Bab 19. Gagal

"Kok malah hujan gini ya, Tan?" Suci duduk di pondok yang terbengkalai.

"Kayak nya tadi enggak mendung padahal kan, malah mendadak saja hujan." Intan mengeluh karena hujan sangat deras.

Perjalanan mereka menuju rumah Purnama jadi gagal untuk sementara, semoga saja hujan segera reda agar dia bisa cepat sampai di rumah nya Purnama, sekarang malah berteduh di pondok dekat desa yang sudah lama mati itu, aroma tidak enak sudah mulai terasa di tubuh dua gadis ini. bila tidak karena terpaksa, jangan kan mau duduk di dekat sini, lewat saja rasa nya sangat terpaksa karena desa ini sangat lah menjadi momok begitu menakutkan.

"Kita tidak boleh lama lama di sini, ini bukan tempat yang bagus." bisik Suci cemas.

"Kalau agak terang sedikit saja langsung terobos ya, apa mau sekarang saja?" tanya Intan yang juga merasakan nya.

"Yah sekarang sekarang!" Suci cepat menghidupkan motor.

Intan yang di belakang tidak henti henti nya membaca doa agar allah melindungi mereka, namun dia mendadak tegang karena mata nya melihat sesuatu yang sama persis dengan yang ada di rumah nya. Suci bisa merasakan bahwa Intan mendadak saja kaku begini di atas motor, tak lupa membunyikan klakson dan mereka segera pergi ngebut walau air hujan terasa sakit menimpa tubuh.

"Kenapa setan nya sama?" lirih Intan bingung sekali di buat nya.

"Ya allah!" Suci terpekik kaget karena jalanan yang agak rendah di depan sana kena banjir yang sangat besar.

"Ndak bisa lewat, ini hampir sepinggang soal nya." ujar pria kurus yang baru keluar dari air.

"Motor enggak bisa ya, Pak?" tanya Intan.

"Oh enggak bisa, terima kasih kalau gitu ya, Pak." Suci langsung putar arah pulang.

Intan melongo karena tadi tampak nya Bapak itu mau jawab bahwa bisa kalau pilih yang pinggir, Suci melirik kaca spion dan ngebut saja karena dia melihat hal yang sangat ia takuti sekarang, Intan yang tidak tahu akan hal itu.

"Loh Bapak tadi kok hilang?" heran Intan menoleh kebelakang.

"Tolong jangan membahas nya sekarang, baca ayat kursi jangan berhenti." titah Suci.

"Baik lah." Intan mengangguk karena merasa ada yang tidak beres.

Desa mati juga sudah mereka lewati dengan aman, rintik hujan mereda begitu saja ketika mereka berjalan pulang kerumah, seolah hujan ini menghalangi niat mereka untuk kerumah nya Purnama yang akan minta bantuan. Intan menarik nafas berat karena sudah pasti gangguan ghaib ini akan berlangsung pada nya, bahkan setan berbaju hitam itu juga selalu ikut kemana pun dia pergi, aneh nya dia tidak mau menampakan wajah nya dengan benar.

"Bapak tadi itu punya tanduk di kepala nya, apa kau tidak lihat?" tanya Suci saat mereka sudah di desa nya sendiri.

"Tidak, aku cuma melihat badan dia yang sangat kurus." jawab Intan.

"Mata nya juga merah sekali, aku yakin dia iblis yang mau menyesatkan kita." duga Suci.

"Ya allah kok kayak nya rumit sekali ya." lirih Intan nelangsa.

"Terus berdoa sama allah, tidak ada yang bisa melawan kekuatan allah." nasihat Suci.

Intan menarik nafas berat dan mereka berhenti dulu di pos untuk menenangkan hati, Intan juga masih ragu mau pulang karena yang ada malah dia kembali punya urusan dengan setan yang sangat misterius itu.

"Sebenar nya dari malam kedua saja aku sudah di teror dengan setan yang ada di rumah ku." Intan bercerita.

"Kenapa kau tidak bilang dari kemarin?!" kaget Suci karena dia pikir Intan aman saja.

"Tapi aku merasa dia bukan Ibuku, Ci! apa mungkin dia juga setan yang mencelakai Ibu?" lirih Intan.

"Setan rumah mu ada setelah Ibu mu meninggal, jadi kamu semua yakin bahwa itu arwah nya Bu Nisa." jelas Suci.

"Malam itu aku yakin sekali sudah mengunci kamar ku rapat, namun tiba pagi bangun aku sudah di kamar Bibi Arini yang paling belakang." Intan menceritakan nya.

Suci menelan ludah karena membayangkan betapa seram nya kejadian yang Intan alami, mungkin bila dia sendiri yang mengalami sudah tidak berani lagi dia tinggal di rumah itu. Intan juga karena terpaksa karena sudah tidak punya tempat tinggal lagi, bila saja ada mungkin dia akan pindah.

"Setan itu berbaju hitam panjang." ucap Intan.

"Kafan hitam?!" Inah yang lewat jadi kaget karena mendengar percakapan mereka di pos.

"Eh Mbak Inah." Suci menyapa ramah.

Inah langsung meletakan keranjang yang dia bawa, dia ikut duduk karena mendengar setan yang sedang Intan bahas itu berkafan hitam, hanya Inah lah orang yang satu satu nya selamat saat pembantaian setan kafan hitam di desa mati lima tahun yang lalu.

"Maaf bukan nya saya mau ikut campur, namun bisakah sampean ceritakan wujud nya setan itu?" pinta Inah.

"Mbak Inah ini orang yang selamat dari desa mati lima tahun yang lalu, Tan! seluruh warga desa itu mati karena di bantai dengan setan kafan hitam." jelas Suci.

"Dia tinggi dan sebenar nya sejenis pocong karena itu memang seperti kafan, wajah nya belum ku lihat dengan jelas tapi yang pasti memang semua nya hitam." jelas Intan.

Inah menelan ludah nya dengan susah payah karena sekarang dia yakin bahwa itu memang setan kafan hitam yang sudah membantai warga desa lima tahun yang lalu, namun kenapa setan itu ada di rumah nya Bu Nisa selama setahun ini, apa mereka berdua sedang duet sehingga tinggal bersama di rumah itu.

"Aku sama sekali tidak pernah di tampak kan oleh Ibu ku." ujar Intan.

"Ku rasa itu setan yang beda, Mbak! sebab rumah Intan ada hantu nya setelah Bu Nisa meninggal." kekeh Suci.

"Kalau di pikir memang rasa nya tidak mungkin dia cuma diam saja, sedangkan kami yang menolong dia dan menguburkan nya saja langsung di habisi." sahut Inah yang berpikir lagi.

Intan sungguh bingung sekali sekarang, hati nya menolak percaya bahwa itu adalah setan Ibu nya, malah dia menduga bahwa setan itu adalah kiriman nya dari tukang santet yang sudah membunuh Ibu nya. pasti ada orang yang tidak suka pada Bu Nisa, kuburan nya saja di bakar oleh seseorang yang sama sekali tidak di kenal.

"Pokok nya kita memang harus ketemu sama Mbak Purnama!" tegas Suci.

"Lah gimana, ini saja kita gagal." sahut Intan lemas.

"Baik nya kau tidur saja di rumah ku malam ini, aku takut dia marah padamu dan membunuh mu." cemas Suci.

Intan mengangguk setuju untuk tidur di rumah nya Suci saja, ini malam keempat yang berarti malam genap lagi dia tidur di rumah itu, kemarin dia mendapatkan teror saat malam genap juga.

Terpopuler

Comments

istiqlal👻👻

istiqlal👻👻

duet memangya mau dangdutan mbk bro bisa duet...😂😂😂

2024-12-25

0

Syahrudin Denilo

Syahrudin Denilo

wow mantab nih tambah seru

2024-11-24

0

Ricka Monika

Ricka Monika

tinggal saja dirumah suci tuk waktu yg lama sampai keadaan rumahmu sudah aman dr hantu itu

2024-11-28

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Mayat
2 Bab 2. Kain kafan hitam
3 Bab 3. Inah atau bukan
4 Bab 4. Menebar kejahatan
5 Bab 5. Lima tahun kemudian
6 Bab 6. Pulang kampung
7 Bab 7. Tidak percaya
8 Bab 8. Obrolan para pemuda
9 Bab 9. Pinjam motor
10 Bab 10. Bertemu orang fenomenal
11 Bab 11. Gotong royong
12 Bab 12. Ganguan
13 Bab 13. Pindah kamar
14 Bab 14. Wanita di jendela
15 Bab 15. Menemui Suci
16 Bab 16. Kucing mati
17 Bab 17. Ingin mendatangi Purnama
18 Bab 18. Kuburan di bakar
19 Bab 19. Gagal
20 Bab 20. Pandangan masa lalu
21 Bab 21. Anto hampir celaka
22 Bab 22. Mama Lidia
23 Bab 23. Intan kesurupan
24 Bab 24. Bertemu Arya
25 Bab 25. Di hajar habis
26 Bab 26. Di desa mati
27 Bab 27. Permainan kafan hitam
28 Bab 28. Kilas balik 5 tahun lalu
29 Bab 29. Arya kalah
30 Bab 30. Mayat Mama Lidia
31 Bab 31. Di rumah Purnama
32 Bab 32. Mata
33 Bab 33. Menelusuri desa mati
34 Bab 34. Cerita
35 Bab 35. Bu lurah di banting
36 Bab 36. Sedikit terkuak
37 Bab 37. Desa mati lagi
38 Bab 38. Kompor kena batu
39 Bab 39. Kedua nya merajuk
40 Bab 40. Bantingan vs tendangan
41 Bab 41. Bulu mata berkelip
42 Bab 42. Madi menyusul
43 Bab 43. Arini
44 Bab 44. Ternyata Arini
45 Bab 45. di kejar Maharani
46 Bab 46. flasback
47 Bab 47. Flasback part 2
48 Bab 48. Flasback part3
49 Bab 49. Flasback part4
50 Bab 50. Flasback part5
51 Bab 51. Kematian Nisa
52 Bab 52. Purnama tahu
53 Bab 53. Terungkap
54 Bab 54. Mendatangi James
55 Bab 55. Menemukan Dani
56 Bab 56. James mati
57 Bab 57. Tak menemukan Maharani
58 Bab 58. Membunuh dokter tua
59 Bab 59. Membuat kuburan baru
60 Bab 60. Arini sempurna
61 Bab 61. Maharani beraksi
62 Bab 62. Intan di benci
63 Bab 63. Pertengkaran pocong
64 Bab 64. Acara Intan
65 Bab 65. Pembahasan
66 Bab 66. Ratu bertengkar
67 Bab 67. Membuka warung makan
68 Bab 68. Gombalan Lupi
69 Bab 69. Bu Tini kaget
70 Bab 70. Menemukan ponsel
71 Bab 71. Video tak senonoh
72 Bab 72. Lamaran Lupi
73 Bab 73. Mendatangi lembah
74 Bab 74. Zidan cemburu
75 Bab 75. Melawan Nyi Losari
76 Bab 76. Insan jatuh cinta
77 Bab 77. Panglima
78 Bab 78. Panglima kena gigit
79 Bab 79. Arini sadar
80 Bab 80. Menggoda calon istri
81 Bab 81. Mendatangi camer
82 Bab 82. Goa es
83 Bab 83. Ember pecah
84 Bab 84. Pembalasan bos kulit hitam
85 Bab 85. Pembalasan part 2
86 Bab 86. Anto nekat
87 Bab 87. daging cacah
88 Bab 88. Tragedi Anto
89 Bab 89. Menikah siri
90 Bab 90. Nilam merajuk.
91 Bab 91. Neneng gelap mata
92 Bab 92. Intan si penurut
93 Bab 93. Neneng menghilang
94 Bab 94. Jatah bulanan
95 Bab 95. Cemburu
96 Bab 96. Di bekukan.
97 Bab 97. Ular lain
98 Bab 98. kabar sedih
99 Bab 99. Nilam dan Aksara
100 Bab 100. Kuntilanak lemah
101 Bab 101. Ada arwah
102 Bab 102. Pagar ghaib
103 Bab 103. Arini di bawa
104 Bab 104. tiga pria tampan
105 Bab 105. Menemukan Arini
106 Bab 106. Wanita hamil ular
107 Bab 107. Mengalahkan ular lain
108 Bab 108. Jadi bahan
109 Bab 109. Di goa es
110 Bab 110. Akhir bahagia
111 Bab 111. Bonchap
Episodes

Updated 111 Episodes

1
Bab 1. Mayat
2
Bab 2. Kain kafan hitam
3
Bab 3. Inah atau bukan
4
Bab 4. Menebar kejahatan
5
Bab 5. Lima tahun kemudian
6
Bab 6. Pulang kampung
7
Bab 7. Tidak percaya
8
Bab 8. Obrolan para pemuda
9
Bab 9. Pinjam motor
10
Bab 10. Bertemu orang fenomenal
11
Bab 11. Gotong royong
12
Bab 12. Ganguan
13
Bab 13. Pindah kamar
14
Bab 14. Wanita di jendela
15
Bab 15. Menemui Suci
16
Bab 16. Kucing mati
17
Bab 17. Ingin mendatangi Purnama
18
Bab 18. Kuburan di bakar
19
Bab 19. Gagal
20
Bab 20. Pandangan masa lalu
21
Bab 21. Anto hampir celaka
22
Bab 22. Mama Lidia
23
Bab 23. Intan kesurupan
24
Bab 24. Bertemu Arya
25
Bab 25. Di hajar habis
26
Bab 26. Di desa mati
27
Bab 27. Permainan kafan hitam
28
Bab 28. Kilas balik 5 tahun lalu
29
Bab 29. Arya kalah
30
Bab 30. Mayat Mama Lidia
31
Bab 31. Di rumah Purnama
32
Bab 32. Mata
33
Bab 33. Menelusuri desa mati
34
Bab 34. Cerita
35
Bab 35. Bu lurah di banting
36
Bab 36. Sedikit terkuak
37
Bab 37. Desa mati lagi
38
Bab 38. Kompor kena batu
39
Bab 39. Kedua nya merajuk
40
Bab 40. Bantingan vs tendangan
41
Bab 41. Bulu mata berkelip
42
Bab 42. Madi menyusul
43
Bab 43. Arini
44
Bab 44. Ternyata Arini
45
Bab 45. di kejar Maharani
46
Bab 46. flasback
47
Bab 47. Flasback part 2
48
Bab 48. Flasback part3
49
Bab 49. Flasback part4
50
Bab 50. Flasback part5
51
Bab 51. Kematian Nisa
52
Bab 52. Purnama tahu
53
Bab 53. Terungkap
54
Bab 54. Mendatangi James
55
Bab 55. Menemukan Dani
56
Bab 56. James mati
57
Bab 57. Tak menemukan Maharani
58
Bab 58. Membunuh dokter tua
59
Bab 59. Membuat kuburan baru
60
Bab 60. Arini sempurna
61
Bab 61. Maharani beraksi
62
Bab 62. Intan di benci
63
Bab 63. Pertengkaran pocong
64
Bab 64. Acara Intan
65
Bab 65. Pembahasan
66
Bab 66. Ratu bertengkar
67
Bab 67. Membuka warung makan
68
Bab 68. Gombalan Lupi
69
Bab 69. Bu Tini kaget
70
Bab 70. Menemukan ponsel
71
Bab 71. Video tak senonoh
72
Bab 72. Lamaran Lupi
73
Bab 73. Mendatangi lembah
74
Bab 74. Zidan cemburu
75
Bab 75. Melawan Nyi Losari
76
Bab 76. Insan jatuh cinta
77
Bab 77. Panglima
78
Bab 78. Panglima kena gigit
79
Bab 79. Arini sadar
80
Bab 80. Menggoda calon istri
81
Bab 81. Mendatangi camer
82
Bab 82. Goa es
83
Bab 83. Ember pecah
84
Bab 84. Pembalasan bos kulit hitam
85
Bab 85. Pembalasan part 2
86
Bab 86. Anto nekat
87
Bab 87. daging cacah
88
Bab 88. Tragedi Anto
89
Bab 89. Menikah siri
90
Bab 90. Nilam merajuk.
91
Bab 91. Neneng gelap mata
92
Bab 92. Intan si penurut
93
Bab 93. Neneng menghilang
94
Bab 94. Jatah bulanan
95
Bab 95. Cemburu
96
Bab 96. Di bekukan.
97
Bab 97. Ular lain
98
Bab 98. kabar sedih
99
Bab 99. Nilam dan Aksara
100
Bab 100. Kuntilanak lemah
101
Bab 101. Ada arwah
102
Bab 102. Pagar ghaib
103
Bab 103. Arini di bawa
104
Bab 104. tiga pria tampan
105
Bab 105. Menemukan Arini
106
Bab 106. Wanita hamil ular
107
Bab 107. Mengalahkan ular lain
108
Bab 108. Jadi bahan
109
Bab 109. Di goa es
110
Bab 110. Akhir bahagia
111
Bab 111. Bonchap

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!