Chapter 16 - Memijat Janda

Shinta memperhatikan Abas dengan seksama. Dia baru sadar dengan betapa tampannya lelaki yang sekarang di depannya.

Membayangkan Abas akan memijat tubuhnya saja, Shinta sudah panas dingin. Apalagi jika itu benar-benar terjadi. Terlebih dirinya sudah menjanda selama beberapa tahun. Shinta tentu merindukan belaian dari seorang pria.

"Ekhem!" Shinta berdehem. Lalu berucap, "Sepertinya tak masalah. Aku ingin mencoba pijatanmu. Toh kau adalah keturunan Nek Asih. Aku yakin pijatannya tidak akan berbeda."

"Tapi, Mbak... Saya ini laki-laki loh," tanggap Abas. Dia cukup terkejut mendengar permintaan Shinta barusan.

"Nggak masalah, Dek. Lagian takutnya nanti tubuhku sakit-sakitan. Mulai besok aku sudah harus kerja. Bingung juga mau cari tukang pijat lain kemana," jelas Shinta.

"Udah, Mas! Mau saja. Aku nggak mau nemenin mamaku keman-mana cuman buat cari tukang pijat doang." Lelaki remaja yang menemani Shinta angkat suara. Sepertinya dia terpaksa selalu dibawa Shinta kemana-mana. Terutama saat memijat badan.

"Rizal... Yang sopan dong," tegur Shinta.

"Lagian ini sudah larut malam. Kalau masnya nggak mau, mending kita pulang sekarang. Aku udah bosan nunggu loh," sahut Rizal.

Shinta mendengus kasar. Dia perlahan menatap Abas. Tatapannya seolah berharap lelaki itu mau menerima keinginannya untuk dipijat.

Abas yang sejak tadi diam, akhirnya bicara. Dia memilih akan menerima permintaan Shinta untuk memberikan pijatan.

"Saya akan siapkan kasurnya dulu," ujar Abas sembari masuk ke kamar. Dia lalu muncul kembali dengan membawa kasur ke luar.

Abas meletakkan kasur di ruang tengah. Di tempat yang tak jauh dari ruang tamu.

"Aku numpang ganti baju ke kamar ya, Bas..." ucap Shinta.

"Iya, silahkan, Mbak!" sahut Abas.

Shinta segera keluar dari kamar. Ia terlihat hanya mengenakan kain jarik. Kulit putihnya yang mulus dan kinclong itu terpampang nyata.

Abas tersenyum tipis. Dia sama sekali tidak berpikiran kotor layaknya Shinta. Mungkin karena Abas sudah meniatkan dirinya untuk bekerja. Lagi pula ini bukan pertama kalinya Abas melihat bagian belakang wanita. Terutama punggung dan kaki.

Saat neneknya masih hidup pun, Abas sering melihat tubuh bagian belakang wanita yang dipijat oleh neneknya. Jadi bisa dibilang Abas sudah terbiasa dengan penampakan itu. Namun semuanya mungkin berbeda jika Abas melihat bagian depan tubuh wanita. Mengingat Abas merupakan lelaki normal.

"Kalau boleh tahu, bagian tubuh mana yang sering dirasakan sakit sama Mbak?" tukas Abas.

"Bagian pinggang, punggung, lengan dan kaki," jawab Shinta.

"Baik. Saya mau buat minyaknya dulu ya, Mbak." Abas pergi ke dapur sebentar.

Sementara Shinta tengkurap ke atas kasur. Dia sudah siap untuk dipijat.

Tak lama, Abas pun kembali. Dia memijat bagian punggung terlebih dahulu.

"Sebelumnya aku nggak pernah lihat kamu di sini. Nek Asih selalu sendiri," celetuk Shinta.

"Saya memang baru saja tinggal di sini. Sebelumnya saya tinggal di rumah mertua bareng istri dan anak," sahut Abas.

"Loh, lalu kenapa bisa pindah?" Shinta jadi penasaran.

"Saya ada masalah sama istri. Jadi kami memutuskan pisah. Ya di sinilah saya berakhir, Mbak. Sekalian juga ngurus rumah peninggalan Nek Asih," terang Abas panjang lebar.

Shinta tersenyum mendengar Abas ternyata single sepertinya. Entah kenapa dia jadi bersemangat untuk dipijat.

Benar saja, seiring berjalannya waktu, Shinta menikmati pijatan Abas. Lelaki itu memberikan pijatan dengan kekuatan sedang. Mengingat pijatan yang di inginkan Shinta untuk sekedar meringankan pegal dan lelah.

Namun yang dirasakan Shinta lama-kelamaan menjadi perasaan yang berlebihan. Dia malah birahi saat merasakan pijatan Abas. Tubuhnya bahkan sesekali berjengit saat merasakan sentuhan tangan Abas.

"Kenapa, Mbak? Pijatan saya bikin sakit ya?" tanya Abas bingung. Karena dia merasa tidak memberikan pijatan yang kuat. Dia heran kenapa tubuh Shinta terus berjengit.

...____...

*Guys, kemarin ada yang tanya kenapa alurnya lambat. Novel ini mengambil tema kreatif menjadi pengusaha ya, jadi akan menceritakan perjuangan Abas memulai usaha dari 0 sampai sukses. Tapi selain itu, novel ini juga mengambil tema harem ya... Makasih...

Terpopuler

Comments

Mimik Pribadi

Mimik Pribadi

Ada apa nich dngn pijatan Abas,ko bikin yng dipijat terutawa ciwi2 bisa timbul gairah gitu,dimulai dari mantan istri Abas,Mila,dan skrng Shinta,,,,
ini murni karna sentuhan laki2 dan perempuan,atau ada trik pijatan khusus Nek Asih,sehingga membuat seseorng menjadi lbih 'bugar dan bersemangat??? 🤭

2025-01-15

0

Fitri Sri Dewi

Fitri Sri Dewi

pijatan abas memberi efek tersendiri thd wanita. mungkin karena abas tampan rupawan atau mmng mengandung magnet perangsang yg tdk disadari abas /Facepalm/

2025-01-24

0

Cahaya Sidrap

Cahaya Sidrap

👍👍👍

2025-02-15

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1 - Hamil Duluan
2 Chapter 2 - Warisan Nenek
3 Chapter 3 - Keahlian Tangan Abas
4 Chapter 4 - Keahlian Memijat
5 Chapter 5 - Keangkuhan Tari
6 Chapter 6 - Pengkhianatan Tari
7 Chapter 7 - Memergoki
8 Chapter 8 - Amarah Abas
9 Chapter 9 - Tangisan Lelaki
10 Chapter 10 - Teman Lama Yang Asing
11 Chapter 11 - Nafkah 5000
12 Chapter 12 - Pelanggan Istimewa
13 Chapter 13 - Pelanggan Setia
14 Chapter 14 - Pijatan Nikmat Abas
15 Chapter 15 - Pelanggan Tetap Nek Asih
16 Chapter 16 - Memijat Janda
17 Chapter 17 - Tawaran Shinta
18 Chapter 18 - Mimpi Nenek Lagi
19 Chapter 19 - Nama Untuk Usaha Abas
20 Chapter 20 - Dujakur
21 Chapter 21 - Menghadapi Banyak Pelanggan
22 Chapter 22 - Menolong Mila
23 Chapter 23 - "Nggak Tahan Lagi, Bas..."
24 Chapter 24 - Pengakuan Mila
25 Chapter 25 - Ternyata Belah Duren
26 Chapter 26 - Hampir Saja
27 Chapter 27 - Toko Baru
28 Chapter 28 - Panggilan Memijat Pertama
29 Chapter 29 - Ingin Cepat Pulang
30 Chapter 30 - Undangan Tari
31 Chapter 31 - Undangan Yang Sama
32 Chapter 32 - Bersiap Pergi
33 Chapter 33 - Acara Pernikahan
34 Chapter 34 - Jenjang Lebih Serius
35 Chapter 35 - Tidak Bisa Dipaksakan
36 Chapter 36 - Permintaan Mila
37 Chapter 37 - Dikhianati Lagi
38 Chapter 38 - Kehilangan Lagi
39 Chapter 39 - Jadi Tukang Pijat Saja
40 Chapter 40 - Tawaran Shinta
41 Chapter 41 - Resiko
42 Chapter 42 - Kabar Mengejutkan
43 Chapter 43 - Rencana Abas
44 Chapter 44 - Di Rumah Sakit
45 Chapter 45 - Kepergian Pak Irwan
46 Chapter 46 - Hari Pemakaman
47 Chapter 47 - Pewaris Tak Terduga
48 Chapter 48 - Memberitahu Denis
49 Chapter 49 - Gadis Bernama Aqila
50 Chapter 50 - Sekretaris Viona
51 Chapter 51 - Godaan Lagi
52 Chapter 52 - Sekedar Pelampiasan
53 Chapter 53 - Jatuh Sakit
54 Chapter 54 - Merubah Penampilan
55 Chapter 55 - Kejahatan Keluarga Irwan
56 Chapter 56 - Warisan Zonk?
57 Chapter 57 - Sesi Curhat Abas & Wildan
58 Chapter 58 - Belajar Jadi Pengusaha Sukses [1]
59 Chapter 59 - Belajar Jadi Pengusaha Sukses [2]
60 Chapter 60 - Bantuan Terpaksa
61 Chapter 61 - Ide Tiba-Tiba
62 Chapter 62 - Memulai
63 Chapter 63 - Tamu Spesial
64 Chapter 64 - Wanita Di Sekeliling Abas
65 Chapter 65 - Bersama Shinta
66 Chapter 66 - Denis Hilang
67 Chapter 67 - Bersama Tari [1]
68 Chapter 68 - Bersama Tari [2]
69 Chapter 69 - Telepon Tengah Malam
70 Chapter 70 - Keinginan Denis
71 Chapter 71 - Isi Brankas Pak Irwan
72 Chapter 72 - Saat Sudah Tiada, Baru Terasa
73 Chapter 73 - Tetap Menolak
74 Chapter 74 - Minyak Perangsang
75 Chapter 75 - Bersama Viona
76 Chapter 76 - Wanita Abas & Wanita Denis
77 Chapter 77 - Dilema
78 Chapter 78 - Hal Penting
79 Chapter 79 - Bisikan Menggoda Dua Wanita
80 Chapter 80 - Informasi Dari Tari
81 Chapter 81 - Selamat Tinggal?
82 Chapter 82 - Kehilangan
83 Chapter 83 - Masalah Pribadi Abas
84 Chapter 84 - Mengungkap Insiden Kecelakaan
85 Chapter 85 - Kesetiaan Aqila
86 Chapter 86 - Perpisahan Dengan Tari
87 Chapter 87 - Menikahi Aqila
88 Chapter 88 - Malam Pertama Yang Luar Biasa [Ending]
89 Pengumuman
Episodes

Updated 89 Episodes

1
Chapter 1 - Hamil Duluan
2
Chapter 2 - Warisan Nenek
3
Chapter 3 - Keahlian Tangan Abas
4
Chapter 4 - Keahlian Memijat
5
Chapter 5 - Keangkuhan Tari
6
Chapter 6 - Pengkhianatan Tari
7
Chapter 7 - Memergoki
8
Chapter 8 - Amarah Abas
9
Chapter 9 - Tangisan Lelaki
10
Chapter 10 - Teman Lama Yang Asing
11
Chapter 11 - Nafkah 5000
12
Chapter 12 - Pelanggan Istimewa
13
Chapter 13 - Pelanggan Setia
14
Chapter 14 - Pijatan Nikmat Abas
15
Chapter 15 - Pelanggan Tetap Nek Asih
16
Chapter 16 - Memijat Janda
17
Chapter 17 - Tawaran Shinta
18
Chapter 18 - Mimpi Nenek Lagi
19
Chapter 19 - Nama Untuk Usaha Abas
20
Chapter 20 - Dujakur
21
Chapter 21 - Menghadapi Banyak Pelanggan
22
Chapter 22 - Menolong Mila
23
Chapter 23 - "Nggak Tahan Lagi, Bas..."
24
Chapter 24 - Pengakuan Mila
25
Chapter 25 - Ternyata Belah Duren
26
Chapter 26 - Hampir Saja
27
Chapter 27 - Toko Baru
28
Chapter 28 - Panggilan Memijat Pertama
29
Chapter 29 - Ingin Cepat Pulang
30
Chapter 30 - Undangan Tari
31
Chapter 31 - Undangan Yang Sama
32
Chapter 32 - Bersiap Pergi
33
Chapter 33 - Acara Pernikahan
34
Chapter 34 - Jenjang Lebih Serius
35
Chapter 35 - Tidak Bisa Dipaksakan
36
Chapter 36 - Permintaan Mila
37
Chapter 37 - Dikhianati Lagi
38
Chapter 38 - Kehilangan Lagi
39
Chapter 39 - Jadi Tukang Pijat Saja
40
Chapter 40 - Tawaran Shinta
41
Chapter 41 - Resiko
42
Chapter 42 - Kabar Mengejutkan
43
Chapter 43 - Rencana Abas
44
Chapter 44 - Di Rumah Sakit
45
Chapter 45 - Kepergian Pak Irwan
46
Chapter 46 - Hari Pemakaman
47
Chapter 47 - Pewaris Tak Terduga
48
Chapter 48 - Memberitahu Denis
49
Chapter 49 - Gadis Bernama Aqila
50
Chapter 50 - Sekretaris Viona
51
Chapter 51 - Godaan Lagi
52
Chapter 52 - Sekedar Pelampiasan
53
Chapter 53 - Jatuh Sakit
54
Chapter 54 - Merubah Penampilan
55
Chapter 55 - Kejahatan Keluarga Irwan
56
Chapter 56 - Warisan Zonk?
57
Chapter 57 - Sesi Curhat Abas & Wildan
58
Chapter 58 - Belajar Jadi Pengusaha Sukses [1]
59
Chapter 59 - Belajar Jadi Pengusaha Sukses [2]
60
Chapter 60 - Bantuan Terpaksa
61
Chapter 61 - Ide Tiba-Tiba
62
Chapter 62 - Memulai
63
Chapter 63 - Tamu Spesial
64
Chapter 64 - Wanita Di Sekeliling Abas
65
Chapter 65 - Bersama Shinta
66
Chapter 66 - Denis Hilang
67
Chapter 67 - Bersama Tari [1]
68
Chapter 68 - Bersama Tari [2]
69
Chapter 69 - Telepon Tengah Malam
70
Chapter 70 - Keinginan Denis
71
Chapter 71 - Isi Brankas Pak Irwan
72
Chapter 72 - Saat Sudah Tiada, Baru Terasa
73
Chapter 73 - Tetap Menolak
74
Chapter 74 - Minyak Perangsang
75
Chapter 75 - Bersama Viona
76
Chapter 76 - Wanita Abas & Wanita Denis
77
Chapter 77 - Dilema
78
Chapter 78 - Hal Penting
79
Chapter 79 - Bisikan Menggoda Dua Wanita
80
Chapter 80 - Informasi Dari Tari
81
Chapter 81 - Selamat Tinggal?
82
Chapter 82 - Kehilangan
83
Chapter 83 - Masalah Pribadi Abas
84
Chapter 84 - Mengungkap Insiden Kecelakaan
85
Chapter 85 - Kesetiaan Aqila
86
Chapter 86 - Perpisahan Dengan Tari
87
Chapter 87 - Menikahi Aqila
88
Chapter 88 - Malam Pertama Yang Luar Biasa [Ending]
89
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!