Part 17

Masih berada di mall, zhafira nampak tidak nyaman saat berdua dengan Arga, karena sejak tadi dia sadar sedang di awasi oleh Kendrick.

"Apa yang sedang kamu lakukan di sini fira? Dan dengan siapa kamu ke mari?" Arga pun memberondong zhafira dengan berbagai pertanyaan.

"Aku ke sini, hanya mengantar teman ku untuk belanja, arga." Zhafira terpaksa berbohong, supaya tidak di curigai oleh arga.

"Aku ingin membicarakan sesuatu dengan mu, fira." Arga menatap serius.

Mendengar penuturan arga, membuat zhafira terdiam.ini bukanlah waktu yang tepat untuk mereka mengobrol karena zhafira sadar jika dirinya tidak sendiri.

"Maaf arga, sepertinya aku harus segera pulang. Mungkin lain kali saja, kita berbincangnya. Tidak apa-apa, kan?" zhafira bangkit dari duduknya, segera pamit pergi dari sana.

Arga yang merasa kecewa pun, hanya bisa menghela nafas kasar. "Aku tahu mungkin ini sangat sulit bagi mu fira. Seandainya kamu mau membuka hati mu untuk ku. Maka aku akan obati luka hati mu." gumam Arga pelan, menatap punggung zhafira yang menjauh.

Zhafira menghela nafas lega, karena bisa pergi menghindar dari Arga. kini dia menghampiri kembali windi, yang masih berada di toko baju.

Seketika mata zhafira terbelalak, saat melihat beberapa paper bag yang sangat banyak terpampang di hadapannya.

"Apa ini semua, windi? " pekik zhafira, terkejut.

Windi tersenyum tipis. "Maaf nona, ini semua keperluan untuk nona." ujarnya,sopan.

"Ta-tapi ini terlalu banyak." protes zhafira.

Di saat zhafira terlihat frustasi, karena melihat belanjaan yang menurutnya berlebihan, Kendrick menghampirinya.

"Maaf nona,kita harus segera pulang. King sudah menunggu kita di rumah." sahut Kendrick, tegas.

Zhafira menatap ke arahnya, kini dia hanya bisa pasrah dengan semua ini.

Sebelum pergi, Kendrick membayar terlebih dahulu semua belanjaannya zhafira. setelah itu, mereka pun segera pulang kembali ke rumah eric.

***

Tak berselang lama, mobil yang di tumpangi zhafira pun sampai di halaman rumah eric.

Dia ragu, saat akan masuk kedalam ruang. takut jika eric akan memarahinya karena berbelanja terlalu banyak.

"Mari nona, king sudah menunggu anda di ruangannya. " Kendrick mempersilahkan zhafira, segera masuk ke dalam rumah.

Zhafira pun menghela nafas. "Baiklah." ucapnya pasrah.

Di dalam rumah tampak keadaan sangat sepi, tidak ada Louis maupun eric di sana. lalu di mana mereka entahlah.

Kendrick menuntun zhafira, berjalan ke suatu ruangan yang terlihat gelap, bahkan dia merasa takut dengan suasana di sepanjang lorong itu.

"Kamu mau membawa aku kemana, tuan?" sahut zhafira, ketakutan.

Kendrick hanya melihat sekilas tanpa menjawab. zhafira yang melihat hal itu pun, semakin takut dengan sikap Kendrick yang begitu dingin.

CEKLEK...

Kendrick membuka pintu, saat sudah sampai di depan ruangan itu.

"Silahkan masuk nona. King sudah menunggu mu di dalam." Kendrick memberikan jalan, pada zhafira yang akan masuk ke dalam ruangan itu.

"Apa kamu yakin, eric ada di dalam? " Dengan perasaan takut, zhafira memberanikan diri untuk bertanya.

Kendrick hanya mengangguk pelan dan segera menutup pintu.

"Hei... kenapa aku di tinggal sendiri.... " Zhafira yang ketakutan pun, memutuskan untuk keluar lagi. namun saat akan membuka pintu, tiba-tiba ada yang menarik tangannya.

"Aaaaa." teriak zhafira ketakutan.

"Sssttt. Jangan takut ini saya! " sahut eric, dengan nada dinginnya.

Zhafira terdiam, memperhatikan wajah eric yang berada di sampingnya.

"Kamu... " Zhafira menghembuskan nafas lega, saat melihat keberadaan eric di sana.

"Kenapa kamu menyuruh ku ke sini, " tanya zhafira.

Eric hanya tersenyum miring dan mendekatkan wajahnya ke dekat zhafira.

"Saya akan menghukum wanita,yang tidak mendengarkan peringatan suaminya." bisik eric, dengan suara bernada dingin dan berat.

Seketika tubuh zhafira merinding,merasakan sapuan nafas eric, yang mengenai telinganya. apalagi dengan cara berbicara eric, seperti seseorang yang akan hendak memangsa buruannya.

"Ma-maksud kamu apa eric?"

Eric mengeluarkan ponselnya dan memperlihatkan sesuatu pada zhafira.

"Ini tidak seperti yang kamu pikirkan, eric. " Zhafira ketakutan, saat melihat eric berjalan mendekati dirinya.

Zhafira reflek memundurkan langkahnya,saat melihat tatapan eric seperti seorang psychopath.

"Saya tidak suka orang pembangkang.Jadi kamu harus menerima hukuman dari saya, zhafira." ucap eric, penuh penekanan.

"Tidak, aku mohon! Aku tidak sengaja bertemu dengannya. Aku juga tidak tahu jika dia berada di sana! " Zhafira terus memundurkan langkahnya,sambil memohon agar eric tidak melakukan hal buruk padanya.

Eric yang sudah muak mendengar perkataan zhafira pun, mencekik lehernya kuat.

Zhafira terkejut, dengan apa yang di lakukan oleh eric.dia mencoba berontak namun percuma, karena kekuatan eric lebih besar.

Eric menatap tajam zhafira, yang mulai kehabisan nafas.setelah puas meluapkan kemarahannya, eric segera melepaskan tangannya.

Zhafira terduduk dengan rakus menghirup oksigen, merasakan sakit pada bagian lehernya.

Kini zhafira semakin ketakutan,melihat sifat asli eric yang sebenarnya. dia tidak menyangka, jika eric dapat bersikap seperti seorang pembunuh.

"Ya Tuhan, siapa eric sebenarnya? Aku takut.... " lirih zhafira dalam hati.

Eric tersenyum miring. "Itu sebagai permulaan bagi mu. Sekarang nikmatilah malam indah mu, zhafira. Tidur nyenyak lah, di sini." Perlahan berjalan mundur, dan dengan cepat menutup pintu dan menguncinya.

Zhafira yang baru menyadari hal itu pun segera, menghampiri pintu yang sudah di kunci dari luar.

"Eric! Tolong buka pintunya! " teriak zhafira, ketakutan.

Bagaimana tidak takut,ruangan itu kini terlihat menyeramkan, bahkan tak ada cahaya selain sinar lampu yang sudah lemah dan nyaris padam.

Apalagi tanpa semua tahu,jika zhafira sangat takut dengan kegelapan. kini keadaan zhafira sangat memprihatinkan, dadanya terasa sesak dengan keringat dingin membasahi seluruh tubuhnya.

Kini zhafira mengalami serangan panik,bahkan kini pandangannya mulai kabur.tak lama kemudian, zhafira tidak sadarkan diri.

Tidak ada yang mengetahui, jika zhafira kini tidak sadarkan diri. sungguh malang nasib zhafira saat ini.

***

Di kamar Eric

Setelah selesai memberikan hukuman pada zhafira, Eric langsung pergi ke kamarnya untuk membersihkan diri.

Tak lama kemudian, dia pun selesai dan segera berpakaian. setelah selesai,eric membaringkan tubuhnya di ranjang, menatap langit-langit kamar dengan tatapan yang sulit di artikan.

Hari ini dia sangat banyak menguras energi, sehingga merasa lelah pada hati dan pikirannya.

"Ada apa sebenarnya dengan diri ku. " gumam eric, pelan.

Sebelumnya, dia tidak pernah semarah ini pada wanita. apa lagi sampai ingin membunuh.

Eric menghela nafas kasar, memilih memejamkan matanya. berharap setelah tidur, hal yang mengganggu pikirannya menghilang.

Pukul 22.00 WIB

Eric mengejapkan mata,melihat ke jam dinding yang kini sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. dan itu artinya dia sudah tertidur sangat lama.

Kini dia pun teringat pada zhafira, yang masih terkunci di ruang tempat dia menghukumnya.

Eric menyibakkan selimut dan segera beranjak dari tempat tidurnya.sebelum pergi ke tempat itu, eric terlebih dahulu mencuci mukanya dulu.

Dengan langkah lebarnya, eric berjalan menuju ruangan zhafira.

CEKLEK...

Eric membuka pintunya dan betapa terkejutnya dia, saat melihat zhafira yang tak sadarkan diri.

Eric segera menghampirinya dan memastikan keadaannya.

"Zhafira! Bangun! " Eric menepuk-nepuk pipi zhafira, yang terasa dingin.

"Shit! Dasar lemah! " decak eric, kesal.

Melihat keadaan zhafira yang mengkhawatirkan, eric pun segera membawanya keluar dari sana.

Terpopuler

Comments

Sapna Anah

Sapna Anah

apa mata etik buta y d keluarganya kan zahfira d perlakukan tidakbaik olah kakeknya walupun Bru sehari pastinya Eric tau dong kasihan zahfira

2024-12-23

0

Ejan Din

Ejan Din

kasian fira.. apa Eric tidak tahu kehidupannya fira... Dan maklumat yg dia dapat juga byk Salah Dr orang suruhannya.. kasian fira dituduh Tanpa sebab...

2024-12-01

0

George Lovink

George Lovink

Awalnya saya respek nie cerita tapi saat penulis membuat karakter Erik pada Zhafira...saya jadi malas baca...walau pun nanti berakhir dgn cinta

2025-03-11

0

lihat semua
Episodes
1 Part 1
2 Part 2
3 Part 3
4 Part 4
5 Part 5
6 Part 6
7 Part 7
8 Part 8
9 Part 9
10 Part 10
11 Part 11
12 Part 12
13 Part 13
14 Part 14
15 Part 15
16 Part 16
17 Part 17
18 Part 18
19 Part 19
20 Part 20
21 Part 21
22 Part 22
23 Part 23
24 Part 24
25 Part 25
26 Part 26
27 Part 27
28 Part 28
29 Part 29
30 Part 30
31 Part 31
32 Part 32
33 Part 33
34 Part 34
35 Part 35
36 Part 36
37 Part 37
38 Part 38
39 Part 39
40 Part 40
41 Part 41
42 Part 42
43 Part 43
44 Part 44
45 Part 45
46 Part 46
47 Part 47
48 Part 48
49 Part 49
50 Part 50
51 Part 51
52 Part 52
53 Part 53
54 Part 54
55 Part 55
56 Part 56
57 Part 57
58 Part 58
59 Part 59
60 Part 60
61 Part 61
62 Part 62
63 Part 63
64 Part 64
65 Part 65
66 Part 66
67 Part 67
68 Part 68
69 Part 69
70 Part 70
71 Part 71
72 Part 72
73 Part 73
74 Part 74
75 Part 75
76 Part 76
77 Part 77
78 Part 78
79 Part 79
80 Part 80
81 Part 81
82 Part 82
83 Part 83
84 Part 84
85 Part 85
86 Part 86
87 Part 87
88 Part 88
89 Part 89
90 Part 90
91 Part 91
92 Part 92
93 Part 93
94 Part 94
95 Part 95
96 Part 96
97 Part 97
98 Part 98
99 Part 99
100 Part 100
101 Part 101
Episodes

Updated 101 Episodes

1
Part 1
2
Part 2
3
Part 3
4
Part 4
5
Part 5
6
Part 6
7
Part 7
8
Part 8
9
Part 9
10
Part 10
11
Part 11
12
Part 12
13
Part 13
14
Part 14
15
Part 15
16
Part 16
17
Part 17
18
Part 18
19
Part 19
20
Part 20
21
Part 21
22
Part 22
23
Part 23
24
Part 24
25
Part 25
26
Part 26
27
Part 27
28
Part 28
29
Part 29
30
Part 30
31
Part 31
32
Part 32
33
Part 33
34
Part 34
35
Part 35
36
Part 36
37
Part 37
38
Part 38
39
Part 39
40
Part 40
41
Part 41
42
Part 42
43
Part 43
44
Part 44
45
Part 45
46
Part 46
47
Part 47
48
Part 48
49
Part 49
50
Part 50
51
Part 51
52
Part 52
53
Part 53
54
Part 54
55
Part 55
56
Part 56
57
Part 57
58
Part 58
59
Part 59
60
Part 60
61
Part 61
62
Part 62
63
Part 63
64
Part 64
65
Part 65
66
Part 66
67
Part 67
68
Part 68
69
Part 69
70
Part 70
71
Part 71
72
Part 72
73
Part 73
74
Part 74
75
Part 75
76
Part 76
77
Part 77
78
Part 78
79
Part 79
80
Part 80
81
Part 81
82
Part 82
83
Part 83
84
Part 84
85
Part 85
86
Part 86
87
Part 87
88
Part 88
89
Part 89
90
Part 90
91
Part 91
92
Part 92
93
Part 93
94
Part 94
95
Part 95
96
Part 96
97
Part 97
98
Part 98
99
Part 99
100
Part 100
101
Part 101

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!