Part 4

Zhafira terpaku,saat melihat eric yang hanya memakai handuk yang menutupi tubuh bagian bawahnya.

Dapat dia lihat tubuh sixpack milik eric,yang terpampang jelas di depannya.apalagi kini penampilan eric semakin sexy,dengan rambut yang masih basah.

Zhafira segera memalingkan wajah, tak kuasa melihat pahatan Tuhan yang begitu sempurna di depan matanya.

Eric mengernyitkan dahi, melihat zhafira yang tiba-tiba saja membalikkan badannya.

"Baju untuk saya!" seru eric, dengan suara beratnya yang terdengar dingin.

Zhafira tertegun mendengar ucapan eric,yang terdengar formal.dia pun segera membalikkan badan kembali.

"Ma-maaf! Ini baju untuk mu." Memberikan satu setel baju pada eric.

Mata kanaya membulat saat melihat, ada beberapa luka di tubuh eric.zhafira ingin bertanya namun takut, menyinggungnya.

Eric pergi kembali ke kamar mandi untuk memakai baju, karena tidak mungkin dia menggantinya di depan zhafira.

Melihat eric masuk kembali kamar mandi, zhafira memutuskan untuk duduk di tepi ranjang.zhafira ingin melihat pesta yang masih berlangsung,tapi dia takut tidak bisa melihat kemesraan dirlan dan kinan yang menyakitkan baginya.

CEKLEK....

Pintu kamar mandi kembali terbuka,eric kembali dengan keadaan sudah memakai baju.

Zhafira lagi-lagi tertegun, saat melihat penampilan eric sekarang. jujur di bandingkan dirlan ternyata eric lebih tampan, dengan baju yang tadi di berikan oleh zhafira.

Jauh saat pertama datang ke sini,penampilan eric lebih sempurna,jika untuk seorang gelandangan atau preman.

"Hm...!" Eric berdehem, saat melihat zhafira yang tak berkedip melihatnya.

"Ma-maaf!" Zhafira gugup,karena ketahuan menatap laki-laki tampan,di hadapannya tanpa berkedip.

Zhafira menundukkan kepala malu, lalu dia merutuki dirinya sendiri di dalam hati.

Eric hanya menaikkan sebelah alisnya,berjalan menuju meja rias untuk menyisir rambutnya yang belum kering.

***

Sementara di lantai bawah, terlihat dewi yang sibuk sendirian menyiapkan hidangan untuk para tamu.dewi sudah seperti pelayan di rumah itu.

Di saat dewi akan membereskan piring kotor,retno menghampirinya. "Di mana fira?" tanyanya ketus.

"Dia di kamar."

"Dasar anak tidak tahu diri! Bukannya membantu, malah enak-enakkan di kamar!" gerutu retno kesal.

Dewi menghela nafas. "Aku yang menyuruhnya pergi."

Retno mendelik, mendengar pengakuan dewi yang begitu santai.

"Seharusnya dia membantu mu menyiapkan semuanya. Sudah beruntung, aku dan ayah mau menikahkannya!Kalau tidak apa kata orang tentang...!"

"Tentang anak mu,yang sudah merebut calon suami anakku!" sela dewi penuh penekanan.

Saat retno akan menyahuti perkataan dewi, suara tegas heru memanggilnya.dia mendengus kesal, karena tidak bisa membalas perkataan kakaknya yang menyinggungnya.

Retno menghentakkan kaki pergi dari hadapan dewi,dengan perasaan yang marah dan kesal.

Sementara dewi mencoba menguatkan hatinya,agar tidak sedih saat mendengar perkataan retno.

***

Di kamar,terlihat eric meringis kesakitan,saat lukanya kembali basah akibat terkena air saat mandi tadi.

Zhafira yang berada di seberang ranjang, merasa kasihan dengan keadaan eric.dia pun pergi menuju lemari, mengambil kotak p3k untuk mengobati luka eric.

"Mau apa kamu, " tanya eric, memicingkan mata pada zhafira yang duduk di sampingnya.

Zhafira awalnya takut, saat melihat tatapan tajam eric. namun dapat zhafira lihat, jika eric benar-benar kesakitan.dia pun memberanikan diri, untuk mengobati lukanya.

"Akan aku obati luka mu. "

Eric terdiam tak lama kemudian mengangguk,tubuhnya memang sangat sakit, sehingga dia mengizinkan zhafira,untuk mengobati luka pada tubuhnya.

Zhafira tersenyum tipis,melihat eric yang bersedia untuk dia obati.

Eric pun membuka bajunya, agar zhafira bisa mengobati seluruh luka pada tubuhnya.

Seketika zhafira memejamkan mata, seakan tak kuasa melihat tubuh eric terpampang jelas di matanya.

Eric tersenyum tipis nyaris tidak terlihat,saat melihat zhafira malah memejamkan mata.

"Hm...!" Eric berdehem, memberi peringatan pada zhafira.

Seketika zhafira membuka matanya,kemudian memalingkan wajahnya ke lain arah.

"Bisakah kamu segera mengobati luka saya?"ujarnya dengan nada dingin.

"Oh, ba-baiklah!" Zhafira segera mengobati luka eric.

"Sshh...!" Terdengar eric yang meringis kesakitan,membuat zhafira pun ikut meringis.

Kini saatnya mengobati luka pada wajah eric, dengan telaten zhafira mengobati lukanya.saking telaten nya, zhafira yang tanpa sadar meniup lembut luka di wajah eric.

Eric memejamkan mata, merasakan hembusan nafas zhafira yang menyejukkan di lukanya.eric menatap lekat wajah zhafira, yang terlihat begitu dekat dengan wajahnya.

"Sudah!" seru zhafira, menatap eric yang memang sejak tadi menatapnya.

Mereka berdua sama-sama mengalihkan pandangan,keadaan di antara mereka pun menjadi canggung.

Zhafira segera berdiri,untuk menyimpan kotak p3k ke tempat semula.

Sementara eric kembali memasang wajah datarnya,dan tak lupa tatapan tajamnya yang seakan ingin membunuh.dia pun memutuskan untuk tidur,merasakan sakit pada seluruh tubuhnya.

Malam pun tiba...

Semua tamu sudah pulang,keadaan rumah heru kini sepi.meninggalkan keluarga heru yang berkumpul di ruang tamu dan tampak senang dengan acara hari ini.

"Aku senang sekali kakek! Terima kasih untuk hari ini." ucap Kinan manja.

"Apapun akan kakek lakukan untuk mu, sayang."

Kinan tersenyum bahagia, akhirnya semua yang dia inginkan kini menjadi miliknya.

Tidak jauh dari posisi mereka berkumpul, dewi tidak sengaja mendengar perbincangan yang membuat hati kecilnya kembali sakit.

Keadaan ini tidak adil bagi putrinya,dia berusaha menguatkan hatinya agar tidak terlihat rapuh di hadapan keluarganya.

Di saat dewi mengusap air matanya, datanglah zhafira menatapnya penuh selidik.

"Bu!" panggil zhafira lembut.

Dewi segera memasang wajahnya seperti biasa,karena tidak ingin membuat zhafira khawatir.

"Iya sayang!Apa ada yang kamu perlukan?" Dewi tersenyum, berusaha kuat walau sebenarnya dia sangat ingin menangis.

Zhafira terdiam, sebenarnya dia tahu jika ibunya sedang menyembunyikan kesedihannya.

Zhafira tersenyum. "Aku hanya ingin mengambil makan."

"Ambilah di lemari, ibu tadi sudah menyimpannya untuk mu dan suami mu."

"Baik bu!"

Sebelum zhafira memanggil, tiba-tiba datang retno yang tersenyum sinis.

"Ingat makanan ini tidak gratis! Apalagi dengan gelandang itu.Suruh dia membantu pekerjaan di rumah ini sampai selesai, baru dia boleh makan!" ujar retno menyilangkan kedua tangan di dada.

Zhafira menghela nafas, hal yang dia khawatirkan kini terjadi juga.

"Nanti aku akan kembali ke sini, jika sudah mengantarkan makanan ini." Zhafira pergi setelah memberikan penjelasan pada retno.

Retno mendengus kesal, pada zhafira yang bersikap seperti itu kepadanya.

"Lihat kelakuan anak mu! Pantas saja dirlan lebih memilih anak ku,kelakuannya saja sangat jauh dengan kinan!" ujarnya ketus.

Dewi tidak menganggap perkataan retno,cukup untuk hari ini hatinya sangat lelah, jadi dia akan mencoba untuk menulikan telinga.

Retno yang tidak mendapat tanggapan dari dewi pun,pergi dengan perasaan kesal.

Setelah membawakan makan untuk eric, zhafira kembali ke lantai bawah untuk membantu ibunya,membereskan tempat yang di pakai untuk mengadakan pesta pernikahan tadi.

Saat akan menuruni anak tangga, zhafira harus berpapasan dengan dirlan yang menggendong tubuh Kinan,ala bridal style dengan mesra.

Dia segera memalingkan wajahnya, saat kedua orang yang mengkhianatinya sedang tersenyum mengejek kepadanya.

Zhafira kembali merasakan hatinya sakit, saat melihat kemesraan dirlan dan kinan di depan matanya.sungguh hatinya sakit,tapi tidak berdarah.

Terpopuler

Comments

Okta

Okta

kakek tua udah bau tanah bukannya cari amal buat bekal nanti eh malah nambah dosa

2025-03-26

0

Fitriai Faizah

Fitriai Faizah

kenapa nggk pergi dari rumah itu sih. bikin sakit hati aja

2025-02-11

0

🍁Angela❣️

🍁Angela❣️

Retno gak tau diri ternyata

2025-03-22

0

lihat semua
Episodes
1 Part 1
2 Part 2
3 Part 3
4 Part 4
5 Part 5
6 Part 6
7 Part 7
8 Part 8
9 Part 9
10 Part 10
11 Part 11
12 Part 12
13 Part 13
14 Part 14
15 Part 15
16 Part 16
17 Part 17
18 Part 18
19 Part 19
20 Part 20
21 Part 21
22 Part 22
23 Part 23
24 Part 24
25 Part 25
26 Part 26
27 Part 27
28 Part 28
29 Part 29
30 Part 30
31 Part 31
32 Part 32
33 Part 33
34 Part 34
35 Part 35
36 Part 36
37 Part 37
38 Part 38
39 Part 39
40 Part 40
41 Part 41
42 Part 42
43 Part 43
44 Part 44
45 Part 45
46 Part 46
47 Part 47
48 Part 48
49 Part 49
50 Part 50
51 Part 51
52 Part 52
53 Part 53
54 Part 54
55 Part 55
56 Part 56
57 Part 57
58 Part 58
59 Part 59
60 Part 60
61 Part 61
62 Part 62
63 Part 63
64 Part 64
65 Part 65
66 Part 66
67 Part 67
68 Part 68
69 Part 69
70 Part 70
71 Part 71
72 Part 72
73 Part 73
74 Part 74
75 Part 75
76 Part 76
77 Part 77
78 Part 78
79 Part 79
80 Part 80
81 Part 81
82 Part 82
83 Part 83
84 Part 84
85 Part 85
86 Part 86
87 Part 87
88 Part 88
89 Part 89
90 Part 90
91 Part 91
92 Part 92
93 Part 93
94 Part 94
95 Part 95
96 Part 96
97 Part 97
98 Part 98
99 Part 99
100 Part 100
101 Part 101
Episodes

Updated 101 Episodes

1
Part 1
2
Part 2
3
Part 3
4
Part 4
5
Part 5
6
Part 6
7
Part 7
8
Part 8
9
Part 9
10
Part 10
11
Part 11
12
Part 12
13
Part 13
14
Part 14
15
Part 15
16
Part 16
17
Part 17
18
Part 18
19
Part 19
20
Part 20
21
Part 21
22
Part 22
23
Part 23
24
Part 24
25
Part 25
26
Part 26
27
Part 27
28
Part 28
29
Part 29
30
Part 30
31
Part 31
32
Part 32
33
Part 33
34
Part 34
35
Part 35
36
Part 36
37
Part 37
38
Part 38
39
Part 39
40
Part 40
41
Part 41
42
Part 42
43
Part 43
44
Part 44
45
Part 45
46
Part 46
47
Part 47
48
Part 48
49
Part 49
50
Part 50
51
Part 51
52
Part 52
53
Part 53
54
Part 54
55
Part 55
56
Part 56
57
Part 57
58
Part 58
59
Part 59
60
Part 60
61
Part 61
62
Part 62
63
Part 63
64
Part 64
65
Part 65
66
Part 66
67
Part 67
68
Part 68
69
Part 69
70
Part 70
71
Part 71
72
Part 72
73
Part 73
74
Part 74
75
Part 75
76
Part 76
77
Part 77
78
Part 78
79
Part 79
80
Part 80
81
Part 81
82
Part 82
83
Part 83
84
Part 84
85
Part 85
86
Part 86
87
Part 87
88
Part 88
89
Part 89
90
Part 90
91
Part 91
92
Part 92
93
Part 93
94
Part 94
95
Part 95
96
Part 96
97
Part 97
98
Part 98
99
Part 99
100
Part 100
101
Part 101

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!