Bab 2. Kain kafan hitam

Tampak nya hiruk pikuk masalah penemuan mayat tak akan hilang dalam satu atau dua hari karena mereka memang sangat heboh, sebagian ada yang iba dan sebagian lagi ada yang ketakutan bila nanti malam mereka akan di datangi dengan arwah gadis yang sudah mati ini, terutama pada orang yang sedang mengkafani mayat yang sudah mulai bau. mungkin saja karena terlalu lama terendam dalam air sehingga efek pembusukan nya sangat cepat sehingga tubuh nya juga sangat rapuh gampang lepas dari sendi nya, semua harus hati hati agar tidak menyakiti si mayat yang tubuh nya sudah banyak sekali luka dan juga siksaan dari pelaku yang memperkosa dan membunuh nya ini.

Para Ibu Ibu menyumpahi agar pelaku bisa mendapatkan balasan yang sangat pedih karena sudah menghilangkan nyawa orang, mereka sebagai wanita juga merasa tidak terima melihat gadis ini di rusak seperti ini. ada yang menduga bahwa mungkin saja ini ulah dari sang kekasih, atau bisa jadi orang itu sudah lama naksir namun di tolak, sebab banyak kejadian yang berdasarkan sakit hati sehingga sampai menghilang kan nyawa. hidup di desa bila berwajah cantik malah bisa membuat ketar ketir karena banyak yang naksir, tak peduli walau si gadis sudah punya pasangan atau pun kekasih, orang itu akan tetap maju dan bila di tolak maka sifat iblis nya akan keluar untuk menyakiti dengan berbagai macam cara tentu nya.

"Mbak!" Asri memanggil Yuni yang sedang mengikat bagian kaki.

"Apa?"

"Ini kok darah nya mendadak saja keluar ya, kan tadi sudah tidak berdarah." heran Asri.

"Astagfirullah, tempel pakai kapas yang banyak." suruh Yuni kaget juga.

"Pertanda apa ini, semoga kamu jangan menghantui kami ya, Nak!" ujar Mbah Ratih yang ikut mengurus.

"Datangi saja orang yang sudah menyakiti mu, kami hanya menolong kau saja." lirih Asri.

"Kalian kok pada ngomong gitu, buruan di tempel pakai kapas." suruh Yuni sudah tak sabar.

Asri sigap menempel dengan kapas di bagian dada nya yang mendadak saja mengucurkan darah segar, sebenar nya sangat aneh karena mayat ini tadi di temukan sudah dalam keadaan mau busuk, tapi setelah di kafani malah timbul darah yang sangat banyak sehingga mereka semua yang ada di sana kaget sekali.

"Ini bagian bawah juga berdarah, sebaik nya kita ganti kain kafan nya." Yuni sampai kaget dengan tangan nya yang berlumuran darah.

"Ya allah!" Asri sampai loncat karena kaget melihat tangan Yuni.

"Sabar yo, Nduk!" Mbah Ratih mengusap kepala mayat.

"Apa kain kafan nya masih ada, Mbah?" tanya Yuni setelah cuci tangan.

"Seperti nya ada, coba lihat dulu dalam kotak itu." suruh Mbah Ratih.

Asri membuka kotak untuk cari kain kafan dan di luar juga malah turun hujan, hari yang seharua nya masih siang dan tetang sekarang mendadak saja menjadi gelap dengan hujan yang begitu deras mengguyur bumi desa yang sangat indah ini.

"Kalau sudah selesai di taruh sini saja dulu, hujan nya sangat deras." ujar Pak RT yang mengira sudah selesai.

"Belum Pak RT, kita harus mengganti kafan nya." jawab Mbah Ratih.

"Loh kok lama sekali, Mbah?" heran Pak RT.

"Tiba tiba saja ada darah yang keluar, kami harus mengganti nya dengan kain kafan lain." jelas Mbah Ratih.

Mata Pak RT menatap kain kafan yang sudah penuh dengan darah itu dan berulang kali dia istigfar karena merasa aneh dengan darah yang keluar, karena saat di temukan saja kondisi nya sudah begitu jadi mana mungkin bila masih ada darah yang keluar lagi dari tubuh nya.

"Kafan nya sudah tidak ada lagi, Mbah." seru Asri.

"Hah? gimana ini!" kaget Mbah Ratih karena kalau beli kafan maka harus kekota.

"Sama sekali sudah tidak ada ya?" Pak RT ikut panik jadi nya dan membuka kotak.

Ternyata kain kafan memang sudah tidak ada lagi, sekarang mereka tidak tahu harus bagai mana karena tidak mungkin pergi kelota untuk membeli kain kafan, Pak Lurah yang mendengar kabar itu pun menghubungi lurah lain untuk meminta kafan. namun mereka bilang juga tidak ada yang punya, lemas mereka semua karena sudah tak ada kain kafan lagi yang bisa di pakai.

"Mau pakai kain panjang juga tak akan cukup dan harus di jahit." keluh Mbah Ratih sementara kain kafan tidak boleh di jahit.

"Terus bagai mana ini, sedangkan kekota juga butuh waktu sekitar dua jam." keluh Pak Lurah yang kebingungan.

"Aku punya kain warna hitam dan sangat lebar, apa sebaik nya pakai itu saja." tawa Yuni yang kebingungan.

"Warna hitam?" Mbah Ratih tampak ragu karena masalah warna.

Namun karena tak punya pilihan lain dan mereka juga tak mungkin pergi kekota, bisa bisa bila mereka pergi kekota maka mayat ini akan bermalam di rumah warga karena dua jam itu hanya untuk berangkat nya saja dan pulang nya juga dua jam. total pulang pergi adalah empat jam, tak akan sanggup dan tidak ada yang mau bila rumah mereka di pakai bermalam oleh mayat ini, selain mereka tidak kenal, mereka juga ngeri dengan bentuk nya yang sangat rusak parah begini sehingga pasti tak akan ada yang mau.

"Bagai mana, Mbah?" Pak Lurah juga ikut bertanya.

"Bismilah saja, semoga tak terjadi apa apa." harap Mbah Ratih karena keadaan sudah terdesak.

Kain hitam milik Yuni di ambil dari rumah nya di tengah hujan dan juga guntur yang sangat kuat, mereka pun mengkafani mayat tak di kenal ini dengan kain kafan berwarna hitam pekat. batu kali ini seumur hidup Mbah Ratih mengurus mayat dan memberi nya kain kafan warna hitam, jantung wanita tua ini berdetak tidak karuan karena sudah punya firasat yang tidak bagus. namun mau bagai mana lagi karena keadaan nya sungguh terdesak dan tak ada cara lain, dengan terpaksa mereka pun melakukan nya.

"Kita sholat kan saja di rumah saya, karena bila di masjid akan jauh dan bisa basah." ujar Pak Lurah.

"Jangan lah, Pak." cegah Bu Lurah.

"Di luar hujan, Bu." Pak Lurah menatap istri nya.

"Tapi Ibu takut kalau di sholatkan di sini, mana kita juga mengurus mayat nya di sini." bisik Bu Lurah takut.

"Insya allah tidak apa apa, niat kita baik loh." Pak Lurah tersenyum.

Akhir nya mayat yang sudah di beri kain kafan hitam itu pun di sholatkan di rumah Pak Lurah saja, Ustad Zulkifli yang menjadi imam dan mereka akan segera menguburkan nya walau hujan sangat deras.

Terpopuler

Comments

ρυтяσ✨

ρυтяσ✨

ini kisah Arini kan ya...yang terbang pake kain hitam🤔🤔

2025-02-05

1

Icha Sabilla

Icha Sabilla

ini tuh nanti yang jadi siapa yaa yang pakaiannya kafan hitam itu loo aku kok lupa

2024-12-19

0

Khoerun Nisa

Khoerun Nisa

GK kebayang si mayit bangun langsung ngmng. .PAKAI HITAM SIAPA TAKUT.

2024-12-23

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Mayat
2 Bab 2. Kain kafan hitam
3 Bab 3. Inah atau bukan
4 Bab 4. Menebar kejahatan
5 Bab 5. Lima tahun kemudian
6 Bab 6. Pulang kampung
7 Bab 7. Tidak percaya
8 Bab 8. Obrolan para pemuda
9 Bab 9. Pinjam motor
10 Bab 10. Bertemu orang fenomenal
11 Bab 11. Gotong royong
12 Bab 12. Ganguan
13 Bab 13. Pindah kamar
14 Bab 14. Wanita di jendela
15 Bab 15. Menemui Suci
16 Bab 16. Kucing mati
17 Bab 17. Ingin mendatangi Purnama
18 Bab 18. Kuburan di bakar
19 Bab 19. Gagal
20 Bab 20. Pandangan masa lalu
21 Bab 21. Anto hampir celaka
22 Bab 22. Mama Lidia
23 Bab 23. Intan kesurupan
24 Bab 24. Bertemu Arya
25 Bab 25. Di hajar habis
26 Bab 26. Di desa mati
27 Bab 27. Permainan kafan hitam
28 Bab 28. Kilas balik 5 tahun lalu
29 Bab 29. Arya kalah
30 Bab 30. Mayat Mama Lidia
31 Bab 31. Di rumah Purnama
32 Bab 32. Mata
33 Bab 33. Menelusuri desa mati
34 Bab 34. Cerita
35 Bab 35. Bu lurah di banting
36 Bab 36. Sedikit terkuak
37 Bab 37. Desa mati lagi
38 Bab 38. Kompor kena batu
39 Bab 39. Kedua nya merajuk
40 Bab 40. Bantingan vs tendangan
41 Bab 41. Bulu mata berkelip
42 Bab 42. Madi menyusul
43 Bab 43. Arini
44 Bab 44. Ternyata Arini
45 Bab 45. di kejar Maharani
46 Bab 46. flasback
47 Bab 47. Flasback part 2
48 Bab 48. Flasback part3
49 Bab 49. Flasback part4
50 Bab 50. Flasback part5
51 Bab 51. Kematian Nisa
52 Bab 52. Purnama tahu
53 Bab 53. Terungkap
54 Bab 54. Mendatangi James
55 Bab 55. Menemukan Dani
56 Bab 56. James mati
57 Bab 57. Tak menemukan Maharani
58 Bab 58. Membunuh dokter tua
59 Bab 59. Membuat kuburan baru
60 Bab 60. Arini sempurna
61 Bab 61. Maharani beraksi
62 Bab 62. Intan di benci
63 Bab 63. Pertengkaran pocong
64 Bab 64. Acara Intan
65 Bab 65. Pembahasan
66 Bab 66. Ratu bertengkar
67 Bab 67. Membuka warung makan
68 Bab 68. Gombalan Lupi
69 Bab 69. Bu Tini kaget
70 Bab 70. Menemukan ponsel
71 Bab 71. Video tak senonoh
72 Bab 72. Lamaran Lupi
73 Bab 73. Mendatangi lembah
74 Bab 74. Zidan cemburu
75 Bab 75. Melawan Nyi Losari
76 Bab 76. Insan jatuh cinta
77 Bab 77. Panglima
78 Bab 78. Panglima kena gigit
79 Bab 79. Arini sadar
80 Bab 80. Menggoda calon istri
81 Bab 81. Mendatangi camer
82 Bab 82. Goa es
83 Bab 83. Ember pecah
84 Bab 84. Pembalasan bos kulit hitam
85 Bab 85. Pembalasan part 2
86 Bab 86. Anto nekat
87 Bab 87. daging cacah
88 Bab 88. Tragedi Anto
89 Bab 89. Menikah siri
90 Bab 90. Nilam merajuk.
91 Bab 91. Neneng gelap mata
92 Bab 92. Intan si penurut
93 Bab 93. Neneng menghilang
94 Bab 94. Jatah bulanan
95 Bab 95. Cemburu
96 Bab 96. Di bekukan.
97 Bab 97. Ular lain
98 Bab 98. kabar sedih
99 Bab 99. Nilam dan Aksara
100 Bab 100. Kuntilanak lemah
101 Bab 101. Ada arwah
102 Bab 102. Pagar ghaib
103 Bab 103. Arini di bawa
104 Bab 104. tiga pria tampan
105 Bab 105. Menemukan Arini
106 Bab 106. Wanita hamil ular
107 Bab 107. Mengalahkan ular lain
108 Bab 108. Jadi bahan
109 Bab 109. Di goa es
110 Bab 110. Akhir bahagia
111 Bab 111. Bonchap
Episodes

Updated 111 Episodes

1
Bab 1. Mayat
2
Bab 2. Kain kafan hitam
3
Bab 3. Inah atau bukan
4
Bab 4. Menebar kejahatan
5
Bab 5. Lima tahun kemudian
6
Bab 6. Pulang kampung
7
Bab 7. Tidak percaya
8
Bab 8. Obrolan para pemuda
9
Bab 9. Pinjam motor
10
Bab 10. Bertemu orang fenomenal
11
Bab 11. Gotong royong
12
Bab 12. Ganguan
13
Bab 13. Pindah kamar
14
Bab 14. Wanita di jendela
15
Bab 15. Menemui Suci
16
Bab 16. Kucing mati
17
Bab 17. Ingin mendatangi Purnama
18
Bab 18. Kuburan di bakar
19
Bab 19. Gagal
20
Bab 20. Pandangan masa lalu
21
Bab 21. Anto hampir celaka
22
Bab 22. Mama Lidia
23
Bab 23. Intan kesurupan
24
Bab 24. Bertemu Arya
25
Bab 25. Di hajar habis
26
Bab 26. Di desa mati
27
Bab 27. Permainan kafan hitam
28
Bab 28. Kilas balik 5 tahun lalu
29
Bab 29. Arya kalah
30
Bab 30. Mayat Mama Lidia
31
Bab 31. Di rumah Purnama
32
Bab 32. Mata
33
Bab 33. Menelusuri desa mati
34
Bab 34. Cerita
35
Bab 35. Bu lurah di banting
36
Bab 36. Sedikit terkuak
37
Bab 37. Desa mati lagi
38
Bab 38. Kompor kena batu
39
Bab 39. Kedua nya merajuk
40
Bab 40. Bantingan vs tendangan
41
Bab 41. Bulu mata berkelip
42
Bab 42. Madi menyusul
43
Bab 43. Arini
44
Bab 44. Ternyata Arini
45
Bab 45. di kejar Maharani
46
Bab 46. flasback
47
Bab 47. Flasback part 2
48
Bab 48. Flasback part3
49
Bab 49. Flasback part4
50
Bab 50. Flasback part5
51
Bab 51. Kematian Nisa
52
Bab 52. Purnama tahu
53
Bab 53. Terungkap
54
Bab 54. Mendatangi James
55
Bab 55. Menemukan Dani
56
Bab 56. James mati
57
Bab 57. Tak menemukan Maharani
58
Bab 58. Membunuh dokter tua
59
Bab 59. Membuat kuburan baru
60
Bab 60. Arini sempurna
61
Bab 61. Maharani beraksi
62
Bab 62. Intan di benci
63
Bab 63. Pertengkaran pocong
64
Bab 64. Acara Intan
65
Bab 65. Pembahasan
66
Bab 66. Ratu bertengkar
67
Bab 67. Membuka warung makan
68
Bab 68. Gombalan Lupi
69
Bab 69. Bu Tini kaget
70
Bab 70. Menemukan ponsel
71
Bab 71. Video tak senonoh
72
Bab 72. Lamaran Lupi
73
Bab 73. Mendatangi lembah
74
Bab 74. Zidan cemburu
75
Bab 75. Melawan Nyi Losari
76
Bab 76. Insan jatuh cinta
77
Bab 77. Panglima
78
Bab 78. Panglima kena gigit
79
Bab 79. Arini sadar
80
Bab 80. Menggoda calon istri
81
Bab 81. Mendatangi camer
82
Bab 82. Goa es
83
Bab 83. Ember pecah
84
Bab 84. Pembalasan bos kulit hitam
85
Bab 85. Pembalasan part 2
86
Bab 86. Anto nekat
87
Bab 87. daging cacah
88
Bab 88. Tragedi Anto
89
Bab 89. Menikah siri
90
Bab 90. Nilam merajuk.
91
Bab 91. Neneng gelap mata
92
Bab 92. Intan si penurut
93
Bab 93. Neneng menghilang
94
Bab 94. Jatah bulanan
95
Bab 95. Cemburu
96
Bab 96. Di bekukan.
97
Bab 97. Ular lain
98
Bab 98. kabar sedih
99
Bab 99. Nilam dan Aksara
100
Bab 100. Kuntilanak lemah
101
Bab 101. Ada arwah
102
Bab 102. Pagar ghaib
103
Bab 103. Arini di bawa
104
Bab 104. tiga pria tampan
105
Bab 105. Menemukan Arini
106
Bab 106. Wanita hamil ular
107
Bab 107. Mengalahkan ular lain
108
Bab 108. Jadi bahan
109
Bab 109. Di goa es
110
Bab 110. Akhir bahagia
111
Bab 111. Bonchap

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!