Bab 12. Ganguan

Rumah sudah bersih dan malam ini pasti nya Intan akan tidur dengan nyenyak, malam pertama hanya dengan lilin dan rumah juga masih kotor saja dia bisa tidur dengan nyenyak. Intan sangat bersyukur karena di kelilingi oleh orang baik seperti mereka, bila tadi tidak ada rombongan Bu RT maka tak akan kelar karena dia cuma punya waktu setengah hari saja dan sekarang sudah mau maghrib, orang orang cepat pulang ketika melihat jam sudah setengah enam sore tadi, mungkin benar kata Bu RT bahwa rumah ini sangat menakutkan bagi semua orang. sebab tadi dia melihat bagai mana orang orang begitu ngeri saat mau masuk, mereka cuma membersihkan bagian luar saja.

"Apa memang nya yang ada di rumah ini? perasaan dulu waktu kecil aku tak ada mengalami hal apa apa." batin Intan menatap sekeliling rumah.

Ctaaar.

"Astagfirullah!"

Intan berlari kekamar paling belakang bekas punya Bibi nya, ternyata bola lampu yang baru di ganti dan di pasang pada kamar itu pecah, sehingga kamar menjadi gelap lagi dan sangat pengap walau tadi juga sempat di bersihkan walau hanya sedikit.

"Ini karena jendela nya tidak pernah di buka, maka nya pengap." gumam Intan menghidupkan lampu luar agar ada cahaya.

Saat dia melongok lagi kedalam sekilas seperti ada orang yang berdiri pada sudut ruangan, kali ini lebih di perhatikan lagi dan memang benar itu adalah orang yang sedang berdiri. jantung Intan sudah tidak karuan karena dia merasa tak ada orang lain di sini, kenapa sekarang seperti ada orang yang berdiri di sana.

Tangan Intan yang gemetar menyalakan senter di ponsel yang baru tadi di beli lagi, tapi tidak ada sehingga Intan pun heran, ketika lampu menyorot orang itu tidak ada, namun bila gelap maka terlihat seperti orang sedang berdiri di sana. Intan yakin orang itu berpakaian hitam, seperti Bibi nya yang selalu berpakaian hitam lengkap dengan cadar nya.

"Matiiii....

"Astagfirullah!" Intan berbalik kaget karena tadi di belakang nya ada suara.

Saat di toleh sama sekali tidak ada suara apa pun, jantung Intan sudah berpacu tidak bagus sekarang, gangguan datang di malam kedua. Intan bergegas masuk kamar mandi dan mengambil wudhu, rasa nya lebih baik sholat dan mengaji saja agar tak ada yang mengganggu nya.

Blaaap.

Lampu padam seketika sehingga Intan sama sekali tidak bisa melihat apa apa di kamar mandi ini, mana ponsel nya pun ia letakan tadi di dekat meja. namun wanita ini tetap saja mengambil wudhu walau sambil meraba karena tidak kelihatan mana kran nya tadi.

Hidung Intan mencium bau amis yang begitu pekat, persis seperti darah orang yang sedang berhalangan, namun bukan dari air nya sehingga dia tetap lanjut wudhu. Intan tidak sadar bahwa di atas nya ada sosok yang begitu menyeramkan dengan tatapan sangat tajam, dia berjongkok ingin menyentuh Intan dengan kuku panjang itu namun tidak bisa.

"Aku harus segera sholat." Intan bergegas keluar menuju kamar nya.

Namun di depan kamar yang paling belakang tadi dia kembali menyorot dan kali ini sungguh ada, kaki dengan di bungkus dengan kain berwarna hitam pekat dan dia berdiri di sudut kamar. Intan sungguh gemetar tidak bisa bergerak, ternyata ini lah sosok yang di takut kan banyak orang.

"Matiiii...

"Aaagkkh!" Intan terpekik karena kaki nya di seret kencang.

"Matiiii.....

"Lepaskan aku." jerit Intan meronta ronta ingin keluar dari kamar.

"Matiiii.....

"Allahu akbar, Allahu akbar!"

Seketika setan itu melepaskan pegangan nya di kaki Intan dan lampu juga menyala kembali, Intan menangis sambil masuk kedalam kamar milik nya, jantung wanita ini sudah tak bisa lagi di katakan bagai mana detak nya.

"Allah, Allah, Allah!" Intan memakai mukena dan segera sholat walau kaki nya terasa sakit.

Apa pun keadaan nya dia harus sholat agar tidak di ganggu lagi oleh setan itu, dalam sholat Intan berulang kali kaget karena pintu kamar nya seperti di garuk oleh cakar yang sangat tajam dari luar, sebisa mungkin dia tetap saja khusuk agar setan itu pergi sendiri.

Setelah sholat dia mengaji sampai isya datang, memang sudah tak ada lagi suara yang menggaruk itu, Intan agak tenang walau rasa sakit nya belum hilang semua karena rasa ngeri tetap ada. sebab Intan baru pertama kali mengalamu hal yang seperti itu, dan dia juga baru percaya bahwa setan di rumah nya ini memang ada. apa lagi setan nya sangat jahat begitu, Intan heran apa kah itu setan Ibu nya atau bukan.

"Hiks, hiks sakit sekali."

"Siapa yang menangis?" batin Intan usai mengaji dan melepas mukena.

"Sakiiiit, tolong hentikan semua nya."

Tidak, Intan tidak punya nyali untuk keluar melihat siapa yang sedang menangis itu dan lagi dia baru sadar bahwa kaki nya terlihat biru kehitaman bekas di tarik oleh setan tadi, Intan memperhatikan lebam nya itu dengan seksama dan dia tahu bahwa setan ini punya dua jempol.

"Mana mungkin, ku rasa tidak mungkin." lirih Intan tak percaya.

Groookkk.

Grooookkk.

Di atas genteng bagai kan orang sedang menarik nya dengan pengait sampah, sangat berisik sekali dan suara rintihan itu juga tidak mau hilang sejak tadi, Intan menempel kan telinga nya pada dinding kamar untuk memastikan apa itu dari kamar Ibu nya.

"Bukan, kayak nya bukan dari kamar Ibu." lirih Intan.

Duaaaar.

"Ya allah!" Intan menjerit keras karena kaget sekali.

"Matiiii....

Tersurut mundur Intan karena di kamar Ibu nya ada suara itu lagi, suara setan yang tadi sempat menarik nya dengan sangat kencang, bahkan sampai meninggalkan jejak yang sangat ketara sekali.

"Huhuhuuuu, sakit."

"Matiiii.....

Craasss, Craaasssh.

Kali ini suara nya seperti daging yang di robek robek membuat Intan sangat lemas, dia naik ketas tempat tidur dan membaca ayat kursi agar gangguan itu bisa hilang. namun suara itu masih saja datang sehingga Intan bagai kan mau mati berdiri akibat rasa takut nya, mau memejamkan mata juga tidak bisa.

"Lindungi aku, Ya allah." Intan menangis ketakutan.

Pantas saja orang orang sampai tidak mau masuk kedalam rumah nya, wong setan nya saja begitu seram sehingga pasti mereka tak punya nyali. sekarang Intan yang di uji dengan sangat berat, bila tetap di sini maka entah sampai kapan dia akan menahan rasa takut dan mengusir setan itu, namun bila mau pergi ya pergi kemana karena dia tidak punya tujuan lain lagi sehingga hanya rumah ini saja yang bisa di jadikan tempat berteduh.

Terpopuler

Comments

ρυтяσ✨

ρυтяσ✨

ini bi"y bukan ya yang meninggal dulu di desa sebelah

2025-02-05

1

Mursidahamien

Mursidahamien

apa bibinya yg dibungkus kafan hitam itu ya dan yg membunuhnya ibunya siintan

2024-12-09

0

Icha Sabilla

Icha Sabilla

aduh dia ini namanya siapa siih aku loo lupa si kafan hitam

2024-12-19

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Mayat
2 Bab 2. Kain kafan hitam
3 Bab 3. Inah atau bukan
4 Bab 4. Menebar kejahatan
5 Bab 5. Lima tahun kemudian
6 Bab 6. Pulang kampung
7 Bab 7. Tidak percaya
8 Bab 8. Obrolan para pemuda
9 Bab 9. Pinjam motor
10 Bab 10. Bertemu orang fenomenal
11 Bab 11. Gotong royong
12 Bab 12. Ganguan
13 Bab 13. Pindah kamar
14 Bab 14. Wanita di jendela
15 Bab 15. Menemui Suci
16 Bab 16. Kucing mati
17 Bab 17. Ingin mendatangi Purnama
18 Bab 18. Kuburan di bakar
19 Bab 19. Gagal
20 Bab 20. Pandangan masa lalu
21 Bab 21. Anto hampir celaka
22 Bab 22. Mama Lidia
23 Bab 23. Intan kesurupan
24 Bab 24. Bertemu Arya
25 Bab 25. Di hajar habis
26 Bab 26. Di desa mati
27 Bab 27. Permainan kafan hitam
28 Bab 28. Kilas balik 5 tahun lalu
29 Bab 29. Arya kalah
30 Bab 30. Mayat Mama Lidia
31 Bab 31. Di rumah Purnama
32 Bab 32. Mata
33 Bab 33. Menelusuri desa mati
34 Bab 34. Cerita
35 Bab 35. Bu lurah di banting
36 Bab 36. Sedikit terkuak
37 Bab 37. Desa mati lagi
38 Bab 38. Kompor kena batu
39 Bab 39. Kedua nya merajuk
40 Bab 40. Bantingan vs tendangan
41 Bab 41. Bulu mata berkelip
42 Bab 42. Madi menyusul
43 Bab 43. Arini
44 Bab 44. Ternyata Arini
45 Bab 45. di kejar Maharani
46 Bab 46. flasback
47 Bab 47. Flasback part 2
48 Bab 48. Flasback part3
49 Bab 49. Flasback part4
50 Bab 50. Flasback part5
51 Bab 51. Kematian Nisa
52 Bab 52. Purnama tahu
53 Bab 53. Terungkap
54 Bab 54. Mendatangi James
55 Bab 55. Menemukan Dani
56 Bab 56. James mati
57 Bab 57. Tak menemukan Maharani
58 Bab 58. Membunuh dokter tua
59 Bab 59. Membuat kuburan baru
60 Bab 60. Arini sempurna
61 Bab 61. Maharani beraksi
62 Bab 62. Intan di benci
63 Bab 63. Pertengkaran pocong
64 Bab 64. Acara Intan
65 Bab 65. Pembahasan
66 Bab 66. Ratu bertengkar
67 Bab 67. Membuka warung makan
68 Bab 68. Gombalan Lupi
69 Bab 69. Bu Tini kaget
70 Bab 70. Menemukan ponsel
71 Bab 71. Video tak senonoh
72 Bab 72. Lamaran Lupi
73 Bab 73. Mendatangi lembah
74 Bab 74. Zidan cemburu
75 Bab 75. Melawan Nyi Losari
76 Bab 76. Insan jatuh cinta
77 Bab 77. Panglima
78 Bab 78. Panglima kena gigit
79 Bab 79. Arini sadar
80 Bab 80. Menggoda calon istri
81 Bab 81. Mendatangi camer
82 Bab 82. Goa es
83 Bab 83. Ember pecah
84 Bab 84. Pembalasan bos kulit hitam
85 Bab 85. Pembalasan part 2
86 Bab 86. Anto nekat
87 Bab 87. daging cacah
88 Bab 88. Tragedi Anto
89 Bab 89. Menikah siri
90 Bab 90. Nilam merajuk.
91 Bab 91. Neneng gelap mata
92 Bab 92. Intan si penurut
93 Bab 93. Neneng menghilang
94 Bab 94. Jatah bulanan
95 Bab 95. Cemburu
96 Bab 96. Di bekukan.
97 Bab 97. Ular lain
98 Bab 98. kabar sedih
99 Bab 99. Nilam dan Aksara
100 Bab 100. Kuntilanak lemah
101 Bab 101. Ada arwah
102 Bab 102. Pagar ghaib
103 Bab 103. Arini di bawa
104 Bab 104. tiga pria tampan
105 Bab 105. Menemukan Arini
106 Bab 106. Wanita hamil ular
107 Bab 107. Mengalahkan ular lain
108 Bab 108. Jadi bahan
109 Bab 109. Di goa es
110 Bab 110. Akhir bahagia
111 Bab 111. Bonchap
Episodes

Updated 111 Episodes

1
Bab 1. Mayat
2
Bab 2. Kain kafan hitam
3
Bab 3. Inah atau bukan
4
Bab 4. Menebar kejahatan
5
Bab 5. Lima tahun kemudian
6
Bab 6. Pulang kampung
7
Bab 7. Tidak percaya
8
Bab 8. Obrolan para pemuda
9
Bab 9. Pinjam motor
10
Bab 10. Bertemu orang fenomenal
11
Bab 11. Gotong royong
12
Bab 12. Ganguan
13
Bab 13. Pindah kamar
14
Bab 14. Wanita di jendela
15
Bab 15. Menemui Suci
16
Bab 16. Kucing mati
17
Bab 17. Ingin mendatangi Purnama
18
Bab 18. Kuburan di bakar
19
Bab 19. Gagal
20
Bab 20. Pandangan masa lalu
21
Bab 21. Anto hampir celaka
22
Bab 22. Mama Lidia
23
Bab 23. Intan kesurupan
24
Bab 24. Bertemu Arya
25
Bab 25. Di hajar habis
26
Bab 26. Di desa mati
27
Bab 27. Permainan kafan hitam
28
Bab 28. Kilas balik 5 tahun lalu
29
Bab 29. Arya kalah
30
Bab 30. Mayat Mama Lidia
31
Bab 31. Di rumah Purnama
32
Bab 32. Mata
33
Bab 33. Menelusuri desa mati
34
Bab 34. Cerita
35
Bab 35. Bu lurah di banting
36
Bab 36. Sedikit terkuak
37
Bab 37. Desa mati lagi
38
Bab 38. Kompor kena batu
39
Bab 39. Kedua nya merajuk
40
Bab 40. Bantingan vs tendangan
41
Bab 41. Bulu mata berkelip
42
Bab 42. Madi menyusul
43
Bab 43. Arini
44
Bab 44. Ternyata Arini
45
Bab 45. di kejar Maharani
46
Bab 46. flasback
47
Bab 47. Flasback part 2
48
Bab 48. Flasback part3
49
Bab 49. Flasback part4
50
Bab 50. Flasback part5
51
Bab 51. Kematian Nisa
52
Bab 52. Purnama tahu
53
Bab 53. Terungkap
54
Bab 54. Mendatangi James
55
Bab 55. Menemukan Dani
56
Bab 56. James mati
57
Bab 57. Tak menemukan Maharani
58
Bab 58. Membunuh dokter tua
59
Bab 59. Membuat kuburan baru
60
Bab 60. Arini sempurna
61
Bab 61. Maharani beraksi
62
Bab 62. Intan di benci
63
Bab 63. Pertengkaran pocong
64
Bab 64. Acara Intan
65
Bab 65. Pembahasan
66
Bab 66. Ratu bertengkar
67
Bab 67. Membuka warung makan
68
Bab 68. Gombalan Lupi
69
Bab 69. Bu Tini kaget
70
Bab 70. Menemukan ponsel
71
Bab 71. Video tak senonoh
72
Bab 72. Lamaran Lupi
73
Bab 73. Mendatangi lembah
74
Bab 74. Zidan cemburu
75
Bab 75. Melawan Nyi Losari
76
Bab 76. Insan jatuh cinta
77
Bab 77. Panglima
78
Bab 78. Panglima kena gigit
79
Bab 79. Arini sadar
80
Bab 80. Menggoda calon istri
81
Bab 81. Mendatangi camer
82
Bab 82. Goa es
83
Bab 83. Ember pecah
84
Bab 84. Pembalasan bos kulit hitam
85
Bab 85. Pembalasan part 2
86
Bab 86. Anto nekat
87
Bab 87. daging cacah
88
Bab 88. Tragedi Anto
89
Bab 89. Menikah siri
90
Bab 90. Nilam merajuk.
91
Bab 91. Neneng gelap mata
92
Bab 92. Intan si penurut
93
Bab 93. Neneng menghilang
94
Bab 94. Jatah bulanan
95
Bab 95. Cemburu
96
Bab 96. Di bekukan.
97
Bab 97. Ular lain
98
Bab 98. kabar sedih
99
Bab 99. Nilam dan Aksara
100
Bab 100. Kuntilanak lemah
101
Bab 101. Ada arwah
102
Bab 102. Pagar ghaib
103
Bab 103. Arini di bawa
104
Bab 104. tiga pria tampan
105
Bab 105. Menemukan Arini
106
Bab 106. Wanita hamil ular
107
Bab 107. Mengalahkan ular lain
108
Bab 108. Jadi bahan
109
Bab 109. Di goa es
110
Bab 110. Akhir bahagia
111
Bab 111. Bonchap

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!