Chapter 8 - Amarah Abas

Setelah Denis pergi, Abas kembali ke hadapan Tari. Dia menunjukkan raut wajah marah.

"Oh iya. Kenalkan namanya Ferry. Dia adalah seorang direktur hotel bintang lima," ujar Tari seraya menggandeng pria selingkuhannya dengan lagak tak tahu malu.

Abas menarik sudut bibirnya ke atas. "Aku tidak menyangka kau jadi begini. Entah apa yang sudah meracuni pikiranmu. Yang jelas, kau bukanlah Tari yang dulu aku kenal. Kalau kau memang mau bercerai, baiklah! Ayo kita lakukan. Tapi ingat! Jangan pernah menyesalinya. Karena setelah ini, aku yakin Denis tidak akan pernah mau menemuimu!" balasnya panjang lebar.

"Menikah denganmu adalah satu-satunya hal yang aku sesali dalam hidupku," tanggap Tari.

Abas tidak berkata-kata lagi. Dia beranjak menuju lemari.

"Ya. Bawalah barang-barangmu sebelum pergi," kata Tari. Dia dan Ferry terkekeh bersama.

Abas mengambil semua pakaian dari lemari. Lalu memasukkannya ke dalam tas.

Sementara itu Tari dan Ferry masih berada di kamar sambil sesekali memperhatikan Abas. Mereka bahkan tak malu bermesraan.

Abas tentu merasakan amarah yang semakin membara. Dia terpikir ingin melampiaskan amarahnya dengan sesuatu.

Usai mengambil pakaian, Abas mengambil gelas dari atas nakas. Kemudian masuk ke kamar mandi. Dia ambil air yang ada di dalam closet dengan menggunakan gelas yang dibawanya tadi.

Saat keluar kamar mandi, Abas langsung menghampiri Tari dan Ferry yang duduk bersebelahan di ranjang. Setelah itu, Abas siramkan air closet yang di ambilnya ke arah Tari dan Ferry.

"Sial! Apa yang kau lakukan?!" geram Tari.

"Ugh! Airnya bau!" keluh Ferry.

"Ya iyalah bau. Air tai! Karena kalian berdua derajatnya sama kayak tai!" timpal Abas. Selanjutnya dia langsung pergi dengan membawa tasnya.

"Dasar bajingan! Ini menjijikan!" ujar Tari yang merengek karena air siraman Abas.

Kini Abas masuk ke kamar Denis. Di sana dia mengambil barang-barang anak semata wayangnya itu.

Namun ketika melakukannya, lengan Abas tak sengaja menyenggol buku gambar Denis. Buku tersebut jatuh dalam keadaan terbuka.

Saat itulah Abas melihat gambar mencurigakan. Ia melihat Denis menggambar ibu mertuanya yang sedang memarahinya. Di sana juga terdapat beberapa keluhan Denis yang ditulis seperti komik.

'Nenek beberapa kali memukuliku kalau aku menolak disuruh-suruh. Itu sakit banget. Aku ingin Ayah tahu. Tapi kata nenek, aku akan dibuat semakin menderita.' Kalimat itu membuat kemurkaan Abas bertambah. Sekarang amarahnya bukan hanya untuk Tari.

Segala fakta yang ditemukan Abas hari ini, benar-benar membuatnya yakin untuk segera angkat kaki dari rumah mertuanya.

Tanpa pikir panjang, Abas pergi ke bawah untuk menemui Denis.

"Kenapa bawa tas besar, Yah? Apa kita akan pergi?" tanya Denis dengan tatapan polosnya.

"Iya. Kita akan tinggal di rumah baru berdua saja," sahut Abas.

"Apa ini semua karena Ayah dan mama bertengkar?" tanya Denis.

"Kau sudah melihatnya tadi. Aku tidak bisa membantahnya. Kau tidak keberatan kan pindah dari sini?" balas Abas.

Tanpa diduga Denis memecahkan tangis. Dia lalu memeluk Abs dengan erat.

"Ayo kita pergi dari sini, Yah. Aku sudah tidak tahan lagi. Aku punya mama, tapi rasanya tidak punya sama sekali..." isak Denis.

Abas tak menyangka Denis berucap begitu. Dia yakin pasti keinginan itu pasti ada kaitannya dengan Tania.

Bersamaan dengan itu, kedua mertuanya datang. Tania menjadi orang pertama yang keluar dari mobil. Ia tersenyum dan berkata, "Bagaimana? Sudah melihat pertunjukkannya?"

Terpopuler

Comments

Mimik Pribadi

Mimik Pribadi

Klrga menjijikan,,,,Aku gak nyangka Mama nya Denis tega sm anaknya sendiri,sehingga smpe merasa terlantar dirmh mama dan neneknya sendiri 😭

2025-01-15

0

zeus

zeus

Ludahi bininya dulu
Baru ceraikan

2025-01-22

0

Arkan Nuril

Arkan Nuril

ikut mewek /Sob//Sob/

2024-11-25

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1 - Hamil Duluan
2 Chapter 2 - Warisan Nenek
3 Chapter 3 - Keahlian Tangan Abas
4 Chapter 4 - Keahlian Memijat
5 Chapter 5 - Keangkuhan Tari
6 Chapter 6 - Pengkhianatan Tari
7 Chapter 7 - Memergoki
8 Chapter 8 - Amarah Abas
9 Chapter 9 - Tangisan Lelaki
10 Chapter 10 - Teman Lama Yang Asing
11 Chapter 11 - Nafkah 5000
12 Chapter 12 - Pelanggan Istimewa
13 Chapter 13 - Pelanggan Setia
14 Chapter 14 - Pijatan Nikmat Abas
15 Chapter 15 - Pelanggan Tetap Nek Asih
16 Chapter 16 - Memijat Janda
17 Chapter 17 - Tawaran Shinta
18 Chapter 18 - Mimpi Nenek Lagi
19 Chapter 19 - Nama Untuk Usaha Abas
20 Chapter 20 - Dujakur
21 Chapter 21 - Menghadapi Banyak Pelanggan
22 Chapter 22 - Menolong Mila
23 Chapter 23 - "Nggak Tahan Lagi, Bas..."
24 Chapter 24 - Pengakuan Mila
25 Chapter 25 - Ternyata Belah Duren
26 Chapter 26 - Hampir Saja
27 Chapter 27 - Toko Baru
28 Chapter 28 - Panggilan Memijat Pertama
29 Chapter 29 - Ingin Cepat Pulang
30 Chapter 30 - Undangan Tari
31 Chapter 31 - Undangan Yang Sama
32 Chapter 32 - Bersiap Pergi
33 Chapter 33 - Acara Pernikahan
34 Chapter 34 - Jenjang Lebih Serius
35 Chapter 35 - Tidak Bisa Dipaksakan
36 Chapter 36 - Permintaan Mila
37 Chapter 37 - Dikhianati Lagi
38 Chapter 38 - Kehilangan Lagi
39 Chapter 39 - Jadi Tukang Pijat Saja
40 Chapter 40 - Tawaran Shinta
41 Chapter 41 - Resiko
42 Chapter 42 - Kabar Mengejutkan
43 Chapter 43 - Rencana Abas
44 Chapter 44 - Di Rumah Sakit
45 Chapter 45 - Kepergian Pak Irwan
46 Chapter 46 - Hari Pemakaman
47 Chapter 47 - Pewaris Tak Terduga
48 Chapter 48 - Memberitahu Denis
49 Chapter 49 - Gadis Bernama Aqila
50 Chapter 50 - Sekretaris Viona
51 Chapter 51 - Godaan Lagi
52 Chapter 52 - Sekedar Pelampiasan
53 Chapter 53 - Jatuh Sakit
54 Chapter 54 - Merubah Penampilan
55 Chapter 55 - Kejahatan Keluarga Irwan
56 Chapter 56 - Warisan Zonk?
57 Chapter 57 - Sesi Curhat Abas & Wildan
58 Chapter 58 - Belajar Jadi Pengusaha Sukses [1]
59 Chapter 59 - Belajar Jadi Pengusaha Sukses [2]
60 Chapter 60 - Bantuan Terpaksa
61 Chapter 61 - Ide Tiba-Tiba
62 Chapter 62 - Memulai
63 Chapter 63 - Tamu Spesial
64 Chapter 64 - Wanita Di Sekeliling Abas
65 Chapter 65 - Bersama Shinta
66 Chapter 66 - Denis Hilang
67 Chapter 67 - Bersama Tari [1]
68 Chapter 68 - Bersama Tari [2]
69 Chapter 69 - Telepon Tengah Malam
70 Chapter 70 - Keinginan Denis
71 Chapter 71 - Isi Brankas Pak Irwan
72 Chapter 72 - Saat Sudah Tiada, Baru Terasa
73 Chapter 73 - Tetap Menolak
74 Chapter 74 - Minyak Perangsang
75 Chapter 75 - Bersama Viona
76 Chapter 76 - Wanita Abas & Wanita Denis
77 Chapter 77 - Dilema
78 Chapter 78 - Hal Penting
79 Chapter 79 - Bisikan Menggoda Dua Wanita
80 Chapter 80 - Informasi Dari Tari
81 Chapter 81 - Selamat Tinggal?
82 Chapter 82 - Kehilangan
83 Chapter 83 - Masalah Pribadi Abas
84 Chapter 84 - Mengungkap Insiden Kecelakaan
85 Chapter 85 - Kesetiaan Aqila
86 Chapter 86 - Perpisahan Dengan Tari
87 Chapter 87 - Menikahi Aqila
88 Chapter 88 - Malam Pertama Yang Luar Biasa [Ending]
89 Pengumuman
Episodes

Updated 89 Episodes

1
Chapter 1 - Hamil Duluan
2
Chapter 2 - Warisan Nenek
3
Chapter 3 - Keahlian Tangan Abas
4
Chapter 4 - Keahlian Memijat
5
Chapter 5 - Keangkuhan Tari
6
Chapter 6 - Pengkhianatan Tari
7
Chapter 7 - Memergoki
8
Chapter 8 - Amarah Abas
9
Chapter 9 - Tangisan Lelaki
10
Chapter 10 - Teman Lama Yang Asing
11
Chapter 11 - Nafkah 5000
12
Chapter 12 - Pelanggan Istimewa
13
Chapter 13 - Pelanggan Setia
14
Chapter 14 - Pijatan Nikmat Abas
15
Chapter 15 - Pelanggan Tetap Nek Asih
16
Chapter 16 - Memijat Janda
17
Chapter 17 - Tawaran Shinta
18
Chapter 18 - Mimpi Nenek Lagi
19
Chapter 19 - Nama Untuk Usaha Abas
20
Chapter 20 - Dujakur
21
Chapter 21 - Menghadapi Banyak Pelanggan
22
Chapter 22 - Menolong Mila
23
Chapter 23 - "Nggak Tahan Lagi, Bas..."
24
Chapter 24 - Pengakuan Mila
25
Chapter 25 - Ternyata Belah Duren
26
Chapter 26 - Hampir Saja
27
Chapter 27 - Toko Baru
28
Chapter 28 - Panggilan Memijat Pertama
29
Chapter 29 - Ingin Cepat Pulang
30
Chapter 30 - Undangan Tari
31
Chapter 31 - Undangan Yang Sama
32
Chapter 32 - Bersiap Pergi
33
Chapter 33 - Acara Pernikahan
34
Chapter 34 - Jenjang Lebih Serius
35
Chapter 35 - Tidak Bisa Dipaksakan
36
Chapter 36 - Permintaan Mila
37
Chapter 37 - Dikhianati Lagi
38
Chapter 38 - Kehilangan Lagi
39
Chapter 39 - Jadi Tukang Pijat Saja
40
Chapter 40 - Tawaran Shinta
41
Chapter 41 - Resiko
42
Chapter 42 - Kabar Mengejutkan
43
Chapter 43 - Rencana Abas
44
Chapter 44 - Di Rumah Sakit
45
Chapter 45 - Kepergian Pak Irwan
46
Chapter 46 - Hari Pemakaman
47
Chapter 47 - Pewaris Tak Terduga
48
Chapter 48 - Memberitahu Denis
49
Chapter 49 - Gadis Bernama Aqila
50
Chapter 50 - Sekretaris Viona
51
Chapter 51 - Godaan Lagi
52
Chapter 52 - Sekedar Pelampiasan
53
Chapter 53 - Jatuh Sakit
54
Chapter 54 - Merubah Penampilan
55
Chapter 55 - Kejahatan Keluarga Irwan
56
Chapter 56 - Warisan Zonk?
57
Chapter 57 - Sesi Curhat Abas & Wildan
58
Chapter 58 - Belajar Jadi Pengusaha Sukses [1]
59
Chapter 59 - Belajar Jadi Pengusaha Sukses [2]
60
Chapter 60 - Bantuan Terpaksa
61
Chapter 61 - Ide Tiba-Tiba
62
Chapter 62 - Memulai
63
Chapter 63 - Tamu Spesial
64
Chapter 64 - Wanita Di Sekeliling Abas
65
Chapter 65 - Bersama Shinta
66
Chapter 66 - Denis Hilang
67
Chapter 67 - Bersama Tari [1]
68
Chapter 68 - Bersama Tari [2]
69
Chapter 69 - Telepon Tengah Malam
70
Chapter 70 - Keinginan Denis
71
Chapter 71 - Isi Brankas Pak Irwan
72
Chapter 72 - Saat Sudah Tiada, Baru Terasa
73
Chapter 73 - Tetap Menolak
74
Chapter 74 - Minyak Perangsang
75
Chapter 75 - Bersama Viona
76
Chapter 76 - Wanita Abas & Wanita Denis
77
Chapter 77 - Dilema
78
Chapter 78 - Hal Penting
79
Chapter 79 - Bisikan Menggoda Dua Wanita
80
Chapter 80 - Informasi Dari Tari
81
Chapter 81 - Selamat Tinggal?
82
Chapter 82 - Kehilangan
83
Chapter 83 - Masalah Pribadi Abas
84
Chapter 84 - Mengungkap Insiden Kecelakaan
85
Chapter 85 - Kesetiaan Aqila
86
Chapter 86 - Perpisahan Dengan Tari
87
Chapter 87 - Menikahi Aqila
88
Chapter 88 - Malam Pertama Yang Luar Biasa [Ending]
89
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!