Part 18

Eric terpaksa, membawa zhafira ke kamarnya. dia membaringkan tubuh zhafira di ranjang king sizenya.

Dapat dia lihat, wajah zhafira yang terlihat pucat.eric pun, segera memanggil windi untuk mengurus zhafira.

Tok... tok... tok...

Terdengar suara ketukan, dari luar kamar.

"Masuk." seru eric, tegas.

CEKLEK...

Pintu pun terbuka, windi membungkuk hormat, saat eric menatapnya tajam.

"Urus wanita ini. Dan pastikan keadaannya baik-baik saja! " Eric segera memberikan perintah, pada saat itu juga dan segera keluar dari kamarnya.

Windi mengangguk hormat dan segera menghampiri zhafira, yang masih memejamkan mata.

"Maaf nona,aku tidak bisa menolong mu. Aku berharap, kamu kuat mengahadapi sikapnya, king." gumam windi, menyentuh kening zhafira, untuk memastikan apa demam atau tidak.

Windi tersenyum tipis,setelah memastikan keadaan zhafira baik-baik saja.

"Tolong...! Di sana gelap... Aku takut.... " lirih zhafira, meracau.

Windi memegang tangan zhafira, mengusapnya lembut untuk memberikan ketenangan.

"Nona ini aku, windi. Bangunlah, semuanya tidak lagi gelap lagi. Buka lah mata mu. " sahut windi lembut.

Perlahan zhafira membuka matanya, dapat dia lihat windi yang tersenyum tipis.

Zhafira pun, segera bangun dan memeluk windi. "Aku takut! Di sana gelap! " ucap zhafira, dengan suara yang bergetar.

Windi tersenyum, di balik punggung zhafira, dan mengusapnya lembut. "Nona tidak perlu khawatir, semua baik-baik saja. Tadi nona sempat tidak sadarkan diri, dan king membawa nona ke sini."

Mendengar penuturan windi mengenai eric,membuat zhafira tersenyum getir. sebenarnya apa yang eric inginkan. dia sendiri yang hampir membunuhnya, tapi dia juga yang menolongnya, aneh.

Setelah selesai mengurus zhafira, dan memastikan keadaannya baik-baik saja. windi pun pamit pergi dari kamar itu.

Awalnya zhafira meminta agar windi menemaninya. namun dengan secara halus, windi menolak permintaannya.

Ada rasa kecewa pada hati zhafira, namun dengan terpaksa dia pun membiarkan windi pergi.

Windi pun pergi keluar dari kamar itu, meninggalkan zhafira yang kembali termenung.

CEKLEK...

Pintu kembali terbuka, zhafira yang mengira jika itu windi terlihat senang.

Namun sekejap senyuman di bibirnya memudar, saat mengetahui siapa orang yang masuk ke dalam kamar.

"Bagaimana kabar, mu? " Eric tersenyum, sinis dan memberikan tatapan mengejek.

Zhafira memalingkan wajahnya, melihat Eric yang seperti itu membuatnya enggan menatap eric.

Apalagi jika mengingat, perlakuan eric yang hampir membunuhnya. membuat zhafira, kini kembali ketakutan.

Eric menghampiri zhafira yang hanya terdiam dan tertunduk.

"Apa hukuman dari saya, masih kurang. Sampai saya sedang bicara pun, tidak kamu anggap! " ucap eric, dengan nada dinginnya.

Zhafira yang takut pun, memberanikan diri menatap eric.

Eric tersenyum miring. "Bagaimana rasanya hukuman dari saya? " tanyanya acuh.

"A-aku takut...hiks.... Tolong jangan hukum aku lagi... hiks.... Aku tidak suka kegelapan...Aku mau pulang saja.... " sahut zhafira yang langsung menangis, saat mengingat kejadian di ruangan gelap.

Eric menyunggingkan senyuman, yang terlihat menakutkan. "Ini hanya sekedar peringatan kecil saja untuk, mu." ujarnya, dingin.

Setelah selesai mengucap kata-kata peringatan, eric pun kembali keluar dari kamar itu.

Namun sebelum dia pergi, terlebih dahulu dia mengambil jubah hitam miliknya. sekilas dia pun melirik pada zhafira, yang diam-diam memperhatikannya.

BRAKK...

Dengan sedikit kasar, eric menutup pintu kamarnya dan segera pergi dari sana.

Zhafira pun menghela nafas lega, saat mengetahui jika eric memang sudah benar-benar pergi dari sana.

"Mau kemana, dia malam-malam begini? " gumamnya, penasaran, kemudian menghela nafas kasar. "Untuk apa aku peduli! Tapi aku penasaran, siapa sebenarnya eric? "

Malam itu pun, zhafira memutuskan untuk tidur di kamar eric.meskipun hatinya masih di liputi rasa penasaran,zhafira lebih memilih menyimpan rasa penasarannya rapat-rapat.

Dia yakin jika suatu saat nanti, eric akan memberitahu semuanya.

Malam pun berlalu, berganti kan pagi. hari ini, adalah hari pertama zhafira mulai masuk ke kampus.

Zhafira terlihat senang, meskipun kemarin dia mengalami hari yang menakutkan. sebisa mungkin dia akan berusaha, untuk melupakan kejadian kemarin. memaafkan semua perbuatan eric padanya, meskipun tidak ada kata maaf dari dirinya.

Seperti biasa, hari ini zhafira membuatkan sarapan untuk semua. meski sudah di larang, tapi dia bersikukuh tetap ingin menyiapkannya.

"Fira,di mana eric?" Louis menatap, fira sedang menuangkan air putih.

"Aku tidak tahu, kek. Sejak kepergiannya semalam, dia belum juga kembali. " sahut zhafira, menerangkan.

Louis terlihat menghela nafas. "kebiasaan! " ujarnya ketus.

Melihat sikap Louis yang seperti itu, membuat zhafira hanya terdiam.

"Kek. Apa aku boleh menanyakan sesuatu?" Terlihat ragu, namun zhafira memberanikan diri untuk bertanya.

Louis tersenyum lembut, saat melihat zhafira yang terlihat ragu.

"Katakan lah, apa yang ingin kamu tanyakan, fira. "

Sebelum mengajukan pertanyaan, Zhafira terlebih dulu menarik nafas.

"Kek,aku ingin tahu sikap eric seperti apa?" Dengan hati-hati, zhafira bertanya.

Louis tiba-tiba saja menatap zhafira dengan tatapan tajam. "Kenapa kamu sangat ingin tahu tentang eric, fira? " tanyanya dingin.

Zhafira merasa tidak enak hati, padahal dia hanya menanyakan saja sikap eric dan bukan tentang kehidupan eric.

"Aku hanya ingin tahu saja, kek. Jika memang kakek tidak bisa memberitahu ku, tidak apa-apa. "

Louis tersenyum, saat melihat perubahan raut wajah zhafira. sebenarnya dia hanya bergurau, dengan memasang wajah datarnya.

"Eric sebenarnya orang yang baik, bahkan dia tipe orang penyayang, fira."

Zhafira di buat melongo, saat mendengar penuturan Louis tentang eric.

"Baik apanya! Tadi malam saja dia hampir membunuh ku. " gumam zhafira di dalam hati.

"Tapi, perlu kamu ketahui, fira. Jika kamu melihat sikap eric, tidak seperti yang kakek bilang itu memang benar. Semua itu terjadi saat.... " perkataan Louis, terhenti saat tiba-tiba saja eric datang, dengan menatap tajam kepada, Louis.

"Eric." seru Louis, santai.

Berbeda dengan zhafira, dia kelihatan sangat takut ketika melihat eric yang menatapnya tajam seakan ingin membunuh.

"Ayo sarapan, eric. Zhafira yang menyiapkan semua ini." Louis segera mengalihkan pembicaraan.

Eric mendelik,menatap sinis Louis yang tersenyum penuh arti kepadanya.

Tanpa menunggu perintah, zhafira pun segera mengambilkan makanan untuk, eric.

Tanpa zhafira ketahuilah, jika eric selalu memperhatikan gerak geriknya.

"Hm." Louis berdehem saat menyadari tatapan eric, yang begitu dalam pada zhafira.

"Kakek tidak apa-apa? " Zhafira yang khawatir, hendak menghampiri Louis.

Louis tersenyum tipis. "Kakek tidak apa-apa, fira. Layani dulu suami mu." Menatap eric, seakan sedang mengejek.

Eric mendengus kesal, apalagi kini dia memang benar-benar lapar.

Zhafira segera memberikan piring, yang sudah terisi lengkap oleh nasi dan beberapa lauknya.

Tanpa mengucapkan terima kasih, eric langsung memakan makanannya.

Louis yang melihat hal itu hanya, tersenyum tipis.begitu pun dengan zhafira, meskipun hatinya masih kesal tapi dengan melihat eric memakan makanannya, membuat hati zhafira tersentuh.

Setelah selesai sarapan,zhafira kini sudah bersiap untuk pergi ke kampus.

Hari ini, zhafira berangkat dengan di antar oleh Kendrick. eric tidak ingin jika seluruh mahasiswa tahu, jika dia sudah menikah dengan zhafira.

Saat eric berjalan melewati ruang tamu, dia melihat jika Louis berada di sana. namun eric hanya bersikap acuh.

"Apa kamu sungguh-sungguh, membiarkan istri mu berangkat dengan Kendrick." Louis yang sedang duduk di ruang tamu pun, mengajukan sebuah pertanyaan.

Eric menghentikan langkahnya dan menghela nafas. "Ini semua demi kebaikan kita dan demi keselamatan dia juga." Pergi begitu saja.

Louis pun hanya menatap punggung eric yang semakin menjauh. "Sampai kapan, sikap mu akan seperti ini,eric? "

Terpopuler

Comments

Yayuk Hartini Baharuddin

Yayuk Hartini Baharuddin

otaknya udah kena

2025-01-31

0

lihat semua
Episodes
1 Part 1
2 Part 2
3 Part 3
4 Part 4
5 Part 5
6 Part 6
7 Part 7
8 Part 8
9 Part 9
10 Part 10
11 Part 11
12 Part 12
13 Part 13
14 Part 14
15 Part 15
16 Part 16
17 Part 17
18 Part 18
19 Part 19
20 Part 20
21 Part 21
22 Part 22
23 Part 23
24 Part 24
25 Part 25
26 Part 26
27 Part 27
28 Part 28
29 Part 29
30 Part 30
31 Part 31
32 Part 32
33 Part 33
34 Part 34
35 Part 35
36 Part 36
37 Part 37
38 Part 38
39 Part 39
40 Part 40
41 Part 41
42 Part 42
43 Part 43
44 Part 44
45 Part 45
46 Part 46
47 Part 47
48 Part 48
49 Part 49
50 Part 50
51 Part 51
52 Part 52
53 Part 53
54 Part 54
55 Part 55
56 Part 56
57 Part 57
58 Part 58
59 Part 59
60 Part 60
61 Part 61
62 Part 62
63 Part 63
64 Part 64
65 Part 65
66 Part 66
67 Part 67
68 Part 68
69 Part 69
70 Part 70
71 Part 71
72 Part 72
73 Part 73
74 Part 74
75 Part 75
76 Part 76
77 Part 77
78 Part 78
79 Part 79
80 Part 80
81 Part 81
82 Part 82
83 Part 83
84 Part 84
85 Part 85
86 Part 86
87 Part 87
88 Part 88
89 Part 89
90 Part 90
91 Part 91
92 Part 92
93 Part 93
94 Part 94
95 Part 95
96 Part 96
97 Part 97
98 Part 98
99 Part 99
100 Part 100
101 Part 101
Episodes

Updated 101 Episodes

1
Part 1
2
Part 2
3
Part 3
4
Part 4
5
Part 5
6
Part 6
7
Part 7
8
Part 8
9
Part 9
10
Part 10
11
Part 11
12
Part 12
13
Part 13
14
Part 14
15
Part 15
16
Part 16
17
Part 17
18
Part 18
19
Part 19
20
Part 20
21
Part 21
22
Part 22
23
Part 23
24
Part 24
25
Part 25
26
Part 26
27
Part 27
28
Part 28
29
Part 29
30
Part 30
31
Part 31
32
Part 32
33
Part 33
34
Part 34
35
Part 35
36
Part 36
37
Part 37
38
Part 38
39
Part 39
40
Part 40
41
Part 41
42
Part 42
43
Part 43
44
Part 44
45
Part 45
46
Part 46
47
Part 47
48
Part 48
49
Part 49
50
Part 50
51
Part 51
52
Part 52
53
Part 53
54
Part 54
55
Part 55
56
Part 56
57
Part 57
58
Part 58
59
Part 59
60
Part 60
61
Part 61
62
Part 62
63
Part 63
64
Part 64
65
Part 65
66
Part 66
67
Part 67
68
Part 68
69
Part 69
70
Part 70
71
Part 71
72
Part 72
73
Part 73
74
Part 74
75
Part 75
76
Part 76
77
Part 77
78
Part 78
79
Part 79
80
Part 80
81
Part 81
82
Part 82
83
Part 83
84
Part 84
85
Part 85
86
Part 86
87
Part 87
88
Part 88
89
Part 89
90
Part 90
91
Part 91
92
Part 92
93
Part 93
94
Part 94
95
Part 95
96
Part 96
97
Part 97
98
Part 98
99
Part 99
100
Part 100
101
Part 101

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!