Bab 4. Menebar kejahatan

Bu Lurah berjalan pelan dan kian dekat saja dengan wanita uang sedang berzikir di ruang tamu, mukena nya berwarna hitam sehungga kesan seram pun masih begitu terasa. namun wanita ini tetap mendekat karena dia ingin mengajak Inah masuk saja kedalam kamar, kenapa malah berzikir di luar begini dan dia juga sadar bahwa Inah tidak menghadap kiblat, gerakan kepala nya juga sangat cepat dan Bu Lurah sadar bahwa ini bukan inah karena bagian atas kepala ada jambul pocong yang tadi ia kira adalah rambut Inah saat pakai mukena, namun kaki nya sudah tak bisa mau di ajak berbalik karena dia diam tidak bisa bergerak karena sosok itu menoleh kepada nya.

Wanita bermukena hitam menatap Bu Lurah yang menggigil ketakutan tak bisa bergerak dari tempat nya, dia adalah wanita yang tadi siang mereka kuburkan di desa ini dan di mandikan nya juga di rumah Bu Lurah. sekarang dia datang lagi dengan wujud yang sama seperti tadi, begitu seram karena mata nya yang melotot dan dia datang mendekati Bu Lurah yang serasa mau pingsan karena sangking takut nya melihat dia. mau teriak juga tidak bisa akibat lidah nya kelu sekali mau di gerakan, kain kafan hitam itu bersimbah dengan darah yang sangat banyak sekali.

"Aku tidak mau baju hitaaaaamm......

"Tolong aku, siapa pun tolong aku." jerit Bu lurah dalam hati.

Tangan yang kuku nya panjang panjang itu mengelus wajah cantik Bu Lurah yang sangat dingin dan pucat, bau nya amis sehingga langsung menusuk kedalam hidung nya wanita ini.

Craaaak.

"Aarrkhhh!"

Darah menyembur dari perut nya Bu Lurah yang di colok dengan jari berkuku panjang, detik itu juga darah ikut mengalir dari mulut nya sehingga dia tumbang kelantai sehingga menimbulkan suara gedebuk yang sangat kuat. Inah yang sedang mengaji pun jadi kaget, terlebih dia tidak melihat majikan nya yang tadi berbaring di atas ranjang, maka pembantu ini segera berlari keluar.

"Bu! Ya allah, siapa kamu?" Inah terpekik kaget melihat hantu ini.

"Kalian semua harus matiiii....

"Ka-kau wanita yang tadi siang, ya allah dia jadi hantu." Inah pucat pasi.

Bu Lurah sudah tidak bergerak karena tubuh nya sudah bolong di tembus dengan tangan setan ini, mayat yang tadi siang sudah mereka tolong malah kini membuat mereka semua sengsara. Inah membaca doa sebisa nya karena hanya pada allah dia memohon pertolongan, hantu kafan hitam menjerit keras karena di hantam cahaya putih yang keluar dari tubuh Inah dan kesempatan ini Inah gunakan untuk lari keluar dari rumah.

"Tolooong, siapa pun tolong aku!" pekik Inah berlari keluar.

Tampak di dalam sana setan kafan hitam masih terbang kesana kemari karena dia kepanasan dengan doa yang Inah baca, pokok nya Inah harus lari bila tak mau jadi korban nya, tanpa senter atau pun penerangan lain nya dia tetap lari berusaha minta bantuan pada orang orang. namun Inah malah mendengar orang orang pun ikut berteriak dari dalam rumah nya, Inah menduga bahwa ini pasti ulah nya setan kafan hitam yang menebar kejahatan. untuk memastikan maka Inah pun mengintip rumah nya Yuni, di dalam sana dia menyaksikan pembantaian yang sangat mengerikan.

"Kau yang memberiku kafan ini, aku tidak mau yang hitam." desis setan.

"Ma-maafkan aku." Yuni tersendat sendat karena leher nya hancur.

"Hahahahaaaaaa....

Setan kafan hitam tanpa disa tertawa lebar sehingga tubuh Inah panas dingin di buat nya, untung dia masih memeluk yasin sehingga mendapatkan kekuatan dari yasin yang ada dalam dekapan nya ini. bukan cuma rumah Yuni saja yang terjadi keributan, Asri juga berteriak histeris dan di kaca jendela nya ada noda darah yang menempel, seluruh rumah menjerit karena harus kedatangan setan yang sangat jahat ini, malapetaka besar terjadi di desa paling ujung karena mereka sudah menguburkan mayat seorang wanita misterius dengan kain kafan hitam.

"Ku mohon tolong lindungi aku, Ya allah." Inah terus berdoa dan kini tekad nya adalah meninggalkan kampung ini.

Setidak nya harus pergi kekampung lain atau pun pergi kekota untuk selamat dari setan yang sangat jahat itu, desa yang semula adem ayem kini harus menanggung masalah yang sangat besar sehingga menghabiskan seluruh warga desa yang ada.

"Aduh!"

Inah jatuh telungkup karena menyandung sesuatu yang bulat, sambil meringis karena menahan rasa sakit nya, Inah melihat apa yang sudah ia tendang barusan. sambil menatap kesana kemari karena takut di kejar oleh setan kafan hitam yang pasti ingin membunuh nya juga.

"Ya allah, ini kepala Umar!" pekik Inah berlari menjauh.

Umar sudah tergeletak tanpa badan hanya kepala nya saja yang ada di sana, entah dengan cara apa setan itu membunuh nya dan teleportasi nya juga sangat cepat sehingga hanya dalam satu kedipan mata saja dia sudah berpindah di lain tempat yang berbeda beda.

"Kenapa kau membuat keributan ini, seharus nya kau berterima kasih karena kami sudah menolong mu." teriak Inah yang marah juga.

"Ihihihiiiii....

"Bangsat, dia datang lagi." Inah ketakutan dan segera berlari.

"Kalian semua harua matiii......

"Pergi, kau tidak tahu terima kasih." jerit Inah terus berlari dan di kejar setan kafan hitam.

Wusssshhh.

Braaaak.

Inah terjatuh dan mata nya tertusuk dengan ranting yang sangat runcing sekali, dia menjerit dengan sangat kencang karena rasa nya sangat lah menyakitkan sekali, Inah tak mau mati walau sekarang mata nya sebelah sudah tidak bisa melihat karena terluka parah dengan ranting yang begitu tajam.

"Tolong aku, Ya allah." Inah menutupi wajah nya dengan yasin.

Aneh nya setan kafan hitam seolah kehilangan jejak nya Inah yang berdiri menahan sakit sambil wajah nya di tutup dengan yasin, dia menatap kesana kemari dengan mata nya yang sangat merah membara, seperti genangan darah yang begitu banyak.

Karena setan kafan hitam tidak bisa melihat nya dan sekarang sudah terbang pergi, Inah berlari kembali menuju jalan yang yang hanya setapak karena desa ini tidak ada jalan as yang besar sehingga para penduduk hanya melewati jalan tanah ini saja, angin malah juga sangat dingin membuat Inah menggigil.

"Aku harus kuat." Inah tak mau menyerah untuk hidup nya.

Bila tidak desa lain maka lebih baik kota walau jarak nya dua jam dengan motor, bisa jadi nanti shubuh baru lah Inah sampai, namun seperti itu sangat tidak mungkin karena Inah bisa saja mati di jalan, maka lebih baik menuju desa terdekat dan minta tolong.

Terpopuler

Comments

Al Fatih

Al Fatih

biasanya yg qta dengar itu manusia yang tidak tau berterima kasih,, lha ini pula,, ada setan yg ga tau terima kasih,, sudah d tolongin,, malah membantai,, dia marah d kasih kafan hitam,,, lha sapa suruh darahnya keluar lagi setelah d mandikan,, trus mana tau juga stok kain kafan putih habis....,, mengerti lah,, harap maklum gitu,, eeh malah ngamuk

2024-12-23

0

ρυтяσ✨

ρυтяσ✨

kasihan Inah...kenapa loh mala bantai semua orang di desa itu wahai setan kain hitan

2025-02-05

0

Trimuntari Darwin

Trimuntari Darwin

kok jd jahat thor padahal blm jelas dia mati karna apa gk jelas bantai orang2 yg nolong

2024-12-15

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Mayat
2 Bab 2. Kain kafan hitam
3 Bab 3. Inah atau bukan
4 Bab 4. Menebar kejahatan
5 Bab 5. Lima tahun kemudian
6 Bab 6. Pulang kampung
7 Bab 7. Tidak percaya
8 Bab 8. Obrolan para pemuda
9 Bab 9. Pinjam motor
10 Bab 10. Bertemu orang fenomenal
11 Bab 11. Gotong royong
12 Bab 12. Ganguan
13 Bab 13. Pindah kamar
14 Bab 14. Wanita di jendela
15 Bab 15. Menemui Suci
16 Bab 16. Kucing mati
17 Bab 17. Ingin mendatangi Purnama
18 Bab 18. Kuburan di bakar
19 Bab 19. Gagal
20 Bab 20. Pandangan masa lalu
21 Bab 21. Anto hampir celaka
22 Bab 22. Mama Lidia
23 Bab 23. Intan kesurupan
24 Bab 24. Bertemu Arya
25 Bab 25. Di hajar habis
26 Bab 26. Di desa mati
27 Bab 27. Permainan kafan hitam
28 Bab 28. Kilas balik 5 tahun lalu
29 Bab 29. Arya kalah
30 Bab 30. Mayat Mama Lidia
31 Bab 31. Di rumah Purnama
32 Bab 32. Mata
33 Bab 33. Menelusuri desa mati
34 Bab 34. Cerita
35 Bab 35. Bu lurah di banting
36 Bab 36. Sedikit terkuak
37 Bab 37. Desa mati lagi
38 Bab 38. Kompor kena batu
39 Bab 39. Kedua nya merajuk
40 Bab 40. Bantingan vs tendangan
41 Bab 41. Bulu mata berkelip
42 Bab 42. Madi menyusul
43 Bab 43. Arini
44 Bab 44. Ternyata Arini
45 Bab 45. di kejar Maharani
46 Bab 46. flasback
47 Bab 47. Flasback part 2
48 Bab 48. Flasback part3
49 Bab 49. Flasback part4
50 Bab 50. Flasback part5
51 Bab 51. Kematian Nisa
52 Bab 52. Purnama tahu
53 Bab 53. Terungkap
54 Bab 54. Mendatangi James
55 Bab 55. Menemukan Dani
56 Bab 56. James mati
57 Bab 57. Tak menemukan Maharani
58 Bab 58. Membunuh dokter tua
59 Bab 59. Membuat kuburan baru
60 Bab 60. Arini sempurna
61 Bab 61. Maharani beraksi
62 Bab 62. Intan di benci
63 Bab 63. Pertengkaran pocong
64 Bab 64. Acara Intan
65 Bab 65. Pembahasan
66 Bab 66. Ratu bertengkar
67 Bab 67. Membuka warung makan
68 Bab 68. Gombalan Lupi
69 Bab 69. Bu Tini kaget
70 Bab 70. Menemukan ponsel
71 Bab 71. Video tak senonoh
72 Bab 72. Lamaran Lupi
73 Bab 73. Mendatangi lembah
74 Bab 74. Zidan cemburu
75 Bab 75. Melawan Nyi Losari
76 Bab 76. Insan jatuh cinta
77 Bab 77. Panglima
78 Bab 78. Panglima kena gigit
79 Bab 79. Arini sadar
80 Bab 80. Menggoda calon istri
81 Bab 81. Mendatangi camer
82 Bab 82. Goa es
83 Bab 83. Ember pecah
84 Bab 84. Pembalasan bos kulit hitam
85 Bab 85. Pembalasan part 2
86 Bab 86. Anto nekat
87 Bab 87. daging cacah
88 Bab 88. Tragedi Anto
89 Bab 89. Menikah siri
90 Bab 90. Nilam merajuk.
91 Bab 91. Neneng gelap mata
92 Bab 92. Intan si penurut
93 Bab 93. Neneng menghilang
94 Bab 94. Jatah bulanan
95 Bab 95. Cemburu
96 Bab 96. Di bekukan.
97 Bab 97. Ular lain
98 Bab 98. kabar sedih
99 Bab 99. Nilam dan Aksara
100 Bab 100. Kuntilanak lemah
101 Bab 101. Ada arwah
102 Bab 102. Pagar ghaib
103 Bab 103. Arini di bawa
104 Bab 104. tiga pria tampan
105 Bab 105. Menemukan Arini
106 Bab 106. Wanita hamil ular
107 Bab 107. Mengalahkan ular lain
108 Bab 108. Jadi bahan
109 Bab 109. Di goa es
110 Bab 110. Akhir bahagia
111 Bab 111. Bonchap
Episodes

Updated 111 Episodes

1
Bab 1. Mayat
2
Bab 2. Kain kafan hitam
3
Bab 3. Inah atau bukan
4
Bab 4. Menebar kejahatan
5
Bab 5. Lima tahun kemudian
6
Bab 6. Pulang kampung
7
Bab 7. Tidak percaya
8
Bab 8. Obrolan para pemuda
9
Bab 9. Pinjam motor
10
Bab 10. Bertemu orang fenomenal
11
Bab 11. Gotong royong
12
Bab 12. Ganguan
13
Bab 13. Pindah kamar
14
Bab 14. Wanita di jendela
15
Bab 15. Menemui Suci
16
Bab 16. Kucing mati
17
Bab 17. Ingin mendatangi Purnama
18
Bab 18. Kuburan di bakar
19
Bab 19. Gagal
20
Bab 20. Pandangan masa lalu
21
Bab 21. Anto hampir celaka
22
Bab 22. Mama Lidia
23
Bab 23. Intan kesurupan
24
Bab 24. Bertemu Arya
25
Bab 25. Di hajar habis
26
Bab 26. Di desa mati
27
Bab 27. Permainan kafan hitam
28
Bab 28. Kilas balik 5 tahun lalu
29
Bab 29. Arya kalah
30
Bab 30. Mayat Mama Lidia
31
Bab 31. Di rumah Purnama
32
Bab 32. Mata
33
Bab 33. Menelusuri desa mati
34
Bab 34. Cerita
35
Bab 35. Bu lurah di banting
36
Bab 36. Sedikit terkuak
37
Bab 37. Desa mati lagi
38
Bab 38. Kompor kena batu
39
Bab 39. Kedua nya merajuk
40
Bab 40. Bantingan vs tendangan
41
Bab 41. Bulu mata berkelip
42
Bab 42. Madi menyusul
43
Bab 43. Arini
44
Bab 44. Ternyata Arini
45
Bab 45. di kejar Maharani
46
Bab 46. flasback
47
Bab 47. Flasback part 2
48
Bab 48. Flasback part3
49
Bab 49. Flasback part4
50
Bab 50. Flasback part5
51
Bab 51. Kematian Nisa
52
Bab 52. Purnama tahu
53
Bab 53. Terungkap
54
Bab 54. Mendatangi James
55
Bab 55. Menemukan Dani
56
Bab 56. James mati
57
Bab 57. Tak menemukan Maharani
58
Bab 58. Membunuh dokter tua
59
Bab 59. Membuat kuburan baru
60
Bab 60. Arini sempurna
61
Bab 61. Maharani beraksi
62
Bab 62. Intan di benci
63
Bab 63. Pertengkaran pocong
64
Bab 64. Acara Intan
65
Bab 65. Pembahasan
66
Bab 66. Ratu bertengkar
67
Bab 67. Membuka warung makan
68
Bab 68. Gombalan Lupi
69
Bab 69. Bu Tini kaget
70
Bab 70. Menemukan ponsel
71
Bab 71. Video tak senonoh
72
Bab 72. Lamaran Lupi
73
Bab 73. Mendatangi lembah
74
Bab 74. Zidan cemburu
75
Bab 75. Melawan Nyi Losari
76
Bab 76. Insan jatuh cinta
77
Bab 77. Panglima
78
Bab 78. Panglima kena gigit
79
Bab 79. Arini sadar
80
Bab 80. Menggoda calon istri
81
Bab 81. Mendatangi camer
82
Bab 82. Goa es
83
Bab 83. Ember pecah
84
Bab 84. Pembalasan bos kulit hitam
85
Bab 85. Pembalasan part 2
86
Bab 86. Anto nekat
87
Bab 87. daging cacah
88
Bab 88. Tragedi Anto
89
Bab 89. Menikah siri
90
Bab 90. Nilam merajuk.
91
Bab 91. Neneng gelap mata
92
Bab 92. Intan si penurut
93
Bab 93. Neneng menghilang
94
Bab 94. Jatah bulanan
95
Bab 95. Cemburu
96
Bab 96. Di bekukan.
97
Bab 97. Ular lain
98
Bab 98. kabar sedih
99
Bab 99. Nilam dan Aksara
100
Bab 100. Kuntilanak lemah
101
Bab 101. Ada arwah
102
Bab 102. Pagar ghaib
103
Bab 103. Arini di bawa
104
Bab 104. tiga pria tampan
105
Bab 105. Menemukan Arini
106
Bab 106. Wanita hamil ular
107
Bab 107. Mengalahkan ular lain
108
Bab 108. Jadi bahan
109
Bab 109. Di goa es
110
Bab 110. Akhir bahagia
111
Bab 111. Bonchap

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!