Bab 8

Sore itu, rombongan warga desa yang terdiri dari ibu-ibu yang sering membantu Hanin, di jemput dengan minibus.

Mereka agak sedikit terkejut karena tidak menyangka akan di jemput seperti itu. Padahal mereka sudah berpikir bagaimana cara nya mendapatkan uang untuk pergi ke kota.

"Kami belum bersiap. Maaf ya pak. Kami tidak tahu akan di jemput sore ini."

"Silahkan bersiap-siap. Katakan juga pada undangan yang lain. Kami akan menunggu. Ini perintah Bu Ambar, untuk mengantar ibu-ibu semua ke hotel kami dengan selamat."

"Ke hotel? Bukan rumah calon mertua nya Hanin?"

"Bu Hanin dan Pak Abi akan menikah di sana. Jadi, Ibu-ibu sekalian tidak akan lelah untuk ke pesta pernikahan mereka. Dan, hotel itu adalah milik keluarga Pak Abi."

"Wah, kalau begitu kami akan bersiap dengan cepat."

"Oh ya, katakan pada ibu-ibu yang menerima undangan. Jika tidak perlu membawa banyak barang bawaan. Karena Bu Ambar sudah menyiapkan segala nya untuk Ibu-ibu semua."

"Baik, Pak. Kami tidak akan lama."

Mereka pun bersiap dengan cepat. Tidak perlu menunggu lama karena memang tidak membawa banyak barang bawaan.

Tiga minibus terparkir di depan rumah salah satu warga. Dan mereka pun telah siap untuk naik.

Namun, mereka di absen satu persatu terlebih dahulu. Karena di dalam sana, mereka harus duduk sesuai dengan tempat duduk mereka masing-masing.

"Kalian siapa? Dan mau apa?" Tanya supir minibus yang bertugas mengabsen tamu undangan dari desa.

"Kami mau ikut naik juga. Kami itu saudara nya Hanin."

"Maaf, nama kalian siapa?"

"Nama ku Cantika. Dan ini, Ibu ku Marni."

"Maaf, nama kalian tidak ada di sini."

"Tapi, kami memiliki undangan nya juga."

"Itu saya tidak tahu."

"Berani sekali kau ya. Baru jadi babu juga sudah begini. Awas saja, jika aku adukan ini pada Hanin, kau pasti akan di pecat." Ucap Cantika dengan pongah nya.

"Maaf, saya hanya menjalankan perintah dari Bu Ambar. Jika mau protes, hubungi saja beliau."

"Hmm,, kami tidak punya nomor nya. Sini, berikan pada ku. Biar aku yang menghubungi beliau."

Pak supir hanya geleng-geleng kepala. Ia tak habis pikir. Mengapa majikan baru nya memiliki keluarga seperti mereka.

"Maaf ya. Kami harus berangkat. Soal nya nanti malam ada acara adat yang harus di hadiri oleh ibu-ibu ini. Permisi."

"Tidak. Kalian tidak boleh pergi tanpa kami."

"Kenapa anda tidak pergi sendiri saja. Bukan kah alat transportasi sudah sampai ke desa ini?"

"Tapi,."

"Sudah. Silahkan minggir. Kami mau jalan. Jangan jadi pengganggu."

"Woy Marni,, minggir sana! Kami mau lewat. Maka nya jadi manusia itu tahu diri. Coba kalian memperlakukan Hanin dengan baik, pasti kalian juga akan seperti kami."

"Betul itu. Kalian itu jahat nya melebihi ibu Tiri di sinetron."

Marni dan juga Cantika hanya memasang wajah masam. Mereka malu sekali di perlakukan seperti itu.

Untung saja para Ibu-ibu yang ada di dalam minibus itu tidak bekerja di sawah dan ladang milik nya.

Mereka bekerja di kebun milik orang lain. Maka dari itu mereka berani melawan Marni sesekali.

Minibus itu pun berangkat. Kini, tinggal lah Cantika dan juga ibu nya di depan rumah tetangga.

Entah bagaimana mereka bisa tahu jika akan ada minibus yang menjemput ibu-ibu itu. Mereka benar-benar tidak tahu diri.

"Bu, kok Hanin kayak gitu sih. Dia benar-benar nggak menghargai kita. Trus, apa Ibu tadi dengar? Mereka menikah di hotel."

"Ah, paling juga cuma hotel lima puluh ribu semalam. Lihat aja tu, kalau memang mereka kaya. Tidak mungkin di jemput dengan mobil kayak gitu."

"Benar juga ya, Bu. Ya pasti di jemput dengan mobil mewah sejenis limousin. Aah,,,."

"Itu kamu tahu. Jadi, nggak usah mikir macam-macam. Besok kita lihat saja dia dimana. Siap-siap kamu rekam ya. Biar kita buat malu dia. Sok mau nikah di hotel."

Kedua ibu dan anak itu pun tertawa. Mengira sama sekali tidak mengira akan kejadian selanjut nya.

Sementara itu di dalam minibus, para Ibu-ibu di buat terkejut dengan isi dalam nya. Semua ada di dalam benda bergerak itu.

Mereka bisa menonton sambil rebahan dan makan cemilan. Bahkan ada toilet mini di dalam nya. Namun sayang, mereka tidak memiliki ponsel. Jadi, tidak bisa mengabadikan momen tersebut.

Maklum, ibu-ibu yang di undang Hanin memang bukan orang berada. Bahkan ada yang susah.

Maka dari itu, Hanin tidak ingin membebani mereka dengan datang jauh ke kota hanya demi pernikahan nya.

Hanin membiayai mereka semua. Mulai dari atas hingga ke bawah. Bahkan, pakaian mereka pun Hanin yang berikan.

"Ibu-ibu semua, kita telah sampai."

"Sampai? Secepat itu?" Ucap salah satu Ibu-ibu yang ikut.

"Iya. Kok cepat sekali ya. Apa kita terlalu nyaman di dalam mobil ini. Udah seperti rumah. Nggak terasa goyang."

"Iya. Ini produk terbaru perusahaan Pak Abi."

"Wah, luar biasa ya suami nya nak Hanin."

Mereka pun turun dan masuk ke dalam hotel. Di depan sana, mereka sudah di tunggu oleh pemandu.

"Ini kah hotel? Yang kita lihat di tv?"

"iya. Kita bisa ke hotel karena Hanin. Hotel nya besar sekali. Apa lantai nya tidak kotor ya, kalau kita injak."

Mereka sibuk berbicara sendiri hingga di antar oleh pemandu untuk naik ke lift. Mereka yang belum pernah naik lift, tidak berhenti beristighfar.

"Ya Allah. Kayak gempa ya. Aku sampe pusing loh ini."

Yang lain bahkan ada yang diam dan tak bicara. Lalu tiba-tiba

Uwek..

Uwek..

"Aku nggak kuat naik benda kotak ini. Pusing sekali kepala ku."

"Sini, biar saya pakai kan minyak angin. Apa Ibu tidak keberatan?"

"Boleh nak. Maaf ya. Kami orang kampung baru pertama kali naik ini."

"Tidak apa, Bu. Saya juga begitu saat pertama kali bekerja di sini."

"Tapi itu, muntah saya bagaimana?"

"Biarkan saja. Nanti akan ada yang membersihkan. Ayo. Saya bantu, kita sudah sampai di kamar ibu-ibu sekalian."

Untung saja kamar untuk ibu-ibu itu berada di lantai lima. Seandainya sampai lantai ke seratus, di jamin ibu-ibu itu sudah pingsan.

"Wah, ini kamar kita. Nak, apa bisa fotokan kami semua?"

"Boleh, bu. Ayo saya foto."

"Tapi, nanti gimana ambil nya?"

"Tenang saja. Nanti biar saya cetak dan berikan pada ibu-ibu semua."

Mereka semua pun berfoto bersama. Setelah itu, mereka pergi ke kamar masing-masing dan tidak tidur malam itu.

"Aku tak mau tidur. Bisa rugi kalau tidur di hotel dan tidak menikmati nya."

Dan ternyata benar saja. Mereka tidak ada yang tidur dan malah mondar mandir di kamar hotel hingga pagi menjelang.

Terpopuler

Comments

niktut ugis

niktut ugis

hehehe satu server semua dengan Hanin lugu, baik & jujur ada bar² nya juga sich tp khusus Cantika & Mak nya

2025-03-13

0

jawir

jawir

Hahaaaa lugu2 tp hatinya bersih

2025-02-07

0

ㅤㅤㅤ ㅤ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🦆͜͡ 𝐀⃝🥀✰͜͡v᭄

ㅤㅤㅤ ㅤ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🦆͜͡ 𝐀⃝🥀✰͜͡v᭄

pestanya Hanin kapan gak sabar nih.

2024-11-12

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 Bab 101
102 Bab 102
103 Bab 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 Bab 107
108 Bab 108
109 Bab 109
110 Bab 110
111 Bab 111
112 Bab 112
113 Bab 113
114 Bab 114
115 Bab 115
116 Bab 116
117 Bab 117
Episodes

Updated 117 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
Bab 101
102
Bab 102
103
Bab 103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
Bab 107
108
Bab 108
109
Bab 109
110
Bab 110
111
Bab 111
112
Bab 112
113
Bab 113
114
Bab 114
115
Bab 115
116
Bab 116
117
Bab 117

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!