Part 10

Zhafira menundukkan kepala, tatapan tajam eric membuatnya merasa takut.

"Arga teman, ku!" ucap zhafira pelan.

Eric tak menyahut,entah mengapa hatinya merasa tidak suka melihat zhafira dekat dengan laki-laki lain.

Walaupun dia tidak suka pada zhafira,namun dia tahu jika zhafira sekarang adalah istrinya.

"Saya tidak suka, dia!" ujar eric, dengan nada dinginnya.

Zhafira mendongakkan kepalanya, perkataan eric sukses membuatnya melongo.

"Maaf."

Eric hanya terdiam mengalihkan pandangannya,ke sembarang arah.

"Saya sudah punya pekerjaan!" ucap eric, tanpa melihat zhafira.

Mendengar hal itu membuat zhafira tersenyum senang,tidak menyangka jika eric serius dengan ucapannya.

"Benarkah? Aku ikut bahagia,jika kamu sudah mempunyai pekerjaan." Zhafira menatap lekat eric,seakan ingin menyelidiki sesuatu.

"Kalau boleh tahu, kamu bekerja sebagai apa?" tanya zhafira, hati-hati.

"Saya hanya bekerja sebagai pelayan,di sebuah rumah besar."

Zhafira terdiam memikirkan jawaban dari eric. apakah dirinya harus mempercayai eric?

Zhafira tersenyum, untuk kali ini dia ingin mempercayai eric.dia ingin lebih dekat dengan eric,untuk mencari tahu siapa eric sebenarnya.

"Aku senang akhirnya kamu mempunyai pekerjaan."

Eric heran dengan sikap zhafira,yang terlihat senang dengan kabar dirinya yang sudah mempunyai pekerjaan.eric heran tidak ada raut kekecewaan pada zhafira, meskipun dia menyebutkan jika dirinya bekerja hanya sebagai pelayan.

"Apa kamu tidak malu,jika saya hanya bekerja sebagai pelayan?" ujar eric, memastikan.

Zhafira tersenyum. "Kenapa harus malu! Meskipun hanya seorang pelayan,yang penting halal."

Eric menatap lekat wajah zhafira, baru kali ini dia bertemu dengan perempuan seperti zhafira.kebanyakan wanita yang sering dia temukan,selalu memandang dalam segi harta. ternyata tidak dengan zhafira, dia sangat berbeda.

Eric tidak lagi menyahut dan memilih pergi dari hadapan zhafira.

***

Hari ini untuk pertama kalinya eric bekerja. meskipun dia berbohong,namun tidak salah karena hari ini dia memang harus pergi ke luar negeri,untuk melakukan transaksi kepada kliennya.

Eric memberikan alasan, jika dia harus menemani sang majikan berangkat ke negara Amerika selama tujuh hari.

Tanpa sepengetahuan zhafira,waktu malam eric menggunakan ponsel milik zhafira,untuk menghubungi edward.

Dan benar saja ternyata, asistennya itu memberitahu,jika eric harus menemui kliennya yang berada rusia.

"Apa kamu yakin, akan ikut kesana?" Zhafira menghampiri eric, dengan raut wajah khawatir.

Eric menatap tajam. "Tidak usah mengkhawatirkan saya. Meskipun kamu melarangnya, saya akan tetap pergi."jawabnya dingin.

Zhafira tersenyum kecut, mendengar jawaban eric yang sangat mencubit hatinya. bukan maksud zhafira ingin ikut campur, karena memang sudah seharusnya,sepasang suami-istri saling memberikan perhatian.

" Maaf, bukan maksud aku mencampuri urusan mu."ujar zhafira,pelan.

Tanpa menyahut lagi, eric segera pergi ke luar kamar.sebab waktu keberangkatannya tinggal satu jam lagi.

mereka berdua pun turun ke lantai bawah, untuk pamit kepada dewi.

"Bu." panggil zhafira.

"Iya, ada apa fira?" Dewi yang sedang menata makanan di meja pun menghentikan pekerjaannya.

"Bu... su-suami ku, akan pergi bekerja. Tapi, dia akan pergi ke Amerika,untuk menemani majikannya mengurus perusahaannya di sana."

Dewi tersenyum lebar, mendengar kabar menantunya yang sudah mendapatkan pekerjaan.namun dia juga tidak mempermasalahkan,akan pekerjaan sang menantu.

"Alah... paling dia bohong! Bilang saja, kalau mau kabur ninggalin istrinya!" seru retno ketus, menyela perbincangan dewi dan zhafira.

"Maksud bibi, apa?" seru zhafira.

Retno tersenyum sinis. "Kamu itu memang bodoh, fira. Coba kamu pikir, mana ada seorang majikan sebaik itu.Apalagi ini untuk pertama kalinya, suami gembel mu ini, bekerja disana." ujarnya, menunjuk wajah eric tajam.

Eric mengepalkan tangan,mencoba menahan emosi saat retno mencoba memprovokasi zhafira.

"Aku percaya suami, ku bi. Jadi lebih baik,urus saja urusan bibi sendiri,dan jangan pernah mencampuri urusan rumah tangga, ku."

Retno meradang setelah mendengar perkataan zhafira. dia tidak menyangka, jika zhafira akan melontarkan kata-kata yang menohok hatinya.

"Kita lihat saja nanti,jika ucapan ku ini benar. Kalau suami gembel mu,pembohong!"

Zhafira tidak lagi menyahut, sementara eric dia langsung pergi tanpa pamit pada dewi.melihat sikap eric, membuat dewi menghela nafas.

Dia berpikir,jika eric masih mencoba beradaptasi dengan orang-orang baru di sekitarnya.

"Maafkan sikap suami ku, bu!" Sebelum mengantar eric kedepan rumah, zhafira meminta maaf pada dewi, atas sikap eric.

"Tidak apa-apa,sayang.Ibu mengerti."

Zhafira pun segera, mengantar eric sampai kedepan rumah.

Eric menghidupkan motornya,tanpa kata dia pun pergi meninggalkan zhafira yang terdiam melihat kepergiannya.

Zhafira menghela nafas, entah sampai kapan sikap eric akan seperti itu padanya.padahal kejadian malam hari, masih terlintas di kepala zhafira dimana secara terang-terangan, eric tidak suka melihat dirinya dekat dengan Arga.

Zhafira kembali kedalam rumah untuk mengambil tasnya yang masih di kamarnya.

Saat melewati ruang makan,ternyata semua orang sudah berada di sana untuk melakukan sarapan.

Mata zhafira menatap sekilas,ke arah mereka.namun dia saat ini sedang tidak nafsu,untuk melakukan sarapan.

"Fira! Sarapan dulu!" seru dewi, saat melihat zhafira yang berjalan melewati ruang makan begitu saja.

"Aku masih kenyang, bu!"

Dewi menghela nafas. "Baiklah! Tapi jangan lupa di tempat kerja, makanlah meskipun sedikit."

Zhafira pun tersenyum tipis,menghampiri dewi dan mencium punggung tangannya.

Tidak ada perkataan sedikit pun dari heru,dan yang lainnya.hal itu membuat,hati zhafira bertanya-tanya.

Namun kali ini zhafira tidak ingin,memperdulikan sikap mereka.

***

Di sebuah pesawat jet pribadi,eric terlihat berbeda dengan pakaian serba hitamnya yang lebih formal.

Sepintas tidak akan ada yang mengira,jika usia eric masih muda, sebab dia sengaja berpakaian seperti itu demi citranya,sebagai seorang king.

Dengan di temani oleh asisten kepercayaannya, siapa lagi kalau bukan Edward.

"Maaf king, apa ada masalah?" Edward yang duduk di samping eric pun,mengajukan pertanyaan.

Melihat eric yang melamun,membuat Edward sedikit khawatir.

"Aku tidak apa-apa." jawab eric singkat.

Edward pun mengangguk paham dan kembali diam.

"Pastikan,seseorang mengawasi perempuan itu.Dan aku ingin, mereka mengirim kabar setiap saat." ucap eric,dengan tatapan menatap lurus ke depan.

"Saya sudah menyuruh seseorang untuk mengawasi dia, king.Dan saya juga meminta agar mereka memberikan kabar setiap detiknya."

Seakan puas dengan kerja asistennya, eric pun tidak lagi menyahut.

Kini entah mengapa,di pikirannya tiba-tiba terlintas wajah cantik zhafira,yang sedang tersenyum kepadanya.

Di samping rasa tidak sukanya pada zhafira, entah mengapa dia merasa nyaman,jika saat berada di dekat zhafira.

***

Malam ini zhafira pulang seperti biasa tanpa lembur.hari ini dia pun pulang bersama ayu,sebab sahabatnya itu sudah sembuh.

Sesampainya di rumah,zhafira seperti biasa membersihkan badan terlebih dahulu.namun tiba-tiba dia merasa haus.

Zhafira pun memutuskan,untuk mengambil air ke dapur.saat dia sedang minum, tiba-tiba ada tangan kekar yang memeluknya dari belakang.

Zhafira yang terkejut pun segera menjauhkan diri,dari seseorang yang sedang memeluknya.

"DIRLAN!" pekik zhafira, terkejut saat mengetahui pelaku yang sudah memeluknya.

"Ssssttt! Jangan berisik sayang...! Atau kita akan ketahuan!" Dirlan tersenyum smirk, melihat zhafira yang ketakutan.

"Apa kamu sudah gila!" bentak zhafira, marah.

"Jangan pura-pura, fira. Aku tahu, kamu masih mencintai ku, kan. Untuk itu aku akan menemani mu malam ini. Sebab aku tahu, jika suami gembel mu itu pergi untuk waktu yang lama."

Zhafira mengepalkan tangan,mendengar kata-kata menjijikan yang keluar dari bibir dirlan.

Dirlan mendekati zhafira,sampai terpojok di tembok.dirlan menatap zhafira,dengan penuh nafsu.

PRAAANG...

Zhafira yang ketakutan pun tidak sengaja, menjatuhkan gelas yang sejak tadi dia pegang.

"APA YANG SEDANG KALIAN LAKUKAN DI SINI!" teriak kinan marah besar.

Terpopuler

Comments

Erlinda

Erlinda

emang luar biasa goblok nya si Dewi dan Fira ini masih aja bertahan tinggal disitu atau memang si Fira nya ga mau pindah ingin di tiduri oleh dirlan...kamu keterlaluan Thor masalah nya masih berkisar disitu terus alias jalan ditempat..ga ada perkembangan...hadeeeeh sinetron ikan terbang lagi kayak nya..

2025-02-19

0

Wijiyanti Solo

Wijiyanti Solo

bodoh nya Fira gk mau pergi dri rumh neraka kan udah krja mbok y cari kontraan kenapa harus nyiksa dri sendri dtmpal iblis kaya Heru n Retno m Kinan

2025-01-07

0

🍁Angela❣️

🍁Angela❣️

kurang ajar juga si dirlan... maruk bgt sihh

2025-03-22

0

lihat semua
Episodes
1 Part 1
2 Part 2
3 Part 3
4 Part 4
5 Part 5
6 Part 6
7 Part 7
8 Part 8
9 Part 9
10 Part 10
11 Part 11
12 Part 12
13 Part 13
14 Part 14
15 Part 15
16 Part 16
17 Part 17
18 Part 18
19 Part 19
20 Part 20
21 Part 21
22 Part 22
23 Part 23
24 Part 24
25 Part 25
26 Part 26
27 Part 27
28 Part 28
29 Part 29
30 Part 30
31 Part 31
32 Part 32
33 Part 33
34 Part 34
35 Part 35
36 Part 36
37 Part 37
38 Part 38
39 Part 39
40 Part 40
41 Part 41
42 Part 42
43 Part 43
44 Part 44
45 Part 45
46 Part 46
47 Part 47
48 Part 48
49 Part 49
50 Part 50
51 Part 51
52 Part 52
53 Part 53
54 Part 54
55 Part 55
56 Part 56
57 Part 57
58 Part 58
59 Part 59
60 Part 60
61 Part 61
62 Part 62
63 Part 63
64 Part 64
65 Part 65
66 Part 66
67 Part 67
68 Part 68
69 Part 69
70 Part 70
71 Part 71
72 Part 72
73 Part 73
74 Part 74
75 Part 75
76 Part 76
77 Part 77
78 Part 78
79 Part 79
80 Part 80
81 Part 81
82 Part 82
83 Part 83
84 Part 84
85 Part 85
86 Part 86
87 Part 87
88 Part 88
89 Part 89
90 Part 90
91 Part 91
92 Part 92
93 Part 93
94 Part 94
95 Part 95
96 Part 96
97 Part 97
98 Part 98
99 Part 99
100 Part 100
101 Part 101
Episodes

Updated 101 Episodes

1
Part 1
2
Part 2
3
Part 3
4
Part 4
5
Part 5
6
Part 6
7
Part 7
8
Part 8
9
Part 9
10
Part 10
11
Part 11
12
Part 12
13
Part 13
14
Part 14
15
Part 15
16
Part 16
17
Part 17
18
Part 18
19
Part 19
20
Part 20
21
Part 21
22
Part 22
23
Part 23
24
Part 24
25
Part 25
26
Part 26
27
Part 27
28
Part 28
29
Part 29
30
Part 30
31
Part 31
32
Part 32
33
Part 33
34
Part 34
35
Part 35
36
Part 36
37
Part 37
38
Part 38
39
Part 39
40
Part 40
41
Part 41
42
Part 42
43
Part 43
44
Part 44
45
Part 45
46
Part 46
47
Part 47
48
Part 48
49
Part 49
50
Part 50
51
Part 51
52
Part 52
53
Part 53
54
Part 54
55
Part 55
56
Part 56
57
Part 57
58
Part 58
59
Part 59
60
Part 60
61
Part 61
62
Part 62
63
Part 63
64
Part 64
65
Part 65
66
Part 66
67
Part 67
68
Part 68
69
Part 69
70
Part 70
71
Part 71
72
Part 72
73
Part 73
74
Part 74
75
Part 75
76
Part 76
77
Part 77
78
Part 78
79
Part 79
80
Part 80
81
Part 81
82
Part 82
83
Part 83
84
Part 84
85
Part 85
86
Part 86
87
Part 87
88
Part 88
89
Part 89
90
Part 90
91
Part 91
92
Part 92
93
Part 93
94
Part 94
95
Part 95
96
Part 96
97
Part 97
98
Part 98
99
Part 99
100
Part 100
101
Part 101

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!