
Bab 95. Cemburu
96
Bab 96. Di bekukan.
97
Bab 97. Ular lain
98
Bab 98. kabar sedih
99
Bab 99. Nilam dan Aksara
100
Bab 100. Kuntilanak lemah
101
Bab 101. Ada arwah
102
Bab 102. Pagar ghaib
103
Bab 103. Arini di bawa
104
Bab 104. tiga pria tampan
105
Bab 105. Menemukan Arini
106
Bab 106. Wanita hamil ular
107
Bab 107. Mengalahkan ular lain
108
Bab 108. Jadi bahan
109
Bab 109. Di goa es
110
Bab 110. Akhir bahagia
111
Bab 111. Bonchap

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!