Chapter 7 - Memergoki

Lamunan Abas buyar saat seorang lelaki paruh baya datang untuk mencukur rambut. Abas lantas segera melakukan tugasnya untuk mencukur rambut lelaki paruh baya tersebut.

Biasanya Abas menyelesaikan cukurannya sekitar setengah jam lebih. Kini dia baru selesai mencukur rambut pelanggan pertamanya.

Hari itu Abas hanya bisa mendapat pelanggan sebanyak tiga orang saja. Namun meskipun begitu, dia selalu bersyukur dengan uang yang dirinya dapat. Walau sedikit, Abas seringkali menyetor uang tersebut pada Tari atau memberikannya pada Denis sebagai uang jajan. Tak peduli seberapa keras Tari akan meremehkannya karena hanya mendapatkan uang segitu.

Waktu menunjukkan jam dua belas siang. Saatnya Abas menutup barbershop untuk pergi menjemput Denis.

Abas menggunakan motor yupiternya seperti biasa. Sebelum pulang ke rumah, dia pergi membelikan es krim untuk Denis terlebih dahulu.

Setibanya di rumah, atensi Abas tertuju ke arah mobil Tari. Itu menandakan bahwa sang istri pulang ke rumah.

"Ayah! Itu mobil mama kan?" cetus Denis.

"Sepertinya begitu. Ayo kita lihat ke rumah," ajak Abas sembari menggandeng tangan Denis menuju ke dalam rumah. Dia sebenarnya heran, karena jarang-jarang Tari pulang cepat.

Ketika memasuki rumah, keadaan tampak sepi. Kedua mertua Abas juga tidak terlihat sama sekali.

"Ayah! Aku kebelet pipis. Ayah duluan saja cari mama ya," kata Denis.

"Ya sudah kalau begitu." Abas membiarkan Denis pergi ke toilet. Sedangkan dirinya beranjak menuju kamar.

Saat tiba di depan pintu kamar, Abas mendengar suara desahan yang jelas dari dalam. Jantung Abas seketika berdentum keras. Terlebih dia sangat mengenal suara desahan wanita yang ada di kamar. Siapa lagi kalau bukan Tari? Istri Abas sendiri.

Dengan perasaan kesal sekaligus ragu, Abas buka pintu kamar. Sontak dia bisa melihat pemandangan menjijikan yang dilakukan Tari bersama seorang pria. Keduanya dalam keadaan sama-sama tanpa busana. Gilanya mereka bercinta di atas ranjang dimana Abas sering tidur.

"Bangs*t!!!" umpat Abas. Wajahnya memerah padam. Urat-urat lehernya menegang. Dia melangkah cepat masuk ke kamar. Ingin segera memukuli pria tak dikenal yang sedang asyik menggauli istrinya.

Melihat kedatangan Abas, Tari dan pria yang bersamanya bergegas mengenakan pakaian masing-masing.

Baru selesai mengenakan celana pendek, pria yang bersama Tari langsung mendapat serangan pukulan dari Abas.

Bogem Abas berulang kali mendarat keras ke wajah pria tersebut. Abas sekarang seperti kerasukan setan karena saking marahnya.

"Abas! Hentikan!" seru Tari. Akan tetapi Abas tak menghiraukan dan terus memukuli pria itu.

"ABAS!" Tari langsung turun tangan untuk menjauhkan Abas dari pria selingkuhannya. Namun kekuatannya tentu tak setara dengan Abas.

Plak!

Sebuah tamparan keras Tari layangkan ke wajah Abas. Tamparan tersebut sukses membuat Abas berhenti memukuli pria selingkuhan istrinya.

"Sadarlah, bodoh!" geram Tari. "Bukankah harusnya kau marah padaku?" timpalnya sembari menjauhkan pria selingkuhannya dari Abas. Keduanya kini berdiri.

Mata Abas bergetar. Perasaan sakit dan marah bergelut di hatinya. Membuat pupil matanya bergetar saat menatap Tari. Bagaimana bisa perempuan yang selama ini dia cintai dan percaya, tega mengkhianatinya?

"Kenapa kau melakukan ini? Apa kau tidak memikirkan perasaanku dan Denis?!" tukas Abas yang perlahan berdiri.

"Tentu saja aku memikirkannya. Aku berpikir, kau pasti akan marah sekali kalau aku berbuat begini. Maka dari itu, ceraikan aku dan pergilah dari sini," ujar Tari.

"Saking maunya kau bercerai, kau sampai mau melakukan hal rendahan ini!" balas Abas.

"Yang rendahan di sini itu kau. Aku sudah muak denganmu, Bas. Kau suami yang nggak berguna. Kau bahkan tidak bisa memberiku nafkah!"

"Aku sudah berusaha melakukannya sebisaku!"

"Maksudmu dengan uang yang kau dapatkan dari usaha mencukurmu itu? Kau pikir itu cukup, hah?! Sejak awal harusnya aku tahu kalau kau itu sangat bodoh!"

"Ayah... Mama..." Terdengar suara lirih dari Denis. Entah sejak kapan dia berdiri di depan pintu. Yang jelas Denis sudah melihat bagaimana ayah dan mamanya bertengkar.

"Denis!" hanya Abas yang peduli pada anak kecil itu. Dia hampiri Denis dan segera memeluknya.

"Pergi dan bawalah Denis bersamamu!" ucap Tari.

Abas mengepalkan tinju di kedua tangannya. Kemarahannya pada Tari telah mencapai ubun-ubun. Tetapi sebelum melampiaskan kemarahannya, Abas menyuruh Denis pergi terlebih dahulu. Ia menyuruh anak itu menunggu di bawah.

Terpopuler

Comments

Dedi Aja

Dedi Aja

selalu aja peran utamanya pasti di buli dan alur ceritanya gak nyambung kapan ya ada novel salah satu aja jalan ceritanya yang bagus itu dan enak dipandang dan di baca

2025-02-17

0

Agunk Putra

Agunk Putra

laki lakinya ga punya harga diri , dengan alasan anak ga mau bercerai , padahal pengen sesuaatu yang .......

2024-11-13

1

Cahaya Sidrap

Cahaya Sidrap

lanjut thor

2025-02-15

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1 - Hamil Duluan
2 Chapter 2 - Warisan Nenek
3 Chapter 3 - Keahlian Tangan Abas
4 Chapter 4 - Keahlian Memijat
5 Chapter 5 - Keangkuhan Tari
6 Chapter 6 - Pengkhianatan Tari
7 Chapter 7 - Memergoki
8 Chapter 8 - Amarah Abas
9 Chapter 9 - Tangisan Lelaki
10 Chapter 10 - Teman Lama Yang Asing
11 Chapter 11 - Nafkah 5000
12 Chapter 12 - Pelanggan Istimewa
13 Chapter 13 - Pelanggan Setia
14 Chapter 14 - Pijatan Nikmat Abas
15 Chapter 15 - Pelanggan Tetap Nek Asih
16 Chapter 16 - Memijat Janda
17 Chapter 17 - Tawaran Shinta
18 Chapter 18 - Mimpi Nenek Lagi
19 Chapter 19 - Nama Untuk Usaha Abas
20 Chapter 20 - Dujakur
21 Chapter 21 - Menghadapi Banyak Pelanggan
22 Chapter 22 - Menolong Mila
23 Chapter 23 - "Nggak Tahan Lagi, Bas..."
24 Chapter 24 - Pengakuan Mila
25 Chapter 25 - Ternyata Belah Duren
26 Chapter 26 - Hampir Saja
27 Chapter 27 - Toko Baru
28 Chapter 28 - Panggilan Memijat Pertama
29 Chapter 29 - Ingin Cepat Pulang
30 Chapter 30 - Undangan Tari
31 Chapter 31 - Undangan Yang Sama
32 Chapter 32 - Bersiap Pergi
33 Chapter 33 - Acara Pernikahan
34 Chapter 34 - Jenjang Lebih Serius
35 Chapter 35 - Tidak Bisa Dipaksakan
36 Chapter 36 - Permintaan Mila
37 Chapter 37 - Dikhianati Lagi
38 Chapter 38 - Kehilangan Lagi
39 Chapter 39 - Jadi Tukang Pijat Saja
40 Chapter 40 - Tawaran Shinta
41 Chapter 41 - Resiko
42 Chapter 42 - Kabar Mengejutkan
43 Chapter 43 - Rencana Abas
44 Chapter 44 - Di Rumah Sakit
45 Chapter 45 - Kepergian Pak Irwan
46 Chapter 46 - Hari Pemakaman
47 Chapter 47 - Pewaris Tak Terduga
48 Chapter 48 - Memberitahu Denis
49 Chapter 49 - Gadis Bernama Aqila
50 Chapter 50 - Sekretaris Viona
51 Chapter 51 - Godaan Lagi
52 Chapter 52 - Sekedar Pelampiasan
53 Chapter 53 - Jatuh Sakit
54 Chapter 54 - Merubah Penampilan
55 Chapter 55 - Kejahatan Keluarga Irwan
56 Chapter 56 - Warisan Zonk?
57 Chapter 57 - Sesi Curhat Abas & Wildan
58 Chapter 58 - Belajar Jadi Pengusaha Sukses [1]
59 Chapter 59 - Belajar Jadi Pengusaha Sukses [2]
60 Chapter 60 - Bantuan Terpaksa
61 Chapter 61 - Ide Tiba-Tiba
62 Chapter 62 - Memulai
63 Chapter 63 - Tamu Spesial
64 Chapter 64 - Wanita Di Sekeliling Abas
65 Chapter 65 - Bersama Shinta
66 Chapter 66 - Denis Hilang
67 Chapter 67 - Bersama Tari [1]
68 Chapter 68 - Bersama Tari [2]
69 Chapter 69 - Telepon Tengah Malam
70 Chapter 70 - Keinginan Denis
71 Chapter 71 - Isi Brankas Pak Irwan
72 Chapter 72 - Saat Sudah Tiada, Baru Terasa
73 Chapter 73 - Tetap Menolak
74 Chapter 74 - Minyak Perangsang
75 Chapter 75 - Bersama Viona
76 Chapter 76 - Wanita Abas & Wanita Denis
77 Chapter 77 - Dilema
78 Chapter 78 - Hal Penting
79 Chapter 79 - Bisikan Menggoda Dua Wanita
80 Chapter 80 - Informasi Dari Tari
81 Chapter 81 - Selamat Tinggal?
82 Chapter 82 - Kehilangan
83 Chapter 83 - Masalah Pribadi Abas
84 Chapter 84 - Mengungkap Insiden Kecelakaan
85 Chapter 85 - Kesetiaan Aqila
86 Chapter 86 - Perpisahan Dengan Tari
87 Chapter 87 - Menikahi Aqila
88 Chapter 88 - Malam Pertama Yang Luar Biasa [Ending]
89 Pengumuman
Episodes

Updated 89 Episodes

1
Chapter 1 - Hamil Duluan
2
Chapter 2 - Warisan Nenek
3
Chapter 3 - Keahlian Tangan Abas
4
Chapter 4 - Keahlian Memijat
5
Chapter 5 - Keangkuhan Tari
6
Chapter 6 - Pengkhianatan Tari
7
Chapter 7 - Memergoki
8
Chapter 8 - Amarah Abas
9
Chapter 9 - Tangisan Lelaki
10
Chapter 10 - Teman Lama Yang Asing
11
Chapter 11 - Nafkah 5000
12
Chapter 12 - Pelanggan Istimewa
13
Chapter 13 - Pelanggan Setia
14
Chapter 14 - Pijatan Nikmat Abas
15
Chapter 15 - Pelanggan Tetap Nek Asih
16
Chapter 16 - Memijat Janda
17
Chapter 17 - Tawaran Shinta
18
Chapter 18 - Mimpi Nenek Lagi
19
Chapter 19 - Nama Untuk Usaha Abas
20
Chapter 20 - Dujakur
21
Chapter 21 - Menghadapi Banyak Pelanggan
22
Chapter 22 - Menolong Mila
23
Chapter 23 - "Nggak Tahan Lagi, Bas..."
24
Chapter 24 - Pengakuan Mila
25
Chapter 25 - Ternyata Belah Duren
26
Chapter 26 - Hampir Saja
27
Chapter 27 - Toko Baru
28
Chapter 28 - Panggilan Memijat Pertama
29
Chapter 29 - Ingin Cepat Pulang
30
Chapter 30 - Undangan Tari
31
Chapter 31 - Undangan Yang Sama
32
Chapter 32 - Bersiap Pergi
33
Chapter 33 - Acara Pernikahan
34
Chapter 34 - Jenjang Lebih Serius
35
Chapter 35 - Tidak Bisa Dipaksakan
36
Chapter 36 - Permintaan Mila
37
Chapter 37 - Dikhianati Lagi
38
Chapter 38 - Kehilangan Lagi
39
Chapter 39 - Jadi Tukang Pijat Saja
40
Chapter 40 - Tawaran Shinta
41
Chapter 41 - Resiko
42
Chapter 42 - Kabar Mengejutkan
43
Chapter 43 - Rencana Abas
44
Chapter 44 - Di Rumah Sakit
45
Chapter 45 - Kepergian Pak Irwan
46
Chapter 46 - Hari Pemakaman
47
Chapter 47 - Pewaris Tak Terduga
48
Chapter 48 - Memberitahu Denis
49
Chapter 49 - Gadis Bernama Aqila
50
Chapter 50 - Sekretaris Viona
51
Chapter 51 - Godaan Lagi
52
Chapter 52 - Sekedar Pelampiasan
53
Chapter 53 - Jatuh Sakit
54
Chapter 54 - Merubah Penampilan
55
Chapter 55 - Kejahatan Keluarga Irwan
56
Chapter 56 - Warisan Zonk?
57
Chapter 57 - Sesi Curhat Abas & Wildan
58
Chapter 58 - Belajar Jadi Pengusaha Sukses [1]
59
Chapter 59 - Belajar Jadi Pengusaha Sukses [2]
60
Chapter 60 - Bantuan Terpaksa
61
Chapter 61 - Ide Tiba-Tiba
62
Chapter 62 - Memulai
63
Chapter 63 - Tamu Spesial
64
Chapter 64 - Wanita Di Sekeliling Abas
65
Chapter 65 - Bersama Shinta
66
Chapter 66 - Denis Hilang
67
Chapter 67 - Bersama Tari [1]
68
Chapter 68 - Bersama Tari [2]
69
Chapter 69 - Telepon Tengah Malam
70
Chapter 70 - Keinginan Denis
71
Chapter 71 - Isi Brankas Pak Irwan
72
Chapter 72 - Saat Sudah Tiada, Baru Terasa
73
Chapter 73 - Tetap Menolak
74
Chapter 74 - Minyak Perangsang
75
Chapter 75 - Bersama Viona
76
Chapter 76 - Wanita Abas & Wanita Denis
77
Chapter 77 - Dilema
78
Chapter 78 - Hal Penting
79
Chapter 79 - Bisikan Menggoda Dua Wanita
80
Chapter 80 - Informasi Dari Tari
81
Chapter 81 - Selamat Tinggal?
82
Chapter 82 - Kehilangan
83
Chapter 83 - Masalah Pribadi Abas
84
Chapter 84 - Mengungkap Insiden Kecelakaan
85
Chapter 85 - Kesetiaan Aqila
86
Chapter 86 - Perpisahan Dengan Tari
87
Chapter 87 - Menikahi Aqila
88
Chapter 88 - Malam Pertama Yang Luar Biasa [Ending]
89
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!