Chapter 14 - Pijatan Nikmat Abas

Abas segera mengangkat motor yang tampak menjepit kaki Mila. Lalu barulah dia bantu Mila berdiri. Gadis itu tampak jatuh dalam keadaan telentang.

"Ayo! Aku akan mengantarmu pulang," ujar Abas. Dia membantu Mila naik ke jok motor. Selanjutnya, Abas segera membawa gadis itu.

"Kau tinggal dimana?" tanya Abas.

"Di komplek mawar, rumah nomor tiga puluh," jawab Mila.

"Ternyata benar. Kau tinggal dekat dengan barbershopku," komentar Abas.

"Untuk apa aku berbohong?" tanggap Mila.

Sesampainya di rumah, Abas langsung membantu Mila berjalan. Namun gadis itu merintih kesakitan.

"Aakh! Kakiku!" seru Mila. Sepertinya dia kesulitan berjalan karena kakinya sakit.

Tahu Mila kakinya kesakitan, tanpa pikir panjang, Abas gendong gadis tersebut dengan gaya bridal.

Mata Mila terbelalak saat tubuhnya tiba-tiba terangkat. Sungguh, jantungnya berdetak tidak karuan sekarang.

"Buka pintunya," kata Abas.

Mila buru-buru mengambil kunci pintu dari saku celana. Kemudian segera membuka pintu rumahnya.

Ketika pintu terbuka, Abas langsung meletakkan Mila ke atas sofa. Dia lantas memeriksa kaki gadis tersebut.

"Sepertinya hanya terkilir. Nanti besok pasti akan sembuh," kata Mila.

"Ada lebam di sini. Selain itu, jangan remehkan kaki yang terkilir. Karena kalau dibiarkan, bisa bahaya!" sahut Abas.

"Lalu aku harus bagaimana?" tanya Mila.

"Aku akan memijatmu. Tapi sebelum itu, aku ingin pulang sebentar. Aku ingin membuatkan ramuan herbal sebagai olesannya," jawab Abas.

"Kau ternyata serius bisa memijat?" Mila memastikan. Meskipun begitu, sekarang dia tak tertawa lagi.

"Tentu saja! Selama dua hari ini aku mimpi bertemu mendiang nenekku. Beliau mengatakan kalau dia mewariskan keahlian memijatnya padaku," tutur Abas.

"O-oke kalau begitu..." Entah kenapa Mila mendadak jadi gugup. Dia membayangkan Abas akan memijat seluruh tubuhnya. Bayangan itu membuat Mila jadi tidak karuan.

"Ya sudah. Aku pergi sebentar. Sebelum itu, apa kau mau aku ambilkan sesuatu?" tukas Abas. Namun Mila tak langsung menanggapi karena tenggelam dalam lamunan.

"Mila?" panggil Abas.

"Eh! A-anu. Aku ini perempuan. Apa tidak apa-apa dipijat olehmu?" timpal Mila.

"Memangnya kenapa? Lagian aku hanya akan memijat bagian tubuhmu yang sakit saja. Itu pun hanya kaki," jelas Abas.

"Oh begitu. Maaf! Aku kira semuanya," sahut Mila yang jadi malu sendiri.

Abas menggeleng maklum. Dia kembali bertanya apakah Mila ingin di ambilkan sesuatu. Gadis itu lantas minta diambilkan segelas air. Setelahnya, barulah Abas beranjak pergi.

Mila menangkup wajahnya sendiri. Dia yakin hubungannya dan Abas akan berjalan lancar kali ini.

Selang beberapa menit, Abas kembali. Dia membawa kantong plastik berisi tumbuhan yang dirinya ambil dari halaman belakang rumah. Abas segera membuat ramuan herbal dengan bahan-bahan yang dibawanya. Di akhir, lelaki itu memasukkan minyak zaitun ke dalam ramuannya.

Selepas membuat ramuan herbal, Abas segera memijat kaki Mila. Dia melakukannya secara perlahan.

Sesekali wajah Mila akan meringis karena menahan sakit. Hingga lama-kelamaan, rasa sakitnya perlahan hilang. Kini dia bisa merasakan enaknya pijatan Abas.

"Sepertinya nenekmu benar-benar mewariskan keahlian memijatnya padamu. Aku bisa rasakan enaknya pijatanmu," ungkap Mila.

"Benarkah?" tanya Abas memastikan.

"Iya. Aa!" Mila tiba-tiba memekik kesakitan.

"Kenapa? Apa kakimu masih sakit?" Abas sontak cemas.

"Punggungku tiba-tiba terasa nyeri sekali," keluh Mila.

"Punggungmu?" Abas sempat terdiam beberapa saat. Karena bagian tubuh Mila yang sakit kali ini cukup pribadi.

"Kenapa kau diam saja?" tanya Mila.

"Sebelum aku memeriksanya, aku harus minta izinmu terlebih dahulu," tutur Abas.

"Periksalah! Nggak apa-apa." Mila segera membalikkan badannya. Sejak Abas menyentuh kakinya tadi, dia terus dilanda perasaan gugup. Perutnya bahkan sesekali merasakan kupu-kupu beterbangan.

Abas segera menyingkap baju bagian belakang Mila. Di sana dia bisa melihat memar.

"Punggungmu sepertinya terhantam sesuatu saat jatuh tadi," duga Abas. "Apa tidak apa-apa kalau aku memijatnya?" tanyanya.

"I-iya. Tentu saja," gagap Mila. Matanya terpejam saat bisa merasakan tangan Abas menyentuh kulit punggungnya.

Awalnya memang terasa sakit. Tetapi seiring berjalannya waktu, rasa sakitnya hilang. Hingga sekarang Mila bisa merasakan pijatan Abas sepenuhnya.

'Sial! Kenapa aku merinding?' batin Mila sembari menggigit bibir bawahnya. Dia terbawa suasana dan sedikit merasa bergairah.

Terpopuler

Comments

Mas Iwan2024

Mas Iwan2024

asyik asik menemukan orang pintar pijat yang bikin nikmat surga dunia ini oke.!?.

2024-11-11

1

Cahaya Sidrap

Cahaya Sidrap

😁😁😁😁

2025-02-15

0

eva gunarti

eva gunarti

lanjut

2024-11-18

1

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1 - Hamil Duluan
2 Chapter 2 - Warisan Nenek
3 Chapter 3 - Keahlian Tangan Abas
4 Chapter 4 - Keahlian Memijat
5 Chapter 5 - Keangkuhan Tari
6 Chapter 6 - Pengkhianatan Tari
7 Chapter 7 - Memergoki
8 Chapter 8 - Amarah Abas
9 Chapter 9 - Tangisan Lelaki
10 Chapter 10 - Teman Lama Yang Asing
11 Chapter 11 - Nafkah 5000
12 Chapter 12 - Pelanggan Istimewa
13 Chapter 13 - Pelanggan Setia
14 Chapter 14 - Pijatan Nikmat Abas
15 Chapter 15 - Pelanggan Tetap Nek Asih
16 Chapter 16 - Memijat Janda
17 Chapter 17 - Tawaran Shinta
18 Chapter 18 - Mimpi Nenek Lagi
19 Chapter 19 - Nama Untuk Usaha Abas
20 Chapter 20 - Dujakur
21 Chapter 21 - Menghadapi Banyak Pelanggan
22 Chapter 22 - Menolong Mila
23 Chapter 23 - "Nggak Tahan Lagi, Bas..."
24 Chapter 24 - Pengakuan Mila
25 Chapter 25 - Ternyata Belah Duren
26 Chapter 26 - Hampir Saja
27 Chapter 27 - Toko Baru
28 Chapter 28 - Panggilan Memijat Pertama
29 Chapter 29 - Ingin Cepat Pulang
30 Chapter 30 - Undangan Tari
31 Chapter 31 - Undangan Yang Sama
32 Chapter 32 - Bersiap Pergi
33 Chapter 33 - Acara Pernikahan
34 Chapter 34 - Jenjang Lebih Serius
35 Chapter 35 - Tidak Bisa Dipaksakan
36 Chapter 36 - Permintaan Mila
37 Chapter 37 - Dikhianati Lagi
38 Chapter 38 - Kehilangan Lagi
39 Chapter 39 - Jadi Tukang Pijat Saja
40 Chapter 40 - Tawaran Shinta
41 Chapter 41 - Resiko
42 Chapter 42 - Kabar Mengejutkan
43 Chapter 43 - Rencana Abas
44 Chapter 44 - Di Rumah Sakit
45 Chapter 45 - Kepergian Pak Irwan
46 Chapter 46 - Hari Pemakaman
47 Chapter 47 - Pewaris Tak Terduga
48 Chapter 48 - Memberitahu Denis
49 Chapter 49 - Gadis Bernama Aqila
50 Chapter 50 - Sekretaris Viona
51 Chapter 51 - Godaan Lagi
52 Chapter 52 - Sekedar Pelampiasan
53 Chapter 53 - Jatuh Sakit
54 Chapter 54 - Merubah Penampilan
55 Chapter 55 - Kejahatan Keluarga Irwan
56 Chapter 56 - Warisan Zonk?
57 Chapter 57 - Sesi Curhat Abas & Wildan
58 Chapter 58 - Belajar Jadi Pengusaha Sukses [1]
59 Chapter 59 - Belajar Jadi Pengusaha Sukses [2]
60 Chapter 60 - Bantuan Terpaksa
61 Chapter 61 - Ide Tiba-Tiba
62 Chapter 62 - Memulai
63 Chapter 63 - Tamu Spesial
64 Chapter 64 - Wanita Di Sekeliling Abas
65 Chapter 65 - Bersama Shinta
66 Chapter 66 - Denis Hilang
67 Chapter 67 - Bersama Tari [1]
68 Chapter 68 - Bersama Tari [2]
69 Chapter 69 - Telepon Tengah Malam
70 Chapter 70 - Keinginan Denis
71 Chapter 71 - Isi Brankas Pak Irwan
72 Chapter 72 - Saat Sudah Tiada, Baru Terasa
73 Chapter 73 - Tetap Menolak
74 Chapter 74 - Minyak Perangsang
75 Chapter 75 - Bersama Viona
76 Chapter 76 - Wanita Abas & Wanita Denis
77 Chapter 77 - Dilema
78 Chapter 78 - Hal Penting
79 Chapter 79 - Bisikan Menggoda Dua Wanita
80 Chapter 80 - Informasi Dari Tari
81 Chapter 81 - Selamat Tinggal?
82 Chapter 82 - Kehilangan
83 Chapter 83 - Masalah Pribadi Abas
84 Chapter 84 - Mengungkap Insiden Kecelakaan
85 Chapter 85 - Kesetiaan Aqila
86 Chapter 86 - Perpisahan Dengan Tari
87 Chapter 87 - Menikahi Aqila
88 Chapter 88 - Malam Pertama Yang Luar Biasa [Ending]
89 Pengumuman
Episodes

Updated 89 Episodes

1
Chapter 1 - Hamil Duluan
2
Chapter 2 - Warisan Nenek
3
Chapter 3 - Keahlian Tangan Abas
4
Chapter 4 - Keahlian Memijat
5
Chapter 5 - Keangkuhan Tari
6
Chapter 6 - Pengkhianatan Tari
7
Chapter 7 - Memergoki
8
Chapter 8 - Amarah Abas
9
Chapter 9 - Tangisan Lelaki
10
Chapter 10 - Teman Lama Yang Asing
11
Chapter 11 - Nafkah 5000
12
Chapter 12 - Pelanggan Istimewa
13
Chapter 13 - Pelanggan Setia
14
Chapter 14 - Pijatan Nikmat Abas
15
Chapter 15 - Pelanggan Tetap Nek Asih
16
Chapter 16 - Memijat Janda
17
Chapter 17 - Tawaran Shinta
18
Chapter 18 - Mimpi Nenek Lagi
19
Chapter 19 - Nama Untuk Usaha Abas
20
Chapter 20 - Dujakur
21
Chapter 21 - Menghadapi Banyak Pelanggan
22
Chapter 22 - Menolong Mila
23
Chapter 23 - "Nggak Tahan Lagi, Bas..."
24
Chapter 24 - Pengakuan Mila
25
Chapter 25 - Ternyata Belah Duren
26
Chapter 26 - Hampir Saja
27
Chapter 27 - Toko Baru
28
Chapter 28 - Panggilan Memijat Pertama
29
Chapter 29 - Ingin Cepat Pulang
30
Chapter 30 - Undangan Tari
31
Chapter 31 - Undangan Yang Sama
32
Chapter 32 - Bersiap Pergi
33
Chapter 33 - Acara Pernikahan
34
Chapter 34 - Jenjang Lebih Serius
35
Chapter 35 - Tidak Bisa Dipaksakan
36
Chapter 36 - Permintaan Mila
37
Chapter 37 - Dikhianati Lagi
38
Chapter 38 - Kehilangan Lagi
39
Chapter 39 - Jadi Tukang Pijat Saja
40
Chapter 40 - Tawaran Shinta
41
Chapter 41 - Resiko
42
Chapter 42 - Kabar Mengejutkan
43
Chapter 43 - Rencana Abas
44
Chapter 44 - Di Rumah Sakit
45
Chapter 45 - Kepergian Pak Irwan
46
Chapter 46 - Hari Pemakaman
47
Chapter 47 - Pewaris Tak Terduga
48
Chapter 48 - Memberitahu Denis
49
Chapter 49 - Gadis Bernama Aqila
50
Chapter 50 - Sekretaris Viona
51
Chapter 51 - Godaan Lagi
52
Chapter 52 - Sekedar Pelampiasan
53
Chapter 53 - Jatuh Sakit
54
Chapter 54 - Merubah Penampilan
55
Chapter 55 - Kejahatan Keluarga Irwan
56
Chapter 56 - Warisan Zonk?
57
Chapter 57 - Sesi Curhat Abas & Wildan
58
Chapter 58 - Belajar Jadi Pengusaha Sukses [1]
59
Chapter 59 - Belajar Jadi Pengusaha Sukses [2]
60
Chapter 60 - Bantuan Terpaksa
61
Chapter 61 - Ide Tiba-Tiba
62
Chapter 62 - Memulai
63
Chapter 63 - Tamu Spesial
64
Chapter 64 - Wanita Di Sekeliling Abas
65
Chapter 65 - Bersama Shinta
66
Chapter 66 - Denis Hilang
67
Chapter 67 - Bersama Tari [1]
68
Chapter 68 - Bersama Tari [2]
69
Chapter 69 - Telepon Tengah Malam
70
Chapter 70 - Keinginan Denis
71
Chapter 71 - Isi Brankas Pak Irwan
72
Chapter 72 - Saat Sudah Tiada, Baru Terasa
73
Chapter 73 - Tetap Menolak
74
Chapter 74 - Minyak Perangsang
75
Chapter 75 - Bersama Viona
76
Chapter 76 - Wanita Abas & Wanita Denis
77
Chapter 77 - Dilema
78
Chapter 78 - Hal Penting
79
Chapter 79 - Bisikan Menggoda Dua Wanita
80
Chapter 80 - Informasi Dari Tari
81
Chapter 81 - Selamat Tinggal?
82
Chapter 82 - Kehilangan
83
Chapter 83 - Masalah Pribadi Abas
84
Chapter 84 - Mengungkap Insiden Kecelakaan
85
Chapter 85 - Kesetiaan Aqila
86
Chapter 86 - Perpisahan Dengan Tari
87
Chapter 87 - Menikahi Aqila
88
Chapter 88 - Malam Pertama Yang Luar Biasa [Ending]
89
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!