Part 14

Mendengar eric menyebutkan namanya, tubuh zhafira terasa kaku.bahkan untuk memandang eric saja seakan dia tidak mampu.

"Eric! Bersikaplah lembut. Jangan terlalu kasar pada wanita karena bagaimana pun juga dia istri, mu!" tegur Louis.

Eric tidak lagi menyahut, dia langsung pergi meninggalkan zhafira dan Louis yang masih berada di sana.

"Maafkan sikapnya eric! Kakek berharap dengan kehadiran kamu, sikap perlahan akan berubah." ucap Louis, ketika zhafira menatap kepergian eric.

"Apa yang sebenarnya terjadi, kek! Sungguh aku tidak mengerti dengan semua ini."

Mendengar pertanyaan zhafira, membuat Louis menghampirinya.

"Kamu tanyakan sendiri pada, eric. Maaf kakek tidak banyak memberitahu mu." Menatap zhafira, lembut. " Sekarang hampiri dia dan tanyakan, apa yang mengganggu pikiran, mu." Louis pun pergi dari ruangan itu. meninggalkan zhafira yang kembali duduk di kursi dengan tatapan bingung.

"Maaf nona, king meminta anda untuk menemuinya." Seorang laki-laki berpakaian serba hitam, menghampiri zhafira.

"Ba-baiklah! Di mana saya harus menemui dia?" Dengan perasaan takut, zhafira menjawab.

Laki-laki itu mempersilahkan zhafira untuk berjalan mengikutinya.sampailah mereka di sebuah ruangan di lantai tiga,tepatnya di depan sebuah ruangan besar.

Laki-laki itu pun, mengetuk pintu kemudian terdengar suara sahutan dari dalam agar mereka. masuk.

Dengan tubuh yang gemetar bahkan perasaan yang tidak menentu, zhafira memasuki ruangan itu.

"King,saya sudah membawanya." ujar laki-laki itu, membungkuk hormat.

"Terima kasih. Kamu boleh keluar!" titah eric, tanpa mengalihkan pandangannya dari dokumen yang dia pegang.

Laki-laki itu pun,mengikuti perintah eric dan segera pergi dari sana. kini di ruangan besar itu tinggal zhafira dan eric yang sama-sama terdiam.

"Duduk!" titah eric, dingin.

Zhafira mengangguk dan segera mencari kursi untuk dia duduki.dia pun duduk berhadapan dengan eric,dengan meja besar yang menjadi penghalang jarak di antara mereka.

Eric menatap tajam zhafira yang tertunduk. "Bagaimana kabar mu? tanyanya dingin.

Perlahan zhafira mengangkat kepalanya,dan memberanikan diri untuk menatap eric.

" Aku baik!"

Eric tersenyum miring,saat mendengar jawaban singkat dari zhafira.

"Apa ada yang saya lewatkan? Apa yang sudah terjadi pada mu, zhafira?" Kini dengan suara bariton yang tegas namun dingin, eric bertanya kembali.

Zhafira meremas ujung bajunya, saat harus mengingat kejadian dimana dia diusir dari rumah heru.

Dia pun menghela nafas, bagaimana pun juga eric adalah suaminya.dia pun berhak tahu,apa yang sudah terjadi kepadanya,selama eric pergi.

Dengan suara bergetar,zhafira menceritakan semuanya tanpa di tutupi.eric pun mendengarkannya, sesekali dia melirik sekilas pada zhafira yang kembali tertunduk.

Seketika hati eric merasa kesal, setelah mendengar cerita dimana dirlan hampir saja melecehkan zhafira.

Kini eric tahu apa penyebabnya, sehingga zhafira sampai di usir dari rumah itu.

"Menjijikkan." gumam eric pelan.

Setelah selesai menceritakan semuanya, zhafira mengusap pipinya yang kembali basah karena menangis.

Melihat hal itu membuat eric sedikit merasa iba, namun dengan cepat dia menepis rasa di hatinya itu.

"Dan mulai sekarang tinggallah di sini." ujar eric,menatap zhafira yang baru selesai bercerita.

Zhafira tersenyum tipis, merasa senang mendengar perkataan eric. "Terima kasih," ucapnya pelan.

"Jangan senang dulu! Saya melakukan semua itu karena bentuk dari pertanggung jawaban saya pada mu. Dan saya mau, kamu jangan terlalu berharap dengan pernikahan ini." sahut eric,dingin.

Senyuman zhafira yang baru saja terukir,kini seketika menghilang saat mendengar perkataan eric,yang sangat membuat hatinya bagaikan di tusuk beribu-ribu pisau tajam.

"Ma-maksud, kamu apa?" tanya zhafira tergagap.

Eric melemparkan dokumen yang di pegangnya. dia menatap tajam zhafira, yang menatapnya penuh dengan tanda tanya.

"Dari awal saya tidak mengenal mu! Saya terpaksa melakukan semuanya pada saat itu. Jika saja orang tua itu tidak memaksa saya,mungkin pernikahan konyol ini tidak akan terjadi antara kita."

"Maksud kamu apa? Apa yang sudah kakek ku lakukan kepada, mu?" Meskipun sakit, namun zhafira ingin sekali mengetahui apa yang sebenarnya terjadi,pada saat tiba-tiba heru membawa eric sebagai calon suaminya.

Eric tersenyum kecut. "Kamu tahu! Saat itu...

Flashback on

Terlihat heru sedang berjalan tergesa-gesa bersama retno.

" Kita mau kemana, yah? "tanya retno, bingung.

" Sudahlah ikuti saja ayah, retno! Kita harus segera mencari laki-laki yang akan kita nikahkan dengan fira."

Retno menghentikan langkahnya dan menatap heru."Maksud ayah, apa?"

Heru menghela nafas. "Aku tidak mau semua orang tahu,jika fira gagal menikah karena Kinan merebut dirlan darinya.Jadi bagaimana pun juga, sekarang ayah ingin mencarikan laki-laki yang mau menikahi fira."

Retno manggut-manggut, seakan sudah mengerti dengan maksud heru.

"Ayah lihat!" pekik retno,tiba-tiba.

"Ada apa?" sahut heru, sedikit kesal.

Retno pun mengarahkan pandangan heru, pada sosok seorang pemuda yang sedang memejamkan mata,sambil menyandarkan tubuhnya di samping bak sampah.

"Sepertinya dia, cocok untuk jadi pendamping fira." celetuk retno, membuat heru seketika berpikir,dan segera menghampiri pemuda itu.

"Nak, siapa nama mu?" Heru menepuk pundak pemuda itu.

"Saya Eric. Tolong saya...!" jawab eric.

Heru dan Retno tersenyum penuh arti. "Baiklah aku akan menolong mu, tapi dengan satu syarat!" ucap heru, dingin.

Tanpa berpikir panjang,eric pun menyetujui syarat yang di berikan heru.awalnya heru memberi syarat agar eric membantunya,yang sedang kesusahan juga.

Namun setelah tahu maksud heru,eric tidak menyangka jika dia harus menikahi zhafira pada saat itu juga.

flashback off.

Eric menghela nafas setelah selesai menceritakan tentang dirinya yang pada saat itu mau menikahi zhafira.

Sementara itu,zhafira hanya terdiam dan tertunduk. pantas saja eric terlihat membencinya,ternyata semua ini karena ulah kakeknya yang telah menipu eric.

"Jadi saya minta, kamu jangan pernah melibatkan hati pada hubungan kita ini.Saya juga minta,agar kamu tidak mencampuri urusan saya.Intinya, kita urusi saja kehidupan kita masing-masing. Mengerti? Eric menyandarkan tubuhnya dan menatap tajam zhafira yang hanya terdiam.

" Kenapa kamu tidak melepaskan ku saja. Aku ikhlas,jika harus mengakhiri pernikahan ini." Setelah lama terdiam, zhafira kini membuka suara dan menatap eric.

Eric tersenyum sinis. "Saya bukan tipe orang, yang mudah melepaskan sesuatu,yang sudah menjadi milik, saya! Jadi jangan harap,kamu bisa terlepas dari, saya!" ucapnya dingin, penuh penekanan.

"Lalu akan seperti apa hubungan ini, jika kita saja tidak saling ada rasa.... " lirih zhafira.

"Kamu tidak perlu khawatir, saya melakukan ini atas bentuk rasa terima kasih.Karena dengan menikahi mu,saya bisa terlepas dari orang-orang yang ingin membunuh,saya."

Zhafira tersenyum getir,mendengar alasan yang baginya tidak masuk akal.dia pun hanya bisa pasrah menerima semua, karena meminta perpisahan pun percuma karena eric tidak menyetujuinya.

Di rasa sudah selesai berbincang, zhafira pun pamit pergi pada eric.namun sebelum zhafira keluar, eric pun menghentikannya.

"Saya mau mulai besok, kamu melayani kebutuhan saya sebagai mestinya. Tapi ingat tanpa melibatkan perasaan."

Zhafira mengangguk pelan,dan segera pergi dari ruangan yang menurutnya seperti ruangan pengadilan.

Terpopuler

Comments

George Lovink

George Lovink

Taik...

2025-03-11

0

lihat semua
Episodes
1 Part 1
2 Part 2
3 Part 3
4 Part 4
5 Part 5
6 Part 6
7 Part 7
8 Part 8
9 Part 9
10 Part 10
11 Part 11
12 Part 12
13 Part 13
14 Part 14
15 Part 15
16 Part 16
17 Part 17
18 Part 18
19 Part 19
20 Part 20
21 Part 21
22 Part 22
23 Part 23
24 Part 24
25 Part 25
26 Part 26
27 Part 27
28 Part 28
29 Part 29
30 Part 30
31 Part 31
32 Part 32
33 Part 33
34 Part 34
35 Part 35
36 Part 36
37 Part 37
38 Part 38
39 Part 39
40 Part 40
41 Part 41
42 Part 42
43 Part 43
44 Part 44
45 Part 45
46 Part 46
47 Part 47
48 Part 48
49 Part 49
50 Part 50
51 Part 51
52 Part 52
53 Part 53
54 Part 54
55 Part 55
56 Part 56
57 Part 57
58 Part 58
59 Part 59
60 Part 60
61 Part 61
62 Part 62
63 Part 63
64 Part 64
65 Part 65
66 Part 66
67 Part 67
68 Part 68
69 Part 69
70 Part 70
71 Part 71
72 Part 72
73 Part 73
74 Part 74
75 Part 75
76 Part 76
77 Part 77
78 Part 78
79 Part 79
80 Part 80
81 Part 81
82 Part 82
83 Part 83
84 Part 84
85 Part 85
86 Part 86
87 Part 87
88 Part 88
89 Part 89
90 Part 90
91 Part 91
92 Part 92
93 Part 93
94 Part 94
95 Part 95
96 Part 96
97 Part 97
98 Part 98
99 Part 99
100 Part 100
101 Part 101
Episodes

Updated 101 Episodes

1
Part 1
2
Part 2
3
Part 3
4
Part 4
5
Part 5
6
Part 6
7
Part 7
8
Part 8
9
Part 9
10
Part 10
11
Part 11
12
Part 12
13
Part 13
14
Part 14
15
Part 15
16
Part 16
17
Part 17
18
Part 18
19
Part 19
20
Part 20
21
Part 21
22
Part 22
23
Part 23
24
Part 24
25
Part 25
26
Part 26
27
Part 27
28
Part 28
29
Part 29
30
Part 30
31
Part 31
32
Part 32
33
Part 33
34
Part 34
35
Part 35
36
Part 36
37
Part 37
38
Part 38
39
Part 39
40
Part 40
41
Part 41
42
Part 42
43
Part 43
44
Part 44
45
Part 45
46
Part 46
47
Part 47
48
Part 48
49
Part 49
50
Part 50
51
Part 51
52
Part 52
53
Part 53
54
Part 54
55
Part 55
56
Part 56
57
Part 57
58
Part 58
59
Part 59
60
Part 60
61
Part 61
62
Part 62
63
Part 63
64
Part 64
65
Part 65
66
Part 66
67
Part 67
68
Part 68
69
Part 69
70
Part 70
71
Part 71
72
Part 72
73
Part 73
74
Part 74
75
Part 75
76
Part 76
77
Part 77
78
Part 78
79
Part 79
80
Part 80
81
Part 81
82
Part 82
83
Part 83
84
Part 84
85
Part 85
86
Part 86
87
Part 87
88
Part 88
89
Part 89
90
Part 90
91
Part 91
92
Part 92
93
Part 93
94
Part 94
95
Part 95
96
Part 96
97
Part 97
98
Part 98
99
Part 99
100
Part 100
101
Part 101

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!