Bab 5. Lima tahun kemudian

Lima tahun kemudian di kota.

Intan rasa nya ingin menjerit ketika suami nya terang terangan membawa wanita lain kerumah nya dan bahkan lebih parah lagi sang mertua juga mendukung, padahal mereka belum resmi cerai karena masih menunggu surat cerai nya keluar. namun suami nya sudah membawa wanita lain masuk kedalam rumah dan bisa di lihat bagai mana mesra nya mereka berdua sehingga hati Intan sangat remuk di buat nya, pria yang begitu ia cintai sudah menorehkan luka yang sangat dalam di hati nya, Dani yang tega membuang Intan karena sudah tiga tahun menikah dan mereka belum juga di karuniai buah hati sehingga membuat Bu Lidia sangat berang karena dia ingin segera menimang cucu.

Apa lagi Intan hanya lah gadis desa yang merantau dulu nya kekota ini, sehingga di anggap enteng dan remeh sekali oleh mertua nya yang kaya raya, kerap di hina dan bisa di bilang dia di jadikan budak saja di rumah ini. malah sekarang Dani juga mulai berpaling dan menceraikan Intan karena dorongan orang tua nya, Intan sudah memohon namun sama sekali tidak mendapat belas kasihan, malah hinaan yang begitu menusuk hati ia terima dari orang orang ini. Lisa nama wanita itu yang sudah menguasai suami nya, Dani tak punya iba sehingga tega bermesraan dengan wanita lain.

"Eh kau kan sebentar lagi mau pindah dari sini, mending sekarang kau gunakan waktu mu untuk mengurus ku dulu." seru Lisa.

"Lisa sedang bicara, Intan! kenapa kau malah diam saja." bentak Dani marah sambil menyentak tangan mantan istri nya.

"Ini nih kalau orang dari kampung, otak nya cuma di dengkul dan bodoh sekali." hina Bu Lidia.

"Aku juga punya perasaan, Mas! tega sekali kamu sama aku." Intan tak kuasa menahan air mata nya.

"Dasar wanita bodoh!" Lisa melemparkan cangkir teh di kaki Intan.

"Aaaaghhh!"

Intan menjerit karena teh itu masih panas menyiram kaki nya yang putih bersih, Lisa malah tertawa melihat nya karena merasa Intan sangat bodoh, sudah tau mau di lempar kok malah diam saja sama sekali tidak mengelak. Dani juga tak ada reaksi apa pun walau tahu wanita yang sudah ia nikahi selama tiga tahun ini menjerit kepanasan, malah semakin erat memeluk Lisa yang penampilan nya begitu cantik dan sexy.

Bu Lidia bangkit mendorong Intan hingga menantu nya jatuh terjengkang, tangan Intan terkena pecahan gelas yang yang tadi lempar, beling itu menancap di telapak tangan nya hingga darah segar pun mengucur deras. itu juga tidak membuat Dani heran, malah dia semakin gila saja menyentuh Lisa yang sudah kalang kabut.

"Hiks, hiks."

Wanita malang ini menangis dan pergi dari sana karena hati nya semakin sakit saja melihat kebejatan sang suami bersama wanita lain, padahal dulu Dani juga begitu mencintai nya sehingga tetap nekat walau Bu Lidia tidak memberikan restu ketika mereka akan menikah. Intan menjadi pembantu di rumah ini bersama dengan Ibu nya, namun Ibu Intan agak keras kepala sehingga keluar dari pekerjaan nya dan tinggal di kampung dengan adik nya yang sangat muslimah, hanya Intan sendiri yang tetap kerja di rumah Bu Lidia hingga dia jatuh cinta dengan anak majikan yang paling bungsu dan kemudian menikah.

"Aku akan pulang kampung saja." Intan rasa nya mau menjerit.

Dengan air mata berderai dia mengobati luka nya sendiri yang banyak mengucurkan darah, suami nya sudah tidak butuh dia lagi karena dia tak bisa punya anak dan yang paling penting dia adalah orang miskin.

"Nah bagus lah kalau kau mau segera pergi." Lisa sudah berdiri di ambang pintu kamar.

Intan diam saja tidak menyahut karena merasa akan kalah debat dengan wanita ini, Lisa adalah anak dari teman nya Bu Lidia sehingga dia sudah sangat kenal dengan keluarga ini, maka nya dia begitu mudah untuk masuk.

"Maka nya jadi wanita tuh harus pintar dan kaya, paling penting itu rahim nya tidak busuk." sinis Lisa.

"Apa maksud kamu?!" Intan tak terima bila menyangkut masalah rahim.

"Oh marah ya, kan rahim kamu memang busuk maka nya tidak bisa punya anak!" hina Lisa.

"Kau juga wanita, Lisa! harus nya bisa menjaga ucapan." sentak Intan.

Lisa mendekati Intan yang sudah berapi api karena marah di bilang rahim busuk, sungguh dia masih bisa menerima hinaan apa pun asal kan jangan masalah itu, hati nya sangat sakit dan tidak bisa untuk menerima nya, apa lagi Lisa kan wanita sehingga tidak pantas bicara begitu.

Plaaak.

"Apa yang kau lakukan?!" pekik Intan karena Lisa mengambil tangan Intan untuk menampar wajah nya.

"Aaaaghh, Mas Danii!" Lisa memekik keras sehingga Dani pun dengar.

"Kau gila, Lisa!" teriak Intan sangat tidak menyangka.

"Apa apaan ini?!" Dani datang dengan wajah bengis.

"Mas dia nampar aku, sakit sekali wajah ku ini." Lisa menunjukan pipi nya yang merah.

"Tidak, Mas! dia yang menampar wajah nya sendiri." Intan membela diri.

"Kau pikir aku ini tidak punya otak sehingga mau menampar wajah sendiri, ini tangan dia." pekik Lisa.

"Kamu juga harus percaya aku, Mas!" Intan tak terima.

"Diaaam!" bentakan Dani membuat kedua nya terdiam.

Namun isak tangis Lisa masih ada karena dia harus mencari simpati dari Dani, bila perlu Bu Lidia yang tadi sudah masuk kamar, namun karena suara Dani yang begitu kencang membuat Bu Lidia keluar dan segera mendatangi mereka.

"Ada apa ini?" Bu Lidia kaget melihat Lisa yang menangis.

"Intan menampar ku, Ma!" adu Lisa terisak isak.

"Gila ya kamu, Intan! Lisa ini anak nya orang terpandang, bagai mana mungkin kau menampar dia." bentak Bu Lidia.

"Dia yang menampar wajah nya sendiri, Ma." Intan tetap membela diri.

Plaaaak.

Tubuh kecil Intan melanting dan dia pingsan seketika karena kencang nya tamparan Dani, Lisa dan Lidia kaget sehingga hanya bisa diam karena tidak menyangka Dani akan menampar Intan yang tadi mau membela diri.

"Tolong bantu masukan baju dia kedalam koper, Ma." pinta Dani mengeluarkan koper besar.

"I-iya." Bu Lidia gugup dan segera memasukan baju Intan yang tidak banyak.

Lisa masih membeku walau hati nya sangat senang melihat Dani yang sudah benci istri nya, ramuan dari dukun itu memang tidak salah lagi sehingga bisa mempengaruhi pikiran nya Dani agar berubah dan mulai tidak suka pada istri nya, dengan begini dia bisa mendapatkan pria yang sudah ia cintai sejak lama sekali.

Terpopuler

Comments

Aris Setyawan

Aris Setyawan

ne ceritanya kok langsung lompat ya ?? tadi nyeritain inah kok sekarang jadi intan,, dan inta itu siapa?? tau2 kok nongol..😁

2025-01-15

0

Puji Rahayu

Puji Rahayu

biasanya mo horor jg brani bc mlm2.
tp kl crita yg ni kok d awal dh seyem merinding disco...untung bc nya siang gk kyk biasanya bc mlm..😨😨😨

2025-01-28

0

Mursidahamien

Mursidahamien

semoga Dani dan Bu Lidia kena karmanya

2024-12-09

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Mayat
2 Bab 2. Kain kafan hitam
3 Bab 3. Inah atau bukan
4 Bab 4. Menebar kejahatan
5 Bab 5. Lima tahun kemudian
6 Bab 6. Pulang kampung
7 Bab 7. Tidak percaya
8 Bab 8. Obrolan para pemuda
9 Bab 9. Pinjam motor
10 Bab 10. Bertemu orang fenomenal
11 Bab 11. Gotong royong
12 Bab 12. Ganguan
13 Bab 13. Pindah kamar
14 Bab 14. Wanita di jendela
15 Bab 15. Menemui Suci
16 Bab 16. Kucing mati
17 Bab 17. Ingin mendatangi Purnama
18 Bab 18. Kuburan di bakar
19 Bab 19. Gagal
20 Bab 20. Pandangan masa lalu
21 Bab 21. Anto hampir celaka
22 Bab 22. Mama Lidia
23 Bab 23. Intan kesurupan
24 Bab 24. Bertemu Arya
25 Bab 25. Di hajar habis
26 Bab 26. Di desa mati
27 Bab 27. Permainan kafan hitam
28 Bab 28. Kilas balik 5 tahun lalu
29 Bab 29. Arya kalah
30 Bab 30. Mayat Mama Lidia
31 Bab 31. Di rumah Purnama
32 Bab 32. Mata
33 Bab 33. Menelusuri desa mati
34 Bab 34. Cerita
35 Bab 35. Bu lurah di banting
36 Bab 36. Sedikit terkuak
37 Bab 37. Desa mati lagi
38 Bab 38. Kompor kena batu
39 Bab 39. Kedua nya merajuk
40 Bab 40. Bantingan vs tendangan
41 Bab 41. Bulu mata berkelip
42 Bab 42. Madi menyusul
43 Bab 43. Arini
44 Bab 44. Ternyata Arini
45 Bab 45. di kejar Maharani
46 Bab 46. flasback
47 Bab 47. Flasback part 2
48 Bab 48. Flasback part3
49 Bab 49. Flasback part4
50 Bab 50. Flasback part5
51 Bab 51. Kematian Nisa
52 Bab 52. Purnama tahu
53 Bab 53. Terungkap
54 Bab 54. Mendatangi James
55 Bab 55. Menemukan Dani
56 Bab 56. James mati
57 Bab 57. Tak menemukan Maharani
58 Bab 58. Membunuh dokter tua
59 Bab 59. Membuat kuburan baru
60 Bab 60. Arini sempurna
61 Bab 61. Maharani beraksi
62 Bab 62. Intan di benci
63 Bab 63. Pertengkaran pocong
64 Bab 64. Acara Intan
65 Bab 65. Pembahasan
66 Bab 66. Ratu bertengkar
67 Bab 67. Membuka warung makan
68 Bab 68. Gombalan Lupi
69 Bab 69. Bu Tini kaget
70 Bab 70. Menemukan ponsel
71 Bab 71. Video tak senonoh
72 Bab 72. Lamaran Lupi
73 Bab 73. Mendatangi lembah
74 Bab 74. Zidan cemburu
75 Bab 75. Melawan Nyi Losari
76 Bab 76. Insan jatuh cinta
77 Bab 77. Panglima
78 Bab 78. Panglima kena gigit
79 Bab 79. Arini sadar
80 Bab 80. Menggoda calon istri
81 Bab 81. Mendatangi camer
82 Bab 82. Goa es
83 Bab 83. Ember pecah
84 Bab 84. Pembalasan bos kulit hitam
85 Bab 85. Pembalasan part 2
86 Bab 86. Anto nekat
87 Bab 87. daging cacah
88 Bab 88. Tragedi Anto
89 Bab 89. Menikah siri
90 Bab 90. Nilam merajuk.
91 Bab 91. Neneng gelap mata
92 Bab 92. Intan si penurut
93 Bab 93. Neneng menghilang
94 Bab 94. Jatah bulanan
95 Bab 95. Cemburu
96 Bab 96. Di bekukan.
97 Bab 97. Ular lain
98 Bab 98. kabar sedih
99 Bab 99. Nilam dan Aksara
100 Bab 100. Kuntilanak lemah
101 Bab 101. Ada arwah
102 Bab 102. Pagar ghaib
103 Bab 103. Arini di bawa
104 Bab 104. tiga pria tampan
105 Bab 105. Menemukan Arini
106 Bab 106. Wanita hamil ular
107 Bab 107. Mengalahkan ular lain
108 Bab 108. Jadi bahan
109 Bab 109. Di goa es
110 Bab 110. Akhir bahagia
111 Bab 111. Bonchap
Episodes

Updated 111 Episodes

1
Bab 1. Mayat
2
Bab 2. Kain kafan hitam
3
Bab 3. Inah atau bukan
4
Bab 4. Menebar kejahatan
5
Bab 5. Lima tahun kemudian
6
Bab 6. Pulang kampung
7
Bab 7. Tidak percaya
8
Bab 8. Obrolan para pemuda
9
Bab 9. Pinjam motor
10
Bab 10. Bertemu orang fenomenal
11
Bab 11. Gotong royong
12
Bab 12. Ganguan
13
Bab 13. Pindah kamar
14
Bab 14. Wanita di jendela
15
Bab 15. Menemui Suci
16
Bab 16. Kucing mati
17
Bab 17. Ingin mendatangi Purnama
18
Bab 18. Kuburan di bakar
19
Bab 19. Gagal
20
Bab 20. Pandangan masa lalu
21
Bab 21. Anto hampir celaka
22
Bab 22. Mama Lidia
23
Bab 23. Intan kesurupan
24
Bab 24. Bertemu Arya
25
Bab 25. Di hajar habis
26
Bab 26. Di desa mati
27
Bab 27. Permainan kafan hitam
28
Bab 28. Kilas balik 5 tahun lalu
29
Bab 29. Arya kalah
30
Bab 30. Mayat Mama Lidia
31
Bab 31. Di rumah Purnama
32
Bab 32. Mata
33
Bab 33. Menelusuri desa mati
34
Bab 34. Cerita
35
Bab 35. Bu lurah di banting
36
Bab 36. Sedikit terkuak
37
Bab 37. Desa mati lagi
38
Bab 38. Kompor kena batu
39
Bab 39. Kedua nya merajuk
40
Bab 40. Bantingan vs tendangan
41
Bab 41. Bulu mata berkelip
42
Bab 42. Madi menyusul
43
Bab 43. Arini
44
Bab 44. Ternyata Arini
45
Bab 45. di kejar Maharani
46
Bab 46. flasback
47
Bab 47. Flasback part 2
48
Bab 48. Flasback part3
49
Bab 49. Flasback part4
50
Bab 50. Flasback part5
51
Bab 51. Kematian Nisa
52
Bab 52. Purnama tahu
53
Bab 53. Terungkap
54
Bab 54. Mendatangi James
55
Bab 55. Menemukan Dani
56
Bab 56. James mati
57
Bab 57. Tak menemukan Maharani
58
Bab 58. Membunuh dokter tua
59
Bab 59. Membuat kuburan baru
60
Bab 60. Arini sempurna
61
Bab 61. Maharani beraksi
62
Bab 62. Intan di benci
63
Bab 63. Pertengkaran pocong
64
Bab 64. Acara Intan
65
Bab 65. Pembahasan
66
Bab 66. Ratu bertengkar
67
Bab 67. Membuka warung makan
68
Bab 68. Gombalan Lupi
69
Bab 69. Bu Tini kaget
70
Bab 70. Menemukan ponsel
71
Bab 71. Video tak senonoh
72
Bab 72. Lamaran Lupi
73
Bab 73. Mendatangi lembah
74
Bab 74. Zidan cemburu
75
Bab 75. Melawan Nyi Losari
76
Bab 76. Insan jatuh cinta
77
Bab 77. Panglima
78
Bab 78. Panglima kena gigit
79
Bab 79. Arini sadar
80
Bab 80. Menggoda calon istri
81
Bab 81. Mendatangi camer
82
Bab 82. Goa es
83
Bab 83. Ember pecah
84
Bab 84. Pembalasan bos kulit hitam
85
Bab 85. Pembalasan part 2
86
Bab 86. Anto nekat
87
Bab 87. daging cacah
88
Bab 88. Tragedi Anto
89
Bab 89. Menikah siri
90
Bab 90. Nilam merajuk.
91
Bab 91. Neneng gelap mata
92
Bab 92. Intan si penurut
93
Bab 93. Neneng menghilang
94
Bab 94. Jatah bulanan
95
Bab 95. Cemburu
96
Bab 96. Di bekukan.
97
Bab 97. Ular lain
98
Bab 98. kabar sedih
99
Bab 99. Nilam dan Aksara
100
Bab 100. Kuntilanak lemah
101
Bab 101. Ada arwah
102
Bab 102. Pagar ghaib
103
Bab 103. Arini di bawa
104
Bab 104. tiga pria tampan
105
Bab 105. Menemukan Arini
106
Bab 106. Wanita hamil ular
107
Bab 107. Mengalahkan ular lain
108
Bab 108. Jadi bahan
109
Bab 109. Di goa es
110
Bab 110. Akhir bahagia
111
Bab 111. Bonchap

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!