Chapter 17 - Tawaran Shinta

Mata Shinta meliar saat mendengar pertanyaan Abas. Namun dia segera menjawab, "Geli, Bas. Mbak orangnya emang gelian. Hehe..."

Tawa hambar diperdengarkan oleh Shinta. Dia jadi merasa malu sendiri karena merasa terbuai dengan pijatan Abas.

"Oh... Kirain sakit tadi. Bentar lagi ya, Mbak." Abas percaya saja dengan alasan Shinta. Dia lanjut memijat sambil sesekali mengoleskan minyak ke punggung wanita tersebut.

Gairah Shinta semakin menjadi-jadi tatkala Abas beralih memijat kakinya. Lelaki itu bahkan memberi pijatan sampai ke pangkal paha.

Shinta menggigit bibir bawahnya. Menikmati setiap sentuhan Abas. Dia sesekali melirik ke arah Rizal. Takut putranya itu menyadari ketertarikannya terhadap Abas. Untungnya Rizal terlihat selalu sibuk dengan ponsel.

Shinta berusaha keras menahan diri. Meskipun begitu, dia sangat menikmati pijatan Abas yang tidak hanya enak dibadan, tetapi juga memanjakan nafsunya pula.

Usai memijat kaki, Abas pindah ke lengan. Dia kini menyuruh Shinta duduk menghadapnya.

"Ternyata pijatanmu sama enaknya dengan Nek Asih. Kalau begini, aku akan tetap rutin memijat di sini," ungkap Shinta.

"Syukurlah kalau begitu. Kebetulan saya memang ingin merintis keahlian ini menjadi lebih baik lagi. Kalau bisa ingin buka usaha jasa," tanggap Abas.

"Itu ide bagus sekali. Tapi di zaman begini, agak susah bikin usaha jasa. Apalagi pijat, Dek," kata Shinta.

"Saya tahu. Maka dari itu saya masih sedang berusaha memikirkannya," sahut Abas.

"Selain memijat, kau kerja apa?" tanya Shinta.

"Saya tukang cukur, Mbak. Barbershop saya nggak begitu jauh dari sini," jawab Abas.

"Oh... Hebat sekali kamu. Apa kau butuh pekerjaan? Mungkin aku bisa membantu," tawar Shinta.

"Nggak usah, Mbak. Saya akan mencoba dengan usaha sendiri dulu. Nanti kalau nggak bisa, mungkin saya baru akan ambil bantuan, Mbak." Abas memberikan penolakan baik-baik. Lagi pula dia baru saja mengenal Shinta. Abas tentu enggan langsung menerima bantuan wanita tersebut.

Pijatan Abas akhirnya selsai. Shinta langsung izin ke kamar mandi. Di sana dia merasakan hal yang sama seperti Mila sebelumnya. Ya, miliknya jadi sangat basah.

"Bisa-bisanya Nek Asih punya cucu seganteng itu," gumam Shinta sambil menyandar ke dinding. Sedangkan satu tangannya asyik bermain jari di bawah sana. Ia memejamkan mata dan membayangkan dirinya bercinta dengan Abas.

"Aaah!" Shinta bermain jari sampai bisa merasakan puncak kenikmatan. Selanjutnya, dia langsung membersihkan diri.

Sementara di luar, Abas menyiapkan teh hangat dan kue kering. Dia mencoba mengajak Rizal mengobrol. Namun anak remaja itu begitu cuek, seolah malas di ajak untuk mengobrol. Akhirnya Abas memilih diam dan bermain ponsel.

"Mamah lama banget sih. Berak apa ya?" keluh Rizal seraya memperhatikan ke arah dapur.

"Mungkin sebentar lagi keluar," sahut Abas.

"Ini sudah hampir jam dua belas loh, Mas. Besok aku harus sekolah. Mamaku tuh selalu begini. Harusnya aku nggak ikut aja tadi," ujar Rizal.

"Nikmatin aja, Zal. Selagi mama kamu masih hidup. Lagian dia orang tersayangmu kan?" tanggap Abas.

"Iya sih..." Rizal akhirnya tak mengeluh lagi.

Tak lama setelah itu, Shinta akhirnya keluar. Rambutnya terlihat basah.

"Bas! Aku boleh minjam handuk?" tanya Shinta.

"Ada. Tunggu sebentar saya ambil dulu," sahut Abas.

"Astaga... Mama mandi?" timpal Rizal tak percaya.

"Mama merasa kepanasan. Jadi sekalian aja mandi," kilah Shinta.

"Tapi ini udah tengah malam loh, Ma. Bisa-bisanya Mama nyempatin mandi di rumah orang!" balas Rizal.

"Sudah! Diam kau. Kalau udah ngantuk, duluan gih ke mobil. Tunggu Mama di sana," suruh Shinta.

Dengan wajah cemberut, Rizal berlalu pergi keluar rumah. Dia berjalan menghentak karena merasa kesal.

Shinta hanya menggelengkan kepala untuk memaklumi tingkah putranya. Memang menghadapi anak remaja itu lebih sulit dari apapun.

"Ini handuknya, Mbak!" Abas datang dan langsung memberikan handuk untuk Shinta.

"Makasih." Shinta segera memakai handuk untuk mengeringkan rambut.

Abas duduk di hadapan Shinta. Dia memeriksa ponselnya kembali. Abas membuka akun sosial media, penglihatannya langsung disambut dengan foto mesra Tari dan Ferry. Tari tampak memamerkan cincin berlian di tangannya.

Dalam caption, Tari menuliskan, 'Akhirnya dapat pasangan yang benar.'

Terpopuler

Comments

zeus

zeus

I
Laah.. Knp msh kepo ma mantan?
Klo udh cerai block, unfollow mantan dul klo km msh ngerasa laki
Ini mlh kepo mantan..

2025-01-22

0

Mas Iwan2024

Mas Iwan2024

biarkanlah tari menari di atas langit penderitaan mu tapi kamu akan mendapatkan gantinya yang lebih keren nantinya oke.!?.

2024-11-11

2

Dirman Ha

Dirman Ha

ci CP noob

2024-11-10

1

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1 - Hamil Duluan
2 Chapter 2 - Warisan Nenek
3 Chapter 3 - Keahlian Tangan Abas
4 Chapter 4 - Keahlian Memijat
5 Chapter 5 - Keangkuhan Tari
6 Chapter 6 - Pengkhianatan Tari
7 Chapter 7 - Memergoki
8 Chapter 8 - Amarah Abas
9 Chapter 9 - Tangisan Lelaki
10 Chapter 10 - Teman Lama Yang Asing
11 Chapter 11 - Nafkah 5000
12 Chapter 12 - Pelanggan Istimewa
13 Chapter 13 - Pelanggan Setia
14 Chapter 14 - Pijatan Nikmat Abas
15 Chapter 15 - Pelanggan Tetap Nek Asih
16 Chapter 16 - Memijat Janda
17 Chapter 17 - Tawaran Shinta
18 Chapter 18 - Mimpi Nenek Lagi
19 Chapter 19 - Nama Untuk Usaha Abas
20 Chapter 20 - Dujakur
21 Chapter 21 - Menghadapi Banyak Pelanggan
22 Chapter 22 - Menolong Mila
23 Chapter 23 - "Nggak Tahan Lagi, Bas..."
24 Chapter 24 - Pengakuan Mila
25 Chapter 25 - Ternyata Belah Duren
26 Chapter 26 - Hampir Saja
27 Chapter 27 - Toko Baru
28 Chapter 28 - Panggilan Memijat Pertama
29 Chapter 29 - Ingin Cepat Pulang
30 Chapter 30 - Undangan Tari
31 Chapter 31 - Undangan Yang Sama
32 Chapter 32 - Bersiap Pergi
33 Chapter 33 - Acara Pernikahan
34 Chapter 34 - Jenjang Lebih Serius
35 Chapter 35 - Tidak Bisa Dipaksakan
36 Chapter 36 - Permintaan Mila
37 Chapter 37 - Dikhianati Lagi
38 Chapter 38 - Kehilangan Lagi
39 Chapter 39 - Jadi Tukang Pijat Saja
40 Chapter 40 - Tawaran Shinta
41 Chapter 41 - Resiko
42 Chapter 42 - Kabar Mengejutkan
43 Chapter 43 - Rencana Abas
44 Chapter 44 - Di Rumah Sakit
45 Chapter 45 - Kepergian Pak Irwan
46 Chapter 46 - Hari Pemakaman
47 Chapter 47 - Pewaris Tak Terduga
48 Chapter 48 - Memberitahu Denis
49 Chapter 49 - Gadis Bernama Aqila
50 Chapter 50 - Sekretaris Viona
51 Chapter 51 - Godaan Lagi
52 Chapter 52 - Sekedar Pelampiasan
53 Chapter 53 - Jatuh Sakit
54 Chapter 54 - Merubah Penampilan
55 Chapter 55 - Kejahatan Keluarga Irwan
56 Chapter 56 - Warisan Zonk?
57 Chapter 57 - Sesi Curhat Abas & Wildan
58 Chapter 58 - Belajar Jadi Pengusaha Sukses [1]
59 Chapter 59 - Belajar Jadi Pengusaha Sukses [2]
60 Chapter 60 - Bantuan Terpaksa
61 Chapter 61 - Ide Tiba-Tiba
62 Chapter 62 - Memulai
63 Chapter 63 - Tamu Spesial
64 Chapter 64 - Wanita Di Sekeliling Abas
65 Chapter 65 - Bersama Shinta
66 Chapter 66 - Denis Hilang
67 Chapter 67 - Bersama Tari [1]
68 Chapter 68 - Bersama Tari [2]
69 Chapter 69 - Telepon Tengah Malam
70 Chapter 70 - Keinginan Denis
71 Chapter 71 - Isi Brankas Pak Irwan
72 Chapter 72 - Saat Sudah Tiada, Baru Terasa
73 Chapter 73 - Tetap Menolak
74 Chapter 74 - Minyak Perangsang
75 Chapter 75 - Bersama Viona
76 Chapter 76 - Wanita Abas & Wanita Denis
77 Chapter 77 - Dilema
78 Chapter 78 - Hal Penting
79 Chapter 79 - Bisikan Menggoda Dua Wanita
80 Chapter 80 - Informasi Dari Tari
81 Chapter 81 - Selamat Tinggal?
82 Chapter 82 - Kehilangan
83 Chapter 83 - Masalah Pribadi Abas
84 Chapter 84 - Mengungkap Insiden Kecelakaan
85 Chapter 85 - Kesetiaan Aqila
86 Chapter 86 - Perpisahan Dengan Tari
87 Chapter 87 - Menikahi Aqila
88 Chapter 88 - Malam Pertama Yang Luar Biasa [Ending]
89 Pengumuman
Episodes

Updated 89 Episodes

1
Chapter 1 - Hamil Duluan
2
Chapter 2 - Warisan Nenek
3
Chapter 3 - Keahlian Tangan Abas
4
Chapter 4 - Keahlian Memijat
5
Chapter 5 - Keangkuhan Tari
6
Chapter 6 - Pengkhianatan Tari
7
Chapter 7 - Memergoki
8
Chapter 8 - Amarah Abas
9
Chapter 9 - Tangisan Lelaki
10
Chapter 10 - Teman Lama Yang Asing
11
Chapter 11 - Nafkah 5000
12
Chapter 12 - Pelanggan Istimewa
13
Chapter 13 - Pelanggan Setia
14
Chapter 14 - Pijatan Nikmat Abas
15
Chapter 15 - Pelanggan Tetap Nek Asih
16
Chapter 16 - Memijat Janda
17
Chapter 17 - Tawaran Shinta
18
Chapter 18 - Mimpi Nenek Lagi
19
Chapter 19 - Nama Untuk Usaha Abas
20
Chapter 20 - Dujakur
21
Chapter 21 - Menghadapi Banyak Pelanggan
22
Chapter 22 - Menolong Mila
23
Chapter 23 - "Nggak Tahan Lagi, Bas..."
24
Chapter 24 - Pengakuan Mila
25
Chapter 25 - Ternyata Belah Duren
26
Chapter 26 - Hampir Saja
27
Chapter 27 - Toko Baru
28
Chapter 28 - Panggilan Memijat Pertama
29
Chapter 29 - Ingin Cepat Pulang
30
Chapter 30 - Undangan Tari
31
Chapter 31 - Undangan Yang Sama
32
Chapter 32 - Bersiap Pergi
33
Chapter 33 - Acara Pernikahan
34
Chapter 34 - Jenjang Lebih Serius
35
Chapter 35 - Tidak Bisa Dipaksakan
36
Chapter 36 - Permintaan Mila
37
Chapter 37 - Dikhianati Lagi
38
Chapter 38 - Kehilangan Lagi
39
Chapter 39 - Jadi Tukang Pijat Saja
40
Chapter 40 - Tawaran Shinta
41
Chapter 41 - Resiko
42
Chapter 42 - Kabar Mengejutkan
43
Chapter 43 - Rencana Abas
44
Chapter 44 - Di Rumah Sakit
45
Chapter 45 - Kepergian Pak Irwan
46
Chapter 46 - Hari Pemakaman
47
Chapter 47 - Pewaris Tak Terduga
48
Chapter 48 - Memberitahu Denis
49
Chapter 49 - Gadis Bernama Aqila
50
Chapter 50 - Sekretaris Viona
51
Chapter 51 - Godaan Lagi
52
Chapter 52 - Sekedar Pelampiasan
53
Chapter 53 - Jatuh Sakit
54
Chapter 54 - Merubah Penampilan
55
Chapter 55 - Kejahatan Keluarga Irwan
56
Chapter 56 - Warisan Zonk?
57
Chapter 57 - Sesi Curhat Abas & Wildan
58
Chapter 58 - Belajar Jadi Pengusaha Sukses [1]
59
Chapter 59 - Belajar Jadi Pengusaha Sukses [2]
60
Chapter 60 - Bantuan Terpaksa
61
Chapter 61 - Ide Tiba-Tiba
62
Chapter 62 - Memulai
63
Chapter 63 - Tamu Spesial
64
Chapter 64 - Wanita Di Sekeliling Abas
65
Chapter 65 - Bersama Shinta
66
Chapter 66 - Denis Hilang
67
Chapter 67 - Bersama Tari [1]
68
Chapter 68 - Bersama Tari [2]
69
Chapter 69 - Telepon Tengah Malam
70
Chapter 70 - Keinginan Denis
71
Chapter 71 - Isi Brankas Pak Irwan
72
Chapter 72 - Saat Sudah Tiada, Baru Terasa
73
Chapter 73 - Tetap Menolak
74
Chapter 74 - Minyak Perangsang
75
Chapter 75 - Bersama Viona
76
Chapter 76 - Wanita Abas & Wanita Denis
77
Chapter 77 - Dilema
78
Chapter 78 - Hal Penting
79
Chapter 79 - Bisikan Menggoda Dua Wanita
80
Chapter 80 - Informasi Dari Tari
81
Chapter 81 - Selamat Tinggal?
82
Chapter 82 - Kehilangan
83
Chapter 83 - Masalah Pribadi Abas
84
Chapter 84 - Mengungkap Insiden Kecelakaan
85
Chapter 85 - Kesetiaan Aqila
86
Chapter 86 - Perpisahan Dengan Tari
87
Chapter 87 - Menikahi Aqila
88
Chapter 88 - Malam Pertama Yang Luar Biasa [Ending]
89
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!