Chapter 12 - Pelanggan Istimewa

"Tapi, Bas. Aku bisa membantumu! Kau tidak perlu menggajiku sekarang. Gaji aku pas barbershop ini sukses! Maaf sudah tertawa. Kau harus tahu, aku selalu percaya kalau sesuatu yang mustahil itu bisa terjadi!" Mila berusaha mempertahankan dirinya. Namun langkahnya kini sudah terdorong keluar barbershop.

"Oh... Jadi menurutmu usaha barbershop untuk sukses itu mustahil?" tanggap Abas.

"Bukan begitu. Maksudku--"

"Pergilah!" potong Abas sembari menutup pintu barbershop.

Mila mendengus kasar. Dia terpaksa beranjak pergi dari barbershop. Dirinya berjalan menjauh sambil sesekali menengok kembali ke arah barbershop.

Pada kenyataannya Mila sudah menyukai Abas sejak SMA. Namun cintanya tak bisa terwujud karena Abas berpacaran dengan Tari. Harapan Mila semakin pupus tatkala mendengar Abas menikahi Tari. Kabar tentang Tari hamil duluan bahkan menyebar luas kala itu.

Mila sempat sakit hati. Dia berusaha melupakan Abas. Perasaan itu sempat hilang selama beberapa tahun. Sampai akhirnya muncul lagi saat Mila sering melihat Abas ada di barbershop.

Awalnya Mila mengabaikan keberadaan Abas. Terlebih dia sudah tahu kalau lelaki tersebut sudah beristri dan punya anak.

Namun ada yang membuat Mila merasa aneh. Bagaimana bisa Abas tampak hidup seperti orang susah, sementara istrinya kaya raya? Mila yakin pasti kehidupan rumah tangga Abas dan Tari tak berjalan baik.

Hari ini Mila nekat menemui Abas di barbershop dengan tujuan ingin mengetahui hubungan tersebut. Tujuannya itu sukses terjawab dengan datangnya Tari.

Kini Mila berjalan sambil tak berhenti tersenyum. Setelah mengetahui Abas telah bercerai, dia merasa bisa memiliki kesempatan untuk dekat dengan pria tersebut. Meski sudah di usir, Mila tak akan menyerah. Ia akan kembali lagi nanti.

...***...

Abas lagi-lagi duduk termenung di depan cermin. Memikirkan dirinya sudah bercerai, sedikit memberikan kekalutan.

Seorang lelaki paruh baya masuk ke dalam barbershop. Lelaki tersebut tampak berjalan pincang. Dia meminta Abas mencukur rambutnya.

"Aku sedang bergegas sekarang. Kulihat hanya barbershopmu yang tidak ada antrian. Jadi aku ke sini," ucap lelaki paruh baya itu. Dia meletakkan sebuah tas karton bermerek ke atas meja.

"Saya akan melakukannya dengan baik dan cepat, Pak!" sahut Abas bersemangat. Dia segera menggunakan senjatanya, yaitu alat cukur.

"Bapak sepertinya tidak asing," komentar Abas saat memperhatikan wajah lelaki paruh baya yang sekarang jadi pelanggannya.

Lelaki paruh baya itu tersenyum. "Aku Irwan Nurantyo," ungkapnya.

"Irwan Nurantyo? Bukankah kau wakil rakyat yang viral itu?" tebak Abas. Meski tampak kolot, bukan berarti dia tidak tahu segala perkembangan berita di internet.

Iwan Nurantyo sendiri dikenal sebagai wakil rakyat yang viral. Dia viral karena rela melepas jabatannya demi membela rakyat. Mengingat rekan-rekan wakil rakyatnya tidak memiliki visi misi yang sama. Sekarang Irwan semakin disukai masyarakat karena kedermawanannya.

"Saya sangat mengagumimu, Pak!" ujar Abas.

"Tidak perlu berlebihan," tanggap Irwan.

"Sungguh, Pak. Saya dan semua orang berharap kau tetap berada di kursimu," sahut Abas.

"Untuk apa mempertahankan sesuatu kalau itu membuat kita merasa sesak. Tak peduli apakah itu jabatan tinggi atau posisi yang menguntungkan," ujar Irwan.

Abas menatap Irwan penuh kekaguman. Kata-kata Irwan barusan sangat sesuai dengan yang dihadapinya sekarang.

Tak lama kemudian, Abas selesai mencukur rambut Irwan. Lelaki paruh baya itu lantas ingin segera pergi.

Atensi Abas fokus pada kaki pincang Irwan. Anehnya dia langsung teringat dengan salah satu resep herbal neneknya. Abas ingat ada ramuan tradisional untuk kaki pincang.

"Pak Irwan!" Abas mencegat kepergian Irwan.

"Iya?" Irwan menanggapi dengan menoleh. Padahal dia nyaris saja membuka pintu keluar.

Irwan sudah mengangakan mulut untuk bicara. Namun dia memilih mengurungkan niatnya karena masih merasa belum percaya diri.

"Nggak apa-apa, Pak. Maaf..." kata Abas.

Irwan tersenyum dan segera beranjak pergi dengan mobilnya. Saat itulah Abas sadar kalau tas karton bermerek Irwan ketinggalan.

Tanpa pikir panjang, Abas ambil tas karton bermerek itu. Lalu dia kejar Irwan. Akan tetapi mobil Irwan terlanjur menjauh.

"Pak!" pekik Abas sambil berlari.

Irwan yang di dalam mobil tentu tak mendengar. Apalagi di mobilnya sedang terputar alunan musik.

Namun Abas tak putus asa. Dia menghentikan ojol yang lewat dan memaksanya untuk mengejar mobil Irwan.

"Kejar mobil itu, Mas!" perintah Abas.

"Eh, apa-apaan ini, Mas! Kalau mau pesan saya, pakai jalur online dulu lah!" protes sang ojol.

Terpopuler

Comments

Putra_Andalas

Putra_Andalas

kog bahasa KAU..pake kata ANDA lah..biar terdengar Elegan & Sopan gt lho..

2024-11-20

1

Cahaya Sidrap

Cahaya Sidrap

up lanjut

2025-02-15

0

Dirman Ha

Dirman Ha

bo cw

2024-11-10

1

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1 - Hamil Duluan
2 Chapter 2 - Warisan Nenek
3 Chapter 3 - Keahlian Tangan Abas
4 Chapter 4 - Keahlian Memijat
5 Chapter 5 - Keangkuhan Tari
6 Chapter 6 - Pengkhianatan Tari
7 Chapter 7 - Memergoki
8 Chapter 8 - Amarah Abas
9 Chapter 9 - Tangisan Lelaki
10 Chapter 10 - Teman Lama Yang Asing
11 Chapter 11 - Nafkah 5000
12 Chapter 12 - Pelanggan Istimewa
13 Chapter 13 - Pelanggan Setia
14 Chapter 14 - Pijatan Nikmat Abas
15 Chapter 15 - Pelanggan Tetap Nek Asih
16 Chapter 16 - Memijat Janda
17 Chapter 17 - Tawaran Shinta
18 Chapter 18 - Mimpi Nenek Lagi
19 Chapter 19 - Nama Untuk Usaha Abas
20 Chapter 20 - Dujakur
21 Chapter 21 - Menghadapi Banyak Pelanggan
22 Chapter 22 - Menolong Mila
23 Chapter 23 - "Nggak Tahan Lagi, Bas..."
24 Chapter 24 - Pengakuan Mila
25 Chapter 25 - Ternyata Belah Duren
26 Chapter 26 - Hampir Saja
27 Chapter 27 - Toko Baru
28 Chapter 28 - Panggilan Memijat Pertama
29 Chapter 29 - Ingin Cepat Pulang
30 Chapter 30 - Undangan Tari
31 Chapter 31 - Undangan Yang Sama
32 Chapter 32 - Bersiap Pergi
33 Chapter 33 - Acara Pernikahan
34 Chapter 34 - Jenjang Lebih Serius
35 Chapter 35 - Tidak Bisa Dipaksakan
36 Chapter 36 - Permintaan Mila
37 Chapter 37 - Dikhianati Lagi
38 Chapter 38 - Kehilangan Lagi
39 Chapter 39 - Jadi Tukang Pijat Saja
40 Chapter 40 - Tawaran Shinta
41 Chapter 41 - Resiko
42 Chapter 42 - Kabar Mengejutkan
43 Chapter 43 - Rencana Abas
44 Chapter 44 - Di Rumah Sakit
45 Chapter 45 - Kepergian Pak Irwan
46 Chapter 46 - Hari Pemakaman
47 Chapter 47 - Pewaris Tak Terduga
48 Chapter 48 - Memberitahu Denis
49 Chapter 49 - Gadis Bernama Aqila
50 Chapter 50 - Sekretaris Viona
51 Chapter 51 - Godaan Lagi
52 Chapter 52 - Sekedar Pelampiasan
53 Chapter 53 - Jatuh Sakit
54 Chapter 54 - Merubah Penampilan
55 Chapter 55 - Kejahatan Keluarga Irwan
56 Chapter 56 - Warisan Zonk?
57 Chapter 57 - Sesi Curhat Abas & Wildan
58 Chapter 58 - Belajar Jadi Pengusaha Sukses [1]
59 Chapter 59 - Belajar Jadi Pengusaha Sukses [2]
60 Chapter 60 - Bantuan Terpaksa
61 Chapter 61 - Ide Tiba-Tiba
62 Chapter 62 - Memulai
63 Chapter 63 - Tamu Spesial
64 Chapter 64 - Wanita Di Sekeliling Abas
65 Chapter 65 - Bersama Shinta
66 Chapter 66 - Denis Hilang
67 Chapter 67 - Bersama Tari [1]
68 Chapter 68 - Bersama Tari [2]
69 Chapter 69 - Telepon Tengah Malam
70 Chapter 70 - Keinginan Denis
71 Chapter 71 - Isi Brankas Pak Irwan
72 Chapter 72 - Saat Sudah Tiada, Baru Terasa
73 Chapter 73 - Tetap Menolak
74 Chapter 74 - Minyak Perangsang
75 Chapter 75 - Bersama Viona
76 Chapter 76 - Wanita Abas & Wanita Denis
77 Chapter 77 - Dilema
78 Chapter 78 - Hal Penting
79 Chapter 79 - Bisikan Menggoda Dua Wanita
80 Chapter 80 - Informasi Dari Tari
81 Chapter 81 - Selamat Tinggal?
82 Chapter 82 - Kehilangan
83 Chapter 83 - Masalah Pribadi Abas
84 Chapter 84 - Mengungkap Insiden Kecelakaan
85 Chapter 85 - Kesetiaan Aqila
86 Chapter 86 - Perpisahan Dengan Tari
87 Chapter 87 - Menikahi Aqila
88 Chapter 88 - Malam Pertama Yang Luar Biasa [Ending]
89 Pengumuman
Episodes

Updated 89 Episodes

1
Chapter 1 - Hamil Duluan
2
Chapter 2 - Warisan Nenek
3
Chapter 3 - Keahlian Tangan Abas
4
Chapter 4 - Keahlian Memijat
5
Chapter 5 - Keangkuhan Tari
6
Chapter 6 - Pengkhianatan Tari
7
Chapter 7 - Memergoki
8
Chapter 8 - Amarah Abas
9
Chapter 9 - Tangisan Lelaki
10
Chapter 10 - Teman Lama Yang Asing
11
Chapter 11 - Nafkah 5000
12
Chapter 12 - Pelanggan Istimewa
13
Chapter 13 - Pelanggan Setia
14
Chapter 14 - Pijatan Nikmat Abas
15
Chapter 15 - Pelanggan Tetap Nek Asih
16
Chapter 16 - Memijat Janda
17
Chapter 17 - Tawaran Shinta
18
Chapter 18 - Mimpi Nenek Lagi
19
Chapter 19 - Nama Untuk Usaha Abas
20
Chapter 20 - Dujakur
21
Chapter 21 - Menghadapi Banyak Pelanggan
22
Chapter 22 - Menolong Mila
23
Chapter 23 - "Nggak Tahan Lagi, Bas..."
24
Chapter 24 - Pengakuan Mila
25
Chapter 25 - Ternyata Belah Duren
26
Chapter 26 - Hampir Saja
27
Chapter 27 - Toko Baru
28
Chapter 28 - Panggilan Memijat Pertama
29
Chapter 29 - Ingin Cepat Pulang
30
Chapter 30 - Undangan Tari
31
Chapter 31 - Undangan Yang Sama
32
Chapter 32 - Bersiap Pergi
33
Chapter 33 - Acara Pernikahan
34
Chapter 34 - Jenjang Lebih Serius
35
Chapter 35 - Tidak Bisa Dipaksakan
36
Chapter 36 - Permintaan Mila
37
Chapter 37 - Dikhianati Lagi
38
Chapter 38 - Kehilangan Lagi
39
Chapter 39 - Jadi Tukang Pijat Saja
40
Chapter 40 - Tawaran Shinta
41
Chapter 41 - Resiko
42
Chapter 42 - Kabar Mengejutkan
43
Chapter 43 - Rencana Abas
44
Chapter 44 - Di Rumah Sakit
45
Chapter 45 - Kepergian Pak Irwan
46
Chapter 46 - Hari Pemakaman
47
Chapter 47 - Pewaris Tak Terduga
48
Chapter 48 - Memberitahu Denis
49
Chapter 49 - Gadis Bernama Aqila
50
Chapter 50 - Sekretaris Viona
51
Chapter 51 - Godaan Lagi
52
Chapter 52 - Sekedar Pelampiasan
53
Chapter 53 - Jatuh Sakit
54
Chapter 54 - Merubah Penampilan
55
Chapter 55 - Kejahatan Keluarga Irwan
56
Chapter 56 - Warisan Zonk?
57
Chapter 57 - Sesi Curhat Abas & Wildan
58
Chapter 58 - Belajar Jadi Pengusaha Sukses [1]
59
Chapter 59 - Belajar Jadi Pengusaha Sukses [2]
60
Chapter 60 - Bantuan Terpaksa
61
Chapter 61 - Ide Tiba-Tiba
62
Chapter 62 - Memulai
63
Chapter 63 - Tamu Spesial
64
Chapter 64 - Wanita Di Sekeliling Abas
65
Chapter 65 - Bersama Shinta
66
Chapter 66 - Denis Hilang
67
Chapter 67 - Bersama Tari [1]
68
Chapter 68 - Bersama Tari [2]
69
Chapter 69 - Telepon Tengah Malam
70
Chapter 70 - Keinginan Denis
71
Chapter 71 - Isi Brankas Pak Irwan
72
Chapter 72 - Saat Sudah Tiada, Baru Terasa
73
Chapter 73 - Tetap Menolak
74
Chapter 74 - Minyak Perangsang
75
Chapter 75 - Bersama Viona
76
Chapter 76 - Wanita Abas & Wanita Denis
77
Chapter 77 - Dilema
78
Chapter 78 - Hal Penting
79
Chapter 79 - Bisikan Menggoda Dua Wanita
80
Chapter 80 - Informasi Dari Tari
81
Chapter 81 - Selamat Tinggal?
82
Chapter 82 - Kehilangan
83
Chapter 83 - Masalah Pribadi Abas
84
Chapter 84 - Mengungkap Insiden Kecelakaan
85
Chapter 85 - Kesetiaan Aqila
86
Chapter 86 - Perpisahan Dengan Tari
87
Chapter 87 - Menikahi Aqila
88
Chapter 88 - Malam Pertama Yang Luar Biasa [Ending]
89
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!