Part 8

Zhafira terus melangkahkan kakinya cepat,tanpa ingin melihat lagi ke arah belakang. rasa sakit di hatinya, tidak bisa lagi dia tahan karena menurutnya sikap heru dan kinan sudah keterlaluan.

Dari belakang,eric tetap memperhatikan zhafira yang berada di depannya.sebenarnya bukan karena dia peduli, mengikuti zhafira tapi dia sudah merasa jengah dengan sikap keluarga heru.

Zhafira menyeka air matanya,dia pun segera menunggu angkutan umum untuk menuju ke tempat kerjanya.

Tak lama pun,sebuah mobil angkot berhenti dan zhafira pun segera masuk.mobil itu pun melaju pergi.

Sementara eric,dia mengedarkan pandangan seakan mencari sesuatu.tak lama juga, sebuah mobil mewah berwarna hitam menghampirinya.

Tanpa basa basi, eric pun masuk kedalam mobil itu.

"Selamat pagi king!" seru seseorang yang memegang pengemudi.

"Jalan!" titah eric,tanpa menjawab sapaan orang tersebut.

Seakan sudah biasa, sopir itu pun melakukan perintah eric.dia memutar balikkan mobilnya dulu,lalu melajukan kembali mobilnya meninggalkan tempat itu.

Tidak ada percakapan di antara eric dan sopir itu di sepanjang perjalanan.sampai pada akhirnya, mobil yang di tumpangi eric tiba di sebuah kawasan elite.

Eric pun turun dari mobil dan berjalan menuju, ke sebuah rumah megah berlantai tiga ala Eropa.

Semua orang yang berada di sekitar rumah mengangguk hormat, saat melihat eric berjalan melewati mereka.

"Selamat datang king!" seru semua orang yang ada di sana.

Eric hanya merespon dengan anggukkan kecil, sebagai jawaban.dia pun melenggang pergi masuk,ke dalam rumah besar itu.

Dia memasuki ruangan,yang terlihat seperti sebuah kamar namun sangat besar.

"Akhirnya kamu pulang!" seru seorang laki-laki yang terlihat tua namun masih sehat.

Eric yang akan masuk kamar pun, melirik sekilas ke belakang.dia pun tidak menggubris, perkataan dari laki-laki tua yang di ketahui bernama Louis itu.

Dia adalah kakek dari eric, yang selama ini mengurusnya sampai sebesar ini.eric adalah cucu satu-satunya, yang sangat berharga baginya.

Louis menghela nafas melihat sikap,eric yang tidak pernah berubah.

"Sepertinya kamu tidak merindukan, pria tua ini!" Dia pun ikut masuk ke kamar eric.

Eric memutar bola matanya malas. " Seperti yang kakek lihat,aku baik-baik saja."ujarnya ketus.

Louis tersenyum tipis. "Baiklah,kakek percaya."

Eric mendudukkan dirinya di sofa,tatapannya menerawang ke depan,seakan memikirkan hal yang sejak seminggu terakhir ini mengganggu pikirannya.

"Siapa yang sudah menolong, mu?" Louis duduk di samping eric, mengusap lembut pundaknya.

Eric menghela nafas. "Aku di selamatkan oleh seorang laki-laki tua,namun dia memberikan ku sebuah syarat."

Louis mendengarkan perkataan eric, tanpa ingin menyela nya.dia ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi,pada cucu kesayangannya itu.

"Aku harus menikahi cucunya pada hari itu juga." Eric mengeraskan rahangnya,menahan amarah pada dirinya.

"Ha.. ha.. ha!" Louis tertawa lepas. "Apa kakek tidak salah dengar! Kamu menikah?" ujarnya tertawa mengejek.

Louis tahu jika cucunya itu, tidak tersentuh oleh wanita manapun. sehingga dia terkejut, saat mengetahui eric sudah menikah.

"Aku tidak peduli! Aku tidak akan menganggap dia sebagai istri ku." Eric menatap tajam Louis.

Louis mengehela nafas kasar, entah harus bagaimana lagi untuk meyakinkan eric,bahwa cinta itu ada.dia takut jika cucunya itu, mengalami penyimpangan.

"Bawa dia kemari, kakek ingin bertemu dengan istri mu."

"Tidak!" Eric menatap tajam. "Untuk saat ini,aku tidak akan membawanya kemari.Dia belum tahu siapa aku yang sebenarnya,begitu pun dengan keluarganya.Jadi aku harus memikirkan alasan yang tepat,untuk membawanya ke sini." tutur eric panjang lebar.

Louis menatap lekat eric, ada sedikit keraguan di dalam hatinya, mengingat posisi cucunya ini adalah putera dari seorang mafia kejam.

"Kamu tahu eric! Hal ini bisa menjadi ancaman bagi dirimu sendiri. Apalagi jika musuh-musuh ayah mu tahu tentang pernikahan mu. Sebaiknya, kamu rahasiakan identitas istri mu untuk sementara ini. Kakek tidak mau ada korban lagi, cukup mereka saja...!" Louis menghentikan ucapannya, seakan tenggorokannya tercekat mengingat kejadian naas menimpa anak dan menantunya.

Eric yang mendengar semua itu ikut larut dalam kesedihan,meskipun dia berusaha kuat namun tetap saja hatinya rapuh,saat mengingat orang yang di cintainya telah pergi untuk selamanya.

"Aku tidak akan membiarkan kejadian dulu terulang lagi!" Eric mengeraskan rahangnya. " Aku akan mencari orang yang sudah berkhianat, pada kita!"ucapnya penuh penekanan.

"Kakek setuju! Tapi kapan,kamu akan memimpin perusahaan lagi? Kasihan Edward, dia kewalahan mengurus semua pekerjaan yang kamu tinggalkan."

Eric kembali menghela nafas. "Setelah aku menyelesaikan,urusan ku. Maka aku akan kembali ke perusahaan, kek."

Inilah beban yang di tanggung oleh Eric sebagai pewaris tunggal keluarga Shailendra.di usianya yang terbilang muda,dia harus memegang kendali atas perusahaan peninggalan orang tuanya,belum lagi dia di pilih untuk memimpin sebuah klan, yang dulu di pimpin oleh ayahnya.

Meskipun semua beban eric berat, namun hal itu tidak membuatnya merasa kesusahan.berkat bantuan Edward yang menjadi tangan kanannya, eric mampu memegang kendali perusahaan dan klan secara seimbang.

"Baiklah, sekarang apa yang akan kamu lakukan?" Louis kembali, menatap eric.

"Aku akan kembali ke rumah itu.Tapi aku minta, sebuah motor biasa untuk alat berkendara ku."

"Apa kamu akan menjadi tukang ojek?" tanya Louis yang di akhiri tawa seakan mengejek.

Eric mendengus kesal, melihat sikap kakeknya,yang sangat suka mengejeknya.

"Terserah." Eric yang sudah kesal pun pergi, meninggalkan Louis yang masih menertawakannya.

Sebelum Louis beranjak dari kamar eric, dia terlebih dahulu menghubungi seseorang.

"Ikuti king dan awasi semua orang yang berada di rumah itu.Pastikan king,berada jauh dari kawasan musuh. mengerti!"perintah Louis,pada orang kepercayaannya.

Setelah mengakhiri panggilannya, dia pun menyusul eric yang keluar.sebenarnya hati Louis khawatir pada eric, karena bagaimana pun juga eric sekarang adalah tanggung jawabnya.

Namun dia percaya,jika eric mampu menghadapi semua ini.

Louis pun mengantar eric yang akan kembali ke rumah heru,dengan menggunakan sepeda motor biasa.

" Apa kamu yakin akan menggunakan kendaraan buruk ini?"tanya Louis heran, menatap geli motor yang akan di pakai eric.

"Aku yakin. Kalau begitu aku pergi dulu." pamit eric, menyalakan motornya.

Louis menatap eric nanar, seakan tidak rela jika cucu kesayangannya itu harus pergi lagi meninggalkannya.

"Hati-hati, king! Akan ada beberapa orang yang akan mengawasi mu dari kejauhan.Semua kakek lakukan, agar musuh tidak menyerang mu secara tiba-tiba lagi." Louis dengan tegas memperingatkan.

Eric mengangguk sebagai jawaban, dia pun pergi meninggalkan rumah mewah miliknya.

"Jo...!" panggil Louis, tegas."Berikan informasi tentang gadis yang menjadi istri cucu ku. Dan pastikan tidak ada hal sekecil apapun yang terlewatkan tentangnya." Pandangan Louis, masih menatap kepergian Eric yang semakin menjauh.

"Baik tuan! Saya akan mencari tahu tentang gadis itu! Kalau begitu saya permisi undur diri." Seorang tangan kanan Louis,yang bernama johan membungkuk hormat dan pergi dari hadapan Louis.

"Aku berharap gadis itu, dapat merubah Sikap anak kalian." gumam Louis pelan, mengusap sudut matanya yang basah.

Terpopuler

Comments

Andrea Ann

Andrea Ann

hadir baca ..karya mu🙂alur cerita yg bagus

2025-02-06

0

🍁Angela❣️

🍁Angela❣️

wahhh ternyata mafia tamvan 😊😊😊

2025-03-22

0

Ely

Ely

Semoga Eric bucin ya kek....

2024-12-26

2

lihat semua
Episodes
1 Part 1
2 Part 2
3 Part 3
4 Part 4
5 Part 5
6 Part 6
7 Part 7
8 Part 8
9 Part 9
10 Part 10
11 Part 11
12 Part 12
13 Part 13
14 Part 14
15 Part 15
16 Part 16
17 Part 17
18 Part 18
19 Part 19
20 Part 20
21 Part 21
22 Part 22
23 Part 23
24 Part 24
25 Part 25
26 Part 26
27 Part 27
28 Part 28
29 Part 29
30 Part 30
31 Part 31
32 Part 32
33 Part 33
34 Part 34
35 Part 35
36 Part 36
37 Part 37
38 Part 38
39 Part 39
40 Part 40
41 Part 41
42 Part 42
43 Part 43
44 Part 44
45 Part 45
46 Part 46
47 Part 47
48 Part 48
49 Part 49
50 Part 50
51 Part 51
52 Part 52
53 Part 53
54 Part 54
55 Part 55
56 Part 56
57 Part 57
58 Part 58
59 Part 59
60 Part 60
61 Part 61
62 Part 62
63 Part 63
64 Part 64
65 Part 65
66 Part 66
67 Part 67
68 Part 68
69 Part 69
70 Part 70
71 Part 71
72 Part 72
73 Part 73
74 Part 74
75 Part 75
76 Part 76
77 Part 77
78 Part 78
79 Part 79
80 Part 80
81 Part 81
82 Part 82
83 Part 83
84 Part 84
85 Part 85
86 Part 86
87 Part 87
88 Part 88
89 Part 89
90 Part 90
91 Part 91
92 Part 92
93 Part 93
94 Part 94
95 Part 95
96 Part 96
97 Part 97
98 Part 98
99 Part 99
100 Part 100
101 Part 101
Episodes

Updated 101 Episodes

1
Part 1
2
Part 2
3
Part 3
4
Part 4
5
Part 5
6
Part 6
7
Part 7
8
Part 8
9
Part 9
10
Part 10
11
Part 11
12
Part 12
13
Part 13
14
Part 14
15
Part 15
16
Part 16
17
Part 17
18
Part 18
19
Part 19
20
Part 20
21
Part 21
22
Part 22
23
Part 23
24
Part 24
25
Part 25
26
Part 26
27
Part 27
28
Part 28
29
Part 29
30
Part 30
31
Part 31
32
Part 32
33
Part 33
34
Part 34
35
Part 35
36
Part 36
37
Part 37
38
Part 38
39
Part 39
40
Part 40
41
Part 41
42
Part 42
43
Part 43
44
Part 44
45
Part 45
46
Part 46
47
Part 47
48
Part 48
49
Part 49
50
Part 50
51
Part 51
52
Part 52
53
Part 53
54
Part 54
55
Part 55
56
Part 56
57
Part 57
58
Part 58
59
Part 59
60
Part 60
61
Part 61
62
Part 62
63
Part 63
64
Part 64
65
Part 65
66
Part 66
67
Part 67
68
Part 68
69
Part 69
70
Part 70
71
Part 71
72
Part 72
73
Part 73
74
Part 74
75
Part 75
76
Part 76
77
Part 77
78
Part 78
79
Part 79
80
Part 80
81
Part 81
82
Part 82
83
Part 83
84
Part 84
85
Part 85
86
Part 86
87
Part 87
88
Part 88
89
Part 89
90
Part 90
91
Part 91
92
Part 92
93
Part 93
94
Part 94
95
Part 95
96
Part 96
97
Part 97
98
Part 98
99
Part 99
100
Part 100
101
Part 101

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!